Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan  dan Validasi Instrumen Asesmen Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri Kota Banjarmasin Dian Agus Ruchliyadi; Rabiatul Adawiah; Sarbaini; Wardiani Halidi
Integralistik Vol. 37 No. 2 (2026): Juli :2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v37i2.40550

Abstract

Dalam melaksanakan asesmen, instrumen harus secara valid dan reliabel mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang selaras dengan tujuan pembelajaran. Namun, pada kenyataannya, banyak guru belum mengembangkan instrumen asesmen yang memenuhi persyaratan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen untuk Pendidikan Pancasila guna mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dan dilakukan di SMA Negeri 5, 6, 7, dan 10 Banjarmasin, dengan melibatkan 350 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang didistribusikan melalui Google Forms. Data dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 26. Hasil uji validitas, yang dianalisis menggunakan korelasi Product Moment, menunjukkan bahwa 17 item valid dan reliabel. Oleh karena itu, instrumen yang dikembangkan telah terbukti memiliki kualitas pengukuran yang baik dan sesuai untuk menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam Pendidikan Pancasila di SMA Negeri Banjarmasin. 
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMAN 1 MARABAHAN Khairina Rahmasari; Dian Agus Ruchliyadi
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8551

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah masih terjadinya perilaku bullying verbal di lingkungan sekolah yang mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa, sehingga diperlukan optimalisasi peran guru sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah yang mempengaruhi munculnya perilaku bullying, peran guru sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan melalui penyediaan sumber belajar yang relevan dan membangun komunikasi yang efektif dengan siswa, serta tantangan yang dihadapi guru dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat pada peran guru sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan: (1) keadaan lingkungan sekolah secara umum cukup kondusif, namun masih terdapat dinamika sosial seperti pengelompokan siswa, candaan berlebihan, serta pengaruh media sosial yang dapat memicu munculnya perilaku bullying verbal. (2) guru telah berperan sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying melalui penyediaan berbagai sumber belajar yang relevan, seperti video edukasi, studi kasus, poster, diskusi kelompok, serta pengintegrasian nilai-nilai anti-bullying dalam pembelajaran. Selain itu, guru juga membangun komunikasi yang efektif dengan siswa melalui pendekatan dua arah, humanis, empatik, dan active listening sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat, terbuka, dan mendukung pencegahan bullying. (3) guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu pembelajaran, pola pikir siswa yang masih menganggap bullying sebagai candaan, pengaruh media sosial, serta hambatan komunikasi seperti rasa takut siswa untuk melapor
IMPLEMENTASI NILAI CIVIC CULTURE MELALUI TRADISI REWANG DI DESA SUKADAMAI KECAMATAN MANTEWE KABUPATEN TANAH BUMBU Rahmawati Putri, Noor; Dian Agus Ruchliyadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44610

Abstract

Civic culture is an important foundation in determining the quality of democracy through active participation and citizen responsibility. Indonesia has strong social capital, reflected in the high level of public generosity. However, globalization and the development of information technology have driven changes in social interaction patterns that tend towards individualism, marked by a decline in direct interaction and a weakening of social trust. This condition has the potential to hinder the formation of citizen character oriented towards the common good. This study aims to analyze the implementation of civic culture values ​​through the Rewang tradition in Sukadamai Village, Mantewe District, Tanah Bumbu Regency. The study uses a qualitative approach with a case study method to explore the process of internalization of civic values ​​such as participation, solidarity, tolerance, and social responsibility in local cultural practices. The results show that the Rewang tradition plays an effective role in strengthening civic engagement and civic virtue organically. This tradition not only maintains the value of mutual cooperation but also becomes a space for inclusive social interaction in a multi-ethnic society. The sustainability of Rewang shows that local wisdom has a strategic role in maintaining social cohesion and filtering the negative impacts of modernization. This research contributes to the development of civic culture studies based on local wisdom and provides practical implications for strengthening contextual and applicable citizenship education.
INTERNALISASI KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA MELALUI KEGIATAN JUM’AT BERSIH DI SMA NEGERI 1 BELAWANG Selvia, Mika; Dian Agus Ruchliyadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.46207

Abstract

This study is driven by the need to develop students’ character of responsibility in schools, which is still not evenly distributed despite the implementation of various programs, including the “Jum’at Bersih” (Clean Friday) activity. This activity not only serves to maintain the cleanliness of the school environment but also aims to instill the value of responsibility through direct experience. However, there are still students who are less participative and inconsistent in demonstrating their sense of responsibility. The focus of this study is to examine students’ character of responsibility, analyze how its internalization occurs through the “Jum’at Bersih” activity, and identify the problems as well as efforts to address them. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation from the principal, teachers, and students selected through purposive sampling. Data analysis is conducted using the Miles and Huberman model and validated through triangulation. The findings of this study indicate that students’ character of responsibility is generally fairly good, but still not evenly distributed. The internalization process occurs through several stages, namely introduction, understanding, implementation, and habituation in the “Jum’at Bersih” activity. The identified problems include low awareness and lack of consistency among some students, while the efforts made include providing guidance, supervision, and continuous habituation. The “Jum’at Bersih” activity has been proven to contribute to the development of students’ character of responsibility, although further efforts are still needed to achieve more optimal and equitable implementation among all students. more optimal results.
Penanaman Nilai Karakter Peserta Didik Melalui Ekstrakurikuler Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Sub Rayon SMAN 1 Anjir Pasar M. Rizky; Dian Agus Ruchliyadi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): August 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/6dwg4f40

Abstract

This study aims to analyze the cultivation of character values—specifically religiosity, appreciation for achievement, and social concern—and to identify obstacles in instilling these values ​​in students through the *Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate* (PSHT) extracurricular activity at the SMAN 1 Anjir Pasar Sub-Branch. The study employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as observation, semi-structured interviews, and documentation. The results indicate that the cultivation of religious character values ​​is achieved through practices such as routine prayer, pausing training for worship times, Quranic memorization, thanksgiving ceremonies for rank advancement, and the exemplary conduct of the instructors. The study concludes that the PSHT extracurricular program is an effective medium for instilling values ​​of religiosity, appreciation for achievement, and social concern through habituation, role modeling, and direct experience