Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN KUALITAS HABITAT BERDASARKAN TINGKAT PRODUKTIVITAS SEBAGAI BASIS DATA PEMANFAATAN PERAIRAN PESISIR DESA TASIKAGUNG, REMBANG (Habitat Quality Review based on Level of Productivity as Utilization Database Coastal Waters Tasikagung Village, Rembang) Sari, Dita Yuliana; Haeruddin, Haeruddin; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.945 KB)

Abstract

Desa Tasikagung merupakan salah satu desa yang terletak di kawasan pesisir kota Rembang. Perairan pesisir merupakan bagian dari perairan laut yang dapat dijadikan sebagai habitat bagi suatu organisme. Habitat yang baik membutuhkan suplai makanan yang dapat mendukung segala akitivitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan ditinjau dari produktivitas primer, konsentrasi nitrat dan fosfat serta kelimpahan fitoplankton. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang bersifat deskriptif dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis parameter fisika kimia air selama penelitian diperoleh temperatur air (29-31°C), kecerahan (32-81 cm), kedalaman (72-152 cm), kecepatan arus (0,02-0,09 m/s). pH 8, oksigen terlarut (2,8-4,6 mg/l), salinitas (23-33), produktivitas primer (8,33-58,75 mgC/m3/jam), nitrat (0,6232 mg/l), dan fosfat (0,4238 mg/l). Fitoplankton yang teridentifikasi terdiri dari 18 genera. Kelimpahan fitoplankton tiap stasiun berkisar antara (1619-3148 ind/liter), keanekaragaman (1,44-2,17), keseragaman (0,66-0,94), dan dominasi (0,16-0,36). Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton mempunyai hubungan yang sangat lemah. Tasikagung village is one of the villages located in coastal area of Rembang city. Coastal waters are part of the marine area that become habitat for some organisms. A good habitat is requiring food supply that can support all activities. The aim of this research is to known the  quality of waters in terms of primary productivity, concentration of nitrate and phosphate also phytoplankton abundance. This research was conducted in May 2017. Research methods used is method survey which is descriptive with purposive sampling technique. The results of analysis of water chemistry physics parameters during the study obtained water temperature (29-31 ° C), brightness (32-81 cm), depth (72-152 cm), current velocity (0.02-0.09 m / s). PH 8, dissolved oxygen (2.8-4.6 mg/l), salinity (23-33), primary productivity (8.33-58.75 mgC/m3/jam), nitrate (0.6232 mg/l), and phosphate (0.4238 mg/l). The identified phytoplankton consists of 18 genera. The phytoplankton abundance of each station ranged from (1619-3148 ind / liter), diversity (0.66-0.94), and dominance (0.16-0.36). The result of linear regression test showed that nitrate and phosphate concentration has a very weak relationship.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI PUSAT INFORMASI MANGROVE (PIM) KELURAHAN KANDANG PANJANG PEKALONGAN Faiqoh, Elok; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.809 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22575

Abstract

Kawasan ekowisata di Pusat Informasi Mangrove (PIM) merupakan salah satu wisata alam di Kota Pekalongan yang berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi daya tarik, profil pengunjung, persepsi, partisipasi, aspirasi pengunjung dan masyarakat dalam pengembangan ekowisata serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata. Penelitian dilakukan pada Maret 2018. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 91 responden pengunjung, 30 masyarakat dan 2 pengelola. Teknik pengambilan sampel pengunjung dengan accidental sampling, untuk masyarakat dan pengelola dengan purposive sampling. Pembobotan kuesioner dengan skala Likert, penentuan strategi menggunakan SWOT. Potensi daya tarik meliputi: keanekaragaman jenis mangrove; asosiasi biota meliputi ikan bandeng, kakap putih, mujaer, udang Vaname dan kepiting bakau; fasilitas yang tersedia meliputi: boat, shelter pemancingan, jogging track, Gedung PRPM, Shelter, lahan parkir, kamar mandi, menara pandang dan mushola; aksesibilitas (kondisi jalan beraspal, dilengkapi petunjuk arah). Persepsi pengunjung dan masyarakat mengenai daya tarik dan aksesibilitas tergolong baik, namun persepsi mengenai fasilitas tergolong kurang baik. Partisipasi pengunjung dan masyarakat dalam menjaga lingkungan tergolong baik. Aspirasi pengunjung dan masyarakat mengenai pengadaan fasilitas pelengkap. Strategi pengembangan ekowisata di PIM meliputi: pengembangan ekowisata dengan konsep pelestarian ekosistem serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah; peningkatan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan fasilitas kawasan ekowisata; menjaga ekosistem mangrove dengan cara mengefektifkan rehabilitas dan penegakan peraturan perlindungan mangtrove; dan meningkatkan fasilitas/sarana prasarana yang dapat digunakan untuk meminimalkan dampak dari abrasi.                 Ecotourism area in the Mangrove Information Center (PIM) is one of the nature tourism in Pekalongan City that potential to be developed. The purpose of this research were to know the attraction potency, visitor profile, perception, participation, aspiration of visitor and community in ecotourism development as well as to set an ecotourism development strategy. This research was conducted in March 2018. The method used a survey using a questionnaire distibuted to 91 visitors, 30 communities and 2 managements staff. Sampling technique for visitor used accidental sampling, for community and management staff used purposive sampling. Questionnaire weighted by Likert scale, strategy determinated by SWOT. The attraction potency include: diversity of mangroves; biota association include milkfish, seabass, mujaer, Vaname shrimp and crab; available facilities include: passenger boats, fishing shelters, jogging tracks, PRPM building, shelters, parking lots, bathroom, view tower and small mosque; accessibility (directed paved road). The perception of visitors and community about attractiveness and accessibility were quite good, but the perception of facility was not good enough. Participation of respondents in maintaining the environment was good. Aspirations of the visitors and community toward development was procurement of facilities. Development strategy of ecotourism in PIM include: development of ecotourism with ecosystem preservation concept as well as coordination with local goverments; increased empowerment of local communities in optimizing ecotourism facilities area; keep the mangrove ecosystem by rehabilition effectiveness and enforcement protection mangrove regulation; and improve the facilities/infrastructure that can be used to minimize the impact of abrasion.
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI BREMI KABUPATEN PEKALONGAN DITINJAU DARI FAKTOR FISIKA-KIMIA SEDIMEN DAN KELIMPAHAN HEWAN MAKROBENTOS Kinanti, Tiara Esha; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.355 KB)

Abstract

Sungai Bremi merupakan salah satu sungai di Kabupaten Pekalongan yang sudah mengalami penurunan kualitas dilihat dari warna airnya yang hitam keruh dan berbau tak sedap. Penurunan kualitas Sungai Bremi diantaranya disebabkan oleh berbagai masukan limbah dari aktivitas masyarakat dapat mempengaruhi kehidupan hewan makrobentos.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekstur sedimen dan kandungan bahan organik total yang terdapat dalam sedimen sungai, kelimpahan hewan makrobentos, hubungan antara tekstur sedimen, kandungan bahan organik total, dan kelimpahan hewan makrobentos, dan kualitas perairan di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sedimen dasar perairan dan sampel hewan makrobentos yang diambil dari Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purpossive sampling yang dilakukan di tiga stasiun yang berbeda. Pengukuran parameter kualitas air meliputi suhu, oksigen terlarut, pH, kecepatan arus, kedalaman dan kecerahan.Hasil penelitian menunjukkan tekstur sedimen adalah lanau berpasir dan kandungan bahan organik total termasuk dalam kategori sedang-tinggi dengan nilai antara 16,89 % – 21,58 %.  Kelimpahan hewan makrobentos pada stasiun I sebesar 1264 ind/m3 terdiri dari Tubifex sp., Nereis sp., Chironomus sp., dan Lymnaea sp., sedangkan pada stasiun II dan III tidak ditemukan hewan makrobentos. Hubungan antara kandungan bahan organik total sedimen dengan tekstur sedimen dari uji regresi linier menunjukkan nilai r sebesar 0,955 sedangkan hubungan antara kandungan bahan organik total sedimen dan tekstur sedimen dengan kelimpahan hewan makrobentos dari uji regresi linier berganda mempunyai nilai r sebesar 1 yang artinya kelimpahan hewan makrobentos memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kandungan bahan organik total dan tekstur sedimen. Kualitas perairan Sungai Bremi berdasarkan indeks keanekaragaman hewan makrobentos termasuk pada kategori tercemar berat dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,626.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SUNGAI WEDUNG KABUPATEN DEMAK Mushthofa, Aqil; Rudiyanti, Siti; Muskanonfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.775 KB)

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan di perairan Sungai Wedung Kabupaten Demak sangat dipengaruhi oleh kondisi perairan yang berasal dari sungai yang semakin hari semakin tercemar. Banyaknya bahan pencemar dalam perairan dapat mempengaruhi organisme perairan, bahkan dapat membunuh spesies tertentu. Makrozoobenthos dalam perairan memiliki peranan yang sangat penting yaitu sebagai organisme yang berperan sebagai indikator biologi suatu perairan. Bahan organik yang terkandung dalam substrat dasar erat kaitannya dengan makrozoobenthos, karena bahan organik merupakan sumber nutrien bagi organisme air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan makrozoobenthos, mengetahui hubungan bahan organik dengan kelimpahan makrozoobenthos serta menilai kondisi atau tingkat pencemaran perairan di sungai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2013 di perairan Sungai Wedung Kabupaten Demak. Checklist makrozoobenthos dan analisis sedimen dilakukan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Makrozoobenthos yang didapatkan selama penelitian di Sungai Wedung terdiri dari 3 kelas yaitu Polychaeta, Gastropoda, dan Bivalve. Kelimpahan terbesar terdapat pada stasiun C, sedangkan kelimpahan terendah pada stasiun A. Nilai indeks keanekaragaman stasiun A sebesar 1,230; stasiun B sebesar 0,340; dan stasiun C sebesar 0,295. Hasil analisis regresi antara kandungan bahan organik dengan kelimpahan makrozoobenthos didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,839 artinya bahwa terdapat hubungan yang erat antara kandungan bahan organik dengan kelimpahan makrozoobenthos. Semakin tinggi bahan organik, maka semakin tinggi juga kelimpahan makrozoobenthos. Kandungan bahan organik di ketiga stasiun termasuk dalam kategori tinggi. Tingginya bahan organik ini berasal dari peningkatan aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian, pemukiman, serta keberadaan limbah buangan TPI Wedung. Kondisi perairan di stasiun A tercemar sedang, sedangkan pada stasiun B dan stasiun C tercemar berat.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN CANTRANG DAN ASPEK BIOLOGI IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) YANG DIDARATKAN DI PPP BAJOMULYO, JUWANA Azizah, Ika Rianita; Rudiyanti, Siti; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.457 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi ikan yang tertangkap dengan cantrang, mengetahui aspek biologi ikan Kuniran yang meliputi sifat pertumbuhan, tingkat kematangan gonad (TKG), dan indeks kematangan gonad (IKG), mengetahui nilai CPUE dan mengetahui upaya pengelolaan sumberdaya tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2015 selama satu bulan di TPI Bajomulyo Juwana, Pati. Metode yang digunakan adalah metode sampling acak sederhana yang dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak sebanyak 966 sampel ikan Kuniran yang didaratkan untuk pengukuran panjang berat dan 97 sampel untuk pengamatan TKG. Selain melakukan sampling juga dilakukan wawancara/tanya jawab kepada nelayan dan pegawai di PPP/TPI. Berdasarkan Penelitian ikan yang tertangkap dengan cantrang terdiri dari 15 spesies yaitu ikan Kapasan (Gerres kapas), ikan Abangan (Nemipterus nematophorus), ikan Swanggi (Priacanthus tayenus), ikan Kuniran (Upeneus sulphureus), dll. Ikan yang dominan tertangkap adalah ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) yaitu 5.510 kg pada tanggal 15 Maret 2015 dan 10.479 kg pada tanggal 03 April 2015. Pertumbuhan ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) setelah dilakukan uji t diperoleh tHitung > tTabel maka ikan Kuniran bersifat Alometrik positif (pertumbuhan berat lebih cepat daripada pertumbuhan panjang). Tingkat Kematangan Gonad ikan Kuniran betina didominasi oleh TKG III dan TKG IV, sedangkan ikan Kuniran Jantan didominasi oleh TKG I dan TKG II. Indeks Kematangan Gonad jantan maupun betina ≤ 20% sehingga ikan Kuniran termasuk ikan yang dapat melakukan pemijahan lebih dari satu kali setiap tahunnya. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) tertinggi pada tanggal 21 Maret 2015 yaitu 2.900 kg/kapal dan terendah pada tanggal 22 Maret 2015 yaitu 560 kg/kapal dan cenderung mengalami fluktuasi. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu menjaga ukuran mesh size, mengatur musim penangkapan dan menyadarkan nelayan tentang stok di alam. Coastal Fishery Port (PPP) Bajomulyo is one the largest fishing port in the Juwana District, Pati. This study aims to determine the composition of the fish caught by cantrang, knowing the biological aspect of Kuniran fish which include the nature of growth, gonads maturity level (TKG), and gonads maturity index (IKG), knowing the value of CPUE and determining the resource management efforts. This activity was carried out in March - April 2015 for one month in TPI Bajomulyo Juwana, Pati. The method used was simple random sampling method conducted by random sampling as many as 966 Kuniran fish samples which landed for measuring the weight and length of97 samples for observation of TKG. In addition, the study also carried an interview/question and answer to the fishermen and employees in the PPP/TPI. Based on the study of fish caught by cantrang consists of 15 species, namely Kapasan fish (Gerres kapas), Abangan fish (Nemipterus nematophorus), Swanggi fish (Priacanthus tayenus), Kuniran fish (Upeneus sulphureus), etc. The dominant fish caught was Kuniran (Upeneus sulphureus) i.e. 5,510 kg on March 15, 2015 and 10 479 kg on April 3, 2015. Kuniran fish (Upeneus sulphureus) growth after t test was obtained tCount> tTable then Kuniran fish is categorized positive Allometric (growth of weight is faster than growth of length). Gonads Maturity level of female Kuniran fish was dominated by TKG III and TKG IV, while Males fish Kuniran were dominated by TKG I and TKG II. gonads Maturity index of male and female fish is ≤ 20% so that the Kuniran fish included in fish that can perform spawning more than once per year. The highest value of Catch per Unit Effort (CPUE) was on March 21, 2015 i.e 2,900 kg/vessel and the lowest was on March 22, 2015 i.e 560 kg/vessel.Management efforts to do is to keep the mesh size and to set the fishing seasonand disenchant to fishermen about stock in nature.
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN LARVA DAN JUVENIL IKAN DI SEKITAR MUARA SUNGAI TULUNG DEMAK Revika, -; Purnomo, Pujiono Wahyu; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.842 KB)

Abstract

Fluktuasi kondisi lingkungan hidup yang cukup tinggi di daerah estuari menyebabkan beberapa spesies yang mampu bertahan. Salah satu karakteristik daerah estuari adalah sebagai tempat berkumpulnya bahan organik sehingga daerah ini banyak ditempati oleh mikroorganisme. Komposisi dan kelimpahan larva dan juvenil ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kandungan klorofil-α di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kandungan klorofil-α di sekitar muara sungai dengan komposisi dan kelimpahan larva dan juvenil ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2014 – Januari 2015 di muara Sungai Tulung, Demak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik survey lapangan. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan komposisi dan kelimpahan larva dan juvenil ikan di sekitar muara sungai. Lokasi penelitian dibagi dalam 3 stasiun, stasiun 1 terletak di daerah terluar sungai ke arah laut bagian utara dan selatan, stasiun 2 terletak di dekat pertemuan dua aliran sungai, yakni Sungai Tulung dan Sungai Sier, stasiun 3 terletak dekat dengan daratan dan permukiman warga. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Regresi dan Korelasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa komposisi larva dan juvenil ikan sebanyak 7 famili dengan kelimpahan individu sebesar 266 ind/100 m3, antara lain Gobiidae (64,42%), Ambassidae (28,99%), Cynoglossidae (0,65%), Siluridae (4,57%), Eleotridae (0,40%), Labridae (0,34%) dan Engraulidae (0,65%). Kelimpahan larva dan juvenil ikan didominasi oleh famili Gobiidae. Nilai klorofil-α di stasiun 1, 2 dan 3 adalah 0,124 mg/m3; 0,233 mg/m3 dan 0,237 mg/m3 tergolong kategori rendah. Terdapat hubungan yang cukup erat antara kelimpahan larva dan juvenil ikan dengan klorofil-α. High fluctuation of environment condition in estuary cause the some species can hold out. One of characteristic  from estuary is place of association organic materials, it cause this area many placed by microorganism. Composition and abundance fish of larvae and juvenile affected by some factors, which one is content of chlorophyll-α in the water. The aim of this research is to know relationship between content of chlorophyll-α in around estuary with compositon and abundance fish of larvae and juvenile. This research was conducted in November 2014 – January 2015 at estuary of Tulung River, Demak. The  method used in this research is descriptive with field survey technique. This method was used to describe compositon and abundance fish of larvae and juvenile in estuary. Location of study were divided into three stations, station 1st is located in the outer area of the river toward the sea to the north and south, station 2nd is located near the confluence of two streams, Tulung River dan Sier River, station 3rd is located close to the mainland and residency. Analysis of the data used in this research is Regretion and Correlation Test. Based on the result of research showed that composition of larvae and juvenile are 7 families with abundance of individual amounted to 266 ind/100 m3, included from Gobiidae (64,42%), Ambassidae (28,99%), Cynoglossidae (0,65%), Siluridae (4,57%), Eleotridae (0,40%), Labridae (0,34%) and Engraulidae (0,65%). Abundance fish of larvae and juvenile dominated by the family Gobiidae. Value chlorophyll-α at station 1st, 2nd and 3rd is 0,124 mg/m3; 0,233 mg/m3 and 0,237 mg/m3 relatively low category.There is fairly close relationship between abundance fish of larvae and juvenile with content of chlorophyll-α.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI TELUK AWUR DI KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Suitability Analysis of Teluk Awur Beach Tourism in Jepara Regency of Central Java Deviana, Desi Avinda; Purwanti, Frida; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.5 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24232

Abstract

 ABSTRAK Pantai Teluk Awur merupakan destinasi wisata di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara. Pantai ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan memadai, sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, persepsi responden tentang potensi wisata, dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Teluk Awur. Penelitian dilakukan pada bulan November – Desember  2018. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan membagikan kuisioner kepada responden yang terdiri dari 40 masyarakat menggunakan teknik purposive sampling, dan 50 pengunjung menggunakan teknik accidental sampling serta metode kuantitatif untuk mengukur kesesuaian wisata pantai Teluk Awur yang dibagi menjadi 3 stasiun. Karakteristik responden masyarakat, sebagian besar laki - laki berusia dewasa dengan tingkat pendidikan terakhir rendah (SD) yang memiliki pekerjaan pedagang dan wiraswasta. Mayoritas responden pengunjung berasal dari Jepara, berjenis kelamin perempuan berusia muda (12-25 tahun) dengan tingkat pendidikan terakhir sedang (SMP-SMA). Persepsi responden tentang potensi dan daya tarik wisata Pantai Teluk Awur yaitu cukup baik, dan fasilitas, aksesibilitas serta kepedulian lingkungan baik. Nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Teluk Awur termasuk dalam kategori sangat sesuai untuk dijadikan sebagai obyek wisata pantai. ABSTRACT Teluk Awur Beach is a tourism destination in the Teluk Awur Village of Tahunan subdistrict, Jepara. The beach has  are quite complete and adequatefacilities, so has opportunity for tourism development. The purpose of this research were to know characteristics of respondent, respondent perceptions about tourism potential, and Tourist Suitability Index (TSI) value of the Teluk Awur Beach. The study was conducted from November to December 2018. The method used were qualitative method by distributing questionnaires to 40 local communities respondentusing purposive sampling technique, and 50 visitors using accidental sampling techniques and quantitative methods to measure tourism suitability of the Teluk Awur Beach which consists of 3 stations. Characteristics of the local community respondents, mostly men adults with a low level of education (elementary school) who had jobs for traders and entrepreneurs. The majority of visitors respondents come from Jepara, young women (12-25 years) with the latest education (Junior High Shcool-Senior High School). Perceptions of respondent about potential and tourist attraction of the Teluk Awur Beach are quite good, while facilities, accessibility and environmental care are good. TSI value of the Teluk Awur Beach is in the category  of very suitable to be used as a beach tourism object.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA DI PANTAI NYALO [KAWASAN MANDEH] KABUPATEN PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT Mukhtar, Putri Dellia; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.416 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan Mandeh merupakan kawasan yang terletak di Kecamatan Koto IX Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, kawasan ini telah dijadikan destinasi utama sektor pariwisata bahari Provinsi Sumatera Barat. Salah satu pantai di kawasan tersebut yang akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata adalah Pantai Nyalo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata yang dapat dikembangkan di Pantai Nyalo, persepsi responden terhadap daya tarik wisata di Pantai Nyalo dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Nyalo.Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan metode deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat menggunakan teknik sampling purposive sampling dan 30 responden wisatawan menggunakan accidental sampling. Potensi wisata Pantai Nyalo terdapat pada kondisi fisik pantai yang indah, serta jenis kegiatan atau daya tarik wisatanya yaitu berenang, olahraga pantai, dan panorama Puncak Paku.Secara umum daya tarik wisata di Pantai Nyalo dipersepsikan positif oleh responden.IKW Pantai Nyalo di stasiun I adalah 96%, sedangkan stasiun II dan III adalah 92%.Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Pantai Nyalo tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai. Kata Kunci: Kesesuaian Wisata; Pantai Nyalo; Kabupaten Pesisir Selatan  ABSTRACT Mandeh Region is an area located in the Koto IX Tarusan of Pesisir Selatan Regency, this area has been used as the main marine tourism destinations in the province of West Sumatra. One of beach in the area that will be developed into a tourist destination is the Nyalo Beach. The purpose of this study are to know tourism potential that can be developed in the Nyalo Beach, perception of respondents to tourism attractions in the Nyalo Beach and to determine Tourism Suitability Index (IKW) in Nyalo Beach. The study was conducted from May to June 2016. The methods used in this research are quantitative research method using Tourism Suitability Index (IKW) and descriptive method by spreading questionnaire to 30 local communities respondents using purposive sampling and 30 visitors respondents using accidental sampling. The Nyalo Beach tourism potential is in the physical condition of beautiful beaches as well as the type of tourism activities or attractions, i.e swimming, beach sports, and panoramic from the Puncak Paku. In general, the perception of tourism attractions in the Nyalo Beach is positively perceived by respondents. IKW of the Nyalo Beach in station I is 96% while station II and III are 92%. This shows that the Nyalo Beach areas belongs to category S1 or very suitable for beach tourism activities. Keywords: Tourism Suitability; Nyalo Beach; Pesisir Selatan Regency
KAJIAN KESUBURAN PERAIRAN DI WADUK IR. H. DJUANDA PURWAKARTA BERDASARKAN KANDUNGAN NUTRIEN DAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON Sari, Herda Mustika; Sulardiono, Bambang; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.427 KB)

Abstract

Waduk Ir. H. Djuanda terletak di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian 111 m dpl dan luas 8.300 ha. Waduk tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber air bersih, tempat pariwisata, tempat kegiatan perikanan tangkap maupun keramba jaring apung (KJA). Pemanfaatan waduk untuk berbagai kepentingan dimungkinkan menjadi salah satu sumber masukan nutrien dan berdampak bagi struktur komunitas plankton di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrient  (nitrat dan ortofosfat), struktur komunitas fitoplankton dan tingkat saprobitas indeks pada perairan waduk Ir. H. Djuanda, Purwakarta. Penelitian ini dilaksanakan bulan November-Desember 2014. Pengambilan sampel air dilakukan selama 2 kali dengan interval waktu pengambilan sampel air 1 bulan di 5 titik stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nitrat yang diperoleh termasuk ke dalam oligotrofik, dengan kisaran nilai antara 0,212-0,867 mg/l. Nilai ortofosfat berkisar antara 0,061-0,359 mg/l termasuk kedalam perairan eutrofikasi-super eutrofik. Kelimpahan fitoplankton dengan rata-rata keseluruhan 568.406 Ind/l. Jenis fitoplankton tertinggi selama penelitian adalah Oscilatoria sp dan jenis Peridinium sp. Nilai H’ berkisar antara 1,41-1,81 keanekaragaman rendah, nilai e berkisar 0,46-0,68 keseragaman sedang sedangkan indeks dominasi berkisar 0,24-0,43 yang berarti tidak terdapat jenis biota yang mendominasi. Berdasarkan nilai TSI yang diperoleh sebesar 0,6-1,5 termasuk pada perairan β-Mesosaprobik. Kesuburan perairan ini masih dapat dimanfaatkan oleh organisme di perairan. Ir. H. Djuanda Reservoir is located in Purwakarta, West Java with an altitude of 111 m above sea level and 8.300 ha wide. The reservoir is used by local people as a source of clean water, tourism and fisheries activities areas as well as floating net cages (KJA). Utilization of reservoirs for various purposes, is possible to be one source of nutrient input and impacts on the community structure of plankton in the waters. This research was aimed to determine of nutrient content (nitrate and orthophosphate), community structure of phytoplankton and the level of water saprobitas in Ir. H. Juanda Reservoir. The research was conducted in November-December 2014. Water sampling was conducted twice with water sampling interval of 1 month in 5 point stations. The results showed that nitrate belongs to the oligothrofic, with a range of values between 0,212 to 0,867 mg/l. Value of orthophosphate ranged from 0,061 to 0,359 mg/l is included into eutrophic-super eutrophic waters. The highest phytoplankton abundance in the research are Oscilatoria sp and Peridinium sp with a values 568.406 Ind/l. Value of H' ranged from 1,41 to 1,81 low diversity, values of e ranged from 0,46 to 0,68 medium uniformity while dominance index ranged from 0,24 to 0,43 which means there is not kind of life that dominates. Based on the value of TSI 0,6 to 1,5 is included into β-Mesosaprobic waters. Waters productivity still can be utilized by organisms in the waters.
KONSENTRASI KLOROFIL-a, NITRAT DAN FOSFAT UNTUK MENILAI KESUBURAN MUARA SUNGAI WAKAK, KENDAL Swayati, Dyah Prajna; Muskananfola, Max Rudolf; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.051 KB)

Abstract

Muara sungai merupakan daerah dimana air tawar dan air laut bertemu dan bercampur secara aktif. Bahan organik, mineral-mineral dan sedimen yang terbawa oleh arus pasang surut dan limbah aktivtas darat dari hulu sungai bercampur pada muara tersebut. Zat hara seperti fosfat dan nitrat merupakan zat hara yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton, dimana fitoplankton digunakan sebagai indikator kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan mengetahui (i) kandungan klorofil-a, nitrat dan fosfat; (ii) hubungan antara klorofil-a dengan nitrat dan fosfat dan (iii) nilai kesuburan perairan di Muara Sungai Wakak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember  2014 sampai Januari 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan metode sampling menggunakan studi kasus. Lokasi penelitian di bagi menjadi tiga stasiun yaitu  muara bagian atas (upper estuary), muara bagian tengah (middle estuary) dan muara bagian bawah (lower estuary). Pengambilan sampel air dilakukan pada saat pasang dan surut, dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian pada waktu pasang menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a berkisar 0,62 – 1,92 μg/l, nitrat berkisar 0,45 - 1,35 mg/l dan fosfat berkisar, 0,12 - 1,04. Sebaliknya saat surut, konsentrasi klorofil-a berkisar 0,34 – 0,92 μg/, nitrat berkisar 0,60 - 1,95mg/l dan fosfat berkisar  0,06 - 0,55 mg/l. Berdasarkan uji korelasi menunjukkan keeratan antara klorofil-a dengan nitrat dan fosfat saat pasang memiliki hasil sedang, saat surut memiliki hasil keterkaitan lemah. Kesuburan perairan Muara Sungai Wakak berdasarkan nilai TSI berkisar antara 55,12 – 65,42 saat pasang  dan 50,75  -  60,84 saat surut. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa baik saat pasang dan saat surut di duga Muara Sungai Wakak berada dalam katagori eutrofik ringan hingga sedang. Estuary is area whare fresh water and sea water meet and mix actively. Organic content, minerals and sedimentary that carried away by tidal currents and waste of land activities from headwaters mixed to the estuary. Nutrients such as phosphates and nitrates can influence the growth of phytoplankton, which phytoplankton was used as water quality. This research purpose were to know about (i) concentration of chlorophyll-a, nitrate and phosphate, (iii) corelation between chlorophyll-a with phosphate and nitrate and (iii) water productivity level. This study was conducted between December 2014 until January 2015. Research methode that used are surveying methode and sampling methode using study case. There ware sampling three stations which were upper estuary, middle estuary and lower estuary. Sampling water was conducted at high tide and low tide with three time replication. The results shows that at high tide, the concentration chlorophyll-a are 0,62 - 1,92 μg/l, nitrate are 0,45 - 1,35 mg/l and phosphate are 0,12 - 1,04 mg/l. at low tide, the concentration of chlorophyl-a are 0,34 – 0,92 μg/l, nitrate are 0,60 - 1,95mg/l and phospate are 0,06 - 0,55 mg/l. Based on correlation test, the reletionship chlorophyll-a with  nitrate and phosphate was middle correlation at high tide, while low tide was weak. The water productivity level of wakak estuary based TSI that are 55,12 – 6,42  at high tide and 50,75 – 60,84 at low tide, it mean that Wakak Estuary is categories as low until middle eutrophic.
Co-Authors 'Ain, Churun - Revika, - A'in, Churun Abdul Ghofar Adi, Micael Tri Anggoro Adriani, Arina Afifatul Isroliyah Afifatul Isroliyah agung Suryanto Agus Hartoko Alfizhari, Ananda Erza Putra Ali Djunaedi Amalo, Nancy Marcelina Reinatha Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Aprilia Kukuh Dwijayati, Aprilia Kukuh Aqil Mushthofa Arif Aji Nugroho Arif Rahman Asih, Dilia Puspita Astri Diana Ekasari Aulia, Namira Aurumitha, Fatikhasiwi Nur Awita, Rida Azzahra, Rizqina Nafa Nur A’in, Churun ‘Ishmah, Amalina Zata Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Brenda Sabrina Marsha Putri Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun A’in Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Devi Asmiyatna Sari Deviana, Desi Avinda Dewi, Kartika Puspita Dewi, Mayda Anggita Dewi, Prasasti Anugrahini Dian Tri Pramesti Dian Wijayanto Djoko Suprapto Dominig, Amryta Dwi Banu Purnomo Dyah Prajna Swayati, Dyah Prajna Elok Faiqoh Faizin, Khabib Ahsanul Fajar Sidik Pamungkas Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fian Anggrita Prabandini FITRIYAH, AINUN Frida Purwanti Fristiwi Silvi Melinda Gozion, Akwila Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Halimatus Sa’diyah Hanifah, Nisrina Nurfitria Harjanto, Wirawan Harry Saxena Saragih Helmi Ardi, Helmi Henny Liestiana, Henny Herda Mustika Sari, Herda Mustika Herimawan M.F. Ika Rianita Azizah, Ika Rianita Ikhsan, Muhammad Khoirul Isna Yunita Rahmawati Isnanda, Angghardian Kafin Aulia Mayagitha Kartika Putri Kusumaatmaja, Kartika Putri Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Abid Lubis, Denisya Alyifiya Gusfa Mahaka, Titan Yuri Mardani, Arif Marsaoly, Micail Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskanonfola Mei Larasati Meina Siska Prihatin, Meina Siska Menur Rumanti Mohammad Gilang Nur Fajar, Mohammad Gilang Nur Muhammad Dwi Hudoyo Swarto Mustofa Nitisupardjo Nailirohmah, Ulya Melly Nela Sukmawati Nilna Almuna Rizqi Niniek Widyorini Norma Afiati Novananda Nadia Oktavianto Eko Jati Panjaitan, Theresia Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prasasti Nusa Pertiwi Nur Fatimah Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Purba, Raymond Doresmas Puspitaningtyas, Indrie Hapsari Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rahma, Dwi Aprilia Rahmadhati, Kharisma Yulia Rahmawan, Dimas Yoga Rajib Jaka Dwinta Chandra Rendra Rini Rismatul Chusna Rina Mariana Rini Pramesti Riska Apriliana Salsabila, Ananda Tania Saputro, Danang Adi Sari, Dita Yuliana Setiaji Nugroho Siahaan, Debora Ernika Sinulingga, Hiskia Arapenta Siraj, Ahmad Zhafran Sonia Wulan, Sonia Subiyanto Subiyanto Sulistiyani, Heni Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Suryanti Suryanti Susi Sumartini Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Suwandana, Achmad Fuad Taufani, Wiwiet Teguh Tiara Esha Kinanti Triantoro, Dian Dwi Untung Ismoyo Utami, Sri Aulia Ramaddini Wilis Ari Setyati Wiwiet Teguh Taufani Zevriawan, Aldhimas Bagus