Claim Missing Document
Check
Articles

VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA PANTAI WEDIOMBO KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN TRAVEL COST Economic Valuation of Tourism Destination of Wediombo Beach Gunungkidul Regency Yogyakarta with Travel Cost Approach Panjaitan, Theresia; Saputra, Suradi Wijaya; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.638 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24257

Abstract

ABSTRAKPantai Wediombo terletak di  Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Pantai Wediombo merupakan salah satu ekosistem perairan yang memiliki daya tarik untuk dapat dijadikan objek wisata. Manfaat yang diberikan oleh pantai Wediombo belum terukur secara ekonomi sehingga penting untuk dilakukan studi tentang besarnya nilai ekonomi kawasan wisata. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi dan nilai ekonomi Pantai Wediombso. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di Pantai Wediombo. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara kepada 100 wisatawan dan 1 pengelola wisata menggunakan kuisioner dengan teknik sampling accidental sampling. Analisis valuasi ekonomi wisata menggunakan pendekatan Travel Cost Method. Potensi yang dimiliki oleh Pantai Wediombo mencakup keindahan dan kondisi daya tarik pantai termasuk dalam  kategori sangat baik, sarana dan prasarana yang sudah memadai, pelayanan pengelola yang cukup baik serta potensi budaya masyarakat seperti Upacara Ngalangi. Nilai ekonomi Pantai Wediombo sebesar Rp.52.787.622.096,00/tahun dengan rata-rata biaya perjalanan individu sebesar Rp. 208.296,00/kunjungan. ABSTRACTWediombo Beach located in Jepitu Village, Girisubo District, Gunungkidul Regency. Wediombo Beach is one of the aquatic ecosystems which has attraction that can be a good tourist destination. The benefits from Wediombo Beach were not yet measure in economic terms and it is important to study the magnitude of the economic value of tourist areas. The purpose of this research is to find out the potential and economic value of the beach. The research held on March at Wediombo Beach. The study used descriptive methods. Data obtained through interviews with 100 tourists and 1 tourism manager using questionnaires with accidental sampling. Analysis of tourism economic valuation using Travel Cost Method approach. The potential of Wediombo Beach including the beauty and conditions of coastal appeal is in a very good category, adequate facilities and infrastructure, good management services and potential cultural communities such as the Ngalangi ceremony. The economic value of Wediombo Beach based on tourist travel cost is about Rp.52.787.622.096.00 / year and average individual travel cost about Rp.208.296 / visit.
NILAI HUE DAN DENSITAS ZOOXANTHELLAE PADA KARANG Acropora sp. DI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU KARIMUNJAWA ‘Ishmah, Amalina Zata; Purnomo, Pujiono Wahyu; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.473 KB)

Abstract

Evaluasi kualitas terumbu karang, selain didasarkan penutupan karang hidup maka perlu dikembangkan metode alternatif untuk mendukungnya. Penilaiann hue khususnya pada jenis Acropora sp. yang banyak mendominasi kawasan paparan terumbu karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai hue dan densitas zooxanthellae pada kedalaman yang berbeda, mengetahui nilai hue dan densitas zooxanthellae pada stasiun yang berbeda dan mengetahui hubungan antara nilai hue dengan densitas zooxanthellae  pada Acropora sp. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Penelitian dilakukan di ekosistem terumbu karang Nyamplungan, Batu Topeng dan Tanjung Gelam dengan masing-masing stasiun terdapat dua titik dengan kedalaman berbeda, yaitu kedalaman 1 dan 2 di Pulau Karimunjawa. Hasil penelitian ini adalah densitas zooxanthellae dan hue pada stasiun 1 kedalaman satu 5,07.106 sel/cm2 dan  45,30, kedalaman dua 4,41.106 sel/cm2 dan 45,70. Pada stasiun 2 kedalaman satu sebanyak 5,72.106 sel/cm2  dan 35,50, kedalaman dua sebanyak 4,02.106 sel/cm2 dan 36,40. Pada stasiun 3 kedalaman satu sebanyak 12,78.106 sel/cm2 dan 35,80, kedalaman dua sebanyak 7,66. 106 sel/cm2 dan 42,90. Perbedaan nilai densitas zooxanthellae dan hue dikarenakan adanya faktor cahaya, jenis karang dan kondisi lingkungan. Densitas zooxanthellae dengan nilai hue pada stasiun 1, 2 dan 3 kedalaman 1 m dan 2 m mempunyai nilai korelasi yang tidak signifikan dimana tidak terdapat hubungan yang nyata, nilai hue mempunyai kecenderungan menurun dengan meningkatnya densitas zooxanthellae. Evaluation of a coral reefs’ quality, besides based on live coral covered, alternative methods to support should be developed. The value of hue, especially on the type of Acropora sp. that dominated the area of coral reefs. The purposes of this study are to determine the value of hue and zooxanthellae density at different depths, knowing the value of hue and density of zooxanthellae in the different stations and know the relationship between the value of hue with zooxanthellae density on Acropora sp. The method used in this research is descriptive method. The study was conducted at coral reefs’ ecosystem in Nyamplungan, Batu Topeng and Tanjung Gelam where in each station there are two points with different depths, that is depth of 1 and 2. The result of this research are the zooxanthella density and the value of hue in the stations 1 with 1 m depths are 5,07.106 cells/cm2 and 45.30 in 2 m depth are 4,41.106 cells/cm2and 45.70. In the stations 2 with 1 m depth are 5,72.106 cells/cm2 and 35,50 in 2 m depth are 4,02.106 cells/cm2  and 36,40. In the stations 3 with 1 m depth are 12,78.106 cells/cm2 and 35,80 in 2 m depth are 7.66. 106 cells/cm2 and 42,90. The difference in value is due to the factor of light, coral species and environmental conditions. Zooxanthellae density with hue value at stations 1, 2 and 3 a depth of 1 m and 2 m has correlation value that is not significant where there is no real relationship, the value of hue has tendency to decrease with the increasing of zooxanthella’s density.
ASPEK BIOLOGI IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) YANG DIDARATKAN DI PPP SADENG, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Liestiana, Henny; Ghofar, Abdul; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.766 KB)

Abstract

Ikan Layang merupakan salah satu diantara beberapa jenis ikan yang tertangkap di PPP Sadeng. Ikan Layang, Decapterus macrosoma merupakan ikan pelagis yang tertangkap dengan alat tangkap pukat cincin (mini purse seine). Kelestarian sumber daya ikan Layang perlu dipertahankan mengingat peranannya yang cukup besar dalam bidang perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sumber daya ikan Layang di PPP Sadeng dilihat dari aspek biologi yaitu aspek pertumbuhan yang terdiri dari panjang berat, faktor kondisi, dan ukuran pertama kali tertangkap. Aspek reproduksi terdiri dari tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad dan nisbah kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan cara pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling) sebanyak satu keranjang pada setiap sepuluh keranjang hasil tangkapan ikan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2014 – Februari 2015 di PPP Sadeng. Sampel yang diperoleh selama penelitian sebanyak 1.324 ekor ikan Layang dengan kisaran panjang 145-380 mm dan kisaran berat 39-669 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan Layang (D. macrosoma) adalah alometrik negatif yaitu pertambahan panjang yang lebih cepat dari pertambahan berat tubuhnya. Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 1,05 berarti bahwa kondisi ikan kurang pipih. Ukuran pertama kali tertangkap (L50%) yaitu 255 mm. Tingkat kematangan gonad didominasi TKG III dan TKG IV dan indeks kematangan gonad berkisar antara 0,11-5,15%. Ukuran pertama kali matang gonad (Lm50%) ikan Layang jantan dan betina adalah 247 mm dan 250 mm, hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap sudah mengalami matang gonad dilihat dari Lm50% < L50%. Rasio kelamin antara ikan Layang jantan dan betina adalah 1,4 : 1. The Shortfin scad (Decapterus macrosoma) is one of the few types of the fish which is caught at the Sadeng fishing base. The Shortfin Scad, Decapterus macrosoma is a pelagic fish that is caught by purse seine fishing gear (mini purse seine). The sustainability of Shortfin Scad’s resources need to be maintained, because of its significant role for fisheries. This study aims to find out informations of the Shortfin Scad’s resources from the aspects of biology. The biological aspects include the aspect of growth that consists of length and weight measurement, condition factor, and the length of first capture. Reproductive aspect consists the maturity levels of gonad, gonad maturation index, the length of first maturity and sex ratio. The method used was survey method. The sample method was using simple random sampling by collecting one basket at every ten baskets of the fish catches. Sampling was conducted in December 2014 until February 2015 at Sadeng fishing base. The samples of the Scortfin Scad used for research was 1.324 fishes, the length ranged between 145-380 mm and the weight ranged between 39-669 grams. The results showed that the growth patterns of D. macrosoma was negative allometric, which means that the growth of length is faster than the body weight gain. The condition factor of D. macrosoma was 1.05, it means that the fish has less flattened body. The length of first capture (L50%) was 255 mm. Gonad maturity level was dominated with TKG III and TKG IV and gonad maturation index was  ranged between 0.11-5.15%. The size of first maturity (Lm50%) both for males and females was 247 mm and 250 mm, it indicated that D. macrosoma had been caught in the mature moment, which is seen from Lm50%< L50%. The sex ratio of male and female was 1,4 : 1.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU PAHAWANG PROPINSI LAMPUNG Mardani, Arif; Purwanti, Frida; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.33 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Pahawang di Teluk Lampung memiliki potensi sumberdaya alam beragam dan produktif sehingga dapat dikembangkan sebagai objek ekowisata. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2016 di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi sumberdaya alam Pulau Pahawang, mengetahui persepsi, partisipasi dan aspirasi responden serta menyusun strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di pulau Pahawang. Metode penelitian adalah metode deskriptif kualitatif yang bersifat studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan kesesuaian lahan pantai dan wawancara menggunakan kuesioner kepada 50 responden yang terdiri dari 25 responden masyarakat dan 25 responden pengujung. Data dianalisa menggunakan metode analisis SWOT. Hasil analisa kesesuaian lahan pantai di Pulau Pahawang sebagai kawasan objek wisata sangat sesuai (95%). Potensi ekosistem mangrove dan terumbu karang juga menjadi daya tarik wisata di pulau Pahawang. Persepsi responden tentang  pengembangan ekowisata pulau Pahawang cukup baik, menurut masyarakat (40%) dan pengunjung (44%). Partisipasi masyarakat terhadap kegiatan wisata di pulau Pahawang cukup baik (45%) sedangkan partisipasi pengunjung dalam menjaga kebersihan pulau Pahawang sudah baik (62%). Aspirasi responden terhadap pengembangan ekowisata pulau Pahawang meliputi akses transportasi, promosi, fasilitas umum, biaya perjalanan dan dukungan pemerintah untuk masyarakat 50% dan pengunjung 59%. Hasil analisis SWOT untuk strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pulau Pahawang yaitu berada pada posisi strategi Strength-Opportunities (SO). Prioritas strategi SO adalah pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dengan pendampingan lembaga dan pemerintah. Kata Kunci : Pahawang; Ekowisata; Persepsi; Partisipasi; Aspirasi; Masyarakat; SWOT  ABSTRACT Pahawang Island in the Bay of Lampung has diverse natural resources and productive so that it can be developed as an ecotourism object. This research was carried out from February to March 2016 at Pesawaran Regency Pahawang islans in Lampung Province. The research aims to know the natural resource potential in the Pahawang island, to know perception, participation and aspirations of respondents as well as to set up strategy of community-based ecotourism development in the Pahawang island. The research method used descriptive qualitative methods that be case studies. Data collection is carried out by observing land suitability of the beach and interviewing using questionnaires to 50 respondents consisting of 25 local community and 25 visitors. Data were analyzed using SWOT analysis. The results of land suitability analysis of the beach on the Pahawang island is very appropriate (95%). The mangrove ecosystems and coral reefs are also potential to be a tourist attraction on the Pahawang island. Perception of respondents on development of ecotourism at Pahawang island is good enough, for the community 40% and visitors 44%. Public participation toward tourism activities on the Pahawang island is good enough for the community 45% whereas the participation of visitors in maintaining the cleanliness of the Pahawang island is good (62%). The respondent's aspirations towards development of ecotourism at Pahawang Island include transportation, promotion, access to public facilities, travel costs and Government support, for the community is 50% and visitors is 59%. The results of SWOT  analysis on the strategy of community-based ecotourism development in the Pahawang Island that is in the position of Stregth-Opportunities (SO). The priorities strategy SO are development of community-based ecotourism with accompaniment of institution and the Government.  Keywords: Pahawang; Ecotourism; Perception; Aspiration; Participation; Community; SWOT 
HUBUNGAN PERBEDAAN KERAPATAN LAMUN DENGAN KELIMPAHAN EPIFAUNA DI PANTAI LIPI, PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU Kusumaatmaja, Kartika Putri; Rudiyanti, Siti; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.666 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Pari merupakan kawasan perairan yang memiliki ekosistem lamun.Ekosistem ini merupakan salah satu habitat yang mendukung kehidupan biota akuatik, salah satunya epifauna.Ekosistem ini digunakan sebagai tempat mencari makan bagi epifauna dengan memanfaatkan serasah daun lamun.Adanya perbedaan tingkat kerapatan lamun dapat memberikan pengaruh terhadap kelimpahan epifauna.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lamun, kelimpahan epifauna pada kerapatan lamun yang berbeda, dan keeratan hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan epifauna.Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016.Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling yaitu pembagian stasiun sampling berdasarkan perbedaan kerapatan lamun (padat, sedang dan jarang).Pengambilan sampel epifauna dilakukan secara manual menggunakan tangan setiap satu minggu sekali selama 3 minggu. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat tiga jenis lamun diantaranya Thalassia sp., Enhalus sp. dan Cymodocea sp. Pada kerapatan padat (stasiun A) dengan jumlah tegakan 399 ind/m2 memiliki kelimpahan epifauna 121 ind/m2, kerapatan sedang (stasiun B) dengan jumlah tegakan 333 ind/m2 memiliki kelimpahan epifauna sebanyak 93 ind/m2, dan pada kerapatan jarang (stasiun C) dengan jumlah tegakan 308 ind/m2, memiliki kelimpahan epifauna sebanyak 67 ind/m2. Hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan epifauna mendapatkan koefisien korelasi sebesar r = 0,949 dengan nilai α < 0,05 menandakan adanya keeratan hubungan yangpositif dan kuat. Kata Kunci          : Ekosistem Lamun, Kelimpahan Epifauna, Pulau Pari.  ABSTRACT                 Pari Island is an area of ocean waters that have a seagrass ecosystem. This ecosystem is one of the habitats that support life of aquatic organism, which is epifauna. This ecosystem is used for feeding grounds for epifauna by utilizing the seagrass leaf litter. Difference of seagrass species density can influence abundance of epifauna. This research aims to determine the seagrass species, the abundance of epifauna in different seagrass densities, and the relationship between seagrass density with the abundance of epifauna. The research activities conducted in May-June 2016. The method used is survey method in determining the point of sampling using purposive sampling method namely the allocation of sampling stations based on different seagrass density (dense, medium and rare. The sampling of epifauna was done manually using hand every once a week for 3 weeks. The results obtained that there are three species of seagrass including Thalassia sp, Enhalus sp and Cymodocea sp. The densities in dense seagrass (station A) by the number of stands 399 ind/m2 had an abundance of epifauna 121 ind/m2, medium density (station B) by the number of stands 333 ind/m2 the abundance of epifauna 93 ind/m2, and precision rarely (station C) by the number of stands 308 ind/m2, has an abundance of epifauna 67 ind/m2. The correlation values between the density of seagrass with the abundance of epifauna have a value of correlation coefficient r = 0,949 with the value α < 0.05 indicates that there is a positive and high correlation. Keywords              : Seagrass Ecosystem, Epifauna’s Abundance, Pari Island.
STATUS KUALITAS PERAIRAN SUNGAI BREMI KABUPATEN PEKALONGAN DITINJAU DARI KONSENTRASI TSS, BOD5, COD DAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON Mayagitha, Kafin Aulia; Haeruddin, -; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.002 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi TSS, BOD5, COD, struktur komunitas fitoplankton, dan pola hubungan konsentrasi TSS, BOD5, COD dengan struktur  komunitas fitoplankton di Sungai Bremi, serta mengetahui status kualitas perairan Sungai Bremi ditinjau dari konsentrasi TSS, BOD5, COD dan struktur komunitas fitoplankton. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013 di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Dari hasil pengamatan, fitoplankton yang ditemukan di tiga stasiun terdiri atas kelas Bacillariophyceae, Dinophyceae, dan Cyanophyceae dengan kelimpahan berkisar antara 1042-1271 sel/liter. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,283-1,382, indeks keseragaman berkisar antara 0,617-0,685, dan indeks dominansi berkisar antara 0,275-0,394. Hasil konsentrasi TSS di tiga stasiun berkisar antara 58,5-93,16 mg/l, konsentrasi BOD5 berkisar antara 10,71-11,49 mg/l, dan konsentrasi COD berkisar antara 80,21-93,16 mg/l. Nilai koefisien korelasi (r) antara konsentrasi TSS, BOD5, dan COD dengan struktur komunitas fitoplankton berkisar antara 0,750-0,828. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan konsentrasi TSS, BOD5, dan COD dengan struktur  komunitas fitoplankton memiliki korelasi yang kuat. Status kualitas perairan Sungai Bremi ditinjau dari konsentrasi TSS, BOD5, COD dan struktur komunitas fitoplankton dalam kondisi tercemar.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK WISATA PANTAI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI PULAU MENGKUDU KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Awita, Rida; Rudiyanti, Siti; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pulau Mengkudu merupakan salah satu pulau di Desa Totoharjo Kabupaten Lampung Selatan. Pulau Mengkudu mempunyai potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai daerah wisata.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata yang dapat dikembangkan di Pulau Mengkudu, Partisipasi masyarakat sekitar Pulau Mengkudu, daya tarik wisata di Pulau Mengkudu dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pulau Mengkudu. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2016-Januari 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan metode deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 9 responden masyarakat menggunakan teknik sampling purposive sampling dan 25 responden wisatawan menggunakan accidental sampling. Potensi wisata Pulau Mengkudu terdapat pada kondisi fisik pantai yang indah dengan adanya pasir timbul, serta jenis kegiatan atau daya tarik wisatanya yaitu berenang, dan pemandangan dari atas bukit. IKW Pulau Mengkudu pada pagi hari di stasiun I dan III adalah 77% masuk kedalam kategori S2 atau Sesuai, stasiun II 83% menunjukkan kategori S1 atau Sangat Sesuai, sedangkan sore hari di stasiun I, stasiun II dan III adalah 89%. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Mengkudu pada sore hari tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai. Secara umum daya tarik wisata di Pulau Mengkudu  mendapat respon positif oleh responden. Kata Kunci: Kesesuaian Wisata; Partisipasi Masyarakat; Pulau Mengkudu ABSTRACT Mengkudu Island is one of the islands in Totoharjo Village, South Lampung Regency. Mengkudu Island has the potential that can be utilized as a tourist area. The purpose of this study was to know the potential of tourism that can be developed in Mengkudu Island, participation of people around Mengkudu Island, tourist attraction in Mengkudu Island and the value of Tourism Suitability Index (IKW) in Mengkudu Island. The research was conducted from December 2016 to January 2017. The method used in this research were quantitative research method using Tourism Suitability Index (IKW) and descriptive method by spreading questionnaires to 9 respondents using purposive sampling technique and 25 respondents using accidental sampling. Tourism potential of Mengkudu Island were so attracted especially the physical condition of beautiful beach with the sand arise, tourism activities like swimming, and the view from the top of the hill. Generally, tourist attraction in Mengkudu Island received positive responses by respondents. Tourism Suitability Index (IKW) of Mengkudu Island in the morning at station I and III was 77% classified to S2 or suitable, station II 83% classified to S1 or very suitable, while afternoon at station I, station II and III is 89%. This showed that Mengkudu Island in the afternoon classified to S1 or very suitable for coastal tourism activities. Generally, tourist attraction in Mengkudu Island received positive responses by respondents. Keyword: Tourism Suitability, Participation of People, Mengkudu Island.
Analisis Konsentrasi Limbah Rumah Pemotongan Unggas (RPU) terhadap Pertumbuhan dan Indeks Fisiologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Skala Laboratorium Concentration of Poultry Slaughterhouse Waste on Growth and Physiology Index of Tilapia (Oreochromis niloticus) in Laboratory Scale Dewi, Prasasti Anugrahini; Rudiyanti, Siti; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.757 KB) | DOI: 10.14710/marj.v9i1.27753

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan ikan tergantung dari kondisi perairan tempat hidupnya. Limbah dari aktivitas pemotongan unggas yang dibuang berpotensi mencemari perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah Rumah Pemotongan Unggas (RPU) terhadap pertumbuhan dan indeks fisiologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 – Januari 2019. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Air limbah RPU diambil di rumah pemotongan ayam Tembalang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Ikan Nila dengan bobot 2 – 3 gr, diuji selama 28 hari menggunakan konsentrasi limbah berturut-turut 0% v/v, 10% v/v, 20% v/v, 30% v/v, dan 40% v/v dari nilai LC50 – 96 Jam sebesar 129,865 ml/. Parameter yang dianalisis meliputi pertumbuhan biomassa mutlak, indeks fisiologi, dan kualitas air yang terdiri dari DO, pH, dan temperatur. Hasil pengujian limbah RPU terhadap pertumbuhan Ikan Nila menunjukkan rata-rata pertumbuhan berat ikan tertinggi ada pada konsentrasi D (12,986 ml/l), yaitu 4,71 gram, dan pertumbuhan terendah pada konsentrasi A (51,946 ml/l), yaitu 1,51 gram. Hasil pengujian limbah RPU terhadap CF (Condition Factor) yaitu 0 ml/l adalah 3,10; 51,946 ml/l adalah 3,88; 38,959 ml/l adalah 4,02; 25,973 ml/l adalah 2,84; dan 12,986 ml/l adalah 3,09. Hasil LSI berturut-turut yaitu 0 ml/l rata-adalah 1,20; 51,946 ml/l adalah 3,65; 38,959 ml/l adalah 3,06; 25,973 ml/l adalah 2,07; dan 12,986 ml/l adalah 1,41. Hasil GSI (Gonad Somatic Index) berturut-turut yaitu 0 ml/l adalah 0,50 ; 51,946 ml/l adalah 0,20 ; 38,959 ml/l adalah 0,35; 25,973 ml/l adalah 0,35; dan 12,986 ml/l adalah 0,42. ABSTRACTFish's growth depends on the water condition of their habitat. Waste in the form of slaughtered poultry slaughtering activities has the potential to pollute the waters. This study aims to determine the effect of Poultry Slaughterhouse Waste on the growth and physiological index of Tilapia (Oreochromis niloticus). The study was conducted in November 2018 - January 2019. The method used was an experimental method with a completely randomized design pattern. Slaughterhouse waste water is taken at Tembalang chicken slaughterhouses. The data collection method uses direct observation. The experimental design of this study was using Tilapia with a weight of 2-3 grams, tested for 28 days using concentrations of waste respectively 0% v/v, 10% v/v, 20% v/v, 30% v/v, and 40% v/v of the LC50 - 96 Hours value of 129,865 ml / L. Parameters analyzed included absolute biomass growth, physiological index, and water quality consisting of DO, pH, and temperature. The results of slaughterhouse waste testing on the growth of Tilapia showed that the highest average weight growth of fish was at concentration D (12,986 ml / l), which was 4,71 gram, and the lowest growth was at concentration A (51,946 ml / l), which was 1,51 gram. The results of slaughterhouse's waste testing on CF (Condition Factor) that is 0 ml / l are 3,10; 51,946 ml / l is 3,88; 38,959 ml / l is 4,02; 25,973 ml / l is 2,84; and 12,986 ml / l is 3,09. The consecutive LSI results, ie 0 ml / l, were 1.20; 51,946 ml / l is 3.65; 38,959 ml / l is 3.06; 25,973 ml / l is 2.07; and 12,986 ml / l is 1.41. The result of GSI (Gonad Somatic Index) in a row that is 0 ml / l is 0.50; 51,946 ml / l is 0.20; 38,959 ml / l is 0.35; 25,973 ml / l is 0.35; and 12,986 ml / l is 0.42.
Hubungan antara Nitrat dan Fosfat dengan Kelimpahan Fitoplankton di Waduk Jatibarang Semarang Correlation between Nitrate and Phospate with Abundance of Phytoplankton in Jatibarang Reservoir, Semarang Ikhsan, Muhammad Khoirul; Rudiyanti, Siti; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.613 KB)

Abstract

ABSTRAK Waduk Jatibarang merupakan salah satu waduk yang memiliki peran penting di Kota Semarang sehingga kualitas perairannya perlu diperhatikan. Keberadaan fitoplankton di perairan berkaitan erat dengan kesuburan dan kualitas suatu perairan dikarenakan fitoplankton berperan sebagai produsen primer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan kelimpahan fitoplankton serta melihat sejauh mana korelasi nitrat dan fosfat akan mempengaruhi kelimpahan fitoplankton diperairan. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Maret 2019 di Waduk Jatibarang semarang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling di tujuh stasiun dengan tiga titik kedalaman (permukaan, tengah dan dasar perairan) dan tiga pengulangan (pagi, siang dan malam). Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisis regresi liner berganda. Konsentrasi nitrat yang didapatkan berkisar antara 0,45-9,64 mg/l, konsentrasi fosfat berkisar antara 1,26-4,81 mg/l, kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1.667 – 275.833 ind/l. Hubungan antara konsentrasi nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton tergolong lemah dengan koefisien korelasi (r = 0,378). Nitrat dan fosfat mempengaruhi kelimpahan fitoplankton sebesar 15% dengan koefisien determinasi (r square = 0,150). Tingkat kesuburan di Waduk Jatibarang termasuk dalam kategori mesotrofik hingga eutrofik berdasarkan konsentrasi nitrat, fosfat dan kelimpahan fitoplankton. ABSTRACT Jatibarang Reservoir is one of the reservoirs that has an important role in the city of Semarang so that the quality of its waters needs to be considered. The presence of phytoplankton in waters is closely related to the fertility and quality of a waters because phytoplankton act as primary producers. The purposes of this research are to determine the quality of water based on the consentration of nitrate and phosphate, to calculate the abundance of phytoplankton and also to know the correlation of nitrates and phosphate toward the abundance of phytoplankton. The research was conducted on 27 March 2019 in Jatibarang Reservoir Semarang. Sampling was carried out at seven stations with three depth points (surface, middle and bottom) and three repetitions (morning, day and night). Data processing using SPSS 25 programme with multiple liner regression analysis. The concentration of nitrate gained ranged from 0.45 - 9.64 mg/l, phosphate concentrations ranged from 1.26 - 4.81 mg/l, the abundance of phytoplankton ranges between 1,667 – 275,833 ind/l. The relationship between nitrate and phosphate concentrations with an abundance of phytoplankton is relatively weak with a correlation coefficient (r = 0.378). Nitrates and phosphates affect the abundance of phytoplankton by 15% with coefficient of determination (r square = 0.150). Water’s trophic state in the Jatibarang reservoir belongs to the mesotrophic up to Eutrophic category.
Analisis Beban Pencemaran Sungai Banjir Kanal Barat dan Sungai Silandak, Semarang Analysis of Pollution Load in Banjir Kanal Barat and Silandak river, Semarang Purba, Raymond Doresmas; Haeruddin, Haeruddin; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.184 KB)

Abstract

ABSTRAKSungai Banjir Kanal Barat dan Silandak merupakan sungai besar yang berada di Kota Semarang yang padat penduduk. Berbagai aktivitas terdapat di sepanjang aliran sungai tersebut, diantaranya aktivitas domestik dan industri yang membuang limbah ke dalam badan sungai sehingga menyebabkan penurunan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban pencemaran Sungai Banjir Kanal Barat dan Silandak berdasarkan baku mutu PP Nomor 82 Tahun 2001 kelas II, serta mengetahui status pencemaran air Sungai Banjir Kanal Barat dan Silandak berdasarkan Indeks Kualitas Air (IKA). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018. Pengambilan sampel dilakukan 5 stasiun sampling 2 kali ulangan. Variabel kualitas air yang dianalisis yaitu TSS, nitrat, fosfat, Pb dan Cd, DO. Berdasarkan hasil penelitian 6 variabel tersebut rata-rata sudah melampaui baku mutu. Hasil perhitungan beban pencemaran ditinjau dari satu variabel yang memiliki sumber pencemar tertinggi yaitu TSS Sungai Banjir Kanal Barat yaitu 11425,540 kg/hari dan Sungai Silandak yaitu 8104,32 kg/hari. Hasil perhitungan (IKA) menunjukkan Sungai Banjir Kanal Barat termasuk tercemar ringan dan sedang, Sungai Silandak termasuk tercemar ringan. ABSTRACT Banjir Kanal Barat and Silandak are two large rivers wich located in Semarang with a dense population. There are several activities along the riverside, such as domestic and industrial activities that that the wastes were thrown to the stream and caused water quality decreased. Aims of this research are to know the population load in Banjir Kanal Barat and Silandak river based on the quality standard of PP No. 82/2001 Class II and to determine water pollution status of Banjir Kanal Barat and Silandak river using Water Quality Index (WQI). This research conducted in October to November 2018. Sampels are taken from five stations with twice repetition. Variabels taken for this research are TSS, nitrate, phosphate, Pb, Cd and DO. The averagere result of six variabels show that all variabels are Pollution load calculated based on TSS. In Banjir Kanal Barat it’s 11425.540 kg/day while in Silandak it’s 8104.32 kg/day. The result of that Banjir Kanal Barat river classified as low to medium polluted and Silandak river classified as low polluted
Co-Authors 'Ain, Churun - Revika, - A'in, Churun Abdul Ghofar Adi, Micael Tri Anggoro Adriani, Arina Afifatul Isroliyah Afifatul Isroliyah agung Suryanto Agus Hartoko Alfizhari, Ananda Erza Putra Ali Djunaedi Amalo, Nancy Marcelina Reinatha Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Aprilia Kukuh Dwijayati, Aprilia Kukuh Aqil Mushthofa Arif Aji Nugroho Arif Rahman Asih, Dilia Puspita Astri Diana Ekasari Aulia, Namira Aurumitha, Fatikhasiwi Nur Awita, Rida Azzahra, Rizqina Nafa Nur A’in, Churun ‘Ishmah, Amalina Zata Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Brenda Sabrina Marsha Putri Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun A’in Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Devi Asmiyatna Sari Deviana, Desi Avinda Dewi, Kartika Puspita Dewi, Mayda Anggita Dewi, Prasasti Anugrahini Dian Tri Pramesti Dian Wijayanto Djoko Suprapto Dominig, Amryta Dwi Banu Purnomo Dyah Prajna Swayati, Dyah Prajna Elok Faiqoh Faizin, Khabib Ahsanul Fajar Sidik Pamungkas Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fian Anggrita Prabandini FITRIYAH, AINUN Frida Purwanti Fristiwi Silvi Melinda Gozion, Akwila Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Halimatus Sa’diyah Hanifah, Nisrina Nurfitria Harjanto, Wirawan Harry Saxena Saragih Helmi Ardi, Helmi Henny Liestiana, Henny Herda Mustika Sari, Herda Mustika Herimawan M.F. Ika Rianita Azizah, Ika Rianita Ikhsan, Muhammad Khoirul Isna Yunita Rahmawati Isnanda, Angghardian Kafin Aulia Mayagitha Kartika Putri Kusumaatmaja, Kartika Putri Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Abid Lubis, Denisya Alyifiya Gusfa Mahaka, Titan Yuri Mardani, Arif Marsaoly, Micail Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskanonfola Mei Larasati Meina Siska Prihatin, Meina Siska Menur Rumanti Mohammad Gilang Nur Fajar, Mohammad Gilang Nur Muhammad Dwi Hudoyo Swarto Mustofa Nitisupardjo Nailirohmah, Ulya Melly Nela Sukmawati Nilna Almuna Rizqi Niniek Widyorini Norma Afiati Novananda Nadia Oktavianto Eko Jati Panjaitan, Theresia Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prasasti Nusa Pertiwi Nur Fatimah Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Purba, Raymond Doresmas Puspitaningtyas, Indrie Hapsari Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rahma, Dwi Aprilia Rahmadhati, Kharisma Yulia Rahmawan, Dimas Yoga Rajib Jaka Dwinta Chandra Rendra Rini Rismatul Chusna Rina Mariana Rini Pramesti Riska Apriliana Salsabila, Ananda Tania Saputro, Danang Adi Sari, Dita Yuliana Setiaji Nugroho Siahaan, Debora Ernika Sinulingga, Hiskia Arapenta Siraj, Ahmad Zhafran Sonia Wulan, Sonia Subiyanto Subiyanto Sulistiyani, Heni Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Suryanti Suryanti Susi Sumartini Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Suwandana, Achmad Fuad Taufani, Wiwiet Teguh Tiara Esha Kinanti Triantoro, Dian Dwi Untung Ismoyo Utami, Sri Aulia Ramaddini Wilis Ari Setyati Wiwiet Teguh Taufani Zevriawan, Aldhimas Bagus