Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN JENIS BAKTERI PERAIRAN DASAR BERDASARKAN TIPE TUTUPAN PERMUKAAN PERAIRAN DI RAWA PENING Apriliana, Riska; Rudiyanti, Siti; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.972 KB)

Abstract

Rawa Pening merupakan danau air tawar di Jawa Tengah yang mengalami masalah penurunan kualitas air karena peningkatan jumlah Eceng Gondok. Tujuan penelitian untuk identifikasi bakteri dan membedakan serta menghubungkan antara jenis bakteri perairan dasar dengan kandungan hidrogen sulfida (SNI 6989.70.2009)  serta bahan organik total (SNI 06-6989.22.2009) di perairan  tertutup dan tidak tertutup Eceng Gondok di Rawa Pening. Penelitian dilakukan pada bulan November 2013 hingga Januari 2014, menggunakan metode penelitian deskriptif dan metode sampling sistematis. Pengambilan sampel dilakukan di 6 titik lokasi sebanyak 3 ulangan di perairan dasar dan permukaan untuk aspek kualitas air. Sampel untuk identifikasi bakteri tanpa ulangan di perairan dasar. Hasil menunjukkan bahwa bakteri di perairan tidak tertutup dan tertutup Eceng Gondok terdapat 6 spesies. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis bakteri perairan dasar di perairan tertutup  dan  tidak tertutup Eceng Gondok adalah Aeromonas hydrophyla, Bacillus megaterium, Citrobacter freundii, Kurthia zopfii, Listeria monocytogenes, dan Micrococcus nishinomiyaensis. Bakteri C. freundii merupakan bakteri patogen sistem pencernaan hewan berdarah panas yang secara khas hanya terdapat di perairan tidak tertutup Eceng Gondok. Oleh karena itu, C. freundii dapat diasumsikan bahwa perairan tidak tertutup Eceng Gondok tercemar dengan limbah patogenik feses hewan berdarah panas atau manusia. Kandungan bahan organik total tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara perairan tertutup (12,33 – 18,53 mg/l) dengan tidak tertutup Eceng Gondok (12,73 – 15,93 mg/l), namun kandungan hidrogen sulfida perairan tertutup (0,077 – 0,117 ppm) lebih tinggi dibanding tidak tertutup Eceng Gondok (0,020 – 0,076 ppm). Analisis regresi menunjukan R2 = 0,502 (perairan tidak tertutup Eceng Gondok) dan R2 = 0,078 (perairan tertutup Eceng Gondok), sehingga kandungan bahan organik total dengan hidrogen sulfida memiliki hubungan yang rendah di perairan tertutup Eceng Gondok dan kuat di perairan tidak tertutup Eceng Gondok. Rawa Pening is the langest in Central Java. Which experiences a decline in water quality as marked by fast increasing number of water hycinth in near bottom. The purpose of this to study identify the near bottom bacteria and to assess the relationship between the near bottom bacteria for to the content of hydrogen sulfide (SNI 6989 70.2009) as well as to the total organic matter (SNI 06-6989 22.2009). This analysis were conducted for water covered with water hycinth compared to the open waters in Rawa Pening. This study conducted in November 2013 until January 2014, using descriptive research methods combined with systematic sampling method. Triplicate was conducted at 6 points in the bottom and surface water for environmental aspect. Sampling for identification of near bottom bacteria was concucted only once in at each point. The results found 6 spesies near bottom bacteria covered and opened waters. Based on the results of the study, it can be concluded that the types of bottom waters bacteria that found in the waters covered with water hycinth and open waters i.e Aeromonas hydrophyla, Bacillus megaterium, Citrobacter freundii, Kurthia zopfii, Listeria monocytogenes and Micrococcus nishinomiyaensis. In this study C. freundii only found in open waters. This bacteria is spesific in the digestive tract of homothermic animals, including human being, therefor by presence C. Freundii this study assumed that sampling locations in open waters in Rawa Pening injured get polluted from fecal materials of homothermic animals and human being. Total content of organic material has no signification difference between the open waters (12,73 – 15,93 mg/l)  with covered water hyacinth (12,33 – 18,53 mg/l), but the content of hydrogen sulphide is higher in water covered with water hyacinth (0,077 – 0,117 ppm) compared with  open water (0,020 – 0,076 ppm), Regression analysis showed R2 = 0.502 (open waters ) and R2 = 0.078 (covered with water hycinth ), therefor total organic matter content with hydrogen sulfide has a low correlation in covered with water hycinth and the strong correlation in open waters.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN IKAN SAPU-SAPU (Hypostomus plecostomus) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR LIMBAH PENGOLAHAN IKAN (Berdasarkan Nilai BOD, COD, TOM) Nugroho, Arif Aji; Rudiyanti, Siti; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.647 KB)

Abstract

Menjamurnya industri-industri baik skala rumah tangga atau skala nasional meningkatkan pencemaran yang ditimbulkan dari proses produksi industri tersebut. Meningkatnya pencemaran lingkungan mendorong beberapa penelitian yang membahas mengenai penanganan pencemaran lingkungan. Salah satu nya adalah upaya mengurangi pencemaran dengan menggunakan biota air. Penelitian ini menggunakan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) untuk mereduksi bahan pencemar organik. Parameter penelitian ini mengacu pada nilai Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Organic Matter (TOM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ikan sapu-sapu (H. plecostomus) mereduksi bahan pencemar organik limbah cair industri pengolahan ikan (Konsentrasi BOD5, COD,dan TOM). Selain itu juga untuk mengetahui apakah perbedaan ukuran ikan sapu-sapu (H. plecostomus) mempengaruhi besarnya penurunan bahan pencemar organik yang direduksi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perikanan dan Lingkungan Universitas Diponegoro pada bulan Maret-April 2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris, rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancang Acak Lengkap). Perlakuan yang diuji pada penelitian ini adalah memberikan ikan dengan ukuran kecil, sedang, dan besar. Hasil yang dilihat dari penelitian ini adalah membandingkan konsentrasi BOD, COD dan TOM pada awal penelitian dan akhir penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu (H. plecostomus) dapat menurunkan konsentrasi ketiga parameter dan meningkatkan kualitas air limbah tersebut. Konsentrasi BOD turun rata-rata 30,13%, nilai COD turun rata-rata 35,06% dan TOM turun rata-rata 29,09%. Hasil ANOVA one-way hasil menunjukkan bahwa perbedaan ukuran tidak berpengaruh nyata terhadap besarnya nilai penurunan dari ketiga parameter. Ikan sapu-sapu (H. plecostomus) dapat menurunkan konsentrasi BOD, COD dan TOM meskipun efektivitasnya kecil.  The widespread of Industry, whether the household scale or national scale, the effect is very well economically, so as to increase the national income. Not only that the effects of industrial development, the increase in industrial means increases the level of pollution caused by the industrial production process. The increases of environmental pollution has prompted some research that discuss about handling of environmental pollution. One of them is an effort to reduce pollution by using water biota. This research uses Sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) to reduce organic pollutants. Parameters of this study refers to the value of Biological Oxigen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Organic Matter (TOM). This study aims to knowing the capability of Sapu-sapu (H. plecostomus) in reducing organic pollutants of liquid waste by industrial fish processing (The concentration of BOD5, COD, and TOM). In addition, to determine whether differences in sapu-sapu’s size (H. plecostomus) affects the magnitude of decrease in organic pollutants reduced. This research was conducted in the Laboratory of Fisheries and Environmental Resource Management, University of Diponegoro in March-April 2014. This research is a laboratory experimental research, experimental design used was CRD (Completely Randomized Design). The treatments tested in this research is by using a fish with small, medium, and large. The results which seen from this study was to compare the concentrations of BOD, COD, and TOM at baseline and end of study. The results of this study indicate that Sapu-sapu (H. plecostomus) can reduce the value of these three parameters and increase the quality of the waste water. BOD concentration down an average of 30.13%, COD values down an average of 35.06%, and the average TOM down 29.09%. Having analyzed using one-way ANOVA analysis, the results indicate that the difference in size does not significantly affect the magnitude of the decrease in the value of the three parameters. Sapu-sapu (H. plecostomus) can decrease the concentration of BOD, COD, and TOM although a small effectiveness.
PENGARUH UNSUR HARA TERHADAP KELIMPAHAN FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN DI SUNGAI GAMBIR TEMBALANG KOTA SEMARANG Fajar, Mohammad Gilang Nur; Rudiyanti, Siti; 'Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.341 KB)

Abstract

Sungai Gambir berada di pesawahan dan sekitar pemukiman padat penduduk di daerah Banyumanik, sehingga banyak limbah domestik yang masuk ke dalam badan sungai tersebut yang akan mempengaruhi kesuburan perairan dan pencemaran yang dapat dilihat dari indikator unsur hara dan kelimpahan fitoplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan unsur hara ( nitrat dan fosfat), mengetahui kelimpahan fitoplankton serta tingkat pencemaran di Sungai Gambir. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2014 – Januari 2015 di Sungai Gambir, Tembalang Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif, sedangkan metode pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah  dengan menggunakan metode sistematik sampling. Stasiun sampling terdiri dari 3 stasiun. Metode kerja meliputi pengambilan sampel fitoplankton dan sampel  air untuk diukur kandungan unsur hara serta dilakukan pula pengukuran parameter  pendukung seperti arus, pH, DO, kedalaman, dan kecerahan. Sampel fitoplankton diidentifikasi dan dihitung keanekaragaman, keseragaman, dominasi, dan kelimpahan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan Nitrat berkisar 0,84-1,21 mg/l dan Fosfat berkisar 0,31-0,45 mg/l. Fitoplankton yang telah ditemukan 19 genera dari 3 kelas yaitu Bacillariphyceae 5 genera, Chlorophyceae 11 genera dan Cyanophyceae 3 genera, dengan genera yang banyak ditemukan yaitu Nitzchia sp. Kelimpahan fitoplankton yang diperoleh berkisar anatara 407,632-704,864 ind/l, kelimpahan fitoplankton tertinggi pada stasiun 2 yaitu 704,864 ind/l dan terendah pada stasiun 1 yaitu 407,632 ind/l. Nilai H’ yaitu 1,496 – 1,579 maka pencemaran di sungai Gambir tergolong Sedang. Berdasarkan uji statistik, ada korelasi positif antara unsur hara ( nitrat dengan kelimpahan fitoplankton, nilai r : 0,939 dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton, nilai r : 0,647). Gambir rivers are in fields and around densely populated residential area Banyumanik, it is estimated that many domestic waste that goes into the water bodies that will affect the fertility waters and pollution that can be seen from the indicators of nutrients and phytoplankton abundance. The purpose of this study was to determine the content of nutrients (nitrates and phosphates), knowing the abundance of phytoplankton and the level of pollution in the River Gambir. This research was conducted in December 2014 - January 2015 in Gambir River, Tembalang Semarang. The method used is the method of descriptive case studies, while the sampling method used in this research is to use a systematic method of sampling. Sampling station consists of three stations. Working methods include sampling of phytoplankton and water samples to measure the nutrient content and also conducted support parameter measurements such as flow, pH, DO, depth, and brightness. Samples of phytoplankton were identified and counted diversity, uniformity, domination, and abundance. The results showed nitrate content ranged from 0.84 to 1.21 mg/l and Phosphate ranging from 0.31 to 0.45 mg/l. Phytoplankton has found 19 genera of 3 classes, namely Bacillariphyceae 5 genera, 11 genera Chlorophyceae and Cyanophyceae 3 genera, the genera are found that Nitzchia sp. The abundance of phytoplankton were obtained ranging from 407.632 to 704.864 anatara ind/l, the highest phytoplankton abundance at station 2 is 704.864 ind/l and the lowest at station 1 is 407.632 ind/l. The H’value is 1.496 to 1.579, the level of pollution in the river Gambir is moderate polluted classified. Based on statistical test, there is a positive correlation between nutriens (nitrate with an abudance of phytoplankton, the value of r : 0.939 and phosphate by abudance of phytoplankton, the value of r : 0.647.
HUBUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) TERLARUT DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SUNGAI SILANDAK SEMARANG Ardi, Helmi; Rudiyanti, Siti; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.119 KB)

Abstract

 ABSTRAK  Sungai Silandak terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sungai ini menerima limbah yang berasal dari kegiatan industri plastik yang dialirkan ke perairan, dan juga menerima aliran limbah rumah tangga serta terdapat banyak sarana transportasi air di bagian muara sungai.Limbah yang berasal dari industri tersebut mengandung logam berat timbal dan kadmium.Penelitian dilakukan pada bulan April 2016 – Mei 2016 di Sungai Silandak yang bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kadmium dan timbal, mengetahui kelimpahan danstruktur komunitas fitoplankton, dan mengetahui hubungan kadmium dan timbal dengan kelimpahan fitoplankton. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik samplingpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kadmium di lokasi penelitian berkisar antara 0,0007 - 0,001 mg/l, sedangkan konsentrasi timbalberkisar antara 0,002 - 0,007 mg/l. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1826 - 6730 ind/l, indeks keanekaragaman (H’) dengan angka 1.747 – 2.828, Indeks dominasi (d) diperoleh hasil dengan angka 0.077 – 0.284, dan indeks keseragaman (e) dengan angka 0.645 – 0.890. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kadmium dengan kelimpahan fitoplankton dengan angka koefisien korelasi (r) sebesar 0.179 menunjukkan korelasi lemah.Tidak ada hubungan yang signifikan antara logam berat timbal dengan kelimpahan fitoplankton, diperoleh angka koefisien korelasi (r) sebesar 0.261 menunjukkan korelasi lemah.PCA (Principle Component Analysis) digunakan untuk mengetahui hubungan kadmium dan timbal dengan kelimpahan genera fitoplankton. Terdapat hubungan signifikan logam berat timbal dengan kelimpahan genus Dyctyocha sp dan Bacteriastrum sp di level 0.05 dari rentang kepercayaan  95 %, korelasi kuat negatif dengan koefisien korelasi -0.68. Kata Kunci  :Kadmium; Cd; Timbal; Pb; Kelimpahan Fitoplankton;Logam Berat; SungaiSilandak. ABSTRACT Silandak river is located in Semarang, Central Java. This river is suspect to receiving waste came from plastic industry activity which is streamed to the water, and also receiving household waste stream and there are plenty of water transportation in the section of the estuary. Waste from the industry is suspected contain heavy metals cadmium and lead.The study was conducted in April 2016 - May 2016 in the River of Silandak which aimed to determine the concentration of cadmium and lead, to determine the abundance and  the phytoplankton community structure, and to determine the correlation of cadmium and lead with the abundance of phytoplankton. The study used survey method with purposive sampling technique. The results showed the concentration of cadmium in the study locations was within the range of 0.0007 to 0.001 mg/l, while the concentration of lead was within the range of 0.002 to 0.007 mg/l. The abundance of phytoplankton ranged between 1826 - 6730 ind/l, the rate of diversity index (H’) was within the range of1.747 - 2.828, the dominance index (d) obtained results within the rate of 0.077 - 0.284, and evenness index (e) within the rate of 0.645 - 0.890. There was no significant correlation between cadmium with the abundance of phytoplankton with a correlation coefficient (r) of 0.179 which means weak correlations. There was no significant correlation between the heavy metals lead with the abundance of phytoplankton, the rate of the correlation coefficient (r) of 0.261 which means weak correlations. PCA (Principle Component Analysis) is used to determine the correlation cadmium and lead with the abundance of phytoplankton genus. There was a significant correlations of heavy metals lead with the abundance Dyctyocha sp and Bacteriastrum sp genus at 0.05 levels the range of 95%, a strong negative correlation with a correlation coefficient of -0.68. Keywords: Cadmium; Cd; Lead; Pb;Phytoplankton Abundance; Heavy Metal;Silandak River.
HUBUNGAN ANTARA KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SUNGAI BREMI KABUPATEN PEKALONGAN Rumanti, Menur; Rudiyanti, Siti; Nitisupardjo, Mustofa
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.23 KB)

Abstract

Kelimpahan fitoplankton di suatu perairan tergantung pada kandungan zat hara di perairan antara lain nitrat dan fosfat. Konsentrasi nitrat dan fosfat di suatu perairan dipengaruhi oleh kualitas perairan dan buangan limbah yang masuk ke dalam suatu perairan sungai. Sungai Bremi mengalir di sepanjang pemukiman penduduk yang sebagian besar bekerja sebagai buruh batik. Buangan limbah domestik dan industri tersebut dapat mempengaruhi kandungan nitrat dan fosfat. Kandungan nitrat dan fosfat dapat mempengaruhi keberadaan fitoplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan nitrat dan fosfat, kelimpahan fitoplankton serta hubungan antara nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di Sungai Bremi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah air sampel untuk uji nitrat dan fosfat serta sampel fitoplankton yang berasal dari Sungai Bremi. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Kegiatan sampling dilakukan sebanyak 2 kali dengan interval waktu selama 3 minggu. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun yang berbeda. Masing-masing stasiun terdiri dari 3 titik. Pengambilan sampel plankton menggunakan plankton net. Sampel plankton diawetkan menggunakan lugol iodine 1-2 tetes kemudian diidentifikasi di laboratorium. Uji kandungan nitrat dan fosfat dilakukan dengan skala laboratorium. Analisa data dilakukan menggunakan software SPSS 16.Hasil penelitian menunjukkan kandungan nitrat di Sungai Bremi berkisar antara 0,81 mg/l – 0,99 mg/l. Kandungan nitrat tergolong rendah sehingga kurang optimal bagi pertumbuhan fitoplankton. Kandungan fosfat berkisar antara 0,90 mg/l – 1,35 mg/l. Kandungan fosfat tergolong tinggi namun masih dapat ditolerir oleh fitoplankton. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1324 ind/l – 2444 ind/l. Perolehan nilai r sebesar 0,774 artinya antara kandungan nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton memiliki hubungan yang erat.
KADAR LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu), KROMIUM (Cr) PADA SEDIMEN DAN JARINGAN LUNAK Anadara granosa DI PERAIRAN TAMBAK LOROK SEMARANG Dewi, Mayda Anggita; Suprapto, Djoko; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.003 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan industri di Semarang memiliki dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan dampak negatif bagi kehidupan A. granosa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 hingga Februari 2017 dengan tujuan untuk mengetahui kadar logam Cu dan Cr pada air, sedimen,  A. granosa serta nilai MTI (Maximum Tolerable Intake) di perairan Tambak Lorok, Semarang. Lokasi sampling ditetapkan secara purpose sampling, kandar Cu, Cr pada air laut menggunakan acuan APHA 1992, sedimen mengacu US.EPA 1996, A. granosa berdasarkan AOAC 2012. Hasil penelitian memperoleh pada air kadar Cu <0,001 mg/L – 0,002 mg/L dan Cr <0,001 mg/L - <0,003 mg/L ,pada sedimen kadar Cu 37,13 mg/kg - 49,41 mg/kg dan Cr 22,65 mg/kg - 29,25 mg/kg, pada A. granosa kadar Cu  0,43 mg/kg – 1,48 mg/kg dan Cr 0,44 mg/kg – 1,48 mg/kg. Analisis hasil pengukuran logam Cu, Cr pada air laut  menurut Kep.Men.LH nomor 51 tahun 2004 tidak melebihi baku mutu. pegukuran Cu dan Cr pada sedimen telah melampaui batas yang diterapkan NOAA 1999. A. granosa telah tercemari oleh logam Cu maupun Cr dan nilai MTI untuk logam Cu yaitu 0,187 gram per minggu serta 0,002 gram per minggu untuk logam Cr. Kata Kunci: Logam berat Cu; Cr; Anadara granosa; air laut; sedimen ABSTRACT Industrial development in Semarang has positive impact on people’s welfare and negative impact on life A. granosa. This study was conducted on October 2016 until Februari 2017 with the aim to know the levels of Cu and Cr metals in water, sediment, A. granosa and the valve if MTI in water of Tambak Lorok, Semarang.  The sampling location is set purpose sampling, levels of Cu and Cr in sea water using APHA 1992, sediment refers to US. EPA 1996, A.granosa based on AOAC 2012. The results of the research obtained Cu levels in water <0,001 mg/L - 0,002 mg/L, Cr <0,001 - <0,003 mg/L, on Cu sediment 37,13 mg/kg - 49,41 mg/kg, Cr levels in sediment 22,65 mg/kg - 29,25 mg/kg, on A. granosa Cu levels 0,43 mg/kg – 1,48 mg/kg and Cr levels 0,44 mg/kg – 1,48 mg/kg. Analysis of the results of measurement of Cu, Cr at sea water according to Kep.Men.LH number 51 of 2004 not exceeding the quality standard. The measurement of Cu and Cr on sediments has exceeded the limits applied by NOAA 1999. A. granosa has been contaminated by both Cu and Cr metals and the MTI value for Cu metals is 0.187 grams/week  also 0.002 grams/week for Cr. Keywords: Cu; Cr; Anadara granosa; sea water; sediment 
POTENSI DAN PELUANG USAHA MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI INDRAYANTI, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA The Potential and Community Opportunities Business in order to Develop of Indrayanti Beach Tourism Area in Gunungkidul, Yogyakarta Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.412 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24261

Abstract

ABSTRAK Pantai Indrayanti menjadi salah satu destinasi pilihan wisata bahari di Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta yang potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata, pemahaman dan persepsi responden dalam pengembangan wisata, serta peluang usaha masyarakat di kawasan wisata Pantai Indrayanti. Penelitian dilakukan pada bulan Febuari 2019 dengan menggunakan metode studi kasus yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan menyebar kuesioner dan wawancara terhadap masing-masing 30 responden wisatawan, masyarakat lokal dan pengelola. Data dianalisis secara deskriptif dengan skala Linkert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata pantai Indrayanti dan wisata kuliner serta sarana prasarana dalam kategori baik. Pemahaman tentang potensi wisata pantai dan persepsi respoden terhadap pengembangan dan peran serta pemerintah termasuk dalam kategori baik. Prospek peluang usaha di Pantai Indrayanti baik dengan jenis usaha yang mempunyai prospek yaitu penyewaan tikar dan payung. ABSTRACT Indrayanti Beach is one of the marine tourism destinations option in the Gunungkidul Regency, D.I.Yogyakarta that potential to be developed. The research aims to find out tourism potential, respondent understanding and perception on tourism development, as well as tourism business opportunity of the residents in Indrayanti Beach. The research was conducted in February 2019 using descriptive qualitative methods. Data were collected using purposive sampling by distributing questionnaire and interviewing 30 respondents of each visitors, local resident and tourism administrator. Data was analyzed descriptively with a Likert Scale. The research showed that coastal potential tourism, culinary tourism and infrastructure can be categorized as ''Good''. Understanding of coastal tourism potential as well as perceptions of development and government participation of respondent can be categorized as ''Good''. The prospect of tourism business opportunities in the Indrayanti Beach was appropriate and the kind of business such as renting mats and umbrellas.
KONDISI PERAIRAN SUNGAI MOROSARI DEMAK PADA LOKASI YANG BERBEDA DITINJAU DARI KANDUNGAN KLOROFIL-a, NITRAT, FOSFAT, DAN FITOPLANKTON Mariana, Rina; Rudiyanti, Siti; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.446 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai Morosari berada di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Perairan ini digunakan untuk pembuangan limbah domestik maupun industri, jalur lalu lintas perahu nelayan, kawasan wisata, dan kegiatan perikanan. Hal ini diduga mempengaruhi kualitas perairan. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2014, bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan Sungai Morosari berdasarkan kandungan klorofil-a, nitrat, fosfat, dan struktur komunitas fitoplankton. Variabel pendukung penelitian antara lain temperatur, arus, kedalaman, kecerahan,  pH, salinitas, dan oksigen terlarut. Pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan empat stasiun dengan tiga kali pengulangan. Analisis data yang digunakan untuk menggunakan analisis kluster dan analisis non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata pada kandungan klorofil-a dan fosfat tiap stasiun, sedangkan pada kandungan nitrat tidak terdapat perbedaan yang nyata.  Kemiripan tertinggi berdasarkan komunitas fitoplankton terletak pada daerah yang didominasi pemukiman penduduk  dan daerah lalu lintas perahu nelayan, sedangkan kemiripan terendah yaitu pada daerah pertemuan pembuangan limbah industri. Kelimpahan fitoplankton termasuk dalam kategori kelimpahan yang sedang, indeks keanekaragaman dan indeks keseragaman fitoplankton rendah. Berdasarkan kandungan klorofil-a dan nitrat perairan Sungai Morosari termasuk ke dalam perairan oligotrofik, sedangkan berdasarkan kandungan fosfat termasuk ke dalam perairan mesotrofik dan eutrofik. Kata Kunci : Klorofil-a; Nitrat; Fosfat; Fitoplankton; Sungai Morosari ABSTRACT Morosari river located in District Sayung, Demak is used for the disposal of domestic and industrial waste, traffic, fishing boats, tourist areas and fisheries activities. And may affect the water quality. The study was conducted in April-May 2014, aimed to determine the condition of the river by chlorophyll-a, nitrate, phosphate, and phytoplankton community structure at different locations. Other variables included temperature, currents, depth, transparency, pH, salinity, and dissolved oxygen. This study used four stations with three replications. Analysis of the data used cluster analysis and the Kruskal-Wallis non parametric analysis. The results showed a significant difference in the content of chlorophyll-a and phosphate each station, while the nitrate content there was no significant difference. The highest similarity based on the phytoplankton community was between  residential areas and traffic areas fishing boat, while the lowest is similarity was in industrial waste disposal area. The abundance of phytoplankton included in the category of moderate abundance, phytoplankton diversity and evenness index were low. Based on the content of chlorophyll-a and nitrate Morosari river waters belong to the oligotrophic waters, while based on the phosphorus content included into the mesotrophic waters. Keywords : Chlorophyll-a; Nitrate; Phosphate; Phytoplankton; Morosari River
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI SEKETAK SEMARANG BERDASARKAN KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON Sumartini, Susi; -, Suryanti; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.06 KB)

Abstract

Sungai Seketak terletak di kelurahan Tembalang, kecamatan Tembalang, kota Semarang.  Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan berdirinya pusat-pusat pendidikan di daerah Tembalang serta rencana pembangunan waduk pendidikan Diponegoro yang memanfaatkan aliran Sungai Seketak tentunya memberikan dampak bagi organisme yang hidup di perairan tersebut. Salah satunya adalah fitoplankton yang merupakan produsen utama. Masukan bahan organik maupun anorganik dari kegiatan manusia ke dalam badan air menyebabkan perubahan terhadap kualitas air dan keberadaan fitoplankton.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli  2012 di Sungai Seketak, Tembalang Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air yang diambil dari Sungai Seketak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling method. Frekuensi sampling dilakukan setiap 2 minggu sekali. Lokasi sampling terdiri dari 3 stasiun yaitu stasiun 1 merupakan inlet dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro. Lokasi ini berdekatan dengan jembatan dan gerbang pintu masuk UNDIP dan merupakan kawasan padat penduduk dimana di lokasi ini banyak ditemukan limbah rumah tangga dari warga sekitar yang dibuang langsung ke badan sungai. Stasiun 2 merupakan bagian tengah dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro berdekatan dengan Rusunawa UNDIP. Stasiun 3 merupakan stasiun yang sudah jauh dari kawasan padat penduduk yang merupakan outlet dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro.Hasil penelitian didapatkan 11 genera fitoplankton yaitu Oscillatoria sp., Anabaena sp., Nitzschia sp., Asterionella sp., Scenedesmus sp., Pediastrum sp., Volvox sp., Mougeotia sp., Closterium sp., Navicula sp., dan Dictyocha sp. Kelimpahan fitoplankton tertinggi yaitu pada stasiun 2 sebesar 7.451 Ind/L yang didominasi oleh Mougeotia sp. Indeks keanekaragaman pada tiap stasiun menunjukkan nilai 1,49 pada stasiun 1, 1,29 pada stasiun 2 dan 1,12 pada stasiun 3 dimana nilai dari ketiga stasiun menunjukkan kisaran 1 – 3 yang berarti perairan termasuk dalam kategori tercemar sedang. Indeks keseragaman mendekati 1 yang artinya jumlah setiap spesies sama atau setidaknya hampir sama.
DOMESTIKASI IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) MELALUI OPTIMALISASI MEDIA DAN PAKAN Rahmawati, Isna Yunita; Anggoro, Sutrisno; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.056 KB)

Abstract

Ikan Kerapu macan adalah salah satu ikan karang yang potensial untuk dibudidayakan, kendala yang dihadapi semakin sulitnya ditemukannya bibit yang terdapat di alam maka harus dikurangi eksploitasi bibit dari alam. Domestikasi merupakan suatu cara pengadopsian hewan dalam suatu populasi yang hampir punah (terancam kelestariannya) dari kehidupan liar  (habitat asli) ke dalam lingkungan budidaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pola osmoregulasi, pertumbuhan, dan efisiensi pemanfaatan pakan. Pola osmoregulasi  kerapu macan pada perlakuan S3 dengan salinitas media 30 ppt (isoosmotik) , sedangakan perlakuan S1  dengan salinitas media 22 ppt dan perlakuan S2 dengan salinitas  media 26ppt (hipoosmotik),dan perlakuan S4 dengan salinitas 34 ppt (hiperosmotik). Tingkat kerja osmotik terendah berada pada perlakuan S3 (30ppt) sebesar 10,20 mOsm/l H2O, sedangkan pada perlakuan S1 (22 ppt) memiliki Tingkat kerja osmotik tertinggi yaitu sebesar 157,11 mOsm/l H2O. Laju pertumbuhan mutlak dan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik pada perlakuan  S3(30 ppt), yaitu 3,84 g dan 18,55%.
Co-Authors 'Ain, Churun - Revika, - A'in, Churun Abdul Ghofar Adi, Micael Tri Anggoro Adriani, Arina Afifatul Isroliyah Afifatul Isroliyah agung Suryanto Agus Hartoko Alfizhari, Ananda Erza Putra Ali Djunaedi Amalo, Nancy Marcelina Reinatha Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Aprilia Kukuh Dwijayati, Aprilia Kukuh Aqil Mushthofa Arif Aji Nugroho Arif Rahman Asih, Dilia Puspita Astri Diana Ekasari Aulia, Namira Aurumitha, Fatikhasiwi Nur Awita, Rida Azzahra, Rizqina Nafa Nur A’in, Churun ‘Ishmah, Amalina Zata Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Brenda Sabrina Marsha Putri Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun Ain Churun A’in Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Devi Asmiyatna Sari Deviana, Desi Avinda Dewi, Kartika Puspita Dewi, Mayda Anggita Dewi, Prasasti Anugrahini Dian Tri Pramesti Dian Wijayanto Djoko Suprapto Dominig, Amryta Dwi Banu Purnomo Dyah Prajna Swayati, Dyah Prajna Elok Faiqoh Faizin, Khabib Ahsanul Fajar Sidik Pamungkas Febrianto, Sigit Febrilia, Anggita Yohana Fian Anggrita Prabandini FITRIYAH, AINUN Frida Purwanti Fristiwi Silvi Melinda Gozion, Akwila Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Halimatus Sa’diyah Hanifah, Nisrina Nurfitria Harjanto, Wirawan Harry Saxena Saragih Helmi Ardi, Helmi Henny Liestiana, Henny Herda Mustika Sari, Herda Mustika Herimawan M.F. Ika Rianita Azizah, Ika Rianita Ikhsan, Muhammad Khoirul Isna Yunita Rahmawati Isnanda, Angghardian Kafin Aulia Mayagitha Kartika Putri Kusumaatmaja, Kartika Putri Kukuh Prakoso, Kukuh Lestari, Abid Lubis, Denisya Alyifiya Gusfa Mahaka, Titan Yuri Mardani, Arif Marsaoly, Micail Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskanonfola Mei Larasati Meina Siska Prihatin, Meina Siska Menur Rumanti Mohammad Gilang Nur Fajar, Mohammad Gilang Nur Muhammad Dwi Hudoyo Swarto Mustofa Nitisupardjo Nailirohmah, Ulya Melly Nela Sukmawati Nilna Almuna Rizqi Niniek Widyorini Norma Afiati Novananda Nadia Oktavianto Eko Jati Panjaitan, Theresia Pintya Dwanita Ayu Pratesthi, Pintya Dwanita Ayu Prasasti Nusa Pertiwi Nur Fatimah Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Purba, Raymond Doresmas Puspitaningtyas, Indrie Hapsari Putri Dellia Mukhtar, Putri Dellia Putri, Nanda Bunga Sukma Wijaya Rahma, Dwi Aprilia Rahmadhati, Kharisma Yulia Rahmawan, Dimas Yoga Rajib Jaka Dwinta Chandra Rendra Rini Rismatul Chusna Rina Mariana Rini Pramesti Riska Apriliana Salsabila, Ananda Tania Saputro, Danang Adi Sari, Dita Yuliana Setiaji Nugroho Siahaan, Debora Ernika Sinulingga, Hiskia Arapenta Siraj, Ahmad Zhafran Sonia Wulan, Sonia Subiyanto Subiyanto Sulistiyani, Heni Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Suryanti Suryanti Susi Sumartini Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Suwandana, Achmad Fuad Taufani, Wiwiet Teguh Tiara Esha Kinanti Triantoro, Dian Dwi Untung Ismoyo Utami, Sri Aulia Ramaddini Wilis Ari Setyati Wiwiet Teguh Taufani Zevriawan, Aldhimas Bagus