Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penguatan Dan Pemberdayaan Masyarakat (Keluarga) Dalam Mengatasi Masalah Stunting Pada Balita Zakiah, Zakiah; Daiyah, Isrowiyatun; Uniarti, Uniarti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka Pelita Nusantara Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Loddos Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpmp.v2i2.185

Abstract

Stunting dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit dan kematian, keterlambatan perkembangan motorik, dan pertumbuhan mental yang terhambat. Angka kejadian stunting di Kabupaten Banjar menempati urutan ketiga tertinggi, dan Puskesmas Aluh-Aluh memiliki prevalensi stunting yang tinggi yaitu 50%. Untuk mengatasi masalah tersebut kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ASI eksklusif, pengelolaan makanan sehat dan gizi seimbang, pengetahuan tumbuh kembang balita, dan PHBS. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan tentang stunting, stimulasi tumbuh kembang anak, gizi balita, keterampilan stimulasi tumbuh kembang dengan Pijat Tuina, praktik penerapan PHBS dengan cuci tangan pakai sabun, dan pemberian makanan sehat untuk balita. Tahap terakhir, dilakukan evaluasi intervensi berupa pre dan post test terkait pengetahuan dan menggali kendala yang dihadapi dalam merangsang tumbuh kembang balita. Hasilnya adalah 58 ibu balita. Ada pre-test dan post-test pengetahuan tentang stunting, stimulasi tumbuh kembang anak, dan gizi seimbang untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta. Ditemukan peningkatan 15% dalam pengetahuan.
Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toksoid Di Wilayah Kerja Puskesmas Pengaron Mawaddah, Siti; rusmilawaty, rusmilawaty; Zakiah, Zakiah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.41

Abstract

Penyakit infeksi dan Tetanus neonatorum dapat dicegah dengan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) yang lengkap pada Wanita Usia Subur (WUS) dan ibu hamil. Data Dinas Kabupaten Banjar menunjukkan Puskesmas Pengaron dengan cakupan imunisasi TT2 pada ibu hamil sebanyak 33,5%. Masih rendahnya cakupan imunisasi TT dapat disebabkan berbagai faktor terutama faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kelengkapan imunisasi TT di Wilayah Kerja Puskesmas Pengaron tahun 2016. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Pengaron tahun 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh yaitu sebanyak 316 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah Kohort Ibu Hamil. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan nilai kemaknaan α = 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian 96 orang (30,4%) mendapatkan imunisasi lengkap, 225 orang (71,2%) berumur ≥ 20 tahun, 171 orang (54,1%) berpendidikan dasar, 246 orang (77,9%) primipara dan 200 orang (63,3%) bekerja. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi TT pada ibu hamil yaitu variabel umur (p = 0,000), pendidikan (p = 0,000), paritas (p = 0,000) dan pekerjaan (p = 0,000). Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan dengan metode yang lebih menarik dan interaktif untuk meningkatkan partisipasi ibu hamil dalam kelengkapan imunisasi TT.
EFIKASI DIRI, ONSET LAKTASI DAN PEMBERIAN COLOSTRUM DALAM PEMBERIAN ASI PADA NEONATUS yuniarti, yuniarti; Zakiah, Zakiah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.42

Abstract

United Nation International Children Education Found(UNICEF) and World Health Organization (WHO) recommend exclusive breastfeeding until 6 months old. Early provision of breast milk is highly recommended because it provides many health benefits for both mother and baby. The objective in this study was to determine the effect of maternal self-efficacy, lactation onset and Colostrum administration on breastfeeding in neonates in Banjarbaru City in 2016. The study design was an analytical survey with a Prospective Cohort approach to determine the effect of maternal self-efficacy, lactation onset and Colostrum on breastfeeding. This research was conducted in 13 Private Practice Midwives (BPM) in Banjarbaru City in 2016. The study population was all post partum mothers in BPM in Banjarbaru City, samples was post partum mothers who gave birth in BPM which was used as research sites totaling 100 respondents taken with the technique Purposive Sampling. Univariate analysis, used to determine the description of breastfeeding, self-efficacy, maternal, onset of lactation and colostrum giving. Bivariate analysis to analyze the relationship between variables used spearman Rank test with a value of α 0.05 and 95% CI. The results showed there was a relationship between giving Colostrum (p = 0.024), onset of lactation (p = 0.010) and maternal self-efficacy (p = 0,000) with breastfeeding in Banjarbaru City 2016. Suggestions for mothers who have babies to give full breast milk to the baby because breast milk is easy to provide, cheap and healthy for the baby. Keywords: breast milk, colostrum, onset of lactation and self-efficacy
Efektif Komunikasi pada Pasangan Menikah dengan Disfungsi Sexual zakiah, zakiah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v6i2.98

Abstract

Background: Sexual dysfunction is the cognitive, affective and / or behavior deprive someone or couples to be involved and / or enjoy sexual intercourse and satisfying achieve orgasm.This is caused by biologic, psycologic and interpersonal factors. Biological causes may be a physical disturbance, disease, and the effects of medicines.Use medicine as a therapy is not always can resolve sexual dysfunction in women, needed multi handling sector. Method:This research was a descriptive research with a case study in November 2022. Cases report: a woman 40 years old, married 20 years, complain pain on her genital area after sexual intercourse since 3 days ago, she was an acceptors of pills combination since 2,5 years, sexual frequency 5-6 times a week. IVA test result was negative. The treatmet: deep breath techniques to reduce pain, effective communication approach about health and safe sexual intercourse, use of a lubricant, keep the genital area clean to avoid infection and maintain a healthy lifestiye. Conclusion: Effective communication plays an important role in overcoming couples with sexual dysfunction, with effective communication it is hoped that partners will achieve sexual satisfaction. Key words: Sexual dysfunction, effective communication
HUBUNGAN PREEKLAMSI BERAT DENGAN KEJADIAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RSUD DR H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Antung Mariah; Zakiah; Nur Rohmah Prihatanti; Tri Tunggal
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i1.191

Abstract

Preeklamsia berat adalah penyebab kasus rujukan terbanyak yang menyebabkan terjadinya angka sectio caesarea meningkat. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian persalinan sectio caesarea Di RSUD Dr H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian case control. Sampel pada penelitian ini semua ibu bersalin yang mengalami kejadian Sectio Caesarea berjumlah 134 (kasus) dan semua ibu bersalin tidak Sectio Caesarea yang berjumlah 134 (kontrol). Teknik pengambilan sampel pada kelompok kasus menggunakan total sampling dan kelompok kontrol menggunakan random sampling. Dari 268 responden, ibu yang mengalami sectio caesarea sebanyak 134(50%) dan yang preeklamsi berat sebanyak 104(38,8%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value = 0,033 nilai OR 1,768 yang artinya ada hubungan preeklamsi berat dengan kejadian persalinan sectio caesarea di Rsud dr H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Kata Kunci: Ibu bersalin; Preeklamsia Berat; Persalinan Sectio Caesarea
Hubungan Faktor Usia, Paritas dan Tingkat Pendidikan dengan Pemilihan IUD Pasca Plasenta di RSUD dr H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin Yeni Susilawati; Zakiah; Nur Rohmah Prihatanti; Megawati
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i1.192

Abstract

Penggunaan IUD Post Plasenta dapat mengurangi jumlah kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan faktor usia, paritas dan tingkat pendidikan dengan pemilihan IUD Pasca Plasenta di RSUD dr. H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan case control. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling sejumlah 296 orang. Sampel kasus yaitu ibu bersalin yang memilih penggunaan IUD pasca plasenta sebanyak 148 orang dan sampel kontrol sebanyak 148 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan faktor tingkat pendidikan dengan pemilihan IUD Pasca Plasenta pada ibu bersalin di RSUD Dr. H.Moch. Ansari Saleh Tahun 2023 (p value 0,000). Faktor usia (p value 0,169) dan paritas (p value 0,182) tidak berhubungan dengan pemilihan IUD Pasca Plasenta pada ibu bersalin di RSUD Dr. H.Moch. Ansari Saleh Tahun 2023.
Hubungan Pre Eklamsi Berat dengan Kejadian Sindrom HELLP di RSUD dr H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Gt. Khairun Nisa; Zakiah; Nur Rohmah Prihatanti; Suhrawardi
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i1.193

Abstract

Pada preeklampsia berat, risiko mortalitas dan morbiditas ibu semakin meningkat bila timbul gejala yang dapat memperberat kondisi kehamilan pada ibu yaitu terjadinya sindrom HELLP. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan preeklampsia berat dengan kejadian sindrom HELLP di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan metode case control. Sampel penelitian ini adalah semua ibu bersalin Sindrom HELLP sebanyak 11 (case) dan semua ibu bersalin tidak Sindrom HELLP 55 (control) dengan teknik sampling kelompok kasus dengan menggunakan total sampling dan pengambilan control dengan menggunakan random sampling. Dari 66 sampel yang diteliti, didapatkan hasil sebanyak 11 kasus mengalami sindrom HELLP (16,7 %) dan sebanyak 32 ibu bersalin Pre Eklampsia Berat (48,5%). Uji Chi Square mengenai adanya hubungan preeklampsia berat dengan kejadian sindrom HELLP yaitu p-value=0,000 (p<0,05). Kata Kunci: Kehamilan; Preeklamsia Berat; Sindrom HELPP;
EDUKASI KADER KESEHATAN KELOMPOK PENDAMPING IBU NIFAS DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI UNTUK MENCEGAH TERJADINYA STUNTING DI PUSKESMAS CEMPAKA, KOTA BANJARBARU Fitria Jannatul Laili, Zakiah, Erni Setiawati
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 Mei (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian stunting masih tinggi di Indonesia 27,67%, termasuk di Kota Banjarbaru. salah satu pencegahan terjadinya stunting dapat dilakukan dengan cara pendampingan keluarga oleh kader kesehatan pendamping ibu nifas sehingga diharapkan dengan adanya pendampingan maka keluarga dapat mencegah terjadinya stunting secara dini. Tim Pengabmas Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memberkan edukasi interaktif kepada 15 kader kesehatan kelompok ppendamping ibu nifas dalam meningkatkan produksi ASI untuk mencegah terjadinya stunting di Puskesmas Cempaka, Kota Banjarbaru. Hasil dari pengabmas ini didapatkan bahwa pengetahuan kader meningkat. 85% kader menjawab tepat pada post test yang diberikan oleh Tim pengabmas. Harapannya dengan pemberian edukasi interaktif ini, kader kesehatan kelompok pendamping ibu nifas dapat mendampingi keluarga sehingga dapat mencegah terjadinya stunting secara dini.
Hubungan Kehamilan Preeklamsia Dengan Persalinan Prematur Di UPTD Puskesmas Anjir Muara Tahun 2024 Noorjannah; Suhrawardi; Yuniarti; Zakiah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Preeklampsia merupakan salah satu faktor risiko obstetri utama dalam kejadian persalinan prematur. Berdasarkan laporan Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2024 di Puskesmas Anjir Muara terdapat 297 ibu bersalin, dengan jumlah persalinan premature 10 orang (0.03 %) dan yang mengalami preelamsia 21 orang (0.07%). Untuk menganalisis hubungan kehamilan preeklampsia dengan persalinan premature di UPTD Puskesmas Anjir Muara Tahun 2024. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling sebanyak 297 responden. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Ibu yang mengalami persalinan premature sebanyak 10 ibu (3,4%) dan ibu yang memiliki riwayat kehamilan preeklampsia sebanyak 21 ibu (7,1%). Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan antara kehamilan preeklampsia dengan persalinan premature dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan kehamilan preekalmpsia dengan persalinan premature di UPTD Puskemas Anjir Muara Tahun 2024. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu hamil dapat rutin melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care/ANC) minimal sesuai jadwal yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan, untuk mendeteksi dini risiko preeklamsia dan komplikasi lainnya
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur Dalam Melakukan Pemeriksaan Iva di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang Amalia, Rizki; Dewi, Vonny Khresna; Kristiana, Efi; Zakiah, Zakiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.41

Abstract

Kesadaran perempuan Indonesia untuk melakukan deteksi dini kanker serviks secara teratur masih rendah. Pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di Puskesmas Binuang sebanyak 1,97%, jumlah ini masih kurang dari target yang harus dicapai yaitu sebanyak 90%. Tujuan: Menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur Dalam Melakukan Pemeriksaan IVA Di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang. Metode: Penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang sudah menikah di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang berjumlah 98 orang. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dukungan suami dan pemeriksaan IVA. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa wus yang tidak bersedia melakukan pemeriksaan IVA 63 responden (64,3%), yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 67 responden (68,4%), yang memiliki sikap positif sebanyak 64 responden (65,3%) dan yang memiliki sikap negatif 34 responden (34,7 %) dan dukungan suami sebanyak 69 responden (70,4%). Sedangkan analisis bivariat menunjukkan ada Hubungan Pengetahuan Dengan Pemeriksaan IVA Pada WUS dengan nilai ρ value = 0,003, ada Hubungan Sikap Dengan Pemeriksaan IVA Pada WUS dengan nilai ρ value = 0,040, ada Hubungan Dukungan Suami Dengan Pemeriksaan IVA Pada WUS dengan nilai ρ value = 0,025. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap dan dukungan suami berhubungan dengan dengan pemeriksaan IVA Di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang.