Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Effect of Principal Leadership Style and Teacher Performance on Student Learning Achievement at MTs. NW Kalijaga Sufi Laelawati; Rudi Hariawan; Muhammad Iqbal
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.17328

Abstract

This study aims to determine the influence of school principals' leadership style and teachers' performance on students' academic achievement at MTs. NW Kalijaga. The background of this research is based on the important role of school principals in creating a conducive learning environment and the effectiveness of teachers' performance in delivering learning materials. This research uses a quantitative approach with a survey method and multiple linear regression analysis. The sample consisted of 100 students selected using proportional random sampling from the population of 7th and 8th grade students. The results of the analysis show that partially, the leadership style of school principals has no significant effect on students' academic achievement (t = 1.105; sig. = 0.272), and neither does teacher performance individually (t = -1.906; sig. = 0.060). However, simultaneously, the leadership style of school principals and teacher performance have a significant effect on students' academic achievement (F = 3.108; sig. = 0.049). The coefficient of determination (R²) value is 0.060, indicating that the contribution of the two independent variables to students' academic achievement is only 6%. Although the contribution is relatively low, the F-test results show a statistically significant combined effect). Key Words: Leadership Style, Teacher Performance, Student Academic Achievement. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di MTs. NW Kalijaga. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta kinerja guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling dari populasi siswa kelas VII dan VIII. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, gaya kepemimpinan kepala sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa (t = 1,105; sig. = 0,272), demikian pula kinerja guru tidak berpengaruh signifikan secara individual (t = -1,906; sig. = 0,060). Namun, secara simultan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa (F = 3,108; sig. = 0,049). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,060 menunjukkan bahwa kontribusi kedua variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa hanya sebesar 6%. Meskipun kontribusi tersebut tergolong rendah, namun hasil uji F menunjukkan adanya pengaruh secara bersama-sama yang signifikan secara statistik). Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kinerja Guru, Prestasi Belajar Siswa.
EDUCATION, ETHNICITY, AND WELFARE KEY FACTORS AFFECTING FIRST AGE MARRIAGE Iqbal, Muhammad; Garnika, Eneng; Najwa, Lu'luin; Suhardi, Muhamad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6018

Abstract

Salah satu target kinerja utama BKKBN pada tahun 2019 adalah median usia perkawinan pertama (MUKP) sebesar 21 tahun. Data Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) BKKBN tahun 2019 menunjukkan MUKP sebesar 19,2 tahun. Data BPS menunjukkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat usia perkawinan pertama pada tahun 2019 sebesar 20,21 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana beberapa faktor mempengaruhi usia perkawinan pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Faktor-faktor yang diteliti adalah suku bangsa, status daerah, tingkat kesejahteraan, pendidikan, dan pekerjaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil SKAP tahun 2019 yang berjumlah 1292 responden sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap usia perkawinan pertama adalah suku bangsa, pendidikan, dan status kesejahteraan; dan 2) Keberagaman status daerah yang terbagi menjadi perkotaan dan pedesaan, serta lapangan pekerjaan, tidak mampu menjelaskan keberagaman usia perkawinan pertama. Pencapaian target MUKP 21 tahun memerlukan koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan antar berbagai pihak, seperti optimalisasi peran tokoh agama dan tokoh masyarakat, komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, dari tingkat desa hingga provinsi, yang dilakukan secara sistematis dan terencana, dan terakhir, peningkatan pemahaman dan penerapan 8 fungsi keluarga dapat ditingkatkan melalui pendidikan keluarga yang dilakukan secara terprogram. ABSTRACTOne of the main performance targets of the BKKBN in 2019 is the median age of first marriage (MUKP) of 21 years. Data from the 2019 BKKBN Program Performance and Accountability Survey (SKAP) shows the MUKP is 19.2 years. BPS data shows that West Nusa Tenggara Province recorded the age of first marriage in 2019 at 20.21 years. This study aimed at revealing how some factors effect the age of first marriage in West Nusa Tenggara Province. The factors studied are ethnicity, regional status, level of welfare, education, and employment. The research was carried out using a quantitative approach with secondary data from the 2019 SKAP results, totaling 1292 respondents as samples. The data analyzed using descriptive statistics and binary logistic regression analysis. The results shows that 1) Variables that have a significant effect on the age at first marriage are ethnicity, education, and welfare status; and 2) The diversity of regional status, which is divided into urban and rural areas, and employment are unable to explain the diversity at the age of first marriage. Achieving the 21-year MUKP target requires sustained coordination and cooperation among various parties, such as through optimizing the role of religious and community leaders, communication and coordination among stakeholders, from the village to the provincial level, which is carried out in a systematic and planned manner, and lastly, increasing understanding and application of the 8 family functions can be improved through family education which is carried out in a programmed manner.
METODE PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN (ALTERNATIF METODOLOGI DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI) BAGIAN 1 Iqbal, M; Muslim, Ahmad
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v5i1.3125

Abstract

Selama ini, penelitian skripsi mahasiswa masih terbatas pada aspek yang berhubungan langsung pembelajaran atau mungkin mengenai pengelolaan kependidikan. Tidak banyak ditemukan skripsi mahasiswa kependidikan yang fokus membahas isu kebijakan. Tulisan ini merupakan tulisan pertama yang mencoba menawarkan alternatif berbeda bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas skripsinya. Metode penelitian kebijakan pada dasarnya adalah sama dengan metode penelitian pada umumnya. Yang membedakannya adalah penelitian kebijakan berarti mengangkat tema mengenai kebijakan. Alternatif metode pertama yang dapat digunakan oleh mahasiswa adalah metode deskriptif, yang terdiri dari 3 jenis, yaitu deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, dan deskriptif campuran. Pemilihan jenis penelitian akan banyak ditentukan oleh formulasi dari rumusan masalahnya dan jenis data yang akan diperoleh. Data yang biasanya berupa data primer, dapat beralih ke data sekunder, terlebih lagi di era pandemi Covid-19 saat ini. Teknik pengumpulan data yang relevan untuk metode deskriptif ini adalah dokumentasi, dengan tetap memungkinkan untuk menggunakan teknik yang lain, namun diposisikan sebagai teknik pengumpulan data pendukung. Sedangkan untuk analisis datanya, maka alternatif yang tersedia adalah dengan menggunakan statistik deskriptif untuk data kuantitatif dan analisis logis untuk data kualitatif. Dari ketiga jenis penelitian deksriptif ini, jenis yang paling komprehensif adalah jenis campuran, karena peneliti akan dapat memberikan narasi mengenai suatu kebijakan sekaligus memberi tahu pembaca mengenai implementasi dari kebijakan tersebut. Kata kunci: Penelitian Kebijakan, Deskriptif Kuantitatif, Deskriptif Kualitatif, Deskriptif Campuran
PENGARUH KREATIVITAS DAN INTERAKSI GURU DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SMKN 2 KURIPAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Muslim, Ahmad; Amanda, Nadya Restu; Iqbal, Muhammad
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v6i1.4125

Abstract

This study aimsat determine how the teacher creativity and interaction in learning effects on student interest in learning during the Covid-19 pandemic at State Vocational High School 2 KuripanAcademic Year 2020/2021. The research method used by the researcher was 1) the sample used in this study was 100 students, 2) the data collection method used was the questionnaire and documentation method, then 3) the data analysis technique used was descriptive statistics and multiple regression analysis, conducted using SPSS 16 software. The results of data analysis shows that: 1) There was a positive influence on teacher creativity in learning on student interest in learning during the Covid-19 pandemic, based on the significance level of teacher creativity (X1) 0.000 <0.05, and the value of t-count 3.805 that is greater than t-table 1.984; 2) There is a significant effect of teacher learning interaction on student interest in learning during the Covid-19 pandemic, based on significance level of teacher interaction (X2)0.008 <0.05, and the t-count value of 2.719 greater than t-table 1.984;and 3) There is a significant effect of teacher creativity and interaction in learning on student learning interest during the Covid-19 pandemic with an F-count value of 15.213 that is higher than the value of F-table 3.09. Based on the results of the analysis, all Ha-s are accepted. Finally, it can be concluded that teacher creativity and interaction in learning have a significant effect both partially and simultaneously onstudent interest in the Covid-19 pandemic at State Vocational High School 2 Kuripan Academic Year 2020/2021. Keywords: Teacher Creativity, Student Learning Interest
PERAN MANAJEMEN KESISWAAN UNTUK MENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Rohiyatun, Baiq; Zuliana, Titania Laras; Iqbal, Muhammad
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v10i1.5116

Abstract

Abstract: One of the components in education management is related to students. Student management aims at organizing various activities that support the achievement of learning outcomes, development of skills, characters, personality and learning motivation of students. This study aims at: 1) analyzing the activities of student management, 2) identifying student management efforts to increase student motivation. 3) and determining the supporting and inhibiting factors in the implementation of student management in order to increase student learning motivation in SMA Negeri 1 Sheet. This research is a qualitative research, with data collection methods using observation, interviews, and documentation. The results shows that: 1) Student management activities in increasing students' learning motivation consist of internal and external activities. The internal activities are to form student discipline in terms of attendance, behavior, dress and worship. While external activities are the activities carried out outside, such as coordinating or collaborating with student councils, participating in science, economics and computer olympiads. 2) Student management efforts to increase student learning motivation, namely: a) it is given for every flag ceremony activity, b) homeroom provides motivation to learn covering all subjects. c) the motivation is given through student discipline. d) the role of counseling teachers in providing learning motivation. e) the motivation is given during religious activities. 3) The supporting factors of the implementation of student management are: a) fulfilled facilities and infrastructure. b) cooperation between teachers is very good. c) modern learning system. d) a comfortable and safe place. While the inhibiting factors: are a) the apathy of the teacher, the teacher's selfishness. b) diverse student backgrounds. c) limited funds for student activities at school. d) the influence of the external environment. e) there are still many students who are not disciplined.Keywords: Student Management, Student Learning Motivation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan dari manajemen kesiswaan di SMA Negeri 1 Lembar. 2) Upaya manajemen kesiswaan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Lembar. 3) .Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Lembar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Kegiatan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu kegiatan internal dan eksternal. Sedangkan kegiatan eksternal adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar seperti berkoordinasi atau bekerja sama dengan osis, mengikuti olimpiade-olimpiade sains, ekonomi dan computer. 2) Upaya manajemen kesiswaan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu: a) motivasi di berikan setiap kegiatan upacara bendera, b) wali kelas memberikan motivasi belajar yang mencakup semua mata pelajaran. c) motivasi diberikan melalu pendisiplinan siswa. d) peran guru BK dalam memberikan motivasi belajar. e) motivasi diberikan pada saat kegiatan keagamaan (Imtaq). 3) Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan manajemen kesiswaan yaitu: Faktor pendukung a) sarana dan prasarana yang terpenuhi. b) kerjasama antara guru sangat bagus. c) sistem pembelajaran yang modern. d) tempat yang nyaman dan aman. Sedangkan faktor penghambat a) sifat apatis guru, egois guru. b) latar belakang siswa yang beragam. c) dana yang terbatas untuk kegiatan siswa di sekolah. d) pengaruh lingkungan eksternal. e) masih banyak murid yang tidak disiplin.Kata Kunci: Manajemen Kesiswaan, Motivasi Belajar Siswa
EFEKTIVITAS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI PROVINSI NTB TAHUN 2021 Najwa, Lu`luin; Iqbal, Muhammad; Garnika, Eneng
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v10i1.5762

Abstract

Abstract: The accreditation of early child education is a series of activities that begin with an assessment of the fulfillment of 8 educational standards then continued with an assessment of 10 components of child growth and development stimulation. This study aims at determining the level of effectiveness of early childhood education in West Nusa Tenggara Province, based on the results of accreditation in 2021. Data from the study were analyzed using descriptive statistical methods and chi square analysis to obtain patterns of relationships between accreditation results with educational pathways, types of service, and districts where early childhood education units are located. The results of this study show that: 1) The result of accreditation of early childhood education units in NTB Province in 2021 out of 600 units, there were 5 units (0.8%) that received grade A, 342 units (57%) with grade B, and 253 units (42.2%) with grade C; 2) The most accredited service programs are Playgroup with 310 units (51.7%) and Kindergarten with 243 units (40.5%); 3) The three regions with the highest number of units are Bima District with 156 units (26%), East Lombok District with 130 units (21.7%), and Central Lombok District with 93 units (15.5%); 4) Chi Square test results show that the variables of Service Programs, Education Pathways, and Districts/Cities are significantly correlated with Accreditation Results; and 5) A total of 347 units (57.8%) have conducted effective stimulation and facilitation, while 253 units (42.2%) units have not been effective. Key Words: Effectiveness, Early Childhood Education, Accreditation Abstrak: Akreditasi PAUD merupakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan penilaian pemenuhan 8 standar pendidikan yang kemudian dilanjutkan dengan penilaian terhadap 10 komponen stimulasi tumbuh kembang anak.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat efektivitas pendidikan anak usia dini di Provinsi Nusa Tenggara Barat, berdasarkan hasil akreditasi tahun 2021. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis chi square untuk memperoleh pola hubungan antara hasil akreditasi dengan jalur pendidikan, program atau jenis layanan, dan kabupaten/kota tempat satuan PAUD berada.Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa: 1) Hasil akreditasi satuan PAUD di Provinsi NTB tahun 2021 dari 600 satuan PAUD, terdapat 5 satuan (0,8%) yang memperoleh nilai A, 342 satuan (57%) dengan nilai B, dan 253 satuan (42.2%) dengan nilai C; 2) Program layanan terbanyak yang diakreditasi adalah KB dengan 310 satuan (51.7%) dan TK sebanyak 243 satuan (40.5%); 3) Tiga daerah dengan jumlah satuan terbanyak adalah Kabupaten Bima dengan 156 satuan (26%), Kabupaten Lombok Timur dengan 130 satuan (21.7%), dan Kabupaten Lombok Tengah dengan 93 satuan (15.5%); 4) Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa variabel Program Layanan, Jalur Pendidikan, dan Kabupaten/Kota berkorelasi signifikan dengan Hasil Akreditasi; dan 5) Sebanyak 347 satuan (57.8%) telah melakukan stimulasi dan fasilitasi yang efektif, sedangkan sebanyak 253 satuan (42.2%) satuan belum efektif. Kata Kunci: Efektivitas, Pendidikan Anak Usia Dini, Akreditasi
ANALISIS TINGKAT KEBUTUHAN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS WILAYAH KOTA MATARAM Putri, Nina Sartika; Rohiyatun, Baiq; Iqbal, Muhammad
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v11i1.7141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui tentang kebijakan pemerintah terhadap tenaga pendidik dan kependidikan, Mengetahui gambaran tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah menengah atas di Kota Mataram dan  Memproyeksikan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan sekolah menengah atas di Kota Mataram periode 2022 sampai 2025.  Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk Sekolah Menengah Atas di Kota Mataram, dari data yang diperoleh merujuk pada Permendikbud No 22 Tahun 2016 dan dilihat dari data setelah di analisa maka sebanyak 32 sekolah yang di analisis sejumlah 27 sekolah memenuhi standart rasio perbandingan jumlah peserta didik dengan jumlah tenaga pendidik dan rombongan belajar pada satuan pendidikan. Hasil analisis menunjukan rata-rata laju pertumbuhan peserta didik sesuai perhitungan sebesar 2,57%.  Nilai Produktifitas tenaga pendidik Sebesar 0,062 dan Produktifitas Tenaga Kependidikan sebesar 0,022. Sehingga kebutuhan tenaga pendidik di tahun 2023-2025 sebesar 748 sampai 796 orang dengan penambahan jumlah tenaga tenaga pendidik dari tahun 2023-2025 berkisar sebesar 23 sampai 24 orang pertahun. Sedangkan untuk kebutuhan Tenaga Kependidikan di Tahun 2023-2025 sebesar 272 sampai 290 orang dengan penambahan jumlah Tenaga Kependidikan dari tahun 2023-2025 berkisar sebesar 8 sampai 9 orang pertahun.Kata Kunci : Analisis Kebutuhan, Tenaga Pendidik dan Kependidikan, SMA Kota Mataram 
Manajemen Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi Najwa, Lu'luin; Iqbal, Muhammad; Aryani, Menik
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v11i1.7391

Abstract

Sistem Penjaminan mutu di perguruan tinggi ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Perguruan tinggi secara sistematis perlu melaksanakan proses penjaminan mutu yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Sistem penjaminan mutu terbagi menjadi dua, yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dilakukan pihak internal perguruan tinggi secara otonom, sedangkan Sistem Penjaminan Eksternal (SPME) dilakukan oleh pihak luar untuk menentukan kelayakan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara jelas tentang sistem penjaminan mutu internal di tingkat perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review yang bersumber dari dokumen SPMI perguruan tinggi dan kajian artikel dalam jurnal. Hasil penelitian ini adalah berkaitan dengan kebijakan, model manajemen SPMI, prinsip pelaksanaan SPMI, strategi, pelaksanaan dan struktur SPMI. Dengan jelasnya kebijakan dan alur sistem penjaminan internal diharapkan perguruan tinggi dapat mengimplementasikannya dengan bijak.Kata Kunci: Sistem Penjaminan Mutu Internal, Perguruan Tinggi.
Quality Assurance, Monitoring, and Accreditation in Teacher Professional Education: A Conceptual Study of Relations, Challenges, and Development Directions Muhammad Iqbal; Rila Hardiansyah; Ahmad Muslim; M. Rasyid Ridlo
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Teacher Professional Education Program (Program Pendidikan Profesi Guru/PPG) is a strategic instrument within the national education system for producing competent professional teachers. In its implementation, PPG involves various quality mechanisms, including internal quality assurance, monitoring and evaluation (monev), and external accreditation. This conceptual study aims to analyze the position and function of these three quality mechanisms, identify areas of overlapping functions and instruments, and formulate directions for developing a more integrated PPG quality system. Using a critical analysis and theoretical synthesis approach on policy documents, regulations, and scientific literature, this study reveals substantial similarities in the indicators and assessed aspects across quality mechanisms, the dominance of a compliance-based approach oriented towards administrative completeness, and unclear role boundaries between mechanisms. This study also critiques the validity of evaluating the impact of the PPG program, given its relatively short duration (one year), which is theoretically inadequate for measuring substantial impact on teacher or prospective teacher performance. The implications of this study point to the need for a quality system integration oriented towards continuous improvement and outcome-based evaluation with long-term impact. Abstrak: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan instrumen strategis dalam sistem pendidikan nasional untuk menghasilkan guru profesional yang kompeten. Dalam penyelenggaraannya, PPG melibatkan berbagai mekanisme mutu yang meliputi penjaminan mutu internal, monitoring dan evaluasi (monev), serta akreditasi eksternal. Kajian konseptual ini bertujuan untuk menganalisis posisi dan fungsi ketiga mekanisme mutu tersebut, mengidentifikasi area tumpang tindih fungsi dan instrumen, serta merumuskan arah pengembangan sistem mutu PPG yang lebih terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan analisis kritis dan sintesis teoretik terhadap dokumen kebijakan, regulasi, dan literatur ilmiah, kajian ini mengungkap bahwa terdapat kesamaan substansial dalam indikator dan aspek yang dinilai antar mekanisme mutu, dominasi pendekatan compliance-based yang berorientasi pada kelengkapan administratif, serta ketidakjelasan batas peran antar mekanisme. Kajian ini juga mengkritisi validitas evaluasi dampak program PPG mengingat durasi program yang relatif singkat (satu tahun) yang secara teoretis tidak memadai untuk mengukur dampak substantif terhadap kinerja guru atau calon guru. Implikasi kajian ini mengarah pada kebutuhan integrasi sistem mutu yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan dan evaluasi berbasis outcome dan dampak jangka panjang.
ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI AI KE DALAM SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH ATAS (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW) Juanuari, Yovan; Hakim, Lukmanul; Hariawan, Rudi; Iqbal, Muhammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9142

Abstract

ABSTRACT This study aims to systematically analyze the challenges and opportunities in implementing Artificial Intelligence (AI) within Learning Management Systems (LMS) at the senior high school level in Indonesia. Employing a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR), the research followed the guidelines of Kitchenham & Charters and the PRISMA framework. Data were collected from peer-reviewed journal articles indexed in Sinta 1–3 published between 2024 and 2025, and screened using Rayyan.ai. The extracted data from 31 selected studies were synthesized through thematic and narrative analysis. The findings reveal that AI implementation in LMS for Indonesian high schools takes various forms, including adaptive learning systems, educational chatbots, learning analytics, and generative AI tools for personalized instruction. Major challenges identified include unequal technological infrastructure, limited digital literacy among teachers and students, policy and funding constraints, and ethical and data privacy issues. Conversely, key opportunities involve enhancing personalized and effective learning, automating assessment and administrative processes, improving learning analytics for pedagogical decision-making, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum. The study underscores that integrating AI into LMS holds significant potential to improve the quality and efficiency of education at the high school level, provided it is accompanied by inclusive implementation strategies, enabling policies, and capacity building for educational human resources. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai tantangan dan peluang implementasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam Sistem Manajemen Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR), yang dilaksanakan mengikuti pedoman Kitchenham & Charters serta pelaporan PRISMA. Sumber data penelitian diperoleh dari artikel-artikel terakreditasi Sinta 1–3 yang dipublikasikan pada periode 2024–2025, dan diseleksi menggunakan perangkat Rayyan.ai. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik dan naratif terhadap data hasil ekstraksi dari 31 studi terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi AI dalam LMS di SMA Indonesia mencakup berbagai bentuk, seperti sistem pembelajaran adaptif, chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan dukungan AI generatif untuk personalisasi belajar; 2) Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur dan konektivitas internet, kesiapan guru dan siswa dalam literasi digital, aspek kebijakan dan pendanaan, serta isu etika dan privasi data; dan 3) Peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain peningkatan personalisasi dan efektivitas pembelajaran, otomatisasi penilaian dan administrasi, penguatan analitik pembelajaran untuk pengambilan keputusan pedagogis, serta dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Integrasi AI ke dalam LMS berpotensi besar untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pendidikan di jenjang SMA, jika disertai dengan strategi implementasi yang inklusif, kebijakan pendukung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan.