Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MASKER RAMBUT DAUN PEPPERMINT DI DESA CIBIRU WETAN KABUPATEN BANDUNG Devianti Sagita, Novaliana; Nisrina Anbar Fatin, Mia; Saidah, Siti; Andriansyah, Ivan
Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Juli 2024
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/japm.v1i1.16

Abstract

The village of Cibiru Wetan is known for its active community involvement through various working groups (pokja). One such group is the Family Medicinal Plants (TOGA) pokja, dedicated to cultivating plants at home for their medicinal benefits. TOGA plants are utilized not only for disease prevention (preventive), health promotion (promotive), disease treatment (curative), and health recovery (rehabilitative), but also for developing cosmetic products. Among the TOGA plants targeted for cosmetic development is peppermint leaf. Peppermint leaves are known to promote hair growth, prevent hair loss, reduce excess oil, alleviate scalp itchiness, and strengthen hair roots. Objective: This community service program aims to apply the cultivation of TOGA plants, particularly peppermint, as an additive in hair masks for the community of Cibiru Wetan village. Methodology: The implementation of this community service program includes the introduction, utilization, and processing of peppermint leaves into hair masks usable by the general public, with a focus on the residents of Cibiru Wetan village. Results: Through the execution of this engagement program, community knowledge has been enhanced in utilizing TOGA, specifically peppermint leaves, as an ingredient in hair masks for the residents of Cibiru Wetan village. Outcome Targets: This initiative endeavors for the residents of Cibiru Wetan village to learn how to utilize peppermint leaves effectively in hair masks, with the expectation of contributing to economic improvement within the community.
AKHLAK YANG BAIK: JUJUR DAN AMANAH SEBAGAI PONDASI KEHIDUPAN YANG HARMONIS Saidah, Siti; Salsabila, Natasya Putri; Mahbubi, Muhammad
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 2 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i2.665

Abstract

Good morals, honesty, and trustworthiness are three very important concepts in everyday life. Good morals include good and commendable behavior, honesty means telling the truth and not lying, while trustworthiness means being trustworthy and reliable. These three concepts are interrelated and can help individuals become better and more respected people. This study aims to determine how good morals, honesty, and trustworthiness can be the foundation of a harmonious life. By having good morals, individuals can build trust with others and improve their reputation. Honesty and trustworthiness can also help individuals become more trustworthy and reliable. The results of the study show that good morals, honesty, and trustworthiness can bring many benefits in everyday life. Individuals who have good morals, honesty, and trustworthiness can build harmonious relationships with others, increase their trust and reputation, and become better and more respected people. In conclusion, good morals, honesty, and trustworthiness are three very important concepts in everyday life. By having good morals, honesty, and trustworthiness, individuals can become better people and be more respected by others. Therefore, it is important for us to understand and practice good morals, honesty, and trustworthiness in our daily lives.   Akhlak yang baik, jujur, dan amanah merupakan tiga konsep yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak yang baik mencakup perilaku yang baik dan terpuji, jujur berarti mengatakan kebenaran dan tidak berbohong, sedangkan amanah berarti dapat dipercaya dan diandalkan. Ketiga konsep ini saling terkait dan dapat membantu individu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dihormati oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akhlak yang baik, jujur, dan amanah dapat menjadi pondasi kehidupan yang harmonis. Dengan memiliki akhlak yang baik, individu dapat membangun kepercayaan dengan orang lain dan meningkatkan reputasi mereka. Jujur dan amanah juga dapat membantu individu menjadi lebih dapat dipercaya bagi dan diandalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak yang baik, jujur, dan amanah dapat membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Individu yang memiliki akhlak yang baik, jujur, dan amanah dapat membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain, meningkatkan kepercayaan dan reputasi mereka, serta menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dihormati. Dalam kesimpulan, akhlak yang baik, jujur, dan amanah merupakan tiga konsep yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki akhlak yang baik, jujur, dan amanah, individu dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dihormati oleh orang lain. Oleh karena itu, penting kita untuk memahami dan mengamalkan akhlak yang baik, jujur, dan amanah dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Pendidikan Berkelanjutan terhadap Pemahaman Sustainable Development Goals Perubahan Iklim Siswa SMP Negeri 5 Kota Mojokerto Virgiawan, Dhimas Bagus; Dita Pratiwi, Risma; Suhail Anwari, Adib; Maulidah, Siti; Saidah, Siti; Bayu Segara, Nuansa
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v6i2.10248

Abstract

Education plays a crucial role in building awareness of this issue, although its comprehensive implementation in schools has not yet been fully integrated. This study aims to investigate the impact of ecological education through socialization and tree-planting activities on students' understanding of climate change, as part of the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs). The research method employed was a pre-experiment with a single-group pretest-posttest design, involving 38 students from SMP Negeri 5 Mojokerto. The results showed a significant increase in understanding following the activities. The learning model that combines theoretical and practical aspects proved to be effective in fostering environmental awareness and providing a more contextual learning experience. This ecology-based activity not only strengthens students' environmental literacy but also aligns with the SDGs, particularly those related to quality education, action on climate change, and conservation of terrestrial ecosystems. Therefore, schools play a crucial role in instilling ecological awareness from an early age through sustainable education that addresses the challenges of climate change. ABSTRAK Perubahan iklim membawa konsekuensi yang serius bagi kehidupan manusia, mulai dari deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga kenaikan suhu bumi. Kondisi ini menuntut keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Pendidikan berperan penting dalam membangun kesadaran tersebut, meskipun penerapannya di sekolah masih belum sepenuhnya mengintegrasikan isu perubahan iklim secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pendidikan ekologi melalui kegiatan sosialisasi dan penanaman pohon terhadap pemahaman siswa mengenai perubahan iklim sebagai bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 38 siswa SMP Negeri 5 Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah pelaksanaan kegiatan. Model pembelajaran yang memadukan aspek teoritis dan praktik nyata terbukti efektif dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan serta memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Kegiatan berbasis ekologi ini tidak hanya memperkuat literasi lingkungan siswa, tetapi juga selaras dengan tujuan SDGs, khususnya terkait pendidikan berkualitas, aksi terhadap perubahan iklim, dan pelestarian ekosistem darat. Dengan demikian, sekolah memiliki peranan penting dalam menanamkan kesadaran ekologi sejak dini melalui pendidikan berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim.
PATIENT DATA-DRIVEN DIGITAL HEALTH PROMOTION IN HOSPITALS: A TECHNOLOGICAL AND ETHICAL PERSPECTIVE Johan, Herni; Ardan, M.; Haeruddin, Haeruddin; Lidia, Besse; Saidah, Siti; Ramlah, Ramlah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3159

Abstract

Perubahan pola konsumsi informasi kesehatan di era digital mendorong rumah sakit berinovasi dalam strategi komunikasi. Pesan generik yang kurang efektif, rendahnya kepercayaan pasien, dan tantangan etika data menjadikan promosi kesehatan digital berbasis personalisasi serta data sebagai kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterlibatan dan kepatuhan pasien. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas promosi kesehatan digital dengan menitikberatkan pada personalisasi pesan, penguatan kepercayaan, dan pemanfaatan data pasien sebagai dasar keputusan strategis. Menggunakan metode campuran dengan desain eksploratori sekuensial, penelitian dilaksanakan di RS Siaga Al Munawwarah Samarinda (September 2024–Februari 2025). Tahap kualitatif melibatkan wawancara mendalam dengan informan kunci bidang teknologi informasi dan layanan medis, menunjukkan bahwa personalisasi pesan berdasarkan usia, jenis layanan, dan riwayat medis meningkatkan keterlibatan serta kepatuhan pasien. Pengiriman pesan otomatis dan tepat waktu melalui sistem informasi rumah sakit dinilai efektif, sedangkan kolaborasi lintas unit penting untuk integrasi konten dan sistem. Etika seperti informed consent, enkripsi data, dan kontrol akses berbasis peran membangun kepercayaan pasien. Tahap kuantitatif melibatkan 232 pasien rawat jalan dan inap dengan kuesioner Likert, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan personalisasi pesan (β = 0,318; p < 0,001), kepercayaan terhadap rumah sakit (β = 0,277; p = 0,003), kepatuhan pasien (β = 0,342; p = 0,000), dan perilaku digital (β = 0,364; p = 0,035) berpengaruh signifikan terhadap manajemen strategis promosi kesehatan (R² = 0,587), sementara manajemen berbasis data mendukung promosi etis berbasis teknologi (R² = 0,506). Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi adaptif, tata kelola data etis, dan kolaborasi antarunit.
PERAN MIKROBIOTA USUS DALAM DIABETES TIPE 2: HUBUNGAN DENGAN DISBIOSIS maulani, wulan; Saidah, Siti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1542

Abstract

ABSTRAKMikrobiota usus merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari triliunan mikroorganisme yang berperan penting dalam pengaturan metabolisme, sistem imun, dan homeostasis tubuh. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa disbiosis mikrobiota dapat mempengaruhi perkembangan diabetes tipe 2 melalui berbagai mekanisme, termasuk peradangan sistemik, gangguan pengaturan glukosa, dan resistensi insulin. Artikel ini mengulas peran mikrobiota usus dalam patogenesis diabetes tipe 2, dengan fokus pada perubahan komposisi mikrobiota yang terjadi pada pasien diabetes. Peningkatan bakteri patogen dan penurunan bakteri penghasil butirat berkontribusi pada perkembangan penyakit diabetes tipe 2. Selain itu, intervensi berbasis mikrobiota, seperti penggunaan probiotik dan prebiotik, postbiotik, bakteriofag, FMT, intervensi diet, dan olahraga, menunjukkan potensi dalam memodulasi mikrobiota dan memperbaiki gangguan metabolik yang terkait dengan diabetes. Pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara mikrobiota usus dan diabetes tipe 2 dapat membuka peluang untuk pengembangan strategi terapeutik baru yang lebih efektif dalam pengelolaan penyakit ini.Kata Kunci : mikrobiota usus, diabetes tipe 2, disbiosis
Potential Drug Interactions of Antidiabetic Agents in Geriatric Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at the Inpatient Unit of a Hospital in Bandung City Pasha, ED. Yunisa Mega; Az-Zahro, Lutfiani; Saidah, Siti; Fatin, Mia Nisrina Anbar
Sciences of Pharmacy Volume 5 Issue 3 (2026)
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0502527

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disease that commonly occurs in geriatric patients and is generally accompanied by comorbidities. This condition can increase medication use and potentially lead to drug interactions that may affect therapeutic effectiveness and cause adverse effects. This study aimed to identify potential antidiabetic drug interactions and analyze the association between length of hospitalization, number of medications used, and potential drug interactions. This was an analytical observational study with a cross-sectional approach and retrospective data collection using a total sampling technique on 41 medical records of geriatric patients with type 2 diabetes mellitus in the inpatient unit from January to December 2024. Potential drug interactions were identified using Medscape and Drugs.com. with severity levels classified as minor, moderate, and major. The results showed 95 potential antidiabetic drug interactions. Moderate interactions were the most common category, accounting for 88 cases (92.6%), while pharmacodynamic interactions were the most dominant mechanism, with 84 cases (88.4%). Of the 41 patients, 73.2% experienced potential drug interactions. Bivariate analysis using Fisher’s exact test showed a significant association between length of hospitalization, number of medications used, and potential drug interactions (p<0.05). Potential antidiabetic drug interactions in geriatric patients with type 2 diabetes mellitus may be considered in monitoring medication use, especially in patients with polypharmacy and longer hospital stays. However, this study only evaluated potential drug interactions based on a drug interaction database therefore, further studies are needed to assess the clinical manifestations of drug interactions.