Claim Missing Document
Check
Articles

Pailit Menurut UUJN Yang Menyebabkan Notaris Diberhentikan Dengan Tidak Hormat Ditinjau Dari UU No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan PKPU Hamsyah, Moch. Choirul; Saleh, Moh.
UNES Law Review Vol. 7 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v7i4.2469

Abstract

Setiap profesi di Indonesia telah diatur oleh Undang-Undang seperti Advokat, Dokter, dan juga Notaris. Yang membedakan pekerjaan dan profesi adalah adanya kode etik, di setiap profesi pasti ada kode etik yang harus ditaati oleh setiap profesi sedangkan di dalam pekerjaan belum tentu ada kode etik, seperti kasir, buruh pabrik, resepsionis, bahkan pegawai di isntansi pemerintahan pun tidak ada kode etik yang yang harus mereka taati. Notaris dapat diberhentikan dengan tidak hormat jika dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan. Kepailitan meliputi perorangan dan badan hukum, sehingga Notaris juga tidak terlepas dari kepailitan, namun didalam proses kepailitan adalah karena utang piutang. Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana yang dimaksut pailit menurut Undang-undang Jabatan Notaris sebagai syarat memberhentikan Notaris dengan tidak hormat dengan Undang-undang Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU.
Pembatasan Kewenangan Presiden dalam Memberikan Dukungan Terhadap Bakal Calon Presiden dan atau Bakal Calon Wakil Presiden untuk Mewujudkan Pemilihan Umum yang Demokratis dan Berintegritas Irwan, Muhamad; Saleh, Moh.
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 9 No. 5 (2025): Legal Standing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v9i5.12551

Abstract

This research examines the importance of limiting presidential authority in supporting presidential and/or vice presidential candidates in order to realize democratic elections with integrity. In the Indonesian political system, the president's position is very central, and his enormous influence has the potential to be abused if the president is directly involved in campaign support, which could distort the principle of equal opportunity for all candidates. Law Number 7 of 2017 concerning Elections and other regulations have emphasized the importance of the neutrality of state officials to ensure that elections run according to the principles of honesty and justice. The legal problem of presidential neutrality in holding elections is a crucial issue that needs to continue to be studied. This research uses normative legal methods, focusing on literature review and analysis of statutory regulations, including the 1945 Constitution and Law no. 7 of 2017 concerning Elections. Primary data includes statutory regulations, while secondary data comes from legal literature, previous research documents, and reports from election monitoring institutions. The analysis was carried out qualitatively with statutory interpretation, comparative analysis and theoretical analysis. The research results show that the legal basis for limiting presidential authority is clearly regulated in the 1945 Constitution (Article 6A paragraph (1) and Article 28D paragraph (1)) as well as Law no. 7 of 2017 (Article 282 and Article 283) Violations of the president's neutrality could have implications for ethical sanctions by the DKPP, lawsuits over election results at the Constitutional Court, legitimacy crises and political instability. This study confirms that the president's neutrality is in line with the principles of deliberative democracy and constitutionalism, where abuse of power can harm the principles of healthy democracy. strengthening the legal framework, monitoring mechanisms, and civil society participation to overcome weaknesses in the monitoring system and ensure democratic elections and integrity.
AKIBAT HUKUM KEPAILITAN PERORANGAN TERHADAP PERSEROAN PERORANGAN Rahayu, Laili Putri; Saleh, Moh.
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 3 No. 3 (2023): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v3i3.357

Abstract

The aim of this study is to analyze the legal consequences of company bankruptcy for individuals and the legal certainty of company bankruptcy for individuals. The method used in this study is normative juridical with a statutory approach and a conceptual approach. This study uses primary, secondary and tertiary legal materials. Data collection uses document study or literature study techniques. The data that has been obtained is analyzed qualitatively using deductive and inductive methods or interpretation is carried out. The results of the study show that a person who is declared bankrupt in an individual company can apply for cancellation of all forms of legal action against assets to the court before the decision to declare bankruptcy is pronounced. An individual company that has been declared bankrupt through a court decision can immediately give rise to legal consequences, namely the debtor loses the right to carry out management and control over the assets owned and everything produced during bankruptcy, and the rights and obligations of the bankrupt debtor are transferred to the curator to manage and control The rules are as regulated in Article 19 to Article 62 of Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Postponement of Debt Payment Obligations
Problematika Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) sebagai Dasar Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan bagi Pekerja Penerima Upah Swasta Abdi, Nanang; Saleh, Moh.
Shar-E : Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Vol. 10 No. 2 (2024): Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/shar-e.v10i2.3152

Abstract

The research began with the problem of the city/district minimum wage as a basis for calculating health insurance contributions, where there are still several regions that overlap with each other, where the minimum wage difference is large and there are still employers who have not registered workers in the health insurance program. The research method uses a normative juridical research type with a statutory approach and a case approach. The results of the discussion are that the system for calculating BPJS contributions according to the UMK is still regulated in Presidential Decree 59/2024, where there is potential for social inequality and efforts to resolve the calculation of health insurance contributions in the form of making a collective agreement between workers, employers and elements of trade unions regarding adjustments to the amount of wages linked to payment capacity. health insurance contributions.
Diskrepansi Regulasi: Tinjauan Atas Perbedaan Persyaratan Pengangkatan Notaris dengan Notaris Pengganti dalam Praktik Notarial Indonesia Mahyuddin, Didik Lokma; Saleh, Moh.
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7749

Abstract

Diskrepansi regulasi dalam persyaratan pengangkatan notaris dan notaris pengganti di Indonesia telah memunculkan persoalan serius dalam sistem hukum notariat, khususnya terkait kepastian hukum dan perlindungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis ketidakharmonisan regulatif antara kedua jabatan tersebut, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pelayanan notarial dan integritas profesi. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yang dikombinasikan dengan analisis empiris dan studi komparatif terhadap sistem notariat di negara lain seperti Belanda, Prancis, dan Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan mencolok dalam aspek kualifikasi pendidikan, mekanisme pengangkatan, sistem pengawasan, sertifikasi, dan pengembangan profesional antara notaris dan notaris pengganti menyebabkan ketimpangan kompetensi dan menurunkan kualitas akta notarial. Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya reformasi sistem melalui penyatuan standar pendidikan, uji kompetensi terstandar, pengawasan terintegrasi, serta pelatihan dan sertifikasi berkala. Reformasi tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem hukum notariat yang lebih konsisten, akuntabel, dan mampu memberikan perlindungan hukum yang lebih optimal kepada masyarakat.
Perlindungan Hukum Bagi Korban Tindak Pidana Terorisme di Indonesia: Tantangan dan Implementasi Nuralam, Yoga Wibawa; Saleh, Moh.
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 9 No. 2 (2025): Mei-Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v9i2.11249

Abstract

This study aims to explore the legal protection provided to victims of terrorism in Indonesia, considering its broad impact on individuals and society. Using a normative juridical method, the study analyzes regulations such as Law No. 5 of 2018 and Law No. 13 of 2006, along with relevant legal concepts. The findings indicate that while legal protection includes compensation, restitution, and rehabilitation, its implementation faces challenges in legal, policy, and institutional coordination aspects. This study contributes by identifying key obstacles in regulatory enforcement and proposing strategies to enhance the effectiveness of legal protection through optimized law enforcement mechanisms. The study's limitation lies in its focus on normative analysis without an in-depth empirical examination. Its originality stems from a comprehensive evaluation of the effectiveness of existing regulations and strategic recommendations to improve protection for terrorism victims.
Integrasi Kearifan Lokal dan Hukum Positif dalam Pengelolaan Lingkungan Salamena, Hanny Jermias Onisimus; Saleh, Moh.
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 9 No. 2 (2025): Mei-Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v9i2.11251

Abstract

The practice of land clearing by burning forests has long been a part of indigenous communities' local wisdom in North Sumatra to enhance soil fertility. However, this practice conflicts with Indonesia’s positive laws, particularly Forestry Law No. 41 of 1999 and Environmental Protection Law No. 32 of 2009. This study aims to analyze the integration of local wisdom and positive law in environmental management. Using a qualitative approach with a case study method, the research examines the case of Sorbatua Siallagan, where land clearing in protected forest areas led to legal consequences. The findings reveal that while indigenous practices contribute to sustainable land use, they also pose environmental risks, including forest fires and air pollution. Therefore, strengthening dialogue and empowering indigenous communities with environmentally friendly agricultural techniques is necessary to harmonize local traditions with legal regulations, ensuring environmental sustainability and community welfare.
Perlindungan Hukum Karya Film Terhadap Penyebaran Konten Film Oleh Pihak Lain Melalui Youtube Berdasarkan UU No.28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Thauty, Fatimah Fortuna; Saleh, Moh.
Commerce Law Vol. 4 No. 1 (2024): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v4i1.4670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait perlindungan hukum terhadap karya film yang disebarkan oleh pihak lain melalui youtube berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014, serta bagaimana tanggung jawab hukum atas pelanggaran terkait penyebaran konten film tanpa izin melalui youtube. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, dengan teknik pengumpulan data adalah studi pustaka/studi dokumen. Berdasarkan hasil dari penelitian adalah bentuk perlindungan hukum terhadap penyebaran konten film tanpa izin melalui youtube terdiri dari perlindungan preventif berupa adanya pengawasan terhadap tindakan pelanggaran yang berkaitan dengan penyebaran karya film tanpa izin melalui youtube dan perlindungan represif ialah adanya tindakan penutupan akses pada akun youtube pihak yang melanggar serta adanya ancaman sanksi berupa denda dan penjara. Tanggung jawab hukum pelanggaran terkait penyebaran karya film tanpa izin terdiri dari pertanggungjawaban secara perdata dan pertanggungjawaban secara pidana.
TANGGUNG JAWAB HUKUM BAGI CALON ANGGOTA LEGISLATIF YANG MELAKUKAN PEMALSUAN DOKUMEN Kartikawati, Trisda; Saleh, Moh.
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i2.5897

Abstract

Di Indonesia pelaksanaan Pemilu mengadopsi sistem demokrasi. Pemilu sebagai pelaksanaan yang demokrasi harus dilaksanakan berdasarkan hukum. Salah satu persoalan yang marak dalam Pemilu adalah masih banyaknya perkara yang berkaitan dengan praktik politik uang (money politic), manipulasi hasil suara pemilu serta pencoblosan lebih dari sekali. Tetapi akhir-akhir ini para calon menggunakan taktik curang seperti penggunaan dokumen palsu, kampanye di luar jadwal serta mengganggu larangan kampanye dengan melibatkan PNS/TNI/Polri. Dengan adanya hal tersebut peneliti ini meneliti tanggung jawab yang diberikan atau sanksi bagi para calon yang menggunakan dokumen palsu saat pendaftaran. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Hasil pada penelitian ini tanggung jawab administratif bagi calon anggota legislatif yang melakukan pemalsuan dokumen yaitu mengundurkan diri atau dikeluarkan dari pencalonan. Dan tanggung jawab hukum bagi calon anggota legislatif yang melakukan pemalsuan dokumen bahwa klasifikasi tindak pidana pemilihan sesuai dengan Undang-undang nomor 8 tahun 2012.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP AWAK KAPAL SELAMA BEKERJA DI KAPAL ASING Kartikawati, Trisda; Saleh, Moh.
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i2.5725

Abstract

Indonesia menduduki peringkat ke-3 produksi perikanan tangkap, yaitu sebesar 6,71 juta ton pada tahun 2018. Namun Indonesia juga kekurangan lapangan pekerjaan, dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pekerja migran Indonesia yang bekerja diluar negeri. Dalam penelitian ini akan membahas pekerja migran yaitu awak kapal yang bekerja atau dipekerjakan di atas kapal oleh pemilik untuk melakukan tugas di atas kapal sesuai dengan pekerjaan atau jabatannya yang sesuai dan tercantum di dalam buku sijil dan atau perjanjian kerja laut (PKL). Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statue approach). Penelitian fokus untuk menelaah dan mengkaji berbagai literatur berkaitan dengan undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran juncto Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 2022 tentang penempatan dan perlindungan awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran dan undang-undang lainnya. Hasil dari penelitian ini yaitu bentuk perlindungan hukum terhadap awak kapal selama bekerja di kapal asing yaitu menurut hukum nasional bahwa perlindungan awak kapal berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia melalui Undang-Undang No. 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia juncto Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2022 tentang penempatan dan perlindungan awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran dan bentuk perlindungan hukum terhadap awak kapal selama bekerja di kapal asing menurut hukum internasional adalah konvensi International Labour Organization (ILO) Work in Fishing Convention.