Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Membangun Kembali Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Penegak Hukum di Indonesia: Tinjauan Menuju Tahun 2025 Sobri Sabana; Sherly Natasya Situmeang; Siti Khadijah; Selvia Andriani Putri Damanik; Shafa Al Muhajir; Ronald Gemsar Simbolon; Katrina Samosir
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7152

Abstract

Kepercayaan publik merupakan fondasi krusial bagi legitimasi dan efektivitas penegakan hukum di Indonesia sebagai negara hukum. Namun, realitas menunjukkan adanya krisis kepercayaan yang sistemik dan multidimensi terhadap lembaga penegak hukum. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab dan dampak dari krisis tersebut, serta merumuskan strategi prioritas untuk memulihkannya dengan menempatkan tahun 2025 sebagai momen strategis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa krisis ini disebabkan oleh maraknya korupsi, penyalahgunaan wewenang, inkonsistensi, kelambatan proses hukum, dan kurangnya transparansi. Dampaknya meliputi menurunnya partisipasi masyarakat dalam peradilan formal, meningkatnya main hakim sendiri, terhambatnya investasi, dan melemahnya legitimasi pemerintah. Sebagai solusi, artikel ini merumuskan enam strategi terintegrasi: (1) Reformasi total sistem pengawasan internal; (2) Implementasi transparansi digital melalui platform terintegrasi; (3) Revolusi mental melalui pendidikan karakter berkelanjutan; (4) Penegakan hukum yang tidak pandang bulu; (5) Penerapan sistem reward and punishment yang jelas; dan (6) Optimalisasi keterbukaan informasi melalui media sosial. Keberhasilan strategi ini bergantung pada komitmen politik yang kuat, konsistensi implementasi, dan partisipasi aktif masyarakat.
Tantangan dan Peluang Reformasi Citra Penegakan Hukum di Indonesia: Menuju 2025 yang Transparan dan Akuntabel Katrina Samosir; Frans Ricardo; Jeim's Keyhezkiel Iberena Putra Sitepu; Juliani Sihombing; Klara Minarsari Nainggolan; Mutiara Hidayah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7233

Abstract

Penegakan hukum merupakan fondasi utama dalam mewujudkan negara hukum yang berkeadilan. Namun, citra penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi tantangan serius berupa rendahnya kepercayaan publik, praktik korupsi, lemahnya mekanisme akuntabilitas, serta maraknya laporan pelanggaran hak asasi manusia oleh aparat. Kondisi ini berdampak langsung pada legitimasi institusi hukum dan efektivitas pelaksanaan keadilan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan struktural dan kultural yang dihadapi penegak hukum, sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan menuju tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, analisis regulasi, serta telaah laporan lembaga pengawas dan survei publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa transparansi berbasis teknologi, penguatan mekanisme pengawasan independen, serta reformasi etika dan budaya kelembagaan merupakan peluang strategis untuk memulihkan citra penegakan hukum. Selain itu, komunikasi publik yang efektif dan partisipasi masyarakat sipil menjadi faktor kunci dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat. Dengan implementasi langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia mampu memperkuat legitimasi hukum dan mewujudkan sistem penegakan hukum yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan.
Strategi Penguatan Identitas Nasional di Tengah Dinamika Klaim dan Apropriasi Budaya Katrina Samosir; Abdul Latif; Adriel Surbakti; Alya Fakhriza; Amel Purba; Anzelina Cristiani Berutu; Siti Masni
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi efektif dalam memperkuat identitas nasional Indonesia di tengah fenomena klaim dan apropriasi budaya yang marak terjadi di tingkat global.Identitas nasional adalah jati diri atau kepribadian unik suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lain. Ini adalah manifestasi dari nilai-nilai budaya yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bangsa tersebut. Dinamika ini, yang sering kali dipicu oleh penggunaan media digital, menimbulkan tantangan serius bagi pelestarian warisan budaya bangsa. penelitian ini menyoroti peran strategis lembaga pendidikan dan media digital. Data dikumpulkan mendalam dengan akademisi, praktisi budaya, dan perwakilan komunitas, serta analisis konten media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan identitas nasional tidak cukup hanya dengan reaktif menanggapi klaim budaya, tetapi harus melalui edukasi proaktif dan literasi digital. Kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan komunitas dalam menciptakan konten digital yang autentik dan menarik menjadi kunci untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan terhadap budaya nasional, terutama di kalangan generasi muda.