Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PENGELOLAAN DAN KONSERVASI SUMBER DAYA AIR SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN POTENSI DAERAH WISATA DESA COKRO Dwi Hatmoko, Jati Utomo; Djaeni, Moh; Islam Filardli, Abdullah Malik; Muhammad, Rizdian Arsyal; Budi Santosa, Ari Wibawa; Azalia, Nashwa
Jurnal Pasopati Vol 7, No 2 (2025): Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2025.29145

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilaksanakan di Desa Cokro bertujuan untuk mendorong potensi desa menjadi kawasan wisata berbasis kelestarian lingkungan. Desa ini memiliki kekayaan alam berupa Umbul Ingas dan aliran Sungai Pusur, yang telah dimanfaatkan sebagai objek wisata, namun masih menyimpan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Pelibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan tersebut menjadi hal yang krusial melalui upaya konservasi lingkungan. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi mengenai pentingnya pengelolaan air bersih secara berkelanjutan serta teknologi pengolahan limbah dengan metode presentasi dan poster. Kegiatan ini juga disertai dengan usulan pemanfaatan limbah tersebut menjadi pupuk organik cair sebagai bentuk penguatan sistem pengolahan limbah. Selain itu, dirumuskan pula rancangan pengembangan wilayah wisata air baru pada bagian aliran Sungai Pusur yang belum dimanfaatkan, dengan menerapkan prinsip prinsip pengelolaan sumber daya air yang berwawasan lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung Desa Cokro sebagai desa wisata yang berkelanjutan.Kata kunci : Wisata, Pengelolaan, Konservasi, Air, Limbah tahu cair
PENDAMPINGAN PELAKU USAHA MAKANAN DAN MINUMAN DI KECAMATAN CAWAS KABUPATEN KLATEN UNTUK MENDAPATKAN NOMOR INDUK BERUSAHA, PIRT, DAN SERTIFIKASI HALAL Sunarno, Sunarno; Werdiningsih, Hermin; Rahman, Amni Zakarsyi; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Pasopati Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.22168

Abstract

Pelaku usaha makanan dan minuman di wilayah kecamatan Cawas kabupaten Klaten memiliki tradisi hidup mandiri dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Kecamatan Cawas memiliki jumlah pelaku usaha di bidang makanan dan minuman yang banyak dan beragam serta letak wilayah yang strategis, yaitu berada di jalur lintas perbatasan provinsi Jawa Tengah menjadi wilayah penghubung antara kabupaten Klaten dengan  kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, dan Gunungkidul. Berbagai potensi pelaku usaha tersebut belum diikuti kesadaran untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal. Berbagai permasalahan tersebut berakibat pada kesulitan pelaku usaha untuk mendapatkan permodalan dari bank, pemasaran, perluasan konsumen, peningkatan kapasitas produksi, dan pendapatan. Berdasarkan kondisi tersebut dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan memberi pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha makanan jajanan tentang proses dan prosedur dalam mendpatkan NIB, PIRT, dan sertifikat halal melalui program interaksi dosen, mahasiswa, dan mitra. Pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan selama berlangsungnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata menjadi solusi tepat yang dapat mendukung peningkatan kesadaran dan partisipasi pelaku usaha sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatan kualitas layanan dan menjamin kualitas serta kehalalan produk yang dijual. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pelatihan dan pendampingan tentang proses dan prosedur untuk mendapat NIB, PIRT, dan sertifikat halal diikuti penyiapan dokumen-dokumen yang diperlukan. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan, wawasan, pemahaman tentang dokumen, proses dan prosedur untuk  mendapatkan NIB, PIRT dan sertifikat halal semakin meningkat dan tumbuh keinginan untuk segera ditindaklanjuti. Peningkatan kesadaran dan ketrampilan dalam mengurus dokumen sertifikat usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk makanan dan minuman, pemasaran, memberi jaminan keamanan dan kehalalan produk sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha di wilayah kecamatan Cawas kabupaten Klaten
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA DALEMAN SEBAGAI DESTINASI WISATA SEHAT Maulana, Hakim Anang; Martino, Martino; Lubis, Nazwa Syalsabilla; Susanto, Novita; Wijaya, Safira Febe; Santosa, Ari Wibawa Budi; Djaeni, Moh.; Prasetyaningrum, Aji
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.24991

Abstract

Desa Wisata Daleman yang terletak di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memiliki potensi wisata keindahan alam berupa wisata mata air Umbul Nilo. Kawasan mata air ini memiliki potensi alam yang indah dan suasana yang asri, tetapi perkembangannya masih tertinggal dibandingkan desa wisata sekitar. Dalam pengembangannya, wisata ini menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya penataan dan daya tarik visual serta keterbatasan fasilitas penunjang yang mampu menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, dilakukan perancangan kembali desain tata letak yang lebih menarik disertai beberapa fasilitas penunjang sekaligus untuk meningkatkan pengalaman wisata yang nyaman dan aman. Selain itu, dilakukan identifikasi potensi kuliner sehat yang dapat dikembangkan di Desa Daleman. Metode pengabdian yang diterapkan mencakup observasi ke lapangan, studi literatur pengembangan potensi desa, perancangan desain, dan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil perancangan ini dapat dijadikan acuan untuk pembangunan selanjutnya secara bertahap. 
PENANAMAN BIBIT MANGROVE DI PESISIR PANTAI BATANG GUNA PENANGGULANGAN ABRASI Santosa, Ari Wibawa Budi; Amiruddin, Wilma; Chrismianto, Deddy; Zakki, Ahmad Fauzan; Trimulyono, Andi; Budiarto, Untung; Hadi, Eko Sasmito; Iqbal, Muhammad
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.25171

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten yang berada di pesisir pantai dari Laut Jawa. Letaknya di pesisir sehingga Kabupaten Batang juga terkena dampak dari abrasi pantai. Abrasi pantai merupakan pengikisan yang disebabkan oleh air lau dan apabila tidak segera ditanggulangi akan menghabiskan wilayah daratan. Oleh sebab itu perlu dilakukannya penanggulangan dengan penanaman bibit mangrove. Tujuan dari adanya penanaman mangrove adalah sebagai upaya penanggulangan terjadinya abrasi pantai. Penanaman 1000 Bibit Mangrove dilakukan di Perairan pesisir Desa Sekarsari, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Penanaman dilakukan pada Hari Jumat, 14 Juli 2017 oleh Tim KKN PPM Temati Kec. Batang, SIBAT, dan perwakilan dari PMI daerah setempat. Metode yang dilakukan adalah dengan menanam bibit langsung ke dalam perairan kemudian menempelkan dengan ajir (bambu penyangga tanaman bibit mangrove baru tanam). Hasilnya adalah dengan ditanamnya bibit mangrove telah dilakukan satu upaya pencegahan terhadap abrasi pantai.Kata kunci : Abrasi pantai, Bibit mangrove, Kabupaten Batang
PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA BUDIDAYA MAGOT BERBASIS PENYEDIAAN PAKAN DARI PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI DESA GEMPOL, KECAMATAN KARANGANOM, KABUPATEN KLATEN Sunarno, Sunarno; Triyono, Triyono; Martono, Kurniawan Teguh; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.22176

Abstract

Sampah dibagi menurut komposisinya menjadi 60% sampah organik, 15% plastik, 10% kertas dan 15% (misalnya logam, kaca, kain, kulit). Pengolahan limbah organik dari serangga menggunakan larva black soldier fly (BSF), belum tersebar luas dan belum banyak diteliti di Indonesia. Larva BSF merupakan strategi inovatif dan salah satu metode pengelolaan sampah organik berkelanjutan yang dapat mengurangi beban sampah TPA dan dapat membuka peluang ekonomi baru yang menguntungkan bagi penduduk kota dan skala kecil. perusahaan di negara berkembang. Tujuan dari program ini pemilahan sampah organik dan anorganik melalui program “Sahabat Omah Limbah”. sasaran dari program ini adalah masyarakat Desa Gempol. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi kepada masyarakat dengan menggunakan power point dan booklet yang dibagikan kepada peserta. Hasil yang didapatkan dari kuesioner ecara keseluruhan pemahaman masyarakat mengenai sampah mencapai 66%. Manfaat dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan masyarakat mengenai sampah organik dan anorganik serta pembuatan makan Maggot dari sampah organik.
Analisis Kinerja dan Utilitas Fasilitas Bongkar Muat Kapal Peti Kemas di Terminal Petikemas Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak Manik, Parlindungan; Wiranda, Ariiq Daffa; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi; Hadi, Eko Sasmito; Mursid, Ocid
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.1879

Abstract

Dwelling time atau dikenal dengan waktu tunggu bongkar muat masih menjadi persoalan bagi beberapa pelabuhan di Indonesia. Dwelling time dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya occupancy ratio dermaga dan utilitas fasilitas pelabuhan yang tinggi. Kelebihan kinerja pada alat yang ditunjukkan dengan tingginya nilai utilitas pada peralatan bongkar muat dapat menyebabkan kerusakan yang lebih dini pada peralatan dan meningkatnya dwelling time. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian utilitas peralatan terminal Petikemas Surabaya dan pengaruhnya terhadap dwelling time dengan proyeksi pertumbuhan arus peti kemas 5 tahun mendatang. Prediksi arus peti kemas 5 tahun mendatang akan berada di atas 1,6 juta TEUs. Rata-rata waktu pelayanan oleh Container Crane adalah 2,64 menit dengan membongkar 23 box/jam, Rubber Tyred Gantry Crane 4,00 menit dengan membongkar 15 box/jam, Head Truck 16,68 menit dengan mengirim 4 box/jam, dan 58,85 jam untuk sebuah peti kemas mendiami lapangan penumpukan. Berdasarkan perdiksi arus peti kemas 5 tahun ke depan didapatkan juga bahwa akan terjadi over load penanganan peti kemas. Oleh sebab itu, diperlukan adanya penambahan fasilitas bongkar muat, yaitu 2 Container Crane dan 15 Head Truck. Berth Occupancy Ratio memiliki nilai 37,85% untuk dermaga internasional dan 45,44% untuk dermaga domestik. Didapatkan bahwa Box Ship per Hour adalah sebanyak 16 box/jam dan Box Crane per Hour adalah sebanyak 26 box/jam. Berth Throughput di Terminal Petikemas memiliki nilai 2 box/m untuk dermaga domestik dan internasional. Container Yard Occupancy Ratio ekspor berada di angka 23,91%, sementara Container Yard Occupancy Ratio impor berada di angka 55,12%. Dwelling Time untuk tahun 2015 – 2020 berada pada rata-rata 3.63 hari dengan Dwelling Time minimum 2.87 hari dan Dwelling Time maksimum 4.28 hari. Nilai dwelling time di Terminal Petikemas Surabaya masih memenuhi waktu kriteria. 
Analisis Reschedule Keterlambatan Proyek Reparasi Dua Kapal dengan Metode Critical Path Method (CPM) dan Time Cost Trade Off (TCTO) pada KM. Kendhaga Nusantara 4 dan TB. Sorowako Star Syahada, Keisha Nandhini; Rindo, Good; Santosa, Ari Wibawa Budi; Prasetyo, Naufal Abdurahman
JURNAL INTEGRASI Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Integrasi - Oktober 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/ji.v16i2.8451

Abstract

The rescheduling due to delays in the repair project of two ships being worked on simultaneously was carried out using the Critical Path Method (CPM) and Time Cost Trade Off (TCTO). The data obtained came from the repair lists of each ship. The aim was to expedite project completion and achieve the most optimal time and cost efficiency. Acceleration alternatives were calculated, such as adding labor and extending work hours on the critical path. The acceleration steps included adding 2 and 4 extra working hours and increasing the number of workers. The analysis results showed that the most optimal time reduction was achieved by adding 4 hours of overtime and 21 additional workers, successfully reducing the project duration from 55 days to 20 days, with a time efficiency of 64% and a cost savings from Rp 393,300,000 to Rp 390,330,000, a savings of Rp 2,970,000 or around 0.7%. The daily productivity for scrapping work reached a maximum of 650 m²/day, while the increase in labor and 2 extra working hours resulted in 780 m²/day, and 4 extra working hours resulted in 845 m²/day.
Analysis of the Effect of Voltage and Zinc Plating Duration on Low Carbon Steel A36 by Electroplating Process on Corrosion Rate Ari Wibawa Budi Santosa; Agil Arianda Alkhudry; Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi; Andi Trimulyono
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v9i2.4974

Abstract

Corrosion is a significant issue in steel constructions, and zinc coating (electroplating) is one of the methods used to protect steel from corrosion. This research aims to analyze the effect of voltage and duration of zinc coating on low carbon steel A36 through the electroplating process on the corrosion rate and coating thickness. An experimental method was employed, varying the voltage (6, 8, and 10 Volts) and coating duration (10, 20, and 30 minutes) during the electroplating process using a ZnO solution. The corrosion rate was tested electrochemically in a 3.5% NaCl solution. The results showed a significant correlation between voltage, coating duration, corrosion rate, and coating thickness. Higher voltages and longer durations produced thicker zinc coatings and reduced the corrosion rate. The optimal conditions were found at 10 Volts for 30 minutes, producing a 160 (Mu)m thick coating and the lowest corrosion rate of 0.00318 mmpy. The minimal coating condition, 6 Volts for 10 minutes, resulted in a 30 (Mu)m thick coating and a corrosion rate of 0.050120 mmpy.
Investigation of The Effect Hullvane and Bow Foil on Flat-Hull Ship Using CFD Approach Andi Trimulyono; Wahyu Ananda; Kiryanto Ananda; Ari Wibawa Budi Santosa
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i1.5530

Abstract

The flat-hull ship design is an innovative concept that saves costs and speed-up the fabrication of the ship. Even though the flat-hull ship was hydrodynamically inefficient, some shipowners probably experienced an issue with its unusual shape and disadvantages where drag is greater than that of conventional ships. This paper aimed to improve the design of a flat-hull vessel using hull vane and bow foil to reduce ship resistance. The asymmetric foil NACA 4412 and 0012 were used for the hull vane. For bow foil, only NACA 4412 is used. In addition, the angle of the strut of the hull vane was varied to find out the effect to ship resistance. This study was performed in a numerical approach using computational fluid dynamics (CFD). The mesh-based CFD with RANSE solver was used in this study, and numerical analysis will be conducted to determine ship resistance of flat-hull ships with hull-vane and bow foil. It was found that the effectiveness of hull vanes on ships failed to improve resistance for flat-hulled vessels. Because of the addition of the WSA on the ship, the total resistance of the ship increases following the installation of the hull vane. As an alternative, using bow foil can reduce ship resistance at Fn 0.44 and 0.59 by 10% and 24%, respectively.
Productivity Analysis Using the Critical Chain Project Method Management (CCPM) on Repair Projects Geomarin-III ship 649 DWT. Ari Wibawa Budi Santosa; Ocid Mursid; Muhamad Angger Kalingga; Syaiful Tambah Putra Ahmad; Andi Trimulyono
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i1.5531

Abstract

Ship repair project planning still often encountered problems that delay ship repair projects to achieve complete ship repair projects. Delays are due to frequent mismatches between ship repair scheduling and conditions that occur at the shipyard. The most commonly used method is the Critical Path Method (CPM). But in reality, the CPM method is considered less effective because there is still safety time for each job. Technological developments found the latest method, namely Critical Chain Project Management (CCPM). This method removes the safety time contained in the CPM method and replaces it with buffer time which is placed at the end of work activities. This study aims to analyze the duration of the critical path, determine labor costs, and the amount of buffer duration on the repair of the Geomarin-III 649 DWT ship. Based on the calculation results obtained on the repair of the Geomarin-III 649 DWT ship with the Critical Chain Project Management (CCPM) method is 10 days, 10 days faster than the normal duration. The labor cost obtained using the CCPM method is IDR. 54,017,500, saving 35% of the normal cost is IDR. 82,680,000, but if the buffer time is used thoroughly, the total estimated labor cost for the CCPM method will increase due to the addition of labor and the duration of the buffer time obtained by the CCPM method as a substitute for safety time, which is 9 days project buffer and 3 days feeding buffers. Based on this research, it was found that the CCPM method is considered effective and can accelerate the duration of the project and minimize labor costs.
Co-Authors A.F. Zakki Abizar, Muhammad Affan Afif Ardian Aziz Afif, Muhammad Akhfaf Agil Andrian, Agil Agil Arianda Alkhudry Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Aji Prasetyaningrum Aji, Alfi Bayu Akbarulah Bumi Aji Alaik Farhan Maulidi Aldi Tama Aldino Ihsan Alfian, Wahyu Ali Mustofa Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuddin, Rahmat Ridlo Ammar Faruq Haidar Majid Andi Trimulyono Anggit Andilala Arif Rahman Aris Sugiharto Arsha, Nabila Syahadati Artha Deri Putra Asiyah, Tahsya Azalia, Nashwa Azzam, Muhammad Abdullah Bahtiar, Muhammad Hafids Bambang Sri Waluyo Bayu Wisnu Sasongko, Bayu Wisnu Berlian Arswendo Adietya Bhakti Sa’ Dana Boris De Palma Sitorus Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Chandra Wijaya Panggabean Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dewangga, Andresito Ignacia Dhony Catur Pamungkas Dzakwan, Muhammad Aufa Edi Yuliana Egi Juniawan Eko Didik Widianto Eko Sasmito Hadi Eko Sasmito Hadi Enggal Noor Laksono Fahmi Fernando Yuliansyah Fakhrian, Muhamad Zaki Fauzi, Adnan Febiani Dwi Utari Febrian Wahyu Wijaya Gema Mar'ie Habibie Gilas Dwi Maylano good rindho Good Rindo Gozal Apri Prayuda Guguraty, Resti Apriana Hardhina Aglomerra Hartono Yudo Heidija, Anne Marie Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Herman Josef Emerald Hermin Werdiningsih Hizkia Parningotan Pangaribuan I Gede Bayu Pradnya Subagia Ibrahim, Muhammad Husein Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indro Sumantri Iqbal Fahrudin Iqbal, Muhammad Faiq Islam Filardli, Abdullah Malik Jati Utomo Dwi Hatmoko Joko Subekti K Kiryanto Kartika, Fira Candra Khaeru Roziqin Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Ananda Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Teguh Martono Kurniawan, Hosea Lestari, Fiya Auliya Lingga, Emilio Frans Lubis, Nazwa Syalsabilla M. Nafis Setiawan Mamat Riyadi Manik, Parlindingan Maria Listyo Yulianti Martino, Martino Maulana, Hakim Anang Michael Enrico Mochtar Hadiwidodo Moh Djaeni Moh. Djaeni Mohamad Djaeni Mohamad Djaeni Mohammad Ganesha Husada Mora Sombaon Dalimunthe Muchammad, Rizky Muhamad Angger Kalingga Muhamad Munir Amin Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Satya Pranata Muhammad, Rizdian Arsyal Mulyanto, Imam Pujo Musthofainal Akhyar Mustofa, Dandy Ali Nadzirun Bin Basir, Nadzirun Bin Nainggolan, Diontius Nur Adi Triyantoro nur khakiki Nurwantoro . Ocid Mursid Ocid Mursid Ocid Mursid Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Prabaswara, Alvian Dharmala Pradana, Muhammad Daffa Sihma Pranajaya, Wisnu Prasetyo, Emut Andi Prasetyo, Naufal Abdurahman Putra, Ridwan Redi R. Danu Henantyo P Raden Mas Radhityo Naramurti Rafli Rio Manurung Rahman, Amni Zakarsyi Ramudi Sembiring Ratna Dwi Kurniawan Reimigius Baskatara Bungkang Restu Sri Saptoaji Reyhan Ardeo Nasution Reza Shah Alam Ridwan Redi Putra Rifat Al Farid Rinanggara, Yozar Rio Wiendargo Y.S Rivetra, Amelia Hayu Rizkhi, Muhammad Ghozi Tirtha Rizky Cahya Kusuma Roni Prasetyo, Roni Rosiana Dewi Rosita, Ila Samuel . Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Setia Budi Sasongko Setto Pramudyo Kusumo Setyaji, Yekti Shafira Nabila Siregar Shandy Perdana Sihaloho, Febrian Sinaga, Joel Greson Sisworo, Sarjito Jokos Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solikhin Solikhin Sri Pujiyanto Sri Rahayu Tri Astuti Sudarminto, Tri Astuti Sunarno Sunarno Susanto, Novita Suyanto Suyanto Syahada, Keisha Nandhini Syaiful Tambah Putra Ahmad Tri Admono Triyono Triyono Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Untung Budiarto Untung Budiarto Untung Budiarto Utomo Adi Prasetyo Wahyu Adi Nugraha Wahyu Ananda Wahyu Fajar Gemilang Wahyu Krisna Hidayat Widyadhana, Bagas Dhira Wijaya, Safira Febe Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa