Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Teknis Balok Laminasi Bambu Ori dan Serat Ijuk Sebagai Alternatif Komponen Kapal Perikanan Sinaga, Joel Greson; Santosa, Ari Wibawa Budi; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kayu yang tersedia semakin berkurang seiring dengan peningkatan kebutuhan kapal untuk bahan baku. Teknik laminasi dapat digunakan untuk membuat produk kayu yang lebih awet dan memiliki struktur dan sifat mekanik yang lebih kuat. Laminasi bambu ori dan serat ijuk salah satu metode untuk mengembangkan bahan agar memiliki struktur yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan tekuk balok laminasi berpenguat bambu ori dan serat ijuk untuk digunakan sebagai alternatif komponen kapal kayu. Penelitian ini menganalisis perubahan nilai teknis berupa nilai uji tarik dan nilai uji tekuk balok laminasi dengan variasi persentase bahan 0% ijuk 100% bambu, 5% ijuk 95% bambu, 10% ijuk 90% bambu, 15% ijuk 85% bambu, 20% ijuk 80% bambu. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa balok laminasi bambu ori dan serat ijuk memiliki rata-rata kadar air 8,9-9,17%, berat jenis rata-rata 0,7-0,76 gr/cm3, memilki rata-rata kuat tarik sebesar 167,67-206,67 Mpa dan rata-rata kuat tekuk sebesar 80,36-88,92 Mpa. Dari penelitian ini juga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi persentase bambu ori dalam balok laminasi, berbanding lurus dengan kenaikan kekuatan teknis balok laminasi. Berdasarkan standar BKI bahwa balok laminasi bambu ori dan serat ijuk memenuhi standar kelas kuat kayu BKI dan tergolong dalam kayu kelas kuat II.
Analisa Pengaruh Penambahan Inhibitor CaCO3 Terhadap Laju Korosi Pada Baja ASTM A36 dengan Variasi Konsentrasi Inhibitor Rizkhi, Muhammad Ghozi Tirtha; Sisworo, Sarjito Joko; Budi Santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan fenomena yang tentu sering terjadi dalam industri perkapalan. Industri perkapalan yang sangat bersinggungan dengan air laut yang merupakan salah satu penyebab dari korosi tentu hal ini akan menjadi masalah besar apabila tidak ditanggulangi dengan baik. Inhibitor korosi adalah zat kimia yang ditambahkan pada suatu lingkungan terhadap logam untuk menurunkan laju korosi logam di dalamnya. Oleh sebab itu diperlukan inhibitor untuk menekan laju korosi pada baja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan inhibitor CaCO3 terhadap laju korosi merata pada baja ASTM A36. Pada penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi inhibitor 5 %, 10% 15% dan juga tanpa ditambahkan inhibitor sebagai pembanding serta dengan variasi waktu dalam 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan metode weightloss untuk meneliti kehilangan berat yang terjadi pada spesimen uji dan juga elektrokimia untuk meneliti terkait laju korosi. Hasil yang didapatkan dalam pengujian yaitu kehilangan berat dan laju korosi terendah terjadi pada penambahan inhibitor dengan konsentrasi 15 % dalam waktu 5 hari yaitu sebesar 0.72 gram dan 0.62433 mmpy. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan inhibitor CaCO3 dapat memperlambat laju korosi dan laju korosi bertambah seiring dengan lama waktu perendaman dan berkurang seiring dengan pertambahan konsentrasi inhibitor
Analisa Pengaruh Variasi Ketebalan Serta Jenis Coating Pada Pelat Baja SS400 Terhadap Laju Korosi dan Uji Adhesi Aji, Alfi Bayu; Santosa, Ari Wibawa Budi; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja SS 400 merupakan material utama dalam industri perkapalan. Meskipun memiliki keunggulan, baja ini menghadapi masalah yang tidak dapat dihindari yakni korosi. Namun dapat diperlambat dengan melakukan pemberian pelapisan pada permukaan baja (coating). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan dan jenis coating yang berbeda terhadap pengujian adhesi dan laju korosi. Material yang digunakan adalah baja SS400 dengan menerapkan variasi ketebalan 75 µm, 125 µm, dan 250 µm, serta jenis coating alkyd dan epoxy sebagai primer coating menggunakan solvent thinner. Pengujian adhesi menggunakan metode pull-off-test dengan Standar ASTM D4541, sedangkan untuk pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia menggunakan sel tiga elektroda dengan software CorrTest sesuai standar ASTM G102. Pengujian dilakukan setelah pelapisan diaplikasikan dan cat benar-benar kering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai adhesi metode pull-off-test  tertinggi diperoleh pada pelapis epoxy hempadur mastic 45881  dengan ketebalan 250 µm, yaitu 18,78 MPa. Sementara itu, laju korosi metode elektrokimia terbaik diperoleh pada coating epoxy hempadur mastic 45881 dengan ketebalan 125 µm menghasilkan nilai 0,016915 mmpy. Semakin tebal penerapan coating tidak selalu meningkatkan perlindungan terhadap laju korosi, tetapi justru dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cacat coating yang dapat menurunkan perlindungan pada material.
Pengaruh Variasi Suhu PWHT Normalizing Pada Instalasi I Bracket Pasca Pengelasan FCAW Alqarni.M, Ways; Budiarto, Untung; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelasan konstruksi kapal material tidak hanya satu jenis saja bahkan ada dua material yang berbeda di sambungkan. Baja grade A termasuk golongan baja low carbon yang sering digunakan dalam konstruksi kapal, Cast iron juga menjadi salah satu solusi untuk konstruksi bagian dalam bentuk yang rumit. Pada pasca pengelasan material terdapat tegangan-tegangan sisa di daerah sekitar heat affeacted zone (HAZ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas dalam penyembungan baja grade A dengan cast iron pada pengelasan Flux Cored Arc Welding (FCAW). Metode yang digunakan dengan melakukan pemanasan material dengan suhu 550°C, 650°C dan 700°C kemudian dilakukan pengujian ultrasonik dan uji fracture. Hasil pengujian utrasonik spesimen dengan Post Weld Heat Treatment (PWHT) 550°C, 650°C, dan 700°C ada indikasi cacat las, setalah di uji dengan metode fracture didapatkan porosity pada hasil pengelasan. Hasil pengujian yang tanpa PWHT terdapapat slag inclution. Dari hasil penelitian ini dapat di ambil kesimpulan bahwa perlakuan panas atau PWHT tidak dapat mempengaruhi atau menghilangkan cacat pengelasan yang terjadi. 
PERENCANAAN KAPAL CONTAINER 12500 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN SURABAYA - BANJARMASIN Prabaswara, Alvian Dharmala; Kiryanto, Kiryanto; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal kontainer sangat penting digunakan dalam melakukan kegiatan ekspor impor dikarenakan dapat mengangkut barang secara efisien dan hemat biaya dibandingkan mengirim melalui pesawat terbang. Surabaya, kota pelabuhan utama dan pusat industri, mengandalkan ekspor produk seperti tekstil dan barang elektronik, sementara Banjarmasin, pusat industri pertambangan, minyak bumi, dan energi, bergantung pada ekspor batu bara, minyak, dan gas alam. Memahami komoditas dan aktivitas ekonomi kedua kota ini penting dalam perencanaan operasional kapal kontainer melintasi rute pelayaran Surabaya-Banjarmasin. Pengembangan kapal kontainer yang efisien dan mampu mengangkut berbagai macam komoditas antara kedua kota ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing sektor perdagangan maritim Indonesia. Untuk pemodelan kapal menggunakan software Auto Cad, Maxsurf, dan 3ds Max. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LOA = 140.13 m, LWL = 136.72 m, LPP = 132.73 m , B = 23.36 m, H = 11.45 m, T = 8.46 m, Vs = 17.29 knot.
Implementasi Metode Critical Chain Project Management (CCPM) Pada Proses Reschedule Kapal TB. Anugrah Lestari 02 dan BG. Alika 102 Bahtiar, Muhammad Hafids; Santosa, Ari Wibawa Budi; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran kapal sangat terlihat dalam proses transportasi manusia maupun barang. Sehingga kinerja kapal harus diperhatikan, untuk meningkatkan kinerja dan mutu sebuah kapal diperlukan proses pemeliharaan dan perbaikan kapal untuk mempertahankan kualitas dan status layak jalan dari suatu kelas. Dalam penelitian ini menggunakan metode Critical Chain Project Management (CCPM). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan diagram jadwal jaringan yang baru, mengetahui total durasi waktu penerapan metode ccpm , mengetahui durasi waktu dan penambahan waktu Buffer, mengetahui urutan kritis, dan menghitung produktivitas.Buffer time pada critical chain berfungsi untuk mengantisipasi jika terdapat hal-hal yang tidak pasti pada pelaksanaan suatu proyek Hasil penelitian diperoleh 20 rangkaian kritis dari 56 kegiatan pada diagram jaringan, total waktu durasi yang didapat selama 28 hari, lebih cepat 11 hari dari jadwal sebelumnya. Hasil yang diperoleh dari perhitungan penyangga proyek sebesar 9,15 hari, apabila seluruh penyangga ditambahkan pada waktu pelaksanaan maka waktu penyelesaian proyek menjadi lebih lama dari waktu yang direncanakan. Hasil perhitungan produktivitas individu memperoleh percepatan sebesar 50% dilihat dari perbandingan waktu sebelum dan sesudah menggunakan metode ccpm pada Rantai kritis tanpa memperhatikan pendahulu.
Design Interior dan Re-layout Ruang Akomodasi dengan Metode CORELAP pada Kapal Ro-Pax 10000 GT Siswoyo, Ghaisani Nabilla; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Ro-Pax dilakukan perbaikan desain interior dan tata letak berdasarkan aturan SOLAS akibat kebakaran kapal. Penelitian ini bertujuan merencanakan layout ruang akomodasi kapal menggunakan metode CORELAP dan hasil desain interior dipastikan sesuai dengan peraturan SOLAS. Manfaat dari penelitian ini terciptanya layout yang teratur dan desain interior yang mementingkan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan berhasil menciptakan susunan layout baru yang merupakan opsi terbaik, dimana Ruang Deluxe memiliki kedekatan dengan Ruang VVIP dan Ruang VIP. Toilet 1 memiliki kedekatan dengan Ruang VIP. Toilet 2 memiliki kedekatan dengan Mushola, Ruang Medis dan Ruang Ekonomi. Ruang Pengemudi memiliki kedekatan dengan Ruang Eksekutif 1 dan Ruang Eksekutif 2. Mushola memiliki kedekatan dengan Toilet 2, Ruang Eksekutif 1, Ruang Eksekutif 2 dan Ruang Medis. Dapur Saji memiliki kedekatan dengan Ruang Ekonomi dan Kafetaria. Perubahan pada masing-masing ruangan yang diteliti sudah memenuhi peraturan keselamatan mengenai material yang tidak mudah terbakar, peletakan furnitur, penerangan darurat tambahan, deteksi kebakaran, sprinkler, ketersediaan APAR, lifejacket.
Pengaruh Kuat Arus dan Jenis Elektroda dengan Kandungan Nikel Terhadap Sifat Mekanis Baja Kapal Grade A pada Pengelasan FCAW Muchammad, Rizky; Jokosisworo, Sarjito; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ASTM A36  merupakan jenis baja karbon rendah yang sering digunakan dalam konstruksi lambung kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuat arus dan jenis elektroda terhadap sifat mekanis baja  kapal Grade A pada proses pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding). Metode eksperimental dilakukan dengan variasi kuat arus 125 A, 150 A, dan 200 A serta jenis elektroda E71T-1C dan E81T-Ni1C. Pengujian sifat mekanis melibatkan uji tarik, dan uji impak pada sambungan las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus dan jenis elektroda memiliki pengaruh signifikan terhadap sifat mekanis baja kapal Grade A. Selain itu, perbandingan antar elektroda E71T-1C dan E81T-Ni1C menunjukkan perbedaan karakteristik pada sifat mekanis sambungan las. Nilai kekuatan tarik dan impak paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E81T-Ni1C 150 A yaitu sebesar 487 Mpa dan 1,89 J/mm². Nilai regangan tarik paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E71T-1C  150 A yaitu sebesar 35,07%. Nilai modulus elastisitas paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E81T-Ni1C 125 A yaitu sebesar 232,62 Gpa. Nilai kekuatan impak paling rendah didapat dari spesimen E81T-Ni1C 200 A, Untuk nilai regangan tarik paling rendah didapat dari spesimen E81T-Ni1C 200 A. Nilai kekuatan tarik  paling rendah didapat dari spesimen E71T-1C 200 A. Dari hasil  penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dari variasi tersebut diketahui bahwa perlakuan variasi ampere-meter semakin besar tidak menentukan benda semakin kaku/getas yang menyebabkan kekuatan tarik menjadi tinggi, Selain itu, kandungan nikel juga meningkatkan kekuatan mekanis sambungan, membuatnya lebih tahan terhadap tekanan dan tarikan. Penambahan nikel juga membantu mengendalikan pembentukan pori, yang dapat melemahkan sambungan. Terakhir, stabilitas arus listrik yang ditingkatkan oleh nikel selama proses pengelasan berkontribusi pada kualitas keseluruhan sambungan las.
Analisis Efektifitas Material Handling Re-Layout Galangan Kapal Di PT Samudra Marine Indonesia 1 Departemen New Building Dengan Metode Blocplan Dewangga, Andresito Ignacia; Sisworo, Sarjito Jokos; Budi Santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galangan kapal memerlukan jangkauan yang efektif dan waktu Material Handling untuk mengembangkan industri perkapalan, perusahaan galangan kapal di Indonesia dapat meningkatkan proses produksi kapal karena kondisi lautan dan aktivitas perkapalan yang ada di negara tersebut. Untuk mencapai tujuan produksi dan keuntungan bagi pihak galangan kapal dan pemilik kapal, proses kerja yang efektif diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh layout galangan alternatif dengan nilai efisiensi yang maksimal dan investasi lahan yang minimal. Galangan dalam penelitian ini adalah PT. Samudra Marine Indonesia 1. Penelitian ini menggunakan metode Blocplan Algorithm. Berdasarkan hasil perhitungan, dihasilkan alternative layout PT. Samudra Marine Indonesia 1 yang menyimpulkan alternative layout memiliki jarak dan waktu material handling lebih singkat dan efisien. Alternative layout memiliki perubahan jarak Rectilinear dari Material Handling Facility – Bonded Area menjadi 125,5 m atau berubah sebesar 25,03% dengan waktu menjadi 4 menit berubah sebesar 20%, jarak Rectilinear dari Material Handling Facility – Workshop 2 menjadi 124,8 m atau berubah sebesar 42,85% dengan waktu menjadi 4 menit atau berubah sebesar 42,85%. Serta pada total jarak tempuh Material Handling berubah menjadi 846.3 m perubahan sebesar 33,97%. Perubahan layout PT. Samudra Marine Indonesia 1 menghasilkan biaya modal investasi lahan pada alternative layout sebesar Rp 174.250.000.000 dengan luas area produksi sebesar 8,7 Ha. Biaya modal investasi lahan yang lebih rendah ini dapat membuat BEP atau ROI yang lebih cepat.
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Normalizing pada Pengelasan FCAW Menggunakan Elektroda E81T-Ni1C terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Material Baja ASTM A36 Irfan, Muhammad; Amiruddin, Wilma; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menganalisis kekuatan tarik, impak, dan struktur mikro pada pengelasan FCAW baja ASTM A36 dengan variasi arus dan perlakuan PWHT. Baja ASTM A36 adalah baja karbon rendah dengan kandungan karbon sekitar 0.25% yang banyak digunakan di berbagai industri termasuk perkapalan, namun dalam proses nya sering terjadi masalah struktural dan sifat mekanis karena perubahan suhu yang cepat dan distribusi panas yang tidak merata. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan PWHT dengan pendingin udara yang bertujuan untuk menghasilkan material yang kuat, lunak, ulet, dan menghilangkan tegangan sisa. Hasil penelitian menunjukkan tegangan tarik maksimum tertinggi pada 569.3 MPa dengan PWHT 850°C arus 125A, modulus elastisitas tertinggi 34.2 GPa dengan PWHT 850 arus 125A, serta pada kurva stress-strain didapatkan ductility terbesar yaitu 0.44 pada kondisi suhu 900℃ 175 A dan ductility terkecil yaitu 0.24 pada kondisi suhu 850℃ 125 A. Pengujian impak didapatkan spesimen dengan nilai ketangguhan impak tertinggi yakni oleh spesimen dengan perlakuan PWHT 900°C 125 A dengan nilai rata-rata 3.4 J/mm². Hal tersebut didukung pengamatan struktur mikrografi pada proses normalizing variasi arus 125A dan 175A serta suhu 800°C, 850°C, dan 900°C menunjukkan fasa ferrite dan fasa pearlit membentuk butiran kecil yang rapat dan teratur dibandingkan dengan tanpa PWHT dengan arus 125A dan 175A.
Co-Authors A.F. Zakki Abizar, Muhammad Affan Afif Ardian Aziz Agil Andrian, Agil Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad, Zindhu Maulana Aji Prasetyaningrum Aji, Alfi Bayu Akbarulah Bumi Aji Alaik Farhan Maulidi Aldi Tama Aldino Ihsan Alfian, Wahyu Ali Mustofa Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuddin, Rahmat Ridlo Ammar Faruq Haidar Majid Andi Trimulyono Anggit Andilala Arif Rahman Aris Sugiharto Arsha, Nabila Syahadati Artha Deri Putra Asiyah, Tahsya Azalia, Nashwa Azzam, Muhammad Abdullah Bahtiar, Muhammad Hafids Bambang Sri Waluyo Bayu Wisnu Sasongko, Bayu Wisnu Berlian Arswendo Adietya Bhakti Sa’ Dana Boris De Palma Sitorus C. I. Sutrisno Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Chandra Wijaya Panggabean Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dewangga, Andresito Ignacia Dhony Catur Pamungkas Dzakwan, Muhammad Aufa Edi Yuliana Egi Juniawan Eko Didik Widianto Eko Sasmito Hadi Enggal Noor Laksono Fahmi Fernando Yuliansyah Fakhrian, Muhamad Zaki Faris Nofandi Fauzi, Adnan Febiani Dwi Utari Febrian Wahyu Wijaya Firnandito, Anugrah Gema Mar'ie Habibie Gilas Dwi Maylano good rindho Good Rindo Gozal Apri Prayuda Guguraty, Resti Apriana Gunarti, Monika Retno Hardhina Aglomerra Harlinanda, Daffa Alifian Hartanto, Tri Mulyatno Budhi Hartono Yudo Heidija, Anne Marie Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Herman Josef Emerald Hermin Werdiningsih Hizkia Parningotan Pangaribuan I Gede Bayu Pradnya Subagia Ibrahim, Muhammad Husein Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indro Sumantri Iqbal, Muhammad Faiq Islam Filardli, Abdullah Malik Jati Utomo Dwi Hatmoko K Kiryanto Kartika, Fira Candra Khaeru Roziqin Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Teguh Martono Kurniawan, Hosea Lestari, Fiya Auliya Lingga, Emilio Frans Lubis, Nazwa Syalsabilla M. Nafis Setiawan Mamat Riyadi Manik, Parlindingan Mantau, Aprinaldi Jasa Maria Listyo Yulianti Martino, Martino Maulana, Hakim Anang Michael Enrico Mochtar Hadiwidodo Moh Djaeni Moh. Djaeni Mohamad Djaeni Mohamad Djaeni Mohammad Ganesha Husada Mora Sombaon Dalimunthe Muchammad, Rizky Muhamad Munir Amin Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Khalil, Muhammad Muhammad Satya Pranata Muhammad, Rizdian Arsyal Mulyanto, Imam Pujo Musthofainal Akhyar Mustofa, Dandy Ali Nadzirun Bin Basir, Nadzirun Bin Nainggolan, Diontius Nur Adi Triyantoro nur khakiki Nurwantoro . Ocid Mursid Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Prabaswara, Alvian Dharmala Pradana, Muhammad Daffa Sihma Pranajaya, Wisnu Prasetyo, Emut Andi Prasetyo, Naufal Abdurahman Prawoto, Agus Projek Priyonggo Sumangun Lukitadi Putra, Ridwan Redi R. Danu Henantyo P Raden Mas Radhityo Naramurti Rafli Rio Manurung Rahman, Amni Zakarsyi Ramudi Sembiring Ratna Dwi Kurniawan Reyhan Ardeo Nasution Reza Shah Alam Ridwan Redi Putra Rifat Al Farid Rinanggara, Yozar Rio Wiendargo Y.S Rivetra, Amelia Hayu Rizkhi, Muhammad Ghozi Tirtha Rizky Cahya Kusuma Roni Prasetyo, Roni Rosiana Dewi Rosita, Ila Samuel . Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Setia Budi Sasongko Setto Pramudyo Kusumo Setyaji, Yekti Shafira Nabila Siregar Shandy Perdana Sihaloho, Febrian Sinaga, Joel Greson Sisworo, Sarjito Jokos Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solikhin Solikhin Sri Pujiyanto Sri Rahayu Tri Astuti Subekti, Joko Sudarminto, Tri Astuti Sunarno Sunarno Susanto, Novita Suyanto Suyanto Syahada, Keisha Nandhini Tri Admono Triyono Triyono Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Umasangadji, Fahmi Untung Budiarto Utomo Adi Prasetyo Wahyu Adi Nugraha Wahyu Fajar Gemilang Wahyu Krisna Hidayat Wahyuni, Anak Agung Istri Sri Widyadhana, Bagas Dhira Wijaya, Safira Febe Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuning Widiarti