Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Tika Lubis; Ina Sugiharti; Ning Hayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya prestasi belajar dipengaruhi oleh motivasi berprestasi dari mahasiswa yang menurun disebabkan karena kurangnya konsep diri yang positif dari dalam diri mahasiswa tersebut. Konsep diri yang baik akan mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk mendapatkan prestasi akademik yang terbaik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap motivasi untuk berperstasi dari mahasiswa kebidanan. Metode penelitiannya menggunakan pendekatan studi korelasional dengan teknik simple random sampling. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester III Prodi D-III Kebidanan STIKES Putra Abadi Langkat sebanyak 65 orang. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dengan analisis data uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri dalam kategori cukup (46,2%), motivasi berprestasi dalam kategori cukup memuaskan (30,8%). Uji statistik korelasi product moment diperoleh bahwa rhitung (0,862) > rtabel (0,244) atau p=0,000<0,05, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan motivasi berprestasi. Secara kuantitatif dapat dinyatakan bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat antara variabel konsep diri dengan motivasi berprestasi yaitu sebesar 74,3%. Diharapkan kepada dosen agar dapat mengembangkan konsep diri yang positif dari mahasiswa untuk meningkatkan motivasi berprestasi sehingga prestasi belajar dapat semakin meningkat.
Efektivitas Senam Anemiaction Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Meda Yuliani; Tika Lubis; Lia Novita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23951

Abstract

ABSTRACT Anemia remains a significant global public health issue affecting adolescent girls and contributing to reduced physical endurance, lowered cognitive focus, and long‑term reproductive risks. This study aims to evaluate the effectiveness of Anemiaction exercise as a low‑intensity aerobic activity designed to stimulate erythropoietin and improve hemoglobin levels. Using a one‑group pretest–posttest design involving 30 adolescent girls, hemoglobin levels were measured before and after four weeks of exercise performed three times weekly. Results showed an increase from 11.2 g/dL to 12.1 g/dL, indicating significant improvement. Anemiaction exercise can serve as an effective, non‑pharmacological school‑based intervention for anemia prevention. Keywords: Hemoglobin, Anemiaction Exercise, Anemia, Adolescent Girls.  ABSTRAK Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami remaja putri dan berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta risiko kesehatan reproduksi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas senam Anemiaction sebagai aktivitas aerobik intensitas ringan yang dapat merangsang eritropoietin dan meningkatkan kadar hemoglobin. Desain penelitian menggunakan one‑group pretest–posttest dengan 30 remaja putri. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi selama empat minggu. Hasil menunjukkan peningkatan dari 11,2 g/dL menjadi 12,1 g/dL. Senam Anemiaction efektif sebagai intervensi non‑farmakologis untuk pencegahan anemia berbasis sekolah Kata Kunci: Hemoglobin, Senam Anemiaction, Anemia, Remaja Putri.
HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA DENGAN MINAT IBU HAMIL DALAM MENGIKUTI KELAS PRENATAL YOGA DI TPMB IDA LAINA, SST RONALEN BR. SITUMORANG; BERLIAN KANDO SIANIPAR; TIKA LUBIS
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11902

Abstract

Dalam kehamilan yang sehat serta kehamilan yang diinginkan atau didambakan oleh setiap para ibu hamil yang sehat. Dengan rajin untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat, rajin berlatih yoga sehat dan teratur akan menjadi salah satu upaya yang baik dilakukan dari awal kehamilan buat para ibu hamil untuk mendukung kesehatan ibu dan janinnya. Adapun prenatal yoga buat ibu hamil merupakan salah satu olahraga moderen dan terbaik yang diketahui dapat memperlancar proses persalinan, mengurangi potensi komplikasi atau ketidaknyamanan pada ibu hamil dan mempercepat proses pemulihan setelah persalinan. Namun demikian, adapun kelas prenatal yoga yang diadakan setiap dua minggu sekali pasien yang mau datang ternyata kurang diminati oleh para ibu ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Penelitian kuantitatif telah dilakukan untuk menganalisa Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar dari responden yaitu 55,7 persen responden dengan sosial budaya negatif dalam minat mengikuti senam prenatal yoga Di TPMB Ida Laina, SST kota Bengkulu. Sebagian besar responden yaitu 57,1 persen responden dengan minat ibu hamil sedang dalam minat mengikuti senam prenatal yoga Di TPMB Ida Laina, SST kota Bengkulu. Melalui uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α: 0.05) diperoleh nilai sosial budaya dengan minat ibu hamil dalam mengikuti kelas prenatal yoga sebesar 0,000 (p-value=0,000<0,05) sehingga H1 diterima. Kesimpulannya, ditemukan Hubungan sosial budaya dengan minat ibu hamil Dalam mengikuti kelas prenatal Yoga di TPMB Ida Laina, SST. Disarankan agar peneliti selanjutnya lebih mengembangkan dengan pemahaman yang lebih luas mengenai faktor yang mempengaruhi minat ibu hamil dalam mengikuti khusus buat kelas prenatal yoga dan di Puskesmas, TPMB, Rumah Sakit juga dapat disiapkan kelas prenatal yoga.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) melalui Edukasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Meda Yuliani; Intan Yusita; Dyah Ayu Fitriani; Tika Lubis; Ina Sugiharti; Dewi Nurlaela Sari; Widya Arumningtyas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f07jtb68

Abstract

Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, kehamilan usia dini, dan gangguan kesehatan reproduksi. Hasil Survei Mawas Diri (SMD) di wilayah kerja Puskesmas “R” menunjukkan masih terdapat remaja yang memiliki pengetahuan rendah mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS), kesehatan reproduksi, dan konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Darah Tambah (Fe) melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, leaflet, dan video edukasi berdasarkan hasil identifikasi masalah dari Survei Mawas Diri. Sasaran kegiatan adalah remaja di wilayah kerja Puskesmas “R”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang diberikan dengan lebih baik. Pendidikan kesehatan terbukti menjadi salah satu upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, kader kesehatan, dan masyarakat.
Program Deteksi Dini Hipertensi melalui Skrining Tekanan Darah dan Edukasi Kesehatan di Desa Mandalahaji, Kabupaten Bandung Asep Roni; Dedeh Dahliah; Rizki Siti Nufitria; Ika Kunia Sukmawati; Novaliana Devianti Sagita; Wini Resna Novianti; Anri Anri; Tika Lubis; Fania Putri Alya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27680

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering tidak menunjukkan gejala sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah menjadi penting di tingkat masyarakat. Posbindu dan kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi sarana skrining serta edukasi faktor risiko hipertensi. Kegiatan ini bertujuan melakukan skrining tekanan darah dan memberikan edukasi mengenai hipertensi kepada masyarakat Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Juli 2026 di RW 10 Desa Mandalahaji dengan pendekatan edukatif dan skrining kesehatan. Data yang dianalisis meliputi karakteristik peserta, nilai pre-test, dan hasil pengukuran tekanan darah. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rerata. Sebanyak 34 peserta mengikuti kegiatan dengan rentang usia 24–74 tahun. Sebagian besar peserta adalah perempuan (88,2%). Rerata nilai pre-test sebesar 85. Rerata tekanan darah peserta adalah 130,82/84,35 mmHg. Sebanyak 17 peserta (50,0%) memiliki hasil tekanan darah ≥140 mmHg sistolik dan/atau ≥90 mmHg diastolik pada saat skrining. Dua peserta menunjukkan hasil sangat tinggi, yaitu 210/140 mmHg dan 196/117 mmHg, sehingga memerlukan tindak lanjut kesehatan. Skrining berbasis masyarakat ini berhasil mengidentifikasi peserta dengan hasil tekanan darah tinggi yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Kegiatan edukasi dan skrining perlu dilanjutkan secara berkala melalui Posbindu dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Hipertensi, Masyarakat, Skrining, Tekanan Darah.  ABSTRACT Hypertension is one of the major non-communicable diseases that may occur without noticeable symptoms, making early detection through blood pressure screening important at the community level. Community-based screening and health education can support early detection and hypertension prevention. This community service activity aimed to conduct blood pressure screening and provide hypertension education to residents of Mandalahaji Village, Pacet District, Bandung Regency. The activity was conducted on July 30, 2026, in RW 10, Mandalahaji Village, using an educational and screening approach. Data included participants' characteristics, pre-test scores, and blood pressure measurements. Data were analyzed descriptively using frequencies, percentages, and means. A total of 34 participants participated, with ages ranging from 24 to 74 years. Most participants were women (88.2%). The mean pre-test score was 85. The mean blood pressure was 130.82/84.35 mmHg. Seventeen participants (50.0%) had blood pressure readings of ≥140 mmHg systolic and/or ≥90 mmHg diastolic during screening. Two participants had markedly elevated readings of 210/140 mmHg and 196/117 mmHg and therefore required further health follow-up. This community-based screening successfully identified participants with elevated blood pressure who required further monitoring. Regular screening and health education through community health posts and primary healthcare facilities should be continued. Keywords: Blood Pressure, Community, Health Education, Hypertension, Screening.