Claim Missing Document
Check
Articles

Parameter Pertumbuhan (L∞, K , T0) dan Tingkat Kematangan Gonad Ikan Cakalang Katsuwonus pelamis soukotta, imanuel vt; Saputra, Suradi Wijaya
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol2iss1pp59-66

Abstract

This research was conducted to determine growth patterns and gonadal maturity levels, samples were taken randomly when the fishermen unloaded the fish from the boat. The results showed that skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) obtained a growth coefficient (K) of 1.85 per year with an asymptotic length of 75.90 cm, t0 -0.06501 years with T max maximum age = 3/K+t0 of 1 .5 years and an Rn value of 0.169. After plugging the growth value into the von Bertalanffy equation for skipjack tuna caught in the Banda seas of Maluku Province, the equation Lt=75.90{1-e-0.14(t+0.06501)} for skipjack tuna caught in Banda Sea waters. Visually, the results of observations in the field showed that female skipjack tuna entered TKG II at body length 44-59 cm, gonad length was 17.4 cm and male skipjack tuna reached TKG II at body length 43-58 cm, gonad length was 16.5 cm. The results showed that entering TKG III visually at body length measures 50.5-73.5 with a gonad length of 20 cm for female skipjack tuna and male skipjack tuna for TKG III dominates with a body length size of 70.5-79.5 cm with a gonad length of 20 cm
Analisis Sebaran Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a, dan Zona Potensial Penangkapan Ikan Cakalang di Perairan Jayapura Fofied, Fernanda Gitarini; Hartoko, Agus; Saputra, Suradi Wijaya
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i3.63007

Abstract

Suhu permukaan laut dan klorofil-a merupakan parameter oseanografi yang penting untuk mengetahui keberadaan ikan cakalang dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan yang potensial. Penelitian ini menggunakan data suhu permukaan laut dan klorofil-a dari sensor Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) Aqua yang diunduh pada situs resmi National Aeronautics and Space Administration (NASA), kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Sea WIFS Data Analysis System (SeaDAS).  Tujuan dilakukan penelitian ini adalah menganalisis sebaran Suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a di Perairan Jayapura pada Musim Timur dan Musim Barat, serta memetakan zona potensial penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Jayapura berdasarkan sebaran spasio temporal musim Timur dan musim Barat. Data SPL dan klorofil satelit diolah dari 2018-2020. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada penelitian yaitu metode deskriptif. Data koordinat tangkapan ikan cakalang dan data citra SPL dan klorofil-a diolah dengan metoda geo-statistik gridding. Selanjutnya data spasial tangkapan ikan di overlaykan pada data spasial SPL dan klorofil-a.  SPL di perairan Jayapura bervariasi antara 28‒35°C tahun 2018-2020 Musim Timur dan Musim Barat. Variasi konsentrasi klorofil-a secara temporal rata-rata berkisar antara 0,2-0,5 mg/m³ tahun 2018-2020 Musim Timur dan Musim Barat. Tangkapan ikan cakalang berkisar antara 60-1000 Kg.  Daerah penangkapan ikan yang potensial adalah daerah yang konsentrasi klorofil-a tinggi dengan kisaran pada Musim Timur antara 0,1-0,5 mg/m³ tahun berapa 2020 Musim Timur. Klorofil pada musim Barat 2020 berkisar antara 0,3‒0,5 mg/m³. Suhu optimum untuk penangkapan ikan pada Musim Timur 2020 berkisar antara 29°C-30°C , dan Musim Barat berkisar antara 28‒30 °C. Sea surface temperature and chlorophyll-a are important oceanographic parameters to determine the presence of skipjack tuna and analyze potential fishing zones. This research uses sea surface temperature and chlorophyll-a data from the Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) sensor downloaded from the National Aeronautics and Space Administration (NASA) official website and processed the data using the Sea WIFS Data Analysis System (SeaDAS) software.  The aim of this research is to analyze the distribution of sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a concentrations in Jayapura waters during the East and West seasons, as well as to map the potential fishing zones for skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) in Jayapura waters based on the temporal distribution of the East and West seasons. West. Satellite SST and chlorophyll data were processed from 2018-2020. The research method used in this research refers to research, namely the descriptive method. The coordinate data for skipjack tuna catches and SST and chlorophyll-a image data were processed using geo-statistical gridding methods. Next, the spatial data on fish catches is overlaid on the SST and chlorophyll-a spatial data.  SST in Jayapura waters varies between 28‒35°C in 2018-2020 East Season and West Season. The average temporal variation in chlorophyll-a concentration ranges between 0.2-0.5 mg/m³ in 2018-2020 East Season and West Season. Skipjack tuna catches range from 60-1000 kg.  Potential fishing areas are areas with high concentrations of chlorophyll-a with a range in the East Season between 0.1-0.5 mg/m³ what year is the 2020 East Season. Chlorophyll in the 2020 West season ranged from 0.3‒0.5 mg/m³. The optimum temperature for fishing in the 2020 East Season is between 29°C-30°C, and the West Season is between 28‒30°C.
Perbandingan Produktivitas Alat Tangkap Sodo (Push Net) dan Wangkong (Trap Net) Terhadap Hasil Tangkapan Udang Putih (Penaeus merguiensis) di Perairan Wedung, Kabupaten Demak Griselda, Adinda Putri Khairunnisa; Saputra, Suradi Wijaya; Purnomo, Pujiono Wahyu
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.65734

Abstract

Perairan Wedung merupakan wilayah potensial sumber daya udang di Kabupaten Demak. Sodo dan wangkong merupakan alat tangkap yang memanfaatkan udang putih (P. merguiensis) sebagai hasil tangkapan utamanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui produktivitas dari kedua alat tangkap tersebut terhadap hasil tangkapan udang putih.  Hasil penelitian menunjukkan ukuran panjang karapas dominan udang putih yaitu 30,66-35,66 mm pada sodo dan 22,56-27,56 mm pada wangkong dengan nilai Lc50% pada sodo yaitu 34,5 mm lebih besar dibandingkan wangkong yaitu 25,8 mm. Perbandingan rasio kelamin udang putih jantan dan betina pada sodo dan wangkong masing-masing 1:0,80 dan 1:0,89. Pola pertumbuhan udang putih oleh sodo yaitu b=3,1116 pada jantan dan b=2,952 pada betina. Sedangkan, pola pertumbuhan udang putih oleh wangkong yaitu b=2,9974 pada jantan dan b=2,8754 pada betina. Uji-t pada nilai b tersebut menunjukkan t hitung<t tabel sehingga pola pertumbuhan dari kedua alat tangkap bersifat isometrik. Nilai CPUE udang putih kedua alat tangkap menunjukkan pada bulan Februari-April 2024 cenderung meningkat, namun menurun pada bulan Mei 2024. Nilai CPUE tertinggi yaitu 9 kg/trip pada sodo dan 4,87 kg/trip pada wangkong. Sedangkan nilai CPUE terendah yaitu 2,69 kg/trip pada sodo dan 2,8 kg/trip pada wangkong.
Laju Mortalitas dan Tingkat Pemanfaatan Ikan Layang Deles (Decapterus macrosoma) Berdasarkan Data di PPN Pekalongan Astuti, Menur Puji; Saputra, Suradi Wijaya; Taufani, Wiwiet Teguh
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v14i1.1891

Abstract

Ikan Layang merupakan salah satu ikan pelagis kecil yang bernilai ekonomis penting. Penelitian dilakukan pada Agustus-November 2020 Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling, dilakukan satu kali dalam setiap bulan. Analisis data diantaranya struktur ukuran, LC50%, LM50%, parameter pertumbuhan, laju mortalitas dan tingkat eksploitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ukuran ikan Layang pada kisaran 140-220mm. LC50% = 186 mm lebih besar dibandingkan LM50% ikan Layang jantan 180 mm dan betina 171 mm. K =  2,00 dan L∞ = 221 mm. Mortalitas total (Z) = 4,02, nilai F = 2,41, M = 1,61 dan tingkat eksploitasi (E) = 0,60 yang menunjukkan tingkat pemanfaatan optimum.
Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove Di Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Asriningpuri, Degrita Herdianti; Saputra, Suradi Wijaya; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.30514

Abstract

Desa Kartika Jaya adalah salah satu wilayah di pesisir pantai utara Jawa Tengah yang memiliki hutan mangrove dan dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menunjang sektor perekonomian, diantaranya kegiatan pariwisata, perikanan dan pemanfaatan hasil hutan. Nilai valuasi ekonomi dari kegiatan pemanfaatan ekosistem mangrove di Desa Kartika Jaya perlu dikaji untuk mengetahui seberapa besar kontribusi ekonomi terhadap jasa ekosistem tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi total yang terdiri dari nilai manfaat langsung, manfaat tidak langsung dan manfaat pilihan ekosistem mangrove di Desa Kartika Jaya. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Travel Cost Method (TCM) untuk mengetahui nilai ekonomi wisata, Market Price (MP) untuk mengetahui nilai ekonomi hasil hutan mangrove dan perikanan, Replacement Cost untuk mengetahui nilai mangrove sebagai penahan abrasi, dan Benefit Transfer untuk mengetahui nilai biodiversity. Nilai Ekonomi Total (lower-upper) yang didapatkan di Desa Kartika Jaya yaitu Rp.7.107.540.764,00 sampai Rp.7.770.420.764,00 per tahun dengan rincian Nilai Manfaat Langsung (lower-upper) Rp 3.900.611.200,00 sampau Rp.4.563.491.200,00, Nilai Manfaat Tidak Langsung Rp.3.200.190.000,00 dan Nilai Manfaat Pilihan  Rp.6.739.564,00.
Analisis Bioekonomi Perikanan Pancing Ulur Di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng Gunungkidul Zuleca, Maulidina Ziva; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.32151

Abstract

Peningkatan eksploitasi sumber daya ikan pelagis besar sebagai akibat meningkatnya permintaan terhadap sumber daya tersebut akan berdampak pada semakin tingginya pemanfaatan sumber daya ikan pelagis besar. Pancing ulur merupakan alat tangkap tradisional yang digunakan para nelayan dengan target tangkapan ikan Madidihang dan Cakalang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui komposisi hasil tangkapan pancing ulur dan mengetahui ekonomi perikanan pancing ulur di PPP Sadeng Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang dikumpulkan adalah data jumlah nelayan, jumlah alat tangkap dan hasil tangkapan, dan trip melaut. Data sekunder yang diambil pada saat penelitian adalah hasil tangkapan dan trip melaut tahun 2015 hingga 2019. Metode penentuan responden adalah metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan Gordon-Schaefer. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan pancing ulur yang didaratkan di PPP Sadeng adalah ikan pelagis besar, seperti Madidihang (Thunnus albacares), Tongkol Komo/Kawa-kawa (Euthynnus affinis), Cakalang (Katsuwonus pelamis) dan Lemadang (Coryphaena hippurus). Nilai produksi paling menguntungkan dan berkelanjutan (MEY) adalah 1.122 ton/tahun, dengan upaya tangkap optimum 453 trip/tahun.
Utilization of Locally Available Feeds to Develop Sustainable Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) Farming in Central Java Ariyati, Restiana Wisnu; Trienes, Yoni; Rejeki, Sri; Hutabarat, Johannes; Haeruddin, Haeruddin; Sarjito, Sarjito; Saputra, Suradi Wijaya; Widowati, Lestari Lakhsmi; Schrama, Johan; Bosma, Roel H.
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 29, No 4 (2024): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.29.4.433-444

Abstract

The popularity of the blue swimming crab (Portunus pelagicus) has led to significant overfishing. Aquaculture offers a potential solution to reduce fishing pressure, given that P. pelagicus is relatively easy to hatch, has high fecundity, a short larval duration, and rapid growth. However, knowledge about feed preferences and feed-use efficiency in P. pelagicus is limited. This study compared the effectiveness of three locally available feeds. A total of 160 juvenile P. pelagicus were divided into five repetitions across four diet groups: PPV (shrimp pellets + Perna viridis flesh, crude protein = 45 %), PAI (shrimp pellets + Acetes indicus, crude protein = 45 %), P100 (shrimp pellets, crude protein = 30%), and P150 (shrimp pellets at 150% of the dry matter requirement, crude protein = 45%, iso-protein to both PPV & PAI). The experiment consisted of three phases: a one-week pre-trial to determine feeding rates, followed by a six-week culture period (Period-1) and an eight-week culture period (Period-2). Body weight and survival were measured biweekly, feed amounts were adjusted accordingly, and costs were recorded. Survival rates and feed conversion ratios were similar across all diets. Crab growth was lower in Period-2 than in Period-1 across treatments. The specific growth rates for PPV, PAI, and P150 were comparable, while P100 resulted in lower growth. The cost of PPV was higher than that of PAI, P100, and P150, with the economic feed conversion ratio for P100 and P150 outperforming PPV and PAI. Shrimp pellets proved to be an efficient feed for the grow-out phase of blue swimming crabs, though pellet size should match the crab’s size.
Penentuan Ukuran Mata Jaring untuk Keberlanjutan Udang Penaeus merguiensis di Perairan Papua Selatan Melmambessy, Edy H.P.; Saputra, Suradi Wijaya; Hartoko, Agus; Mudzakir, Abdul Kohar
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.61672

Abstract

Tingkat pemanfaatan (E) udang Penaeus merguiensis di perairan pantai Laut Arafura Merauke Provinsi Papua Selatan dalam kategori over-fishing (E=0,76/tahun untuk jantan dan betina E= 0,59/tahun). Mortalitas karena penangkapan (F) lebih besar dari mortalitas alami (M), menunjukan tekanan penangkapan tinggi.  Tujuan penelitian menganalisis penentuan ukuran mata jaring untuk keberlanjutan penangkapan udang P. merguiensis di perairan pantai Laut Arafura Merauke Provinsi Papua Selatan. Metode survei digunakan dalam penelitian, dengan teknik pengambilan sampel: sistimatik sampling.  Waktu pengumpulan data: Agustus 2022 - Juli 2023 pada tiga stasiun penelitian.  Analisis data utamanya penentuan ukuran mata jaring. Ukuran mata jaring untuk keberlanjutan udang P. merguiensis di stasiun A Distrik Naukenjerai = 50,80 - 98,21 mm; stasiun B Distrik Merauke = 42,68 mm; dan stasiun C Distrik Semangga = 50,05 mm. Penentuan ukuran mata jaring ini telah mempertimbangkan ukuran pertama matang gonad udang P. merguiensis pada ketiga stasiun penelitian: A Distrik Naukenjerai = 42,20 mmCL, B Distrik Merauke = 40,20 mmCL, dan C = 42,00 mmCL. Pengaturan ini dimaksudkan agar udang yang tertangkap secara ekonomi menguntungkan, dan kelestarian sumber daya udang dapat dijaga. Hasil penelitian dapat dijadikan pertimbangan kebijakan penentuan ukuran mata jaring trammel net dan pukat tarik dalam penangkapan udang secara berkelanjutan.
First report of baby crab molecular identification from the North Coast of Cirebon, Indonesia Karohmatullah, Achmad Mufidh; Sabdaningsih, Aninditia; Saputra, Suradi Wijaya; Sari, Fitria
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.34897

Abstract

Baby crab consumption has become a growing trend in snack markets across Asia, with rising popularity in at least five countries. Cirebon, situated on the coast of West Java, is a region experiencing particularly high demand for baby crab commodities, notably the locally known "kroyo" crab. However, without adequate information on this species, its future stock sustainability may be compromised. Indonesian regulations governing high-value Crustacea commodities, outlined in Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulation Number 16 of 2022, include lobster (Panulirus spp.), mangrove crab (Scylla spp.), and blue swimming crab (Portunus spp.). This study employs both morphological and molecular analyses, utilizing DNA barcoding techniques. Male (AMJ) and female (AMB) crabs were collected in February 2023 from Gebang Waters, Cirebon, Indonesia. Morphological identification followed guidelines established by the Food and Agriculture Organization (FAO) for crabs, while molecular identification utilized the Cytochrome Oxidase I (COI) gene. Morphological features such as carapace characteristics, front-orbital border, and cheliped spine morphology categorize the specimens under the genus Charybdis. Specifically, the presence of two spines in the cheliped indicates classification as Charybdis anisodon, a conclusion supported by molecular analysis revealing a 98.9298.96% similarity with C. anisodon. Further analysis of the stock of this crab species is necessary to enhance awareness of its exploitation and inform sustainable management practices.Keywords:Baby crabDNA barcodingFisheries managementIdentificationMorphological
Identification and Phylogenetic Analysis of Blue Swimming Crab (Portunus sp.) in The Northern Waters of Jepara Used DNA Barcoding Lazuardhi, Risqi; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Saputra, Suradi Wijaya; Hartoko, Agus; Haeruddin, Haeruddin
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.38705

Abstract

The Awur Bay and Kartini Beach in Jepara, Central Java, are fishing areas with blue swimming crab as a main catch. This study aims to examine the species of blue swimming crabs captured in the Northern Waters of Jepara from different locations, analyze the molecular characteristics based on gender differences, obtain GenBank accession numbers as genetic conservation, and construct their phylogenetic tree. The research used a quantitative descriptive method. Samples were collected using purposive sampling from fishermen's catches and selected based on the difference in crab claws and carapace color, with a total of 4 samples. The samples were extracted using a DNA extraction kit and tested using Polymerase Chain Reaction (PCR) to visualize mitochondrial DNA (COI gene) and processed using MEGA 11. BLAST results showed that the similarity of the samples to Portunus pelagicus ranged from 97.02% to 99.42%. The different colors of claws and carapace did not affect the DNA sequence composition, hence indicating sexual dimorphisms. The DNA sequences from this study were deposited to GenBank with accession number LC836055.1-LC836058.1. Based on the phylogenetic tree construction, the clade of all samples shows a close relationship with the species Portunus pelagicus.
Co-Authors - Djuwito A'in, Churun Abdul Ghofar Abdul Ghofar Abdul Ghofar Abdul Kohar Mudzakir Abdullah Habibi Adriyani, Alvita Afina Nursa Dewi, Afina Nursa Agus Hartoko Agustiari, Arinta Maulidina Ahnan, Muhammad Firhan Maftuh aji, muhammad tri aliffyana, firanika Angga Yan Prayudha Anhar Solichin Anhar Solihin Aninditia Sabdaningsih Anthonius Hot Arios Apriyanti, Anisa Dwi Arif Widiyanto Asriningpuri, Degrita Herdianti Astuti, Menur Puji Ayu Dwi Purnamawati, Ayu Dwi Ayu Okta Widjayana, Ayu Okta Ayu Rutiyaningsih Ayuningtyas Indrawati Azizi, Nurul Amin Azzahra, Rizqina Nafa Nur Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Bosma, Roel H. Bram Setyadji, Bram Budi Nugraha, Budi Churun Ain Damar Nusawicaksono Kurniawan, Damar Nusawicaksono Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djuwito Djuwito EDY H.P. MELMAMBESSY Eki Septiana Erika Kurniawati, Erika Faik Kurohman Fajrur Rohman, Fajrur Febyansyah Nur Abdullah, Febyansyah Nur Fitria Sari Fofied, Fernanda Gitarini Frida Purwanti Gabriela Ari Sulistyawati Galuh Kirana Anindhita Griselda, Adinda Putri Khairunnisa Haeruddin Haeruddin Hanggoro, Adnan Lintang Harmasnida Rachma, Harmasnida Herna Octivia Damayanti Hilda Fadhila, Hilda Huda, Anisa Arifatul Ibrahim, Putri Sapira Iin Ika Wahyuni Imam Triarso Imanuel Villian Trayanta Soukotta Iswanto, M. Fajar Fajar Johannes Hutabarat Julianto Subekti Karohmatullah, Achmad Mufidh Kartika Widya Iswara Krisliyana Mia Anggarini, Krisliyana Mia Kukuh Prakoso, Kukuh Kurniawan, Wanwan Lazuardhi, Risqi Lestari Lakhsmi Widowati Mahardhika, Septya Mega Manullang, Panogu Marwulandari, Riyani Monica, Soraya Chandra Muhamad Sutri Wardani Nisya, Choirun Norma Afiati Novi Andriani, Novi Nugraha, Satria Wiratama Nurul Mukhlish Bakhtiar Panjaitan, Theresia Pramesti Budi Widyaningrum Pratik Primas Akbar Pratiwi Genesi Siagian, Pratiwi Genesi Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Putra, Muhammad Ardinan Dwi Putri, Lintang Kinanti Ramadhan, Mochammad Rizqy Restiana Wisnu Ariyati Rian Kisworo Rini, Annisa Sulistya Ririn Vianita Rizky Oktarina Nur Dewanti Rosa Anggraeni, Rosa Sakina, Kurnia Sandro, Yosua Sari, Katrina Dwika Sari, Verina Sarjito - Schrama, Johan Siahaan, Debora Ernika Siraj, Ahmad Zhafran Siti Aisyah Siti Rudiyanti Siti Yuliani Rochmatin Skar Puji Astuti, Skar Puji Sri Lestari Sri Rejeki Subijanto Subijanto Suryanti Sutrisno Anggoro Taufani, Wiwiet Teguh Trienes, Yoni Wahyu Kurniawan Wahyu Rizkiyana Wiedha Maharmingnastiti, Wiedha Winda Ari Widyaningtiwi Wiwiet Teguh Taufani Yalindua, Fione Yukita Yulianti, Aida Tri Zuleca, Maulidina Ziva