Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Stok Kepiting di Perairan Pekalongan"“Kendal, Jawa Tengah, Indonesia Taufani, Wiwiet Teguh; Saputra, Suradi Wijaya; Ayuningrum, Diah; Sabdaningsih, Aninditia
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.95004

Abstract

Kepiting merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi produk ekspor dari perairan utara Jawa Tengah. Berdasarkan kajian Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan (2022), potensi lestari kepiting di Laut Jawa diperkirakan 7.360 ton per tahun dengan tangkapan diizinkan 5.152 ton per tahun, dan tingkat eksploitasi telah mencapai 0,9. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pertumbuhan, ukuran tangkap pertama (〖CW〗_c), ukuran matang gonad pertama (〖CW〗_m), dan tingkat eksploitasi kepiting bakau (Scylla sp.) di perairan Pekalongan hingga Kendal sebagai upaya mendukung pengelolaan berkelanjutan. Sebanyak 5.545 individu dianalisis, terdiri dari 2.818 jantan dan 2.727 betina. Hasil menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif (b
Aspek Reproduksi Udang Metapenaeus di Perairan Kabupaten Batang dan Kendal Taufani, Wiwiet Teguh; Solichin, Anhar; Saputra, Suradi Wijaya; Ghofar, Abdul
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai aspek reproduksi udang Metapenaeus di perairan Kabupaten Batang dan Kendal. Kabupaten Batang dan Kendal merupakan salah satu pusat penangkapan udang yang ada di perairan pantai utara. Harapannya sampel dari kedua kabupaten tersebut dapat mewakili gambaran aspek reproduksi udang metapenaeus yang ada di perairan tersebut. Metapenaeus merupakan salah satu genus pada udang ekonomis penting dimana persebarannya hampir di seluruh perairan pantai utara. Tingkat eksploitasi yang berlebihan akan mengakibatkan menipisnya sumberdaya yang ada. Oleh karenaitu, perlu dilakukannya penelitian mengenai aspek reproduksi udang agar memberikan informasi lebih mengenai gambaran kondisi sumberdaya udang metapenaeus yang ada di perairan tersebut. Adapun variabel penelitian antara lain: komposisi spesies dari genus Metapenaeus, struktur ukuran, ukuran pertama kali tertangkap (LC50%), nisbah kelamin dan tingkat kematangan gonad. Pengambilan sampel dilakukan dari bulan Juni – September 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Metapenaues yang tertangkap antara lain: M. ensis, M. tenuipes, M. moyebi, M. conjunctus dan M. affinis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas Metapenaeus yang tertangkap masih dalam kondisi belum matang gonad sehingga perlu diadakannya sosialisasi mengenai penangkapan yang lestari
POPULATION DYNAMIC OF SPOTTED SCAT (SCATOPHAGUS ARGUS LINN) IN SEMARANG BAY WATERS OF SEMARANG, CENTRAL JAVA Saputra, Suradi wijaya; Solichin, Anhar; Sabdaningsih, Aninditia
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.19

Abstract

Ikan Kiper (Scatophagus argus) adalah ikan hias dan ikan dikonsumsi. Ikan Kiper biasanya ditemukan di dekat perairan pantai Indo-Pasifik Barat dari India selatan dan Sri Lanka ke Jepang selatan dan utara ke tenggara Australia dan Filipina. Ikan Kiper dapat mentolerir berbagai salinitas, sehingga dapat hidup di perairan pantai, teluk, muara, dan perairan sungai. Ikan Kiper merupakan salah satu jenis ikan hias, karena warnanya yang indah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dinamika populasi ikan Kiper di perairan Teluk Semarang Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel ikan diambil dari PPI yang menjadi pangkalan pendaratan bagi alat tangkap arad, yang daerah penangkapan di perairan Teluk Semarang, yaitu PPI Tanggulmalang dan Bandengan di Kabupaten Kendal dan PPI Tambaklorok Kota Semarang. Penelitian dilaksanakan mulai bulam April sampai dengan Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Kiper yang tertangkap selama penelitian memiliki panjang total berkisar antara 82 – 165 mm, dengan modus panjang total 127-136 mm. Ukuran pertamakali tertangkap (Lc) pada panjang total 106 mm. Puncak rekrutmen terjadi pada bulan Juli. Hubungan panjang – bobot ikan Kiper mengikuti persamaan W = 0,002* L2,58, dengan pola pertumbuhan allomatrik negatif. Ikan Kiper mengikuti persamaan pertumbuhan von Bertalanffy Lt = 178 (1-exp-0,73(t-0,06)). Laju mortalitas total (Z) 1,96/tahun, mortalitas penangkapan (F) 1,06/tahun dan mortalitas alami (M) 0,90/tahun. Tingkat pemanfaatan (E) adalah 0,54, berarti sudah sedikit di atas optimum (E = 0,5). 
Identification and Phylogenetic Analysis of Blue Swimming Crab (Portunus sp.) in The Northern Waters of Jepara Used DNA Barcoding Lazuardhi, Risqi; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Saputra, Suradi Wijaya; Hartoko, Agus; Haeruddin, Haeruddin
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.38705

Abstract

The Awur Bay and Kartini Beach in Jepara, Central Java, are fishing areas with blue swimming crab as a main catch. This study aims to examine the species of blue swimming crabs captured in the Northern Waters of Jepara from different locations, analyze the molecular characteristics based on gender differences, obtain GenBank accession numbers as genetic conservation, and construct their phylogenetic tree. The research used a quantitative descriptive method. Samples were collected using purposive sampling from fishermen's catches and selected based on the difference in crab claws and carapace color, with a total of 4 samples. The samples were extracted using a DNA extraction kit and tested using Polymerase Chain Reaction (PCR) to visualize mitochondrial DNA (COI gene) and processed using MEGA 11. BLAST results showed that the similarity of the samples to Portunus pelagicus ranged from 97.02% to 99.42%. The different colors of claws and carapace did not affect the DNA sequence composition, hence indicating sexual dimorphisms. The DNA sequences from this study were deposited to GenBank with accession number LC836055.1-LC836058.1. Based on the phylogenetic tree construction, the clade of all samples shows a close relationship with the species Portunus pelagicus.
Size distribution and growth parameters of blue swimming crab (Portunus pelagicus, Linnaeus 1758) in Awur Bay, Jepara Azzahra, Rizqina Nafa Nur; Saputra, Suradi Wijaya; Rudiyanti, Siti
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 2 (August, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i2.11395

Abstract

Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a fishery commodity that has important economic value. One of the catch landings in Teluk Awur, Jepara is blue swimming crab. Intensive crab catching carried out with small sizes has an effect on decreasing crab stocks in the waters. This study aims to determine the size distribution, the relationship between carapace width and weight, growth parameters and recruitment patterns. The research was conducted in May, June, July and August 2022 in the waters of Teluk Awur, Jepara. Sampling using systematic sampling method. The data collected is carapace width (mm) and crab weight (grams). Data analysis was performed using FiSAT II software. The results of the analysis of the relationship between carapace width and weight showed that the growth of the male crab was positive allometric and the growth of the female crab was isometric, with the equation of the male crab W = 0.0000214cW3.251 and the female crab W = 0.0000232cW3.220. The growth parameters obtained by the equation of the male and female crabs were cWt = 158,55(1- e(-1,2(t+0,083))], and cWt = 158.55(1 - e(-0.67(t+0.152) ))). The peak of male crab recruitment was in October at 22,71%, while the female crab was in May at 13,52%, indicating that in that month new crab individuals were added. Based on these results, the stock of crab resources in Jepara's Awur Bay must always be considered and always support the recruitment process of crab. Beside that, the goverment can enforce management of crab fishing.Keywords: Allometric; Carapace Width; Crab; Recruitment
ANALISIS KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN TRAMMEL NET DI PERAIRAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK Nisya, Choirun; Saputra, Suradi Wijaya; Prakoso, Kukuh
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.1.2025.11-20

Abstract

Demak memiliki wiliayah pantai dengan panjang 58 km dari Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung. Sebagian masyarakat di kecamatan tersebut berprofesi sebagai nelayan dengan beragam alat tangkap yang digunakan. Trammel net adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan termasuk nelayan Desa Wedung untuk menangkap spesies target dan non target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan trammel net, nilai Catch per Unit Effort (CPUE), dan biaya operasional untuk setiap trip nelayan Wedung, Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dilakukan dari bulan Desember 2023- Februari 2024. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan metode sensus yang diambil secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan belanak (Chelon planiceps) adalah ikan yang mendominasi hasil tangkapan trammel net. Ikan belanak yang diperoleh selama penelitian sebesar 52% dari keseluruhan hasil tangkapan. Hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis penting adalah udang putih (Penaeus merguiensis). Udang putih  yang diperoleh selama penelitian sebesar 3% dari keseluruhan tangkapan. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) yang diperoleh selama penelitian menunjukkan hasil yang rendah yaitu 5,2 kg/trip. Biaya operasional yang dikeluarkan untuk sekali tripnya sebesar Rp 40.000,00 yang meliputi pembelian gas, rokok, dan makanan. Rentang keuntungan bersih yang diperoleh nelayan setiap trip berkisar antara Rp 10.000,00 – Rp 110.000,00.
KEBIASAAN MAKAN DAN KONDISI EKOLOGI KEPITING VAMPIR (Geosesarma hagen) DI LERENG PEGUNUNGAN MENOREH KULON PROGO Aji, Muhammad Tri; Saputra, Suradi Wijaya; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suryanti, Suryanti
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.3.2024.149 - 160

Abstract

Pegunungan menoreh menyimpan banyak keanekaragaman hayati, salah satunya kepiting hias air tawar yang di duga vampire crab dari jenis Geosesarma hagen. Kepiting ini pertama kali ditemukan di wilayah Cilacap. Informasi spesifik mengenai G. hagen terbatas pada morfologi dan sangat sedikit pada ekologinya. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan informasi ekologi dan kebiasaan makan dari G. hagen yang ditemukan di wilayah pegunungan menoreh. Penelitian dilakukan pada Juni 2023 sampai dengan Mei 2024. Sampel kepiting vampir ditangkap dengan menggunakan tangan kosong (hand picking), Identifikasi sampai tingkat jenis untuk penentuan jenis vampire crab di kulon progo di lakukan juga di laboratorium zoology BRIN. Kebiasaan makan kepiting ditentukan dengan gabungan metode frekuensi kejadian dan metode volumetrik selanjutnya dievaluasi dengan Indeks Of Preponderance. Hasil identifikasi morfologi menunjukan kepiting vampir yang ditemukan di lereng pegunungan menoreh merupakan spesies Geosesarma hagen yang sama ditemukan di Cilacap. Tetapi antara G. hagen yang ditemukan di lereng pegunungan menoreh dan Cilacap memiliki ketinggian berbeda yang dapat mempengaruhi karakteristik ekologi habitatnya. Hasil index of preponderance menunjukan bahwasannya makanan utama kepiting vampir ialah debris (51%) dan kayu (30%), kemudian makanan pelengkap kepiting vampir ialah daun (19%), dan makanan tambahan kepiting vampir yakni cacing (0,32%)
Jumlah dan Tipe Data Mempengaruhi Akurasi Pendugaan Parameter Surplus Produksi Habibi, Abdullah; Saputra, Suradi Wijaya
Akuatiklestari Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i.5037

Abstract

Surplus produksi dengan metode non-ekuilibrium yang dilengkapi dengan kesalahan pengamatan banyak direkomendasikan penggunaannya untuk pendugaan stok ikan. Metode ini memiliki akurasi yang lebih baik karena memperhitungkan adanya kesalahan pengamatan yang terjadi antara indeks kelimpahan dan biomassa sehingga menghasilkan nilai dugaan parameter surplus produksi yang lebih akurat. Penggunaan metode ini mensyaratkan ketersediaan data runtun waktu yang cukup dan kontras yang baik untuk dapat menghasilkan analisa yang akurat. Dua hal penting tersebut tidak selalu tersedia pada banyak perikanan di dunia, termasuk juga perangkat lunak yang membantu untuk melakukan analisis dengan mempertimbangkan data yang tidak sesuai dengan syarat tersebut. Kekurangan ini berpotensi menghasilkan analisis yang jauh dari akurasi yang diharapkan dan berdampak pada keberlanjutan sumberdaya maupun pendapatan ekonomi dari pihak yang menggantungkan hidupnya dari perikanan. Paper ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan metode surplus produksi pada jumlah dan tipe data yang berbeda untuk kemudian melihat akurasi hasilnya, menggunakan perangkat lunak montiR untuk pendugaan parameter surplus produksi. Analisis dilakukan dengan membuat replikasi data yang kemudian dianalisa untuk tipe data dengan kontras yang baik, data bertipe menurun (one-way-trip) yang diestimasi dengan cara biasa, data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood berbasis informasi deplesi dan data bertipe menurun yang diestimasi dengan penalized likelihood menggunakan data populasi. Secara umum simulasi ini menghasilkan informasi mengenai pentingnya jumlah data yang cukup sebagai input untuk analisa surplus produksi, serta pentingnya analisa yang disesuaikan dengan tipe datanya. Lebih lanjut kajian ini memberikan rekomendasi pentingnya pengumpulan data yang konsisten dan jangka panjang untuk meningkatkan akurasi pendugaan stok ikan.
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE SELLING PRICE OF FROZEN BIG EYE TUNA (TUNNUS OBESUS) AT CILACAP FISHING PORT Shalichaty, Shiffa Febyarandika; Saputra, Suradi Wijaya; Wijayanto, Dian; Surarso, Bayu
Jurnal Segara Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v20i2.19438

Abstract

Bigeye tuna is one of Indonesia's leading fishery commodities. One of the main locations for the routine landing and handling of this species is the Cilacap Fishing Port. The selling price of bigeye tuna plays a crucial role in the sustainability of fisheries businesses. However, unstable and unpredictable tuna prices make it difficult for some businesses to assess their long-term sustainability. Various factors influence tuna prices, both internal to fishing operations and external economic conditions. This study aims to identify factors that influence the selling price of bigeye tuna at the Cilacap Fishing Port. This study used direct observation, interviews, and a literature review, with data ranging from 2022 to 2024. The analytical approach used was multiple linear regression analysis. The research findings indicate that the selling price of frozen bigeye tuna is influenced by production volume, production value, fishing month, and operational costs. The F-test results indicate that the dollar exchange rate, export volume and value, production volume, production value, fishing month, and operational costs simultaneously influence the selling price of bigeye tuna. These variables influence 80.6% of the selling price of bigeye tuna, while 19.4% is influenced by other factors outside the research.                   
Population Dynamics of Skipjack Tuna (Katsuwonus pelamis Linnaeus, 1758) Landed at Sadeng Coastal Fishing Port, Yogyakarta Siswana, Atkha Devi; Saputra, Suradi Wijaya; Taufani, Wiwiet Teguh
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol. 9 No. 2 (2026): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v9i2.110615

Abstract

Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) is a major fishery commodity landed at PPP Sadeng, Gunungkidul, Special Region of Yogyakarta, primarily caught using purse seine gear. This study aimed to determine the growth parameters, mortality and exploitation rates. A total of 1,428 randomly sampled fish were collected from June to September 2025. Growth parameters were analyzed using the von Bertalanffy model through the TropFishR in R Studio. Results showed an asymptotic length (L∞) of 75.4 cm, a growth coefficient (K) of 0.93 year⁻¹, t₀ of -0.13, and an isometric growth pattern (b= 3.0003). The length at first capture (Lc) was 44.02 cm. Total (Z), natural (M), and fishing (F) mortality rates were 2.31, 0.93, and 1.38 per year, respectively, with an exploitation rate (E) of 0.59, indicates a condition of potential overfishing.
Co-Authors - Djuwito A'in, Churun Abdul Ghofar Abdul Ghofar Abdul Ghofar Abdul Kohar Mudzakir Abdullah Habibi Adriyani, Alvita Afina Nursa Dewi, Afina Nursa Agus Hartoko Agustiari, Arinta Maulidina Ahnan, Muhammad Firhan Maftuh aji, muhammad tri aliffyana, firanika Angga Yan Prayudha Anhar Solichin Anhar Solihin Aninditia Sabdaningsih Anthonius Hot Arios Apriyanti, Anisa Dwi Arif Widiyanto Asriningpuri, Degrita Herdianti Astuti, Menur Puji Ayu Dwi Purnamawati, Ayu Dwi Ayu Okta Widjayana, Ayu Okta Ayu Rutiyaningsih Ayuningtyas Indrawati Azizi, Nurul Amin Azzahra, Rizqina Nafa Nur Bambang Sulardiono Bayu Surarso Boedi Hendrarto Bosma, Roel H. Bram Setyadji, Bram Budi Nugraha, Budi Churun Ain Damar Nusawicaksono Kurniawan, Damar Nusawicaksono Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djuwito Djuwito Eki Septiana Erika Kurniawati, Erika Faik Kurohman Fajrur Rohman, Fajrur Febyansyah Nur Abdullah, Febyansyah Nur Fofied, Fernanda Gitarini Frida Purwanti Gabriela Ari Sulistyawati Galuh Kirana Anindhita Griselda, Adinda Putri Khairunnisa Haeruddin Haeruddin Hanggoro, Adnan Lintang Harmasnida Rachma, Harmasnida Herna Octivia Damayanti Hilda Fadhila, Hilda Huda, Anisa Arifatul Ibrahim, Putri Sapira Iin Ika Wahyuni Imam Triarso Imanuel Villian Trayanta Soukotta Iswanto, M. Fajar Fajar Johannes Hutabarat Julianto Subekti Kartika Widya Iswara Krisliyana Mia Anggarini, Krisliyana Mia Kukuh Prakoso, Kukuh Kurniawan, Wanwan Lazuardhi, Risqi Lestari Lakhsmi Widowati Mahardhika, Septya Mega Manullang, Panogu Marwulandari, Riyani Monica, Soraya Chandra Muhamad Sutri Wardani Nisya, Choirun Norma Afiati Novi Andriani, Novi Nugraha, Satria Wiratama Nurul Mukhlish Bakhtiar Panjaitan, Theresia Pramesti Budi Widyaningrum Pratik Primas Akbar Pratiwi Genesi Siagian, Pratiwi Genesi Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Putra, Muhammad Ardinan Dwi Putri, Lintang Kinanti Ramadhan, Mochammad Rizqy Restiana Wisnu Ariyati Rian Kisworo Rini, Annisa Sulistya Ririn Vianita Rizky Oktarina Nur Dewanti Rosa Anggraeni, Rosa Sakina, Kurnia Sandro, Yosua Sari, Katrina Dwika Sari, Verina Sarjito - Schrama, Johan Shiffa Febyarandika Shalichaty Siahaan, Debora Ernika Siraj, Ahmad Zhafran Siswana, Atkha Devi Siti Aisyah Siti Rudiyanti Siti Yuliani Rochmatin Skar Puji Astuti, Skar Puji Sri Lestari Sri Rejeki Subijanto Subijanto Suryanti Sutrisno Anggoro Taufani, Wiwiet Teguh Trienes, Yoni Wahyu Kurniawan Wahyu Rizkiyana Wiedha Maharmingnastiti, Wiedha Winda Ari Widyaningtiwi Wiwiet Teguh Taufani Yalindua, Fione Yukita Yulianti, Aida Tri Zuleca, Maulidina Ziva