Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) DALAM KAITANNYA DENGAN PROGRAM REVITALISASI TUNA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Sri Lestari; Anhar Solichin; Suradi Wijaya Saputra
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.835 KB) | DOI: 10.14710/marj.v4i2.8531

Abstract

Analisis potensi ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) dan evaluasi program revitalisasi tuna bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program tersebut terhadap peningkatan potensi dan pemanfaatan tuna khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi ikan Tuna Sirip Kuning melalui analisis produksi, struktur ukuran ikan, L50% dan sifat pertumbuhan ikan Tuna Sirip Kuning, mengetahui perkembangan kapal dengan alat tangkapnya, mengevaluasi program revitalisasi tuna dan merumuskan langkah-langkah pengelolaan sumberdaya perikanan Tuna Sirip Kuning di perairan Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober – 20 Desember 2014 yang berlokasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Gunungkidul. Metode  penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan  sebanyak 4 kali dengan rincian 8 kapal/ perahu setiap sampling. Data primer diperoleh dari perhitungan ukuran panjang dan berat ikan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan yang didaratkan di PPP Sadeng. Data sekunder yang dikumpulkan  berupa data jumlah produksi dan data revitalisasi Tuna Sirip Kuning yang terdiri dari data ukuran ikan dan data harga ikan pada tahun 2010-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penangkapan Tuna Sirip Kuning cenderung growth overfishing dan terjadi penurunan ukuran hasil produksi yang ditandai dengan nilai modus tertinggi 27 cm, L50% 32 cm dan L∞ sebesar 210,53 cm menunjukkan bahwa hasil tangkapan belum layak karena berdasarkan perhitungan nilai L50% < ½ L∞ sedangkan modus tertinggi selama penelitian < L50% menyebabkan ukuran hasil tangkapan tergolong kecil. Nilai CPUE dengan trip standart kapal motor selama penelitian tinggi tetapi, ukuran ikan produksi tergolong kecil dan belum layak tangkap. Sedangkan nilai faktor kondisi sebesar 1,28. Keadaan ini menggambarkan bahwa upaya revitalisasi tuna di Kabupaten Gunungkidul selama 5 tahun terakhir belum tercapai secara maksimal. Analysis of the potential of Yellow Fin Tuna (Thunnus albacares) and tuna revitalization program evaluation was useful to determine how much influence the program to increase the potential and utilization of tuna, especially in Gunungkidul. This study was conducted to determine the potential of Yellow Fin Tuna through the analysis of productions, the size of fish’s structure, L50% and growth properties of Yellow Fin Tuna, determine the development of the boat with fishing gear, evaluate tuna revitalization program and formulate measures Tuna fisheries resource management Yellow Fin in the waters of Gunungkidul. The study was conducted on 13 October to 20 December 2014 that was located in the Port of Coastal Fisheries (PPP) Sadeng, Gunung. The method used in this study was a survey method, with a random sampling technique. The data used were primary and secondary data. The sampling was carried out 4 times with details of 8 ships / boats each sampling. Primary data were obtained from the calculation of the length and weight of Yellow Fin Tuna that catches and landed in PPP Sadeng. Secondary data were collected in the form of data on the number of production and the data of Yellow Fin Tuna revitalization consisting of the data of fish size and fish price in 2010-2014. The results showed that the condition of the cathes of Yellow Fin Tuna tend to be growth overfishing and a the size of the products were too small that marked with the highest mode of value was 27 cm, L50% was 32 cm and L∞ 210.53 cm indicate that the catch was not feasible because the calculation was based on the value of L50% < ½ L∞ while the highest mode for research was < L50% caused the size of the catch was small. CPUE values with standard boat trip during studies was high, however, the size of the fish production was small and not worth to be catching. While the value of the condition factor was 1,28. This situation illustrates that the revitalization of tuna in Gunungkidul during the last 5 years has not reached its full potential.
Analisis Pertumbuhan dan Mortalitas Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Perairan Kendal, Jawa Tengah Rini, Annisa Sulistya; Saputra, Suradi Wijaya; Prakoso, Kukuh
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.60860

Abstract

Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan komoditas perikanan pantai yang banyak terdapat di wilayah hutan bakau atau mangrove. Kepiting bakau memiliki kontribusi yang berpengaruh terhadap perikanan di wilayah pesisir. Kegiatan penangkapan kepiting bakau untuk memenuhi kebutuhan pangan mengakibatkan terjadinya peningkatan eksploitasi kepiting bakau di wilayah Kendal. Pemanfaatan kepiting bakau yang ada di Perairan Kendal, dapat diketahui melalui informasi tentang pertumbuhan, mortalitas serta tingkat eksploitasi kepiting bakau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur ukuran kepiting bakau, parameter pertumbuhan, laju mortalitas kepiting bakau dan laju eksploitasi kepiting bakau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Desember 2022 di Perairan Kendal. Pengambilan sampel dengan metode acak dalam suatu keranjang sampel. Data primer yang dikumpulkan yaitu lebar karapas (mm). Analisis data menggunakan software FISAT II. Hasil penelitian diperoleh 79 ekor, dengan ukuran lebar karapas berkisar 72 – 140 mm. Koefisien pertumbuhan kepiting bakau (K) = 2,4/tahun dengan lebar karapas asimtotik (CW∞) 150,15 mm. Mortalitas total kepiting yang diamati sebesar 6,54/tahun dengan mortalitas alami (M) = 2,02/tahun dan mortalitas penangkapan (F) = 4,52/tahun. Tingkat eksploitasi kepiting bakau telah melewati batas optimum (over exploited) yaitu mencapai E = 0,69. Jumlah tangkapan kepiting bakau terbanyak pada bulan September. Oleh karena itu diperlukan upaya lebih lanjut mengenai pengelolaan sumber daya kepiting bakau di daerah Kendal.
DINAMIKA POPULASI IKAN LAYUR (Trichiurus sp.) YANG DIDARATKAN DI TPI TANGGUL MALANG, KENDAL Sakina, Kurnia; Saputra, Suradi Wijaya; Sabdaningsih, Aninditia; Solichin, Anhar
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.44315

Abstract

Ikan Layur (Trichiurus sp.) merupakan ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis penting sebagai komoditas perikanan. Adanya kegiatan penangkapan ikan Layur secara terus-menurus dapat mengakibatkan terjadinya penurunan stok ikan layur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju mortalitas, pertumbuhan dan tingkat pemanfaatan ikan Layur. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April, Mei dan Agustus 2021 dan dilakukan satu kali pada tiap bulannya di TPI Tanggul Malang Kendal. Metode yang digunakan yaitu Survey. Sampel ikan diambil menggunakan metode sistematik random sampling. Data yang diambil yaitu data panjang dan bobot ikan Layur. Hasil penelitian diperoleh sampel sebanyak 157 ekor, dengan kisaran panjang 80-685 mmTL dan bobot berkisar 5,2-197 gram. Ukuran pertama kali tertangkap (Lc50%) sebesar 450 mmTL. Hasil perhitungan hubungan panjang bobot menunjukkan ikan bersifat allometric negative, dengan persamaan W = 0,0085L2,947. Analisa pertumbuhan diperoleh L∞ sebesar 450 mmTL, koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,70, t0 = - 0,094 tahun, dengan puncak rekrutmen terjadi pada bulan Agustus. Mortalitas total (Z) sekitar 2,75/tahun, mortalitas alami (M) sebesar 0,58/tahun dan mortalitas penangkapan (F) sebesar 2,17/tahun. Tingkat pemanfaatan (E) sebesar 0,79 yang menunjukkan tingkat pemanfaatan sudah di atas optimum.
Valuasi Ekonomi Objek Wisata Pantai Bandengan Jepara Menggunakan Metode Travel Cost Method Siahaan, Debora Ernika; Saputra, Suradi Wijaya; Rudiyanti, Siti
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.53071

Abstract

Pantai Bandengan merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Potensi daya tarik pantai ini terdiri dari atraksi alam dan atraksi wahana.Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi, karateristik dan nilai ekonomi wisata Pantai Bandengan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2022 di Pantai Bandengan Jepara. Pengumpulan data melalui wawancara terhadap 100 responden wisatawan dan pengelola pantai dengan menggunakan metode survei. Valuasi ekonomi dilakukan menggunakan pendekatan biaya perjalanan atau Travel Cost Method. Pantai Bandengan memiliki objek daya tarik wisata yang termasuk kedalam kategori sangat baik, dengan fasilitas wisata yang memadai dan pelayanan pengelolaan objek wisata yang termasuk kedalam kategori baik. Karateristik wisatawan yang berkunjung ke Pantai Bandengan didominasi oleh pelajar, berjenis kelamin perempuan, sebagai kunjungan pertama bersama keluarga dan teman dengan tujuan liburan. Selama penelitian, responden yang berkunjung berasal dari wilayah Jawa Tengah. Nilai ekonomi Pantai Bandengan sebesar Rp.4.815.293.698,-/tahun, dengan rata-rata biaya perjalanan individu sebesar Rp.203.057,-/kunjungan.
Parameter Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla paramamosain Estampador, 1950) di Perairan Pantai Utara Rembang, Jawa Tengah Adriyani, Alvita; Saputra, Suradi Wijaya; Sabdaningsih, Aninditia
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.60833

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Indonesia sejak awal tahun 1980-an. Kepiting bakau termasuk dalam famili Portunidae yang merupakan salah satu komoditas perikanan dibudidayakan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nisbah kelamin kepiting bakau, struktur ukuran panjang karapas kepiting bakau, hubungan panjang karapas dan berat kepiting bakau dan parameter pertumbuhan kepiting bakau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022 - Februari 2023 di Perairan Pantai Utara Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Data primer yang dikumpulkan yaitu panjang karapas (CL) dan bobot kepiting bakau. Analisis data menggunakan software Microsoft Excel dan FISAT II. Hasil penelitian didapatkan yaitu spesies kepiting bakau Scylla paramamosain, perbandingan nisbah kelamin kepiting bakau jantan dan betina yaitu 1,12:1. Total sampel sebanyak 167 ekor ukuran panjang karapas kepiting bakau berkisar 41-95 mm. Pola pertumbuhan kepiting bakau jantan dan betina yaitu allometrik negatif artinya tergolong ke dalam pipih atau dalam kondisi tidak gemuk. Koefisien pertumbuhan (k) kepiting bakau jantan dan betina yaitu pertumbuhan panjang karapas kepiting bakau betina lebih cepat dibandingkan dengan kepiting bakau jantan.
Kelimpahan Dan Distribusi Larva Ikan Di Pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak Ramadhan, Mochammad Rizqy; Saputra, Suradi Wijaya; Sulardiono, Bambang
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.59864

Abstract

Pantai Timbulsloko Kabupaten Demak merupakan perairan dengan vegetasi mangrove. Kawasan mangrove merupakan daerah asuhan bagi larva ikan yang mampu menyediakan suplai makanan dan perlinduggan. Mengingat pentingnya informasi mengenai keberadaan larva ikan sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan, pola distribusi, dan komposisi larva ikan di pesisir Desa Timbulsloko. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2022 di Timbulsloko, Demak. Metode yang digunakan adalah survei dan metode untuk pengambilan sampel adalah metode purposive sampling yang dilakukan di 3 stasiun. Sampel yang diperoleh selanjutnya dimasukkan ke botol sampel dan diberi alkohol konsentrasi 70% dan dibawa ke laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan (PSDIL), FPIK, Univesitas Diponegoro untuk diidentifikasi jenis larva ikan. Parameter kualitas air dilakukan pengukuran insitu, meliputi kedalaman, kecerahan, suhu, pH, DO dan kecepatan arus. Analisis data yang digunakan yaitu pola distribusi (Indeks Morisita (Iδ)), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Keseragaman (e), dan Indeks Dominasi (D). Hasil penelitian larva ikan yang berhasil teridentifikasi sebanyak 126 individu yang terdiri dari 4 famili: Mugilidae (62 individu), Gobidae (33 individu), Chanidae (5 individu) dan Ambassidae (26 individu). Kelimpahan larva ikan tertinggi terdapat pada stasiun 3 titik 1 dengan kelimpahan 19 ind/100m3, sedangkan yang terendah stasiun 3 titik 2 dengan kelimpahan 8 ind/100m3. Larva ikan famili Mugilidae menyebar secara acak, sedangkan larva ikan famili Gobidae, Chanidae, dan Ambassidae menyebar secara mengelompok. Tidak ada larva ikan yang mendominasi di Pesisir Desa Timbulsloko.
Analisis Hubungan Lebar Karapas – Bobot dan Tingkat Kematangan Gonad, Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Perairan Kendal, Jawa Tengah Putra, Muhammad Ardinan Dwi; Saputra, Suradi Wijaya; Sabdaningsih, Aninditia
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.60859

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Masyarakat di daerah Kendal umumnya menangkap kepiting bakau sebagai bahan pangan disamping untuk memenuhi permintaan pasar, oleh karena itu tingkat penangkapan kepiting bakau di Kabupaten Kendal cukup tinggi. Peningkatan permintaan kepiting bakau dapat menyebabkan terganggunya populasi kepiting di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Lebar karapas dan bobot serta tingkat kematangan gonad kepiting bakau (Scylla spp.). Penelitian ini menggunakan metode survey yang diawali dengan pengambilan sampel, pengukuran lebar karapas kepiting, pengukuran bobot kepiting dan analisis data menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. Penelitian ini menunjukan hasil kepiting bakau di perairan Kendal yaitu pola pertumbuhan kepiting bakau alometrik negatif (b=2,662), faktor kondisi kepiting bakau adalah 0,8 – 1,0 dan tergolong tidak gemuk, ukuran pertama kali tertangkap yaitu 93,65 mm dan nilai TKG kepiting bakau didominasi oleh TKG yang belum matang gonad sebanyak 51 ekor dan TKG yang sudah matang gonad sebanyak 28 ekor.
KEMATANGAN GONAD DAN RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN KIPER (Scatophagus argus) YANG DIDARATKAN DI TPI TANGGUL MALANG, KENDAL Huda, Anisa Arifatul; Solichin, Anhar; Sabdaningsih, Aninditia; Saputra, Suradi Wijaya
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.44359

Abstract

Ikan Kiper (Scatophagus argus) merupakan salah satu ikan demersal yang bernilai ekonomis. Sedikitnya informasi mengenai kematangan gonad dan rasio potensi pemijahan ikan Kiper belum didapatkan, karena merupakan hasil tangkapan sampingan yang hasil tangakapannya tidak banyak. Penelitian ini bertujuan mengkaji kematangan gonad dan rasio potensi pemijahan yang mencakup beberapa informasi berupa nisbah kelamin, struktur ukuran, LC50%, TKG, IKG, Lm50%, parameter pertumbuhan, laju mortalitas dan rasio potensi memijah. Penelitian ini dilakukan pada bulan April, Mei dan Agustus 2021 dengan pengambilan sampel sebulan sekali di TPI Tanggul Malang, Kendal. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Data yang diperoleh yaitu data panjang, bobot dan gonad ikan. Hasil penelitian diperoleh sampel sebanyak 163 ekor dengan perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina sebesar 3,1:1, kisaran panjang 82 - 165 mmTL. Nilai Lc50% 119,5 mmTL, lebih kecil dibanding Lm50% 151 mmTL dan Lm95% 162,5 mmTL. Analisis TKG untuk ikan jantan dan betina yang belum matang gonad 93% dan 60,7%, sedangkan yang sudah matang gonad 6,8% dan 39,3%. Nilai IKG jantan berkisar antar 0,10% - 7,84%, untuk IKG betina berkisar 0,25% - 20,81%. Nilai K 1,03 mm/tahun dan L∞ 181,6 mm. Mortalitas total (Z) sebesar 3,42/tahun, F 2,12/tahun, dan M 1,12/tahun. Rasio potensi pemijahan sebesar 2%. Berdasarkan hasil penelitian ikan Kiper termasuk dalam kategori over exploited.
INVENTARISASI, STATUS KONSERVASI DAN ANALISIS PERTUMBUHAN IKAN HIU DAN PARI YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI KLIDANG LOR, BATANG, JAWA TENGAH Iswanto, M. Fajar Fajar; Afiati, Norma; Saputra, Suradi Wijaya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.2.2024.87-98

Abstract

Analisis konservasi dan pertumbuhan alometri pada ikan hiu dan ikan pari menjadi kunci dalam merancang langkah-langkah perlindungan yang tepat guna memastikan keberlanjutan spesies ini di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah individu, spesies, status konservasi dan pertumbuhan ikan hiu dan ikan pari hasil tangkapan. Koleksi data dilaksanakan setiap bulan dari bulan Agustus hingga Oktober 2023 di Pelabuhan Perikanan Pantai Klidang Lor, Batang menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil identifikasi dan status konservasi menurut IUCN menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis ikan hiu dan ikan pari yaitu Chiloscyllium plagiosum (n=59,  near threathened), Chiloscyllium punctatum (n=16,  near threathened), Stegostoma fasciatum (n=1,  endangered), Hemipristis elongata (n=3) (vulnerable), Rhynchobatus springeri (n=85) (critically endangered) dan Rhina ancylostoma (n=1,  critically endangered). Distribusi frekuensi panjang spesimen R. springeri dan C. plagiosum masing-masing berkisar antara 62-241 cm dan 14-85 cm. Pertumbuhan alometrik R. springeri dan C. plagiosum mengikuti persamaan Y= 0,0018X2,753 (r = 0,98). untuk R. springeri dan Y= 0,5309X1,265 (r= 0,87) untuk C. plagiosum. Pertumbuhan R. springeri dan C. plagiosum bersifat alometrik negatif. Perbandingan kelamin jantan dan betina yang didapatkan R. springeri (1:1,07) dan C. plagiosum (1:0,96). Sekitar 80% R. springeri jantan yang terdata masih muda dan berada pada tingkat kematangan klasper NC (Non-Calcification) dan NFC (Non-Full Calcification). Sekitar 67% C. plagiosum jantan yang terdata sudah matang gonad dan berada pada tingkat kematangan klasper FC (Full Calcification). Angka korelasi panjang total terhadap panjang klasper jantan pada R. springeri (r=0,859) dan C. plagiosum (r= 0,774) menunjukkan bahwa pada keduanya pertambahan panjang total seiring dengan bertambah panjangnya klasper.
Species Composition and Inshore Migration of the Tropical Glass Eels (Anguilla spp.) Recruiting to the Jali River, Purworejo Regency Indrawati, Ayuningtyas; Ibrahim, Putri Sapira; Yalindua, Fione Yukita; Kurniawan, Wanwan; Aisyah, Siti; Anggoro, Sutrisno; Saputra, Suradi Wijaya
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 9, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.82880

Abstract

Purworejo Regency is located in the south coast of Java where rivers flow into the Indian Ocean. The Jali River in Purworejo becomes a migration route for eels where juvenile eels (glass eels) move from the ocean to freshwater passing through the estuary. During migration, glass eels will make efforts to survive, one of which is to manage their osmotic pressure (osmolarity). With regards to those, a study on the upstream migration of glass eels in Jali River was carried out. Glass eels samplings were conducted using hand-held lift nets at the new moon phase, from 20:00 pm to 4:00 am. Sampling stations included the estuary, a branch river, and below the dam. The osmolarity of both glass eels and media (river water) were measured. Furthermore, the chemical and physical parameters of the waters as the natural habitat for glass eels were also measured. Glass eel samples were then identified to species level. The results showed that glass eels entering the Jali River consisted of Anguilla bicolor bicolor and Anguilla nebulosa nebulosa with the former being the most common. Total length of glass eels ranged between 44.10 to 69.70 mm with total weights 0.08 to 0.54 g. Glass eel migration has a close relation with surface current and tide. The osmotic work level (OWL) of glass eels approaches 0.34 mOsm/l H2O which is close to iso-osmotic. This happened at salinity 0 o/oo so that the glass eels migrate to fresh water which has a lower salinity to achieve iso-osmotic condition. 
Co-Authors - Djuwito A'in, Churun Abdul Ghofar Abdul Ghofar Abdul Ghofar Abdul Kohar Mudzakir Abdullah Habibi Adriyani, Alvita Afina Nursa Dewi, Afina Nursa Agus Hartoko Agustiari, Arinta Maulidina Ahnan, Muhammad Firhan Maftuh aji, muhammad tri aliffyana, firanika Angga Yan Prayudha Anhar Solichin Anhar Solihin Aninditia Sabdaningsih Anthonius Hot Arios Apriyanti, Anisa Dwi Arif Widiyanto Asriningpuri, Degrita Herdianti Astuti, Menur Puji Ayu Dwi Purnamawati, Ayu Dwi Ayu Okta Widjayana, Ayu Okta Ayu Rutiyaningsih Ayuningtyas Indrawati Azizi, Nurul Amin Azzahra, Rizqina Nafa Nur Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Bosma, Roel H. Bram Setyadji, Bram Budi Nugraha, Budi Churun Ain Damar Nusawicaksono Kurniawan, Damar Nusawicaksono Diah Ayuningrum, Diah Dian Wijayanto Djuwito Djuwito EDY H.P. MELMAMBESSY Eki Septiana Erika Kurniawati, Erika Faik Kurohman Fajrur Rohman, Fajrur Febyansyah Nur Abdullah, Febyansyah Nur Fitria Sari Fofied, Fernanda Gitarini Frida Purwanti Gabriela Ari Sulistyawati Galuh Kirana Anindhita Griselda, Adinda Putri Khairunnisa Haeruddin Haeruddin Hanggoro, Adnan Lintang Harmasnida Rachma, Harmasnida Herna Octivia Damayanti Hilda Fadhila, Hilda Huda, Anisa Arifatul Ibrahim, Putri Sapira Iin Ika Wahyuni Imam Triarso Imanuel Villian Trayanta Soukotta Iswanto, M. Fajar Fajar Johannes Hutabarat Julianto Subekti Karohmatullah, Achmad Mufidh Kartika Widya Iswara Krisliyana Mia Anggarini, Krisliyana Mia Kukuh Prakoso, Kukuh Kurniawan, Wanwan Lazuardhi, Risqi Lestari Lakhsmi Widowati Mahardhika, Septya Mega Manullang, Panogu Marwulandari, Riyani Monica, Soraya Chandra Muhamad Sutri Wardani Nisya, Choirun Norma Afiati Novi Andriani, Novi Nugraha, Satria Wiratama Nurul Mukhlish Bakhtiar Panjaitan, Theresia Pramesti Budi Widyaningrum Pratik Primas Akbar Pratiwi Genesi Siagian, Pratiwi Genesi Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Putra, Muhammad Ardinan Dwi Putri, Lintang Kinanti Ramadhan, Mochammad Rizqy Restiana Wisnu Ariyati Rian Kisworo Rini, Annisa Sulistya Ririn Vianita Rizky Oktarina Nur Dewanti Rosa Anggraeni, Rosa Sakina, Kurnia Sandro, Yosua Sari, Katrina Dwika Sari, Verina Sarjito - Schrama, Johan Siahaan, Debora Ernika Siraj, Ahmad Zhafran Siti Aisyah Siti Rudiyanti Siti Yuliani Rochmatin Skar Puji Astuti, Skar Puji Sri Lestari Sri Rejeki Subijanto Subijanto Suryanti Sutrisno Anggoro Taufani, Wiwiet Teguh Trienes, Yoni Wahyu Kurniawan Wahyu Rizkiyana Wiedha Maharmingnastiti, Wiedha Winda Ari Widyaningtiwi Wiwiet Teguh Taufani Yalindua, Fione Yukita Yulianti, Aida Tri Zuleca, Maulidina Ziva