Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (Momordica charantia L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Salmonella typhi Oom Komala; Bina Lohita Sari; Nina Sakinah
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.257 KB) | DOI: 10.33751/jf.v2i1.165

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari beberapa konsentrasi ekstrak etanol buah pare terhadap bakteri Salmonella typhi telah dilakukan. Pengujian antibakteri ekstrak etanol buah pare dilakukan dengan mengukur Diameter Daerah Hambat (DDH) melalui metode difusi kertas cakram dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) melalui metode dilusi agar padat. Pengujian DDH dilakukan terhadap konsentrasi ekstrak buah pare 12,5%, 25%, 50%, 75%, serta kloramfenikol 30 UI sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Sedangkan pengujian KHM dilakukan terhadap konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70% dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pare kurang efektif sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi, karena pada pengujian DDH zona hambat yang terbentuk tidak absolut. KHM berada pada konsentrasi 60%, dimana tidak ada pertumbuhan bakteri.Kata kunci: Buah pare, Salmonella typhi, efektivitas antibakteri
PENENTUAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% KULITBAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE MASERASI DAN MAE (Microwave Assisted Extraction) Lusi Agus Setiani; Bina Lohita Sari; Lusi Indriani; Jupersio Jupersio
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.983 KB) | DOI: 10.33751/jf.v7i2.772

Abstract

ABSTRAKKulit bawang merah mengandung senyawa flavonoid, polifenol, saponin, terpenoid dan alkaloid. Golongan flavonoid yang terdapat pada kulit bawang merah adalah flavonol yang berkhasiat sebagai antioksidan kuat serta diketahui dapat mengurangi risiko tumor, kanker, penyakit jantung, stroke, bronchitis, asma dan anti peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan kadar flavonoid ekstrak etanol 70% kulit bawang merah menggunakan metode maserasi dan MAE (Microwave Assited Extraction). Metode ekstraksi maserasi dilakukan pada suhu kamar dan MAE pada suhu 80C. Kadar flavonoid diukur menggunakan alat spektrofotometri UV-VIS dengan reagen AlCl3. Senyawa standar flavonoid yang digunakan adalah kuersetin. Kadar flavonoid yang didapatkan dengan metode maserasi adalah sebesar 14,92% dan kadar flavonoid yang didapatkan dengan metode MAE adalah sebesar 17,18%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa metode MAE (Microwave Assited Extraction) lebih efektif digunakan untuk mengekstrak flavonoid dari kulit bawang merah dibandingkan dengan metode maserasi.Kata Kunci: Kulit bawang merah, maserasi, MAE, flavonoid
Optimisasi Metode Microwave-Assisted Extraction Terhadap Kadar Kuersetin dari Limbah Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Zaldy Rusli; Nina Herlina; Bina Lohita Sari; Salma Hanunah Ulfa
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2154

Abstract

Peningkatan produksi dan penggunaan bawang merah dimasyarakat tentunya menyebabkan peningkatan jumlah limbah dari kulit bawang merah yang jarang dimanfaatkan masyarakat. Kulit bawang merah memiliki banyak kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah kuersetin yang memiliki manfaat mengatasi hiperglikemia, anti-inflamasi, antioksidan bahkan sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimisasi proses ekstraksi kuersetin yang terkandung dalam kulit bawang merah. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan Microwave-Assisted Extraction (MAE) dengan parameter daya microwave, waktu ekstraksi dan konsentrasi etanol. Analisis kadar kuersetin dilakukan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Analisis data dilakukan menggunakan Response Surface Method (RSM) dengan menggunakan perangkat lunak Design Expert 12. Kondisi optimum metode MAE untuk mengekstraksi kuersetin dari kulit bawang merah adalah dengan menggunakan microwave dengan daya 450 watt selama 110,57 detik dan dengan menggunakan etanol 89,078%. Pada kondisi tersebut, diperoleh kuersetin dengan kadar 7,3933 mg/g serbuk simplisia kulit bawang merah. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa kulit bawang merah mengandung kuersetin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat.
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PERMEN JELLY SARI BUAH PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) Mira Miranti; Bina Lohitasari; Desy Rizky Amalia
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.738 KB) | DOI: 10.33751/jf.v7i1.799

Abstract

ABSTRAKPermen Jelly merupakan permen yang terbuat dari campuran sari buah-buahan,bahan pembentuk gel dengan penambahan essens untuk menghasilkan berbagai macam rasa, dengan bentuk fisik jernih transparan serta mempunyai tekstur yang kenyal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar vitamin C sari buah dan permen jelly sari buah pepaya California (Carica papaya L.), menentukan nilai IC50 sari buah dan permen jelly sari buah pepaya California (Carica papaya L.), serta menentukan stabilitas permen jelly sari buah pepaya California (Carica papaya L.). Pada penelitian ini, dibuat permen jelly dibuat 4 formula yaitu formula 0, 1; 2, dan 3 dengan variasi konsentrasi sari pepaya yaitu 0%, 20%, 25%, dan 30%.Hasil uji kadar vitamin C pada sari buah pepaya California yaitu 0,0467%. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil) sari buah pepaya California memiliki IC50 sebesar 33,537 ppm dan pada permen jelly formula 1, 2, dan 3 yaitu sebesar 75,296 ppm, 73,901 ppm, dan 70,698 ppm. Uji stabilitas dilakukan selama 4 minggu penyimpanan pada suhu ruangan. Hasil pengujian aktivitas antioksidan pada minggu ke 1 sampai ke 4 didapat nilai IC50 berturut-turut yaitu formula 1 sebesar 81,171 ppm, 89,573 ppm, 97,178 ppm, dan102.126 ppm, formula 2 sebesar 79,175 ppm, 88,158 ppm, 96,441 ppm, dan 100,378 ppm, sedangkan pada formula 3 sebesar 77,255 ppm, 85,482 ppm, 93,680 ppm,dan100,267 ppm. Secara organoleptik permen jelly memiliki rasa, warna, aroma serta kekenyalan mengalami perubahan yang signifikan.Kata Kunci : Permen jelly, Buah Pepaya California (Carica papaya L), Antioksidan
FORMULASI SUPLEMEN KESEHATAN GRANUL INSTAN BERBAHAN BAKU TERONG BELANDA Mira Miranti; Septia Andini; Bina Lohitasari
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.599 KB) | DOI: 10.33751/jf.v6i2.758

Abstract

ABSTRAKTerong belanda merupakan bahan alam yang dapat digunakan sebagai suplemen kesehatan karena mengandung zat besi (Fe), ?-karoten, vitamin C, senyawa antosianin dan serat pangan yang dapat mencegah kerusakan sel-sel jaringan tubuh, melancarkan penyumbatan pembuluh darah, menormalkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan membuat formulasi suplemen kesehatan granul instan berbahan baku terong belanda dan mempelajari karakteristik fisik dan kimianya. Granul instant diformulasi dari ekstrak terong belanda dan sukralosa dengan tiga konsentrasi berbeda (0,15 g sakralosa/25 g granul, 0,27g sakralosa/25 g granul dan 0,39 g sakralosa/25 g granul) menggunakan metode granulasi basah. Parameter yang diuji meliputi karakteristik fitokimia ekstrak kering terong belanda dan uji mutu granul instan terong belanda. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak terong belanda mengandung flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Hasil uji mutu granul instan menunjukkan bahwa granul instant dengan penambahan 0,27 g sukralosa/25 g granul lebih disukai panelis dibandingkan penambahan sukralosa dengan konsentrasi lainnya. Granul instan yang dihasilkan bersifat kohesif dengan waktu terdispersi 1 menit 34 detik, memiliki kadar air 3,78%, kadar serat kasar 3,84%, kadar serat pangan 12,58%, kadar vitamin C 296,57 ppm, kadar antosianin 125,99 mg/L, kadar ? karoten 15,28 mg/100g dan kadar Fe 0,694 ppm. Berdasarkan hasil uji tersebut maka granul instan terong belanda memenuhi standar kualifikasi granul dan berpotensi sebagai suplemen kesehatan alternatif.Kata kunci: Terong belanda, suplemen kesehatan , granul instan
FORMULASI GRANUL INSTAN EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica) DAN ANALISIS ASIATIKOSIDA - Prasetyorini; Bina Lohitasari; Ahmad Amirudin
EKOLOGIA Vol 12, No 1 (2012): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.664 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v12i1.252

Abstract

The research was conducted in the month from February until April 2011 in the laboratory of Pharmacy Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University Pakuan. The research objective is to make a health drink formulation of herbs gotu kola extract and determine the form of instant granules asiatikosida content. Herb gotu kola is used in this study is the collection BALITRO. In this study of instant granules prepared by wet granulation method and made three formulas are: FI (formula without essence), F II (formula with caramel essence, and F III (formula with mango essence.) Asiatikosida analysis performed on dry ekstrakt by TLC method the scanner. the results showed all formulas have the instant granule flow rate and good Sagat compressibility, organoleptic tests (smell and color), which are the F III, asiotikosida content showed a decrease during processing. Gynecology asiatikosida ekstrakt dry is 1.75% (4.375 mg asiatikosida) , instant granules FI of 0.46% (0.052 mg asiatikosida), F II by 0.68% (0.072 mg asiatikosida), and F III amounting to 0.48% (0.056 mg asiatikosida). Rf value on testing asiatikosida in extracts obtained 0.81 with a standard 0.80. Rf value on testing for FI 0.28 instant granules; FII 0.28, and F III 0.29, the standard used for Rf value of 0.28Kata kunci : ekstrak herba pegagan, granul instan, asiatikosida
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN STUDI IN SILICO EKSTRAK BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) Bina Lohita Sari; Nyanyu Siti Aminah Lily Elfrieda; Kasman Marsuan; Puput Sapitri; Abdurrahman Hafidh
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i1.142

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel, sehingga melindungi sistem biologis di dalam tubuh. Salah satu enzim yang dapat melindungi sel-sel dalam tubuh akibat serangan radikal bebas adalah superoxide dismutase (SOD). Senyawa aktif berupa metabolit sekunder dari bahan alam, umumnya mempunyai aktivitas antioksidan. Berdasarkan studi in vitro dan in silico, maka penelitian ini menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah Pala (Myristica fragrans Houtt) dan mendapatkan senyawa aktifnya berupa senyawa induk dan analognya. Senyawa analog dari bahan alam mempunyai bioavailabilitas yang lebih baik. Metode maserasi dengan pelarut etanol dilakukan untuk mendapatkan ekstrak kental, kemudian dikeringkan dengan vacuum dryer. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan pereaksi 2,2 difenil-1-pikrilhidrazil) atau DPPH. Pengumpulan senyawa aktif pada buah Pala menggunakan basis data KnapSack dan metode penambatan molekuler menggunakan AutoDock Tools dengan target enzim SOD dari PDBID:4A7G. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah Pala sebesar 100,52 ± 1,06 ppm. Hasil penambatan molekuler dengan nilai penambatan yang lebih negatif dari senyawa lainnya, adalah senyawa induk myristicin dan analog isoeugenol yaitu methyl isoeugenol dengan nilai ∆G sebesar -3,28 ± 0,028 dan -3,23±0,01. Kedua senyawa berikatan dengan residu His110 yang berperan sebagai asam amino aktif inhibitor antioksidan.
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Fraksi Etanol Alga Merah Eucheuma spinosum Sari, Bina Lohita; Susanti, Nurulia; Sutanto, Sutanto
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The red alga, Eucheuma spinosum from South Bangka Waters was shown to contain antioxidant activity. Natural antioxidants from algae are known to play an important role against various diseases and aging processes. The study objective was to investigate phytochemical screenings and antioxidant activity of ethanol fractions Euchema spinosum from south Bangka waters. Antioxidant activities of fresh algae (FA), dry algae (DA), and algae product (AP) were determined with DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) assay. Extraction was conducted using 70% ethanol in acidic environment for 24 hours. Then, the extract was evaporated using rotary evaporator. Dry extract was fractionated with ethanol - n - hexane ( 2 : 3 ) and the ethanol fraction was dried. The phytochemical screenings showed that all fractions had flavonoid, alkaloid and triterpenoid compounds. The most potent antioxidant activity was found in the ethanol fraction of AP with IC50 value 333.66 μg/mL, FA 418.32 μg/mL and DA 472.14 μg/mL. Based on the results, it can be concluded that the ethanol fraction of algae product can be used as a antioxidant source.
Activity of Antioxidant and Inhibitor ?-Glucosidase Instant Granul Ethanol Tea Leaf Extract (Camellia sinensis) and Tea Benalu (Scurulla atropurpureea BL Dans) Bina Lohita Sari; Akhmad Endang Zainal Hasan; Lusi Agus Setiani
Journal of Science Innovare Vol 1, No 01 (2018): Journal of Science Innovare
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.824 KB) | DOI: 10.33751/jsi.v1i01.676

Abstract

Tea leaves are plants that are widely spread especially in the area of West Java, while parasites are parasitic plants in tea trees that empirically have various properties such as antioxidants and anti diabetic. The ?-glucosidase inhibitor is one of the therapeutic drugs for diabetic that works by inhibiting carbohydrate metabolism. Instant granule preparation is one form of dosage used by dissolving in water. This study aims to determine the antioxidant activity and inhibitors of instant granular ?-glucosidase ethanolic extract of Tea and Tea Tea leaves. The extract was obtained from extraction with 60% ethanol solvent-assisted extraction (MAE) method. Research was done by making 3 formula (Formula 1, 2 and 3) with comparison of tea leaf extract, parasite, Polivinil pyrrolidone (PVP) and cyclodextrin ie 26,88%, 1,8%, 2%, 0% (Formula 1) 26.88%, 0%, 3%, 12% and 0% (Formula 2), 1.8%, 4%, 15% (Formula 3). Formula 2 is active as an antioxidant and ?-glucosidase enzyme inhibitor with IC50 values of 68.21 and 56.76 ppm. Keywords: Tea Leaves, Benalu Tea, Antioxidants, ?-glucosidase Inhibitors, Instant Granules
Activity of Antioxidant and Inhibitor ?-Glucosidase Instant Granul Ethanol Tea Leaf Extract (Camellia sinensis) and Tea Benalu (Scurulla atropurpureea BL Dans) Bina Lohita Sari; Akhmad Endang Zainal Hasan; Lusi Agus Setiani
Journal of Science Innovare Vol 1, No 1 (2018): Journal of Science Innovare, Volume 01 Number 01 2018
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsi.v1i01.676

Abstract

Tea leaves are plants that are widely spread especially in the area of West Java, while parasites are parasitic plants in tea trees that empirically have various properties such as antioxidants and anti diabetic. The ?-glucosidase inhibitor is one of the therapeutic drugs for diabetic that works by inhibiting carbohydrate metabolism. Instant granule preparation is one form of dosage used by dissolving in water. This study aims to determine the antioxidant activity and inhibitors of instant granular ?-glucosidase ethanolic extract of Tea and Tea Tea leaves. The extract was obtained from extraction with 60% ethanol solvent-assisted extraction (MAE) method. Research was done by making 3 formula (Formula 1, 2 and 3) with comparison of tea leaf extract, parasite, Polivinil pyrrolidone (PVP) and cyclodextrin ie 26,88%, 1,8%, 2%, 0% (Formula 1) 26.88%, 0%, 3%, 12% and 0% (Formula 2), 1.8%, 4%, 15% (Formula 3). Formula 2 is active as an antioxidant and ?-glucosidase enzyme inhibitor with IC50 values of 68.21 and 56.76 ppm. Keywords: Tea Leaves, Benalu Tea, Antioxidants, ?-glucosidase Inhibitors, Instant Granules