Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

VALIDITAS MODUL TERMOKIMIA BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) UNTUK LITERASI PERUBAHAN IKLIM Fitriani, Fitriani; Haryanti, Ninis Hadi; Yunus, Rahmat; Sholahuddin, Arif; Irhasyuarna, Yudha; Sukmana, M. Laily Qadry
Journal of Banua Science Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v6i2.357

Abstract

Literasi perubahan iklim merupakan kompetensi kunci dalam pendidikan abad ke-21 yang menuntut integrasi strategis ke dalam pembelajaran sains, khususnya kimia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar termokimia berbasis project-based learning (PjBL) yang mengintegrasikan indikator literasi perubahan iklim secara sistematis. Modul dirancang untuk meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan ilmiah, dan kesadaran ekologis peserta didik Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) dengan model 4D; define, design, develop, dan disseminate. Proses pengembangan mencakup analisis kebutuhan, perancangan modul, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Validasi dilakukan oleh lima ahli menggunakan instrumen berbasis lima aspek kelayakan. Hasil menunjukkan bahwa modul memiliki tingkat validitas sangat tinggi (rerata 97,45), dengan skor sempurna pada aspek pedagogi dan penilaian PjBL. Uji coba menunjukkan bahwa modul efektif meningkatkan partisipasi aktif, pemahaman materi, dan refleksi ekologis peserta didik. Fitur interaktif seperti simulasi, padlet, dan pojok literasi mendorong keterlibatan peserta didik dalam konteks nyata. Studi ini membuktikan bahwa pendekatan PjBL efektif untuk menghubungkan konsep kimia dengan isu keberlanjutan. Modul yang dikembangkan dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut untuk memperkuat literasi iklim lintas kurikulum. Implikasinya mendukung transformasi pedagogi kimia menuju pendidikan sains berkelanjutan.
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Antioksidan Dari Buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Sutomo Sutomo; Hadi Azhari; Arnida Arnida; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Rahmat Yunus
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5778

Abstract

ABSTRAK Antioksidan berfungsi untuk menetralisir radikal bebas, sehingga dapat mencegah dan melindungi terjadinya kerusakan tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif. Salah satu tanaman endemik Kalimantan Selatan yang teridentifikasi mengandung antioksidan alami yaitu kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa antioksidan dari buah M. casturi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan KLT , KCV, dan kromatografi kolom gravitasi. Identifikasi senyawa dengan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR serta uji kualitatif antioksidan dan aktifitas kuantitatif antioksidan isolat. Ekstraksi 2500 gram serbuk buah M. casturi dengan metanol diperoleh 840,69 gram ekstrak kental berwarna coklat. Fraksinasi 60 gram ekstrak metanol dengan fraksi etil asetat menghasilkan 8,3 gram ekstrak kering. Fraksi etil asetat difraksinasi kembali menggunakan KCV dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5; 4:6; 3:7) v/v, etil asetat : metanol (5:5 v/v), 100% metanol diperoleh fraksi A, B, C, D, E, F, G, dan H. Fraksi H dipilih untuk di isolasi menggunakan kromatografi kolom gravitasi dengan eluen n-heksana : etil asetat : metanol (5:3:0,5; 5:4:1; 5:4:2; 5:6:2; 5:6:2,5) v/v dan 100% metanol. Uji kualitatif KLT menunjukkan isolat H-7 mengandung senyawa antioksidan dengan pereaksi DPPH. Aktivitas antioksidan isolat H-7 memiliki nilai IC50¬ sebesar 4,61±0,57 ppm. Analisis isolat H-7 dengan UV-Vis menghasilkan puncak pada λ 274,8 nm (pita I) dan λ 218 nm (Pita II). Analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi dari isolat H-7 yaitu -OH, C-H aromatik, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, dan C-O. Kata Kunci : Antioksidan, buah M. casturi, DPPH, fraksi etil asetat, Isolasi
INOVASI PAKAN DAN PEMASARAN ONLINE PUYUH : PRODUKTIVITAS DAN KEBERLANJUTAN UKM DESA PUNTIK TENGAH Edi Mikrianto; Dahniar Dahniar; Rahmat Yunus
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan limbah ikan gabus sebagai bahan tambahan pakan alternatif bagi burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Burung puyuh memiliki prospek tinggi sebagai sumber telur dan daging, namun biaya pakan masih mendominasi sekitar 70 - 80% dari total biaya produksi. Untuk menekan ketergantungan pada tepung ikan komersial, limbah ikan gabus diolah menjadi tepung dan diuji kualitas nutrisinya. Hasil analisis proksimat menunjukkan kandungan protein kasar sebesar rata-rata 48,50% dengan tiga perlakuan, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi. Kegiatan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, dengan parameter pengamatan berupa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, serta rasio konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung limbah ikan gabus mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki pertumbuhan, dan menurunkan rasio konversi tanpa menurunkan produktivitas telur dibandingkan pakan komersial. Selain itu, program ini juga mengintegrasikan penggunaan berbagai metode multimedia sebagai sarana promosi dan pemasaran hasil produksi telur puyuh, sehingga diharapkan dapat memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan nilai tambah bagi peternak. This community service program focuses on the utilization of snakehead fish (Channa striata) waste as an alternative feed additive for quails (Coturnix coturnix japonica). Quails have high potential as a source of eggs and meat; however, feed costs still account for approximately 70–80% of total production expenses. To reduce dependence on commercial fish meal, snakehead fish waste was processed into fish meal and evaluated for its nutritional quality. Proximate analysis showed an average crude protein content of 48.50% across three treatments, indicating its potential as a substitute ingredient. The activity employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications, with observed parameters including feed consumption, body weight gain, and feed conversion ratio. The results demonstrated that snakehead fish waste meal improved feed efficiency, enhanced growth, and reduced the feed conversion ratio without decreasing egg productivity compared to commercial feed. Moreover, this program integrated the use of various multimedia tools as a means of promoting and marketing quail egg products, thereby expanding consumer reach and increasing added value for local farmers.