Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBERDAYAAN SUMBER BELAJAR ELEKTRONIK BERMUATAN ETNOSAINS KOTA SERIBU SUNGAI BANJARMASIN UNTUK SMP KELAS VII Lutfi, Muhammad; Yunus, Rahmat; Mahardika, Andi Ichsan; Suyidno, Suyidno; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i2.339

Abstract

Pengembangan dilakukan untuk menciptakan sumber belajar berupa materi ajar elektronik yang interaktif dan berorientasi keterampilan pemecahan masalah dengan memuat kearifan lokal kota Banjarmasin, klotok dan jukung. Produk divalidasi dan diimplementasikan pada peserta didik untuk mengetahui respon peserta didik terhadap materi ajar interaktif ini. Langkah-langkah pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE, dengan tahapan terdiri dari (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Temuan yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian ini adalah bahwa materi ajar interaktif ini dinyatakan sangat valid oleh tim validator dan dapat dengan baik melatihkan keterampilan pemecahan masalah serta mendapatkan respon positif dari peserta didik. Sehingga dapat dinyatakan bahwa produk yang dikembangkan telah memenuhi kriteria untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN LEARNING CYCLE 7E MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP Navisah, Saidatun; Yunus, Rahmat; Haryanti, Ninis Hadi
Journal of Banua Science Education Vol. 4 No. 1: 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v4i1.253

Abstract

Peserta didik sebagai generasi muda harus memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menganalisis permasalahan terkait pencemaran lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Kemampuan tersebut berperan sebagai dasar bagi peserta didik untuk mewujudkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan dengan mengembangkan video pembelajaran dengan model learning cycle 7E dan berbasis potensi lokal di Kabupaten Tapin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan video pembelajaran yang dikembangkan yang ditinjau dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Penelitian ini menggunakan model pengembangan dengan desain 4D (Define, Design, Development, and Disseminate). Video pembelajaran diujicobakan kepada 9 peserta didik untuk uji coba kelompok kecil dan 36 peserta didik untuk uji coba lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon peserta didik dan guru, serta tes hasil belajar. Analisis data menggunakan rata-rata, persentase, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) video pembelajaran dinyatakan valid dengan memperoleh nilai sebesar 4,37; (2) video pembelajaran dinyatakan praktis dengan memperoleh nilai sebesar 80,86% pada respon peserta didik dan 82,35% pada respon guru; dan (3) video pembelajaran dinyatakan efektif dengan memperoleh nilai sebesar 0,73. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak karena telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Model Learning Cycle 7E, Pencemaran Lingkungan, Potensi Lokal; Video Pembelajaran. Students as the younger generation must have critical thinking skills to analyze problems related to environmental pollution around where they live. This ability acts as a basis for students to create awareness of the importance of protecting the environment. Critical thinking skills can be improved by developing learning videos using the 7E learning cycle model and based on local potential in Tapin Regency. This research aims to analyze the feasibility of the learning videos developed in terms of validity, practicality and effectiveness. This research uses a development model with a 4D design (Define, Design, Development, and Disseminate). The learning video was tested on 9 students for small group trials and 36 students for field trials. The research instruments used in this research were validation sheets, student and teacher response questionnaires, and learning outcomes tests. Data analysis uses average, percentage, and N-gain test. The research results showed that: (1) the learning video was declared valid by obtaining a score of 4.37; (2) the learning video was declared practical by obtaining a score of 80.86% in student responses and 82.35% in teacher responses; and (3) the learning video was declared effective by obtaining a score of 0.73. Based on these results, it can be concluded that the learning video developed is declared feasible because it meets the aspects of validity, practicality and effectiveness.Keywords: Critical Thinking Skills, 7E Learning Cycle Model, Environmental Pollution, Local Potential, Tutorial Video.
Pelatihan GLP (Good Laboratory Practice) dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di MAN 2 Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan Idris, Muddatstsir; Sanjaya, Rahmat Eko; Yunus, Rahmat; Umaningrum, Dewi; Sunardi, Sunardi; Santoso, Uripto Trisno; Irwan, Azidi; Istikowati, Wiwin Tyas
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i2.5913

Abstract

Laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA) seperti labotarorium kimia, fisika, dan biologi merupakan laboratorium dengan risiko tinggi dan memerlukan pengelolaan yang baik agar kegiatan di laboratorium dapat berjalan dengan lancar dan aman. Penerapan GLP (Good Laboratory Practice) dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) di laboratorium berperan penting dalam meminimalkan risiko dan kecelakaan kerja di laboratorium. Olehnya itu, tujuan kegiatan pelatihan ini adalah memberikan pemahaman terhadap guru, pengelola laboratorium dan siswa mengenai pentingnya penerapan GLP dan K3 di laboratorium. Metode yang digunakan untuk memberikan pemahaman kepada guru, pengelola laboratorium, dan siswa kelas XII MAN 2 Hulu Sungai Selatan (HSS) adalah pemaparan materi di kelas. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan, peserta memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini dan memiliki pemahaman yang baik terkait GLP dan K3 setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan ini dapat mewujudkan GLP dan K3 di laboratorium sehingga praktikum, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kata Kunci: Good Laboratory Practice, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Laboratorium
VALIDITAS MODUL TERMOKIMIA BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) UNTUK LITERASI PERUBAHAN IKLIM Fitriani, Fitriani; Haryanti, Ninis Hadi; Yunus, Rahmat; Sholahuddin, Arif; Irhasyuarna, Yudha; Sukmana, M. Laily Qadry
Journal of Banua Science Education Vol. 6 No. 2 (2025): In Process
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v6i2.357

Abstract

Literasi perubahan iklim merupakan kompetensi kunci dalam pendidikan abad ke-21 yang menuntut integrasi strategis ke dalam pembelajaran sains, khususnya kimia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar termokimia berbasis project-based learning (PjBL) yang mengintegrasikan indikator literasi perubahan iklim secara sistematis. Modul dirancang untuk meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan ilmiah, dan kesadaran ekologis peserta didik Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) dengan model 4D; define, design, develop, dan disseminate. Proses pengembangan mencakup analisis kebutuhan, perancangan modul, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Validasi dilakukan oleh lima ahli menggunakan instrumen berbasis lima aspek kelayakan. Hasil menunjukkan bahwa modul memiliki tingkat validitas sangat tinggi (rerata 97,45), dengan skor sempurna pada aspek pedagogi dan penilaian PjBL. Uji coba menunjukkan bahwa modul efektif meningkatkan partisipasi aktif, pemahaman materi, dan refleksi ekologis peserta didik. Fitur interaktif seperti simulasi, padlet, dan pojok literasi mendorong keterlibatan peserta didik dalam konteks nyata. Studi ini membuktikan bahwa pendekatan PjBL efektif untuk menghubungkan konsep kimia dengan isu keberlanjutan. Modul yang dikembangkan dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut untuk memperkuat literasi iklim lintas kurikulum. Implikasinya mendukung transformasi pedagogi kimia menuju pendidikan sains berkelanjutan.