Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN LEARNING CYCLE 7E MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP Navisah, Saidatun; Yunus, Rahmat; Haryanti, Ninis Hadi
Journal of Banua Science Education Vol. 4 No. 1: 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v4i1.253

Abstract

Peserta didik sebagai generasi muda harus memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menganalisis permasalahan terkait pencemaran lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Kemampuan tersebut berperan sebagai dasar bagi peserta didik untuk mewujudkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan dengan mengembangkan video pembelajaran dengan model learning cycle 7E dan berbasis potensi lokal di Kabupaten Tapin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan video pembelajaran yang dikembangkan yang ditinjau dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Penelitian ini menggunakan model pengembangan dengan desain 4D (Define, Design, Development, and Disseminate). Video pembelajaran diujicobakan kepada 9 peserta didik untuk uji coba kelompok kecil dan 36 peserta didik untuk uji coba lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon peserta didik dan guru, serta tes hasil belajar. Analisis data menggunakan rata-rata, persentase, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) video pembelajaran dinyatakan valid dengan memperoleh nilai sebesar 4,37; (2) video pembelajaran dinyatakan praktis dengan memperoleh nilai sebesar 80,86% pada respon peserta didik dan 82,35% pada respon guru; dan (3) video pembelajaran dinyatakan efektif dengan memperoleh nilai sebesar 0,73. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak karena telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Model Learning Cycle 7E, Pencemaran Lingkungan, Potensi Lokal; Video Pembelajaran. Students as the younger generation must have critical thinking skills to analyze problems related to environmental pollution around where they live. This ability acts as a basis for students to create awareness of the importance of protecting the environment. Critical thinking skills can be improved by developing learning videos using the 7E learning cycle model and based on local potential in Tapin Regency. This research aims to analyze the feasibility of the learning videos developed in terms of validity, practicality and effectiveness. This research uses a development model with a 4D design (Define, Design, Development, and Disseminate). The learning video was tested on 9 students for small group trials and 36 students for field trials. The research instruments used in this research were validation sheets, student and teacher response questionnaires, and learning outcomes tests. Data analysis uses average, percentage, and N-gain test. The research results showed that: (1) the learning video was declared valid by obtaining a score of 4.37; (2) the learning video was declared practical by obtaining a score of 80.86% in student responses and 82.35% in teacher responses; and (3) the learning video was declared effective by obtaining a score of 0.73. Based on these results, it can be concluded that the learning video developed is declared feasible because it meets the aspects of validity, practicality and effectiveness.Keywords: Critical Thinking Skills, 7E Learning Cycle Model, Environmental Pollution, Local Potential, Tutorial Video.
Pelatihan GLP (Good Laboratory Practice) dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di MAN 2 Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan Idris, Muddatstsir; Sanjaya, Rahmat Eko; Yunus, Rahmat; Umaningrum, Dewi; Sunardi, Sunardi; Santoso, Uripto Trisno; Irwan, Azidi; Istikowati, Wiwin Tyas
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i2.5913

Abstract

Laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA) seperti labotarorium kimia, fisika, dan biologi merupakan laboratorium dengan risiko tinggi dan memerlukan pengelolaan yang baik agar kegiatan di laboratorium dapat berjalan dengan lancar dan aman. Penerapan GLP (Good Laboratory Practice) dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) di laboratorium berperan penting dalam meminimalkan risiko dan kecelakaan kerja di laboratorium. Olehnya itu, tujuan kegiatan pelatihan ini adalah memberikan pemahaman terhadap guru, pengelola laboratorium dan siswa mengenai pentingnya penerapan GLP dan K3 di laboratorium. Metode yang digunakan untuk memberikan pemahaman kepada guru, pengelola laboratorium, dan siswa kelas XII MAN 2 Hulu Sungai Selatan (HSS) adalah pemaparan materi di kelas. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan, peserta memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini dan memiliki pemahaman yang baik terkait GLP dan K3 setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan ini dapat mewujudkan GLP dan K3 di laboratorium sehingga praktikum, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kata Kunci: Good Laboratory Practice, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Laboratorium
VALIDITAS MODUL TERMOKIMIA BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) UNTUK LITERASI PERUBAHAN IKLIM Fitriani, Fitriani; Haryanti, Ninis Hadi; Yunus, Rahmat; Sholahuddin, Arif; Irhasyuarna, Yudha; Sukmana, M. Laily Qadry
Journal of Banua Science Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v6i2.357

Abstract

Literasi perubahan iklim merupakan kompetensi kunci dalam pendidikan abad ke-21 yang menuntut integrasi strategis ke dalam pembelajaran sains, khususnya kimia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar termokimia berbasis project-based learning (PjBL) yang mengintegrasikan indikator literasi perubahan iklim secara sistematis. Modul dirancang untuk meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan ilmiah, dan kesadaran ekologis peserta didik Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) dengan model 4D; define, design, develop, dan disseminate. Proses pengembangan mencakup analisis kebutuhan, perancangan modul, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Validasi dilakukan oleh lima ahli menggunakan instrumen berbasis lima aspek kelayakan. Hasil menunjukkan bahwa modul memiliki tingkat validitas sangat tinggi (rerata 97,45), dengan skor sempurna pada aspek pedagogi dan penilaian PjBL. Uji coba menunjukkan bahwa modul efektif meningkatkan partisipasi aktif, pemahaman materi, dan refleksi ekologis peserta didik. Fitur interaktif seperti simulasi, padlet, dan pojok literasi mendorong keterlibatan peserta didik dalam konteks nyata. Studi ini membuktikan bahwa pendekatan PjBL efektif untuk menghubungkan konsep kimia dengan isu keberlanjutan. Modul yang dikembangkan dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut untuk memperkuat literasi iklim lintas kurikulum. Implikasinya mendukung transformasi pedagogi kimia menuju pendidikan sains berkelanjutan.
Penyuluhan Artifak Museum Lambung Mangkurat: Potensi De-Extinction Fosil Gajah Kalimantan Susilo, Tanto Budi; yunus, rahmat; Soesanto, Oni; Hindarto, Imam; Utami, Umi Baroroh Lili; Idris, Muddatstsir; Mikrianto, Edi; Mursyidin, Dindin Hidayatul
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16203

Abstract

Abstrak Museum bukan hanya tempat untuk koleksi artefak kebudayaan bangsa, tetapi juga tempat untuk artefak intelektual bangsa, atau tempat koleksi epistemologi intelektual bangsa. Sementara itu, ibu kandung kebudayaan adalah pendidikan. Museum Lambung Mangkurat adalah rumah bagi anak kandung artefak kebudayaan dan ibu kandung bagi pendidikan masyarakat Kalimantan ini. Nama Lambung Mangkurat sendiri, diambil dari putra seorang pedagang (kasta Waisya) keturunan etnis Keling, era kerajaan Mapapahit. PKM ini membahas temuan artefak bendawi (tangible), berupa fosil gajah kisaran 5000 tahun lalu. Fosil ini berperan strategis dalam projek pembangkitan spesies yang punah (de-extintion) pada masa depan. Pokok bahasan ini menjelaskan peristiwa sejarah tentang asal usul gajah kecil (hobbit elephant) yang ada di Kalimantan. Fosil gajah menjelaskan bahwa gajah Kalimantan adalah asli (indigenius) meski kolonial Inggris juga mendatangkan sebagai gajah introduser dari India. Program kreatifitas masyarakat (PKM) ini berupaya mengapresiasi terhadap temuan gajah Kalimantan di daerah Kabupaten Batola. Metode hermeneutika yang dielaborasi structural equation modelling (SEM) digunakan sebagai koleksi tanggapan responden generasi muda. Hasil evaluasi PKM ini adalah sebagai berikut; sangat mengerti (12,5%), mengerti (45%), kurang mengerti (30%) dan tidak mengerti (12,5%) terhadap 12 responden. Hasil PKM menyatakan bahwa generasi muda mengerti atas pentingnya temuan fosil gajah yang terhubung dengan perdagangan era kolonial Inggris di Kalimantan.Kata kunci: Museum; Lambung Mangkurat; fosil gajah 
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Antioksidan Dari Buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Sutomo Sutomo; Hadi Azhari; Arnida Arnida; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Rahmat Yunus
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5778

Abstract

ABSTRAK Antioksidan berfungsi untuk menetralisir radikal bebas, sehingga dapat mencegah dan melindungi terjadinya kerusakan tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif. Salah satu tanaman endemik Kalimantan Selatan yang teridentifikasi mengandung antioksidan alami yaitu kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa antioksidan dari buah M. casturi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan KLT , KCV, dan kromatografi kolom gravitasi. Identifikasi senyawa dengan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR serta uji kualitatif antioksidan dan aktifitas kuantitatif antioksidan isolat. Ekstraksi 2500 gram serbuk buah M. casturi dengan metanol diperoleh 840,69 gram ekstrak kental berwarna coklat. Fraksinasi 60 gram ekstrak metanol dengan fraksi etil asetat menghasilkan 8,3 gram ekstrak kering. Fraksi etil asetat difraksinasi kembali menggunakan KCV dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5; 4:6; 3:7) v/v, etil asetat : metanol (5:5 v/v), 100% metanol diperoleh fraksi A, B, C, D, E, F, G, dan H. Fraksi H dipilih untuk di isolasi menggunakan kromatografi kolom gravitasi dengan eluen n-heksana : etil asetat : metanol (5:3:0,5; 5:4:1; 5:4:2; 5:6:2; 5:6:2,5) v/v dan 100% metanol. Uji kualitatif KLT menunjukkan isolat H-7 mengandung senyawa antioksidan dengan pereaksi DPPH. Aktivitas antioksidan isolat H-7 memiliki nilai IC50¬ sebesar 4,61±0,57 ppm. Analisis isolat H-7 dengan UV-Vis menghasilkan puncak pada λ 274,8 nm (pita I) dan λ 218 nm (Pita II). Analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi dari isolat H-7 yaitu -OH, C-H aromatik, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, dan C-O. Kata Kunci : Antioksidan, buah M. casturi, DPPH, fraksi etil asetat, Isolasi
INOVASI PAKAN DAN PEMASARAN ONLINE PUYUH : PRODUKTIVITAS DAN KEBERLANJUTAN UKM DESA PUNTIK TENGAH Edi Mikrianto; Dahniar Dahniar; Rahmat Yunus
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan limbah ikan gabus sebagai bahan tambahan pakan alternatif bagi burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Burung puyuh memiliki prospek tinggi sebagai sumber telur dan daging, namun biaya pakan masih mendominasi sekitar 70 - 80% dari total biaya produksi. Untuk menekan ketergantungan pada tepung ikan komersial, limbah ikan gabus diolah menjadi tepung dan diuji kualitas nutrisinya. Hasil analisis proksimat menunjukkan kandungan protein kasar sebesar rata-rata 48,50% dengan tiga perlakuan, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi. Kegiatan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, dengan parameter pengamatan berupa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, serta rasio konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung limbah ikan gabus mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki pertumbuhan, dan menurunkan rasio konversi tanpa menurunkan produktivitas telur dibandingkan pakan komersial. Selain itu, program ini juga mengintegrasikan penggunaan berbagai metode multimedia sebagai sarana promosi dan pemasaran hasil produksi telur puyuh, sehingga diharapkan dapat memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan nilai tambah bagi peternak. This community service program focuses on the utilization of snakehead fish (Channa striata) waste as an alternative feed additive for quails (Coturnix coturnix japonica). Quails have high potential as a source of eggs and meat; however, feed costs still account for approximately 70–80% of total production expenses. To reduce dependence on commercial fish meal, snakehead fish waste was processed into fish meal and evaluated for its nutritional quality. Proximate analysis showed an average crude protein content of 48.50% across three treatments, indicating its potential as a substitute ingredient. The activity employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications, with observed parameters including feed consumption, body weight gain, and feed conversion ratio. The results demonstrated that snakehead fish waste meal improved feed efficiency, enhanced growth, and reduced the feed conversion ratio without decreasing egg productivity compared to commercial feed. Moreover, this program integrated the use of various multimedia tools as a means of promoting and marketing quail egg products, thereby expanding consumer reach and increasing added value for local farmers.