Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD I dan MMD II) SERTA IMPLEMENTASI PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RW 04 RT 04 KELURAHAN KERONCONG KECAMATAN JATIUWUNG Nuraisyah, Lis; Siti Robeatul Adawiyah; Dwi Andrianto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i5.4913

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Keperawatan adalah suatu bentuk layanan kesehatan profesional dan bagian integral dari layanan kesehatan yang berlandaskan ilmu dan kiat keperawatan berbentuk bio, psiko, sosial, dan spritual. Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama (WHO). Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mereka tinggal. Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat terfokus pada peningkatan kesehatan dalam kelompok masyarakat. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat dimulai dari indvidu, kelompok sampai tingkat RT/RW. Di wilayah Kp. Keroncong RT 04 RW 04 Kelurahan Keroncong Jatiuwung Tangerang dengan jumlah 150 KK. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh Teknik senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: penulis menggunakan metode Teknik senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi ini dilakukan selama 30 menit, sebanyak 2 kali dalam seminggu. Hasil Penelitian: Teknik senam hipertensi yang dilakukan terhadap hasil yang signifikan yaitu berupa penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi yang dilakukan pada warga di RW 04 Keroncong. Kesimpulan: hasil implementasi yang dilakukan yaitu mendapatkan hasil yaitu Teknik senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Tekanan Darah, Senam anti Hipertensi. ABSTRACK Background: Nursing is a form of professional health service and an integral part of health services based on bio, psycho, social and spiritual nursing knowledge and tips. A community is a social group that lives in one place, interacts with each other, knows each other and has the same interests and interests (WHO). A community is a group of people who live in the same location under the same government, the same area or location where they live, a social group that has the same interests. To improve the level of public health, it can start from individuals, groups to the RT/RW level. In the area of ​​Kp. Keroncong RT 04 RW 04 Keroncong Jatiuwung Tangerang Village with 150 familie. Purpose: to determine the effect of hypertension exercise techniques on reducing blood pressure in hypertensive sufferers. Method: The author uses the hypertension exercise technique method to reduce blood pressure in hypertensive sufferers. This therapy is carried out for 30 minutes, 2 times a week. Research Results: The hypertension exercise technique carried out had significant results, namely reducing blood pressure in hypertension sufferers, which was carried out on residents in RW 04 Keroncong. Keywords: Hypertension, Blood Pressure, Anti-Hypertension Exercises.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN CAMPURAN GARAM TERHADAP ENURUNAN TEKANAN DARAH DI GRAHA LANSIA MARFATI TANGERANG Fitria Cahyani Lestari; Siti Robeatul Adawiyah; Regina Windyastuti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i5.4943

Abstract

Latar Belakang : Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Kelompok yang dikategorikan Lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut Aging Process atau proses penuaan. Hipertensi adalah keadaan seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian atau mortalitas. Menurut data dari Kementrian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) angka prevalensi hipertensi di indonesi mencapai 34,11% dari populasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada 10 orang lansia didapatkan hasil sebanyak 3 lansia menderita hipertensi. Salah satu cara mengatasinya bisa dengan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Dengat Campuran Garam. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakaha ada pengaruh terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam tehadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode Penelitian : Studi kasus (case study) pada seorang lansia dengan Hipertensi. Analisa data menggunakan analisis deskriptif. Terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam ini dilakukan selama 3x dalam seminggu dengan durasi 15-20 menit, serta air bersuhu 33-370C. Hasil Penelitian : Hasil penerapan menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah setelah pemberian terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam selama 3x dalam seminggu. Pada pertemuan pertama tekanan darah dari 148/95 mmHg menjadi 145/92 mmHg, pada pertemuan kedua tekanan darah dari 142/90 mmHg menjadi 139/92 mmHg, dan pada pertemuan ketiga tekanan darah dari 138/83 menjadi 135/80 mmHg. Maka dapat disimpulkan Terapi Rendam Kaki Air Hangat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita Hipertensi.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN ASAM URAT (GOUT ARTHRITIS) DENGAN INTERVERENSI PEMBERIAN JUS APEL TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DI PANTI WERDHA MARFATI TANGERANG GERIATRIC NURSING CARE FOR PATIENTS WITH GOUT ARTHRITIS WITH APPLE JUICE INTERV Adawiyah, Sufia Al; Siti Robeatul Adawiyah; Regina Windyastuti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i5.4969

Abstract

ABSTRACT/ABSTRAK Background: According to data from the World Health Organization, the prevalence of gout arthritis worldwide is quite high at 34.2%. Gout arthritis often occurs in developed countries such as the United States. Based on data, the prevalence of gout arthritis in the United States is 13.6% per 100,000 population. The prevalence of hyperuricemia in developing countries such as China and Taiwan continues to increase annually. Objective: This study aims to determine the effect of apple juice consumption on reducing uric acid levels. Method: Apple juice was administered as 100 ml of water with one apple daily for 6 days, once a day, administered directly, with uric acid levels measured pre- and post-intervention. Results: Apple juice consumption resulted in a decrease in uric acid levels over the 6-day period as assessed by pre- and post-intervention uric acid measurements. The initial uric acid level before apple juice consumption was 7.6 mg/dl, and after 6 days of apple juice consumption, it decreased to 5.1 mg/dl. Conclusion: The study demonstrates the influence of apple juice consumption on reducing pre- and post-intervention uric acid levels. The initial uric acid level was 7.6 mg/dl before apple juice consumption and decreased to 5.1 mg/dl after the intervention.Kata Kunci : Apple Juice, elderly, uric acid, lansia, jus apel, asam urat
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DI GRAHA MARFATI TANGERANG Komalasari, Umi; Siti Robeatul Adawiyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i1.4984

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Lanjut usia merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan pada setiap individu dimana dalam setiap proses ini terjadi perubahan fisik maupun berpengaruh pada berbagai fungsi dan kemampuan tubuh yang pernah dimilikinya. Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menganggu metabolic tubuh ditandai kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin. Prevensi Diabetes memprediksi Indonesia akan mengalami kenaikan penderita diabetes melitus sekitar 21,3 juta pada tahun 2030, hasil pengkajian didapat 6 lansia mengalami Diabetes Melitus di Graha Martfati Tangerang. Salah satu cara menangulanginya dengan pemeberian Jus Buah Naga Merah. Tujuan Penelitian : untuk megetahui pengaruh pemberian Jus Buah Naga terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode : studi kasus (case study) pada seorang pasien penderita Diabetes Melitus dengan mengonsumsi jus buah naga. Hasil Penelitian : hasil penurunan menunjukan terjadi penurunan kadar glukosa darah setelah pemberian Jus Buah Naga Merah selama 7 hari dari 320 mg/Dl – 190 mg/Dl, maka disimpulkan pemberian jus buah naga memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah. Kata Kunci : Lansia, Diabetes Melitus, Jus Buah Naga, Kadar Glukosa Darah.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN INTERVENSI JUS SEMANGKA UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI DI PANTI WERDHA MARFATI Indah, Indah; Siti Robeatul Adawiyah; Regina Windyastuti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.4997

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Lansia merupakan tahap akhir dari pertumbuhan dan perkembangan manusia yang merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap manusia. Pada tahap ini, seseorang akan mengalami banyak perubahan baik fisik, mental, social, maupun kemunduran dalam berbagai fisiologis tubuh. Terdapat dua cara untuk menurunkan hipertensi, farmakologis dan non farmakologis. Non farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian jus semangka untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien. Tujuan: Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui efektivitas jus semangka untukmenurunkan tekanan darah tinggi pada lansia. Metode: Desain metode kasus menggunakan asuhan keperawatan, sampel studi kasus menggunakan 1 pasien pada Ny. E dengan pengaplikasian terapi jus semangka selama 7 hari dengan jumlah 300 g di dapatkan tekanan darah tinggi menurun. Hasil: Berdasarkan hasil implementasi Pada hari pertama, Jumat 05 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 153/95 mmHg. Pada hari Kedua, Senin 08 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 148/85 mmHg. Pada hari Ketiga, Selasa 09 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 143/80 mmHg. Pada hari keempat, Rabu 10 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 138/78 mmHg. Pada hari kelima, Kamis 11 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 130/75 mmHg. Pada hari keenam, Jumat 12 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 125/72 mmHg. Pada hari ketujuh, Sabtu 13 Juli 2024 pukul 09.00 WIB dilakukan implementasi jus semangka dengan hasil evaluasi yaitu tekanan darah Ny. E 120/70 mmHg. Kata Kunci: Jus Semangka, Hipertensi, Lansia ABSTRACT Background: Elderly is the final stage of human growth and development which is part of the life process that cannot be avoided and will be experienced by every human being. At this stage, a person will experience many changes, both physical, mental, social, as well as deterioration in various physiology of the body. There are two ways to reduce hypertension, pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological treatment can be done by giving watermelon juice to reduce high blood pressure in patients. Purpose: The purpose of this paper is to determine the effectiveness of watermelon juice in reducing high blood pressure in the elderly. Method: Case method design using nursing care, case study sample using 1 patient in Mrs. E, by applying watermelon juice therapy for 7 days with a total of 300 g, high blood pressure was reduced. Results: Based on the results of implementation. On the first day, Friday 5 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 153/95 mmHg. On the second day, Monday 8 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 148/85 mmHg. On the third day, Tuesday 09 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 143/80 mmHg. On the fourth day, Wednesday 10 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 138/78 mmHg. On the fifth day, Thursday 11 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 130/75 mmHg. On the sixth day, Friday 12 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 125/72 mmHg. On the seventh day, Saturday 13 July 2024 at 09.00 WIB, watermelon juice was implemented with the evaluation results, namely Mrs. E 120/70 mmHg. Keywords: Watermelon Juice, Hypertension, Elderly
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI PANTI WERDHA MARFATI TAHUN 2024 Dwi Andrianto; Siti Robeatul Adawiyah; Regina Windya
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.4998

Abstract

Latar Belakang : Kelompok lanjut usia merupakan kelompok penduduk yang berusia 60 tahun keatas. Hipertensi merupakan factor risiko utama pada Kesehatan masyarakat hipertensi ini suatu penyakit yang tidak menonjol tetapi ini masalah yang sangat serius. Karena menyebabkan nyata pada Kesehatan fungsional penderita yaitu penyakit jantung coroner, gagal jantung, serta stroke. Tujuan : Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan gerontik pada pasien hipertensi dengan pemberian intervensi jus mentimun untuk menurunkan tekanan darah di panti werdha marfati. Metode: studi kasus yang dilakukan dengan observasi selama 3 kali pertemuan dengan intervensi pemberian jus mentimun. Hasil : studi kasus yang didapatkan bahwa setelah klien melakukan penerapan pemberian jus mentimun selama 3 hari terjadi penurunan tekanan darah. Kesimpulan : terdapat pengaruh pemberian jus mentimun terhadap penurunan hipertensi.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN GOUT ARTHRITIS DENGAN PEMBERIAN TERAPI JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DI PANTI WERDHA MARFATI TANGERANG Kholipah, Kholipah; Siti Robeatul Adawiyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5008

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut aging process atau proses penuaan. Asam urat atau gout adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah. Prevalensi hiperurisemia berdasar diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia adalah 11,9% dan berdasar diagnosis atau gejala 24,7%.4 Prevalensi berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tertinggi di Bali (19,3%), diikuti Aceh (18,3%), hasil pengkajian didapatkan 6 lansia mengalami Asam Urat di Panti Werdha Marfati. Salah satu menanggulanginya dengan pemberian Jus Jambu Biji Merah. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh pemberian Jus Jambu Biji Merah terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia. Metode Penelitian : studi kasus (case study) pada seorang pasien dengan Gout Arthritis. Analisa data menggunakan analisis deskriptif. Hasil Penelitian : Hasil penerapan menunjukan terjadi penurunan kadar asam urat setelah pemberian Jus Jambu Biji Merah selama 7 hari berturut-turut, dari 10,5 mg/Dl menjadi 8,8 mg/dl. Maka, dapat disimpulkan Terapi Pemberian Jus Jambu Biji Merah memiliki pengaruh dalam penurunan kadar asam urat pasien Gout Arthritis. Kata Kunci : Lansia, Gout Artritis, Jus Jambu Biji Merah, Kadar Asam Urat. ABSTRACK Background: Elderly is an age group in humans who have entered the final stage of their life phase. This group categorized as elderly will experience a process called the aging process. Gout is a joint disease caused by high levels of uric acid in the blood. The prevalence of hyperuricemia based on the diagnosis of health workers in Indonesia is 11.9% and based on the diagnosis or symptoms 24.7%. 4 The prevalence based on the diagnosis of health workers is highest in Bali (19.3%), followed by Aceh (18.3%), the results of the study found 6 elderly people experiencing Gout at the Marfati Werdha Panti. One way to overcome it is by giving Red Guava Juice. Research Objective: to determine the effect of giving Red Guava Juice on reducing uric acid levels in the elderly. Research Method: case study on a patient with Gout Arthritis. Data analysis using descriptive analysis. Research Results: The results of the application showed a decrease in uric acid levels after administering Red Guava Juice for 7 consecutive days, from 10.5 mg/dl to 8.8 mg/dl. Therefore, it can be concluded that Red Guava Juice Therapy has an effect on reducing uric acid levels in Gout Arthritis patients. Keywords: Elderly, Gout Arthritis, Red Guava Juice, Uric Acid Levels.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI TERAPI SENAM KAKI DIABETES UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DI GRAHA MARFATI TANGERANG Putri, Lutfiana; Siti Robeatul Adawiyah; Regina Windyastuti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5037

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Menua adalah proses biologis yang tidak dapat dihindari. Proses penuaan terjadi secara alamiah. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya masalah fisik, mental, sosial, keuangan dan psikologis. Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa didalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Prevelensi Diabetes Melitus di Indonsia mencapai 10,7 juta, hasil pengkaian didapatkan 6 lansia mengalami Diabetes Melitus di Graha Marfati Tangerang. Salah satu cara menanggulanginya dengan Terapi Senam Kaki Diabetes. . Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada lansia. Metode Penelitian : studi kasus (case study) pada seorang pasien Diabetes Melitus dengan melakukan senam kaki diabetes selama 3 hari dengan durasi 30 menit/hari. Analisa data menggunakan analisis deksriptif. Hasil Penelitian : Hasil penerapan menunjukan terjadi penrunan kadar glukosa darah setelah pemberian Terapi Senam Kaki Diabetes selam 3 hari berturut-turut, dari 167mg/dl menjadi 143 mg/dl. Maka, dapat disimpulkan Terapi Senam Kaki Diabetes memiliki pengaruh dalam penurunan kadar glukosa darah pasien Diabetes Melitus. Kata Kunci = Lansia, Diabetes Melitus, Senam Kaki Diabetes, Kadar Glukosa Darah ABSTRACT Background: Aging is a biological process that cannot be avoided. The aging process occurs naturally. This can cause physical, mental, social, financial and psychological problems. Diabetes Mellitus is a disease where glucose levels in the blood are high because the body cannot release or use insulin adequately. The prevalence of Diabetes Mellitus in Indonesia reached 10.7 million, the results of the assessment showed that 6 elderly people had Diabetes Mellitus at Graha Marfati Tangerang. One way to overcome this is with Diabetes Foot Exercise Therapy. Research Objective: to determine the effect of diabetic foot exercises on reducing blood glucose levels in the elderly. Research Method: case study of diabetes mellitus patient by doing diabetic foot exercises for 3 days with a duration of 30 minutes/day. Data analysis uses descriptive analysis. Research Results: The results showed that there was a decrease in blood glucose levels after administering Diabetes Foot Exercise Therapy for 3 consecutive days, from 167 mg/dl to 143 mg/dl. So, it can be concluded that Diabetes Foot Exercise Therapy has an influence on reducing blood glucose levels in Diabetes Mellitus patients. Keywords = Elderly, Diabetes Mellitus, Diabetic Foot Exercises, Blood Glucose Levels
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN PADA PENDERITA ASAM URAT DI RW 004 DESA SINDANG SANA Mohamad Jalal Hambali; Siti Robeatul Adawiyah; Rina Puspita Sari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i1.5369

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penyakit muskuloskeletal pada lansia dengan asam urat mengalami peningkatan mencapai 335 juta jiwa di dunia, sedangkan di Indonesia mencapai (30,3%) pada orang dewasa dan lansia. Faktor yang memengaruhi asam urat meliputi faktor genetik, obesitas, usia, jenis kelamin, termasuk pola makan. Tingkat pengetahuan adalah mencakup pengertian, penyebab, tanda dan gejala. Pola makan adalah menunjukkan jenis makanan, jumlah makanan, dan frekuensi makan mereka, menyebabkan kadar asam urat yang terganggu. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola makan dengan kejadian pada penderita asam urat di rw 04 desa sindang sono. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis Chi Square. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa 35,8% responden memiliki kategori tingkat pengetahuan kurang baik, 51,6% memiliki kategori pola makan kurang, 38,9% memiliki kategori asam urat pada laki-laki tinggi dan 31,9% memiliki kategori asam urat pada perempuan tinggi. Hasil analisis Chi Square terdapat P-Value 0,005 < 0,05, maka Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan pola makan dengan kejadian pada penderita asam urat di RW 004 Desa Sindang Sono.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Stres Akademik Pada Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Non Reguler Saifudin, Muhamad; Siti Robeatul Adawiyah; Inna Mukhaira
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i2.267

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan suatu kondisi yang timbul akibat adanya interkasi dengan lingkungan yang dapat menimbulkan efek bagi sistem tubuh manusia, psikologis dan sosial dari seseorang. Mahasiswa mengalami stres sebagai tuntutan kehidupan akademik yang harus dijalani, termasuk aktivitas diluar akademik diantaranya bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan teman, suku, budaya dan lainnya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres akademik pada mahasiswa program studi S1 Keperawatan Non Reguler Angkatan 2021/2022 Universitas YATSI Madani. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 70 mahasiswa program studi S1 Keperawatan. Analisis yang digunakan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar berusia >35 tahun (51,4%), berjenis kelamin perempuan (70,0%), status bekerja (98,6%), IPK ≥3 (74,3%), tinggal bersama keluarga (65,7%), motivasi baik (75,7%) dan stres akademik sedang (64.3%). Analisis Continuity Correction dan Fisher's Exact Test didapatkan adanya hubungan jenis kelamin (p-value: 0,011) dan motivasi (pvalue: 0,001) dengan stres akademik. Sedangkan usia, pekerjaan, IPK, status tempat tinggal tidak memiliki hubungan dengan stres akademik (pvalue: >0,05). Kesimpulan: ada hubungan jenis kelamin dan motivasi dengan stres akademik pada Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Non Reguler Angkatan 2021/2022 Universitas YATSI Madani. Saran: Diharapkan pelayanan keperawatan dapat memfasilitasi dalam upaya peningkatan motivasi mahasiswa dalam menjalankan pendidikan agar stres akademik dapat berkurang.
Co-Authors Abdillah Kurni P Adawiyah, Sufia Al Adilah Salsabila Aef Eka S Ahmad Fujiyanto Ahmad Kurtusi Ahmad Sarkowi Juniansyah Alfika Safitri Alif Wisageni Alvina Damayanti Ameliani, Indri Andini Andini Aninda Rizki Maulida Anis Nurfaidah Anisa Anisatun Zahroh Arum Arofiyah Wiharti Astri Septiani Astuti Astuti Aulia Shafa Shalsabila Ayu Dyah Faradina Aziz Romansyah Baehaqi Bagas Prawira Andrianto Benget Cris D.A Cholisa Resmi Sari Cut Eka P Cut Indah Rahmadani Dede Nurjanah Deva Restu Sari Dewi Sumiati Dian Anggraini Dicky Aditama Dida Ningtias Dina Alfionita Dita Faradillah Dwi Andrianto Dwi Anjani Dwi Sinta Eka Haniawati Eli Mantika Ely Triyana Eni Hernawati Eprilia Nurwahyuni Erna Sulandari Esti Widiyawati Fadiatul Aini Fauzi Iskandar Fitri Sintya Fitria Cahyani Lestari Fitria Rahma Wandari Hasan Basri Imam Saguh M Imam Saguh Mardiono Indah Fitriyani Indah Indah Indriana Dwi Assyfah Inna Mukhaira Johanes Parasian Khaerul Anwar Khaerul Anwar Kholipah, Kholipah Komalasari, Umi Laily Maftuhah Laraswati Putri Basuki Latifah Maulina Lidia Rosaria Lilis Rusfitasari Linda Linda Lingling Rahmawati Lis Nuraisyah M. Hasan Basri Marcella Sukmawati marki marki Martshela Handayani Meily Purnama Sari Mesi Maesaroh Mila mila Mohamad Jalal Hambali Mohamad Nanda Saputra Junaedi Mohamad Sohibul Latif Mohamad sohibul latif, Latif Mohamad Yusup Ardawilly Mugiyanto Mugiyanto Nadilah Rahmawati Nola Andriani Nopela, Nopela Nunu Soleha Nunung Sri Haryati Nur Ayu Fazri Nur Hafidiani Nur Rohmah Nuraisyah, Lis Nurul Safitri Peri Peratama Pujianti Listiani Putri, Lutfiana Rahmah Nurazizah Ratih Pisesa Pebriyanti Regina Widyastuti Regina Windya Regina Windyastuti Reny Nuraeni Repidawati Sinaga Restika Muji C Restika Muji Chitra Ria Sartika Ridayanti, Ridayanti Rina Puapita Sari Rina Puspita Sari Rini Handayani Rita Dona M Sahnita Lantiani Saifudin, Muhamad Saprudin Saprudin Selpi Nurmayanti Setiarini Pujiningtyas Setiyarto, Setiyarto Siti Bunga Ashari SITI FATIMAH Siti Homalia Siti Mabruroturrohmah Siti Maharani Siti Mahdiah Siti Murniawati Siti Novalia Siti Nuratna Habibah Siti Nurmala Siti Rahayu Siti Sopiah Siti Yunisatul Qibtiah Sufia Al Adawiyah Sumiatun Sumiatun Susi Aria Mensi Tamita Riskiana Dewi Tania Oktapiani Taufik Hidayat Titi Sabariyah Umi Salamah Utari Nursafitri Widah Nurul Aini Winda Oktaviana Wiwi Adhariyah Yulis Setyawati