Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI MASYARAKAT MAJU DALAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN MODEREN DIDESA KIRAM MARTAPURA Muhammad Yuliansyah; Kasypul Anwar
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 12: Mei 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i12.2058

Abstract

Ilmu pengetahuan semakin berkembang dari masa ke masa. Perkembangan ilmu pengetahuan ini mendukung untuk terciptanya teknologi-teknologi baru yang menandai adanya kemajuan zaman. Hingga kini, teknologi yang berkembang sudah memasuki tahap digital. Termasuk di Indonesia, setiap bidang sudah mulai memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pekerjaan, termasuk juga di bidang pendidikan. Sebagai suatu entitas yang terkait dalam budaya dan peradaban manusia, pendidikan di berbagai belahan dunia mengalami perubahan sangat mendasar dalam era globalisasi. Ada banyak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dinikmati umat manusia. Namun sebaliknya,kemajuan tersebut juga beriringan dengan kesengsaraan banyak anak manusia, apalagi dalam era globalisasi sekarang ini.
Manajemen Sekolah Dalam Penanaman 6 Pondasi Gerakan Transisi Paud – SD Di Kelas Awal SDN Lokpaikat 1 Dan SDN Bitahan 1 Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Lina Mailida; Muhammad Yuliansyah; Husnul Madihah
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 6 (2025): Juni 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran manajemen sekolah dalam penanaman 6 pondasi gerakan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) di kelas awal, dengan fokus pada SDN Lokpaikat 1 dan SDN Bitahan 1 di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, termasuk perbedaan tingkat kesiapan anak, tantangan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum antara PAUD dan SD. Dalam mengatasi tantangan ini, manajemen sekolah menunjukkan inisiatif kreatif, kondisi kurikulum, dan mengintensifkan komunikasi dengan orang tua sebagai strategi penting.Kolaborasi yang erat antara sekolah, guru, dan orang tua adalah kunci keberhasilan dalam mendukung transisi anak-anak dari PAUD ke SD di kedua lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tentang manajemen peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif bagi anak-anak selama fase transisi krusial dari PAUD ke SD. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang ada. Hasil penelitian tentang manajemen sekolah dalam penanaman 6 pondasi gerakan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) di kelas awal di SDN Lokpaikat 1 dan SDN Bitahan 1, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, menunjukkan komitmen manajemen sekolah dalam mempersiapkan anak-anak untuk transisi yang sukses. Langkah-langkah seperti kolaborasi yang efektif dengan semua pemangku kepentingan, peran proaktif kepala sekolah dan guru, serta keterlibatan orang tua menjadi kunci dalam mendukung proses transisi. Tantangan seperti perbedaan kesiapan anak, hambatan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam menyelaraskan kurikulum antara PAUD dan SD diatasi melalui upaya kreatif manajemen sekolah. Kolaborasi erat antara sekolah, guru, dan orang tua terbukti penting dalam membantu anak-anak menghadapi transisi ini dengan percaya diri dan sukses.
SOSIALISASI DALAM MENYIAPKAN KEPEMIMPINAN DIERA DIGITAL Muhammad Yuliansyah; Agustina Rahmi; Kasypul Anwar
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain. Atau dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku yang konsisten ditunjukkan dan sebagai yang diketahui oleh pihak lain ketika seseorang berusaha mempengaruhi kegiatan-kegiatan orang lain. Perilaku ini dikembangkan setiap saat dan yang dipelajari oleh pihak lain untuk mengenal ataupun menilai kepemimpinan seseorang. Namun demikian, gaya kepemimpinan seseorang tidaklah bersifat "fixed", yaitu bahwa seorang pemimpin mempunyai kapasitas untuk membaca situasi yang dihadapinya dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya sesuai dengan situasi tersebut, meskipun penyesuaian itu mungkin hanya bersifat sementara Pada sisi lain, setiap pemimpin mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen atau watak, dan kepribadian sendiri yang unik/khas, sehingga tingkah laku dan gayanyalah yang membedakannya dari orang lain
PENGUATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PEMBELAJARAN LITERASI PADA SD NEGERI KABUPATEN TANAH BUMBU Kasypul Anwar; Muhammad Yuliansyah
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/pengabdian.v5i1.1505

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran literasi di SD Negeri Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam penelitian ini, rumusan masalah mencakup kondisi kompetensi guru dalam pembelajaran literasi, kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran literasi, pengaruh pelatihan pembelajaran literasi terhadap peningkatan kompetensi guru, peran kolaborasi antara sekolah, guru, dan masyarakat dalam penguatan kompetensi guru, serta dampak penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran literasi terhadap kualitas pendidikan. Melalui pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif, data akan dikumpulkan melalui survei, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pertanyaan-pertanyaan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kompetensi guru, kendala-kendala yang dihadapi, pengaruh pelatihan, peran kolaborasi, dan dampak penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran literasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang upaya penguatan kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran literasi di SD Negeri Kabupaten Tanah Bumbu. Selain itu, penelitian ini juga akan memberikan rekomendasi konkret dan berkelanjutan untuk meningkatkan praktik pengajaran dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh informasi yang berharga tentang kondisi kompetensi guru, kendala-kendala yang dihadapi, pengaruh pelatihan, peran kolaborasi, dan dampak penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran literasi. Temuan ini akan menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan dan perbaikan dalam penguatan kompetensi guru, serta memberikan rekomendasi yang konkret dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Kabupaten Tanah Bumbu.
PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN BARAMBAIKABUPATEN BARITO KUALA Herianto, Muhammad; Khuzaini, Khuzaini; Muhammad Yuliansyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7496

Abstract

This research is motivated by the fact that there are still state elementary school teachers in Barambai District who have less than ideal performance, from the aspects of learning planning, learning implementation to learning evaluation. This research aims to analyze: 1) the influence of school principal supervision on teacher professionalism, 2) Is there an influence of work culture on teacher professionalism, 3) the influence of academic supervision and work culture together on teacher professionalism. This research is acorrelational descriptive research with path analysis. The research population was state elementary school teachers in Barambai District with a population of 117 people with a sample population of 91. Data was collected through questionnaires and then analyzed descriptively and inferentially using SPSS 25. The results of the research show: 1) There is an influence of principal supervision on the professionalism of elementary school teachers in Barambai sub-district, Barito Kuala Regency, amounting to 10.2%. However, there is still a very low perception of Principal supervision, especially in terms of follow-up programs. Meanwhile, the teacher professionalism variable with the lowest score is indicator Y.9 related to the evaluation of learning outcomes carried out by teachers periodically. 2) There is an influence of work culture on the professionalism of elementary school teachers in Barambai District, Regency by 27%. However, there is still a very low perception of work culture, especially in terms of teachers' attitudes towards informing colleagues when they get new information. Meanwhile, the teacher professionalism variable with the lowest score is indicator Y.9 related to the evaluation of learning outcomes carried out by teachers periodically. 3) There is an influence of the Principal's academic supervision and work culture on the professionalism of elementary school teachers in the Barambai subdistrict, Barito Kuala Regency, amounting to 42.9%. However, there is still a very low perception of teacher professionalism, especially in terms of evaluation of learning outcomes carried out by teachers periodically.
PENGARUH KEPEMIMPINAN, IKLIM DAN SEMANGAT KERJA TERHADAP DISIPLIN GURU SDN SE GUGUS BELITUNG DAN KUIN CERUCUK DIKOTA BANJARMASIN Siti Rahmah; Muhammad Yuliansyah; Kasypul Anwar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8086

Abstract

Guru adalah sebagai ujung tombak dalam pendidikan. Oleh karena itu guru harus mampu memberikan keteladanan di sekolah, di masyarakat dan di dalam keluarga. Sebagai tugas operasionalnya guru sebagai pemimpin, administrator, edukator, desainer dan konselor sehingga guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, mengevaluasi, dan menganalisa melainkan juga harus memperhatikan, bagaimana budaya sekolah dan metode apa yang dipilih dalam menyampaikan materi pembelajaran juga bagaimana menghadapi permasalahan diselesaikan secara psikologis dan edukatif (Sutanto, 2014:25). Begitu pentinya peranan guru dalam menentukan keberhasilan pendidikan, untuk itu seorang guru harus memiliki disiplin yang tinggi terhadap tugas yang diembannya sebagaimana yang telah diamanatkan untuk pegawai negeri sipil sebagai abdi negara. Mencermati uraian di atas, terlihat betapa besarnya peran guru dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Guru memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian, akhlak, mentalitas, dan moral
PRINCIPAL'S POLICY AND LEADERSHIP IN IMPLEMENTING THE INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM IN BANJARBARU PUBLIC ELEMENTARY SCHOOLS Yeni Rahmawati; Didi Susanto; Muhammad Yuliansyah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.1637

Abstract

Yeni Rahmawati 2209050014. Principal Policy and Leadership in Implementing the Independent Learning Curriculum in Banjarbaru State Elementary Schools Dr. Didi Susanto and Dr. Muhammad Yuliansyah. Policy and Leadership The principal has the ability to lead all school resources. SDN 1 Sungai Besar Banjarbaru and SDN 1 Sungai Ulin Banjarbaru found several problems that were almost the same in the two schools, namely: Limited resources, including teacher competency, use of IT, funds, budget allocation and facilities. Principal Policy and Leadership has a very big role in dealing with various problems in implementing the independent learning curriculum. This research aims to: 1) Identify the Principal's Policy and Leadership in Implementing the Independent Learning Curriculum at SDN 1 Sungai Besar and SDN 1 Sungai Ulin Banjarbaru, 2) Analyze the results of the Principal's Policy and Leadership in Implementing the Independent Learning Curriculum at SDN 1 Sungai Besar and SDN 1 Sungai Ulin Banjarbaru, and 3) Analyze the supporting and inhibiting factors for the Principal's Policy and Leadership in Implementing the Independent Learning Curriculum. This research is a qualitative descriptive research using the main instrument of interviews. The data sources in this research are school principals and teachers at SDN 1 Sungai Besar Banjarbaru and SDN 1 Sungai Ulin Banjarbaru. Data analysis uses the Miles and Huberman concept, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that: 1) How the Principal's Policy and Leadership in implementing the independent learning curriculum includes: Vision and Mission in Implementing the Independent Learning Curriculum, Policies that support the independent learning curriculum, Leadership periodic collaboration in decision making of the Independent Curriculum 2) Implementation Results by measuring the results of implementation With this policy and leadership, school principals can assess the success and effectiveness of the implementation of the Independent Learning Curriculum and make the necessary adjustments to achieve better results in the future. The principal can evaluate the impact of the implementation of the Independent Learning Curriculum policy and make the necessary adjustments to ensure that all school members get maximum benefits from the implementation of the curriculum. 3) Supporting Factors for the policy and the principal's leadership. The principal's strong and visionary leadership can motivate and direct the entire school community in implementing the independent learning curriculum, Inhibiting Factors Leadership that is less consistent or less committed and budget limitations can hinder the ability to provide facilities.
PERENCANAAN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN MUTU MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 HULU SUNGAI UTARA Yulia Marni; Husnul Madihah; Muhammad Yuliansyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22320

Abstract

Perencanaan strategi merupakan elemen penting dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategi peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan secara sistematis dan partisipatif melalui perumusan visi, misi, dan tujuan madrasah yang didukung analisis kondisi internal dan eksternal. Implementasi strategi diwujudkan melalui penguatan mutu pembelajaran, peningkatan layanan akademik dan nonakademik, pengelolaan sarana dan prasarana, serta pembinaan karakter peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan strategi didukung oleh komitmen kepala madrasah, kualifikasi dan dedikasi guru, dukungan pendanaan pemerintah, serta keterlibatan warga madrasah dan orang tua peserta didik. Namun demikian, pelaksanaan strategi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan dana, latar belakang ekonomi peserta didik yang beragam, serta perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan strategi yang disusun dan diimplementasikan secara sistematis dan kontekstual berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN VISI DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 10 HULU SUNGAI UTARA Mujiburrahman Mujiburrahman; Jarkawi Jarkawi; Muhammad Yuliansyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22316

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala madrasah dalam mewujudkan visi sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala madrasah, guru, serta tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan sebagai pemimpin visioner yang mampu mengomunikasikan visi sekolah, membina kinerja guru, melaksanakan supervisi akademik, serta membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Strategi kepemimpinan kepala madrasah diwujudkan melalui perencanaan program yang selaras dengan visi sekolah, keteladanan dalam kepemimpinan, dan pengelolaan lingkungan madrasah yang kondusif. Keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah didukung oleh komitmen kepala madrasah, dukungan guru dan tenaga kependidikan, serta budaya kerja yang kondusif. Namun demikian, terdapat kendala berupa perbedaan kompetensi dan kedisiplinan guru, keterbatasan sarana tertentu, serta tantangan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah yang visioner dan adaptif merupakan faktor kunci dalam mewujudkan visi sekolah secara efektif.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS PONDOK PESANTREN DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI SMP ISLAM NURUL HIJRAH JORONG DAN SMP TAHFIDZ BILINGUAL DARUL QUR’AN ISTIQOMAH PELAIHARI Nasrullah Nasrullah; Didi Susanto; Muhammad Yuliansyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22317

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada sekolah berbasis pondok pesantren yang menekankan pembinaan karakter dan nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah berbasis pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan melalui studi multi kasus di SMP Islam Nurul Hijrah Jorong dan SMP Tahfidz Bilingual Darul Qur’an Istiqomah Pelaihari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah di kedua sekolah bercirikan kepemimpinan spiritual yang berlandaskan nilai-nilai pesantren, seperti keteladanan, kedisiplinan, dan religiusitas. Kepala sekolah berperan strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dengan mengintegrasikan kurikulum nasional dan program kepesantrenan. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah meliputi kuatnya budaya religius, dukungan yayasan dan guru, serta keteladanan kepala sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, perbedaan kesiapan guru, serta tantangan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis pesantren merupakan model kepemimpinan yang kontekstual dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada pembinaan karakter dan nilai spiritual.