Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH RAMAH ANAK (STUDI KASUS : SD NEGERI 8 KAMPUNG BARU DAN SDIT AR-RASYID KABUPATEN TANAH BUMBU) Hamdi, Rafii; Yuliansyah, Muhammad; Madihah, Husnul
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v3i2.11539

Abstract

Proses pembentukan Sekolah Ramah Anak di SDN 8 Kampung Baru dan SDIT Ar Rasyid merupakan pilot projec Dinas melalui pemberian Surat Keputusan (SK).  implementasi manajemen sekolah ramah anak di SDN 8 Kampung Baru belum sepenuhnya menerapkan fungsi – fungsi manajemen. Lemahnya manajerial tersebut karena mengikuti kurikulum sekolah adiwiyata yang dalam pelaksanaanya terdapat nilai – nilai ramah anak, pembuatan media publikasi berupa poster anti bullying dan anti perundungan serta secara umum pengawasan hanya dilakukan oleh Kepala Sekolah. Berbeda di SD IT Ar Rasyid yang menerapkan fungsi manajemen meskipun belum maksimal. Proses perencanaan tidak terdokumentasikan, proses pengorganisasian dibuktikan dengan adanya Surat keputusan (SK) Tim pelaksana Sekolah Ramah Anak, pelaksanaan dilakukan dengan melibatkan seluruh warga sekolah dengan membuat jadwal harian penyambutan siswa, penanaman nilai – nilai ramah anak dalam proses pembelajaran serta pembuatan media publikasi berupa poster – poster anti bullying dan anti perundungan.Selain itu proses pengawasan dilakukan oleh Kepala Sekolah, Komite serta Yayasan. 3) faktor pendukung implementasi manajemen sekolah ramah anak di SDN 8 Kampung Baru dan SD IT Ar Rasyid Kabupaten Tanah Bumbu antara lain: a) adanya bantuan dana dari dinas, b) adanya sosialisasi dan pelatihan sekolah ramah anak, c) kesadaran guru dalam melayani siswa, dan d) partisipasi orang tua dan masyarakat. 4) faktor penghambat implementasi manajemen sekolah ramah anak di SDN 8 Kampung Baru dan SD IT Ar Rasyid Kabupaten Tanah Bumbu antara lain : a) kurangnya pemahanan tentang program sekolah ramah anak, b) belum adanya pelatihan atau bimbingan teknis berkaitan dengan implementasi program sekolah ramah anak di sekolah dasar, c) belum adanya standar yang jelas berkaitan dengan implementasi program sekolah ramah anak di tingkat sekolah dasar, dan d) kurangnya kontrol dari dinas yang membawahi program sekolah ramah anak.
IMPLEMENTASI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH (STUDI KASUS PADA MAN 2 MODEL BANJARMASIN) Yuliansyah, Muhammad
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v1i1.4221

Abstract

Dunia pendidikan dalam hal ini lembaga persekolahan diberi kewenangan untuk mengurus dirinya sendiri dan mengelola kegiatan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan daerahnya masing-masing, untuk menyediakan sumber daya manusia yang produktif dan mempunyai kemampuan profesional dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan sumber daya manusia yang harus dilakukan secara terencana dan terarah sehingga mampu menyiapkan bangsa Indonesia dalam memasuki era globalisasi dan era otonomi daerah yang penuh dengan tantangan. Dalam rangka menentukan mutu  sumber daya manusia di sekolah dan untuk kepentingan bangsa di masa depan, kepala madrasah dan guru-guru merupakan penanggung jawab dan pelaksana pendidikan yang utama, yang secara langsung berhubungan dengan anak atau peserta didik. Seberapa jauh  keberhasilan pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan persekolahan khususnya di tingkat ibtidaiyah sampai  madrasah aliyah dimana ketergantungan terhadap guru masih besar, sangat ditentukan oleh profesionalisme dan kompetensi para guru dalam mendidik dan mengajar. Kepala sekolah dan guru sama-sama berperan sebagai tenaga kependidikan yang secara terpadu harus saling bekerjasama dan berkoordinasi serta saling menunjang untuk kelancaran dan keberhasilan tugas-tugas pendidikan di sekolah.
EVALUASI PROFESI GURU DAN KEBIJAKAN SEKOLAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH DARUSSALAM 1 TAMBALANG KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nazmi Fuadi; Muhammad Yuliansyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i10.9861

Abstract

This study aims to examine how school policies are implemented in teacher professional evaluation at Madrasah Ibtidaiyah Darussalam 1 Tambalang, and to identify factors that support or hinder the process. In addition, this study also explores various efforts made by schools to overcome the obstacles that arise, so that teacher professional evaluation can run more effectively and in line with established policies. The results of the study indicate that teacher professional evaluation at Madrasah Ibtidaiyah Darussalam 1 Tambalang begins with planning and establishing competency development programs, including training, courses, empowerment of MGMP (Subject Teacher Deliberation), and writing and reading activities to improve teacher professionalism. The main supporting factor is teacher motivation to carry out their profession seriously, while obstacles that arise are overcome with a mature competency development strategy, increasing insight into the field of study, and mastery of effective teaching methods to support a more optimal teaching and learning process.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU DAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 26 HULU SUNGAI UTARA Majidi, Majidi; Muhammad Yuliansyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i10.9862

Abstract

This study aims to explore the principal's leadership in improving teacher performance and the quality of education at State Elementary School 26 Hulu Sungai Utara. The focus includes the principal's leadership style, strategies implemented to improve the quality of education, and obstacles faced in the process. The results of the study indicate that the principal's leadership at State Elementary School 26 Hulu Sungai Utara is carried out through clear planning, division of tasks according to teacher potential and moving them to achieve goals. The leadership styles applied include informing, situational, selling, and participatory-democratic styles to direct, guide and train teachers. The strategies include being a role model, implementing discipline and providing facilities and infrastructure to motivate teachers. The main obstacle is the lack of textbooks or assignment sheets, which hinders the improvement of students' insights, especially those from low-income families.
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA SMKN 1 TAMIANG LAYANG KABUPATEN BARITO TIMUR Azimi, Bahrul; Susanto, Didi; Yuliansyah, Muhammad
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v7i1.18638

Abstract

The research aims to (1) Describe the strategies implemented by the school principal in instilling the values of religious moderation at SMKN 1 Tamiang Layang, East Barito Regency (2) Describe the perceptions of teachers and students regarding the values of religious moderation applied by the principal at SMKN 1 Tamiang Layang Regency. East Barito (3) Describe the challenges faced by school principals in implementing the values of religious moderation at SMKN 1 Tamiang Layang, East Barito Regency. Qualitative descriptive research method, with data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation. Data analysis techniques by validating data, organizing data and information, presenting findings and interpreting findings or making conclusions. Data validity testing is carried out by increasing persistence in research, triangulation, discussions with colleagues and member checking.The results of research on the strategy implemented by the school principal in instilling the values of religious moderation at SMKN 1 Tamiang Layang, East Barito Regency are planning by identifying needs through a survey of teachers' and students' understanding of the value of religious moderation, organizing by dividing tasks through meetings, creating an organizational structure and task description, Implementation by instilling five points, namely including moderation values in the school's vision and mission, integrating moderation principles in school culture, integrating moderation values in the curriculum, conducting training for teachers and collaborating with various related parties. The perception of teachers and students regarding the values of religious moderation implemented by the principal at SMKN 1 Tamiang Layang, East Barito Regency is that overall the value of religious moderation has been implemented by the principal through an approach to religion that emphasizes tolerance, mutual respect for differences, inviting joint activities, understanding that religion teaches the values of goodness and peace. The values of religious moderation that are implemented are group worship, providing facilities for every religious follower and celebrating religious holidays. The challenges faced by school principals in implementing the values of religious moderation at SMKN 1 Tamiang Layang, East Barito Regency are the diversity of cultures and beliefs, namely how to manage diversity so that conflicts or problems do not occur, the lack of understanding by teachers and students about the meaning of religious moderation and the politicization of religion which influences whether someone likes it or not.Keywords: Principal Leadership Management, Religious Moderation ValuesPenelitian bertujuan (1) Mendeskripsikan strategi yang diterapkan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada SMKN 1 Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur (2) Mendeskripsikan persepsi guru dan siswa mengenai nilai-nilai moderasi beragama yang diterapkan kepala sekolah pada SMKN 1 Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur (3) Mendeskripsikan tantangan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama pada SMKN 1 Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur. Metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik Analisis data dengan memvalidasi data, mengorganisasi data dan informasi, menyajikan temuan dan penafsiran temuan atau membuat kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat dan membercheck.Hasil penelitian strategi yang diterapkan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada SMKN 1 Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur adalah perencanaan dengan melakukan identifikasi kebutuhan melalui survei pemahaman guru dan siswa tentang nilai moderasi beragama, pengorganisasian dilakukan membagi tugas melalui rapat, membuat struktur organisasi dan penjabaran tugas, Pelaksanaan dengan menanamkan lima poin yaitu memasukan nilai moderasi dalam visi misi sekolah, mengintegrasikan prinsip moderasi dalam budaya sekolah, mengintegrasikan nilai moderasi dalam kurikulum, melakukan pelatihan bagi guru dan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait. Persepsi guru dan siswa mengenai nilai-nilai moderasi beragama yang diterapkan kepala sekolah pada SMKN 1 Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur yaitu bahwa secara keseluruhan nilai moderasi beragama telah diterapkan kepala sekolah melalui pendekatan dalam beragama menekankan sikap toleransi, saling menghormati perbedaan, mengajak kegiatan bersama, memahami bahwa agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kedamaian. Nilai-nilai moderasi beragama yang diimplementasikan adalah ibadah bersama, memberikan fasilitas pada setiap pemeluk agama dan merayakan hari besar keagamaan.Tantangan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama pada SMKN 1 Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur adalah keragaman budaya dan keyakinan yakni cara mengelola keragaman agar tidak terjadi konflik atau permasalahan, minimnya pemahaman guru dan siswa tentang makna moderasi beragama dan adanya politisasi agama yang menjadi pengaruh terhadap suka dan tidaknya terhadap seseorang.Kata Kunci : Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah, Nilai Moderasi Beragama
EVALUASI KURIKULUM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SD NEGERI 2 TAMIANG LAYANG KABUPATEN BARITO TIMUR Rumansyah, Arif; Susanto, Didi; Yuliansyah, Muhammad
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v7i1.18640

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan analisis perencanaan kurikulum P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang, (2) Mendeskripsikan dan analisis implementasi kurikulum merdeka belajar untuk P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang, (3) Mendeskripsikan dan analisis evaluasi hasil dari implementasi kurikulum merdeka belajar untuk P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang, untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pada perencanaan sekolah melakukan sosialisasi kurikulum sebagai tahap perkenalan kepada guru dan stake holder, membentuk tim fasilitasi untuk menyusun LKPD, menyusun modul projek, dan pendampingan kepada peserta didik, (2) implementasi kurikulum merdeka belajar P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang terlaksana kurang lebih 3 tahun untuk pelaksanaannya satu hari full di tiap akhir pekan, tahapan pembelajaran dimulai dari pengenalan dengan kegiatan talkshow atau membuat vidio pemantik, kontekstualisasi peserta didik mencari beberapa topik di lingkungan sekitar dengan tema yang sesuai, aksi nyata dan tindak lanjut, peran guru dan masyarakat sangat di butuhkan dalam pelaksanaan proyek. (3) Evaluasi kurikulum P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang diantaranya peserta didik menyusun laporan aksi nyata yang berbentuk proposal dan telah di tanda tangani untuk di serahkan kepada pihak sekolah, mendokumentasi kegiatan berupa vidio dan foto dari pelaksanaan projek, lembaga membuat laporan akhir proyek selama satu tahun, dan juga laporan yang khusus untuk wali murid yang berupa rapot. Kata Kunci : Evaluasi, Kurikulum, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila AbstractThis research aims to (1) Describe and analyze the planning of the P5 curriculum at SD Negeri 2 Tamiang Layang, (2) Describe and analyze the implementation of the independent learning curriculum for P5 at SD Negeri 2 Tamiang Layang, (3) Describe and analyze the evaluation of the results of the implementation of the independent learning curriculum for P5 at SD Negeri 2 Tamiang Layang, to achieve these goals, the researcher used a qualitative descriptive approach, namely data collection using observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate: (1) In school planning, curriculum socialization is carried out as an introductory stage to teachers and stakeholders, forming a facilitation team to compile LKPD, compile project modules, and mentoring students, (2) the implementation of the P5 independent learning curriculum at SD Negeri 2 Tamiang Layang has been carried out for approximately 3 years for its implementation one full day every weekend, the learning stages start from introduction with talk show activities or making video triggers, contextualization of students looking for several topics in the surrounding environment with appropriate themes, real action and follow-up, the role of teachers and the community is very much needed in project implementation. (3) Evaluation of the P5 curriculum at SD Negeri 2 Tamiang Layang includes students compiling real action reports in the form of proposals and have been signed to be submitted to the school, documenting activities in the form of videos and photos from the implementation of the project, the institution making a final project report for one year, and also a report specifically for guardians in the form of a report card.Keywords: Evaluation, Curriculum, Pancasila Student Profile Strengthening Project
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA PENGEMBANGAN DIRI DI SMAIT UKHUWAH BANJARMASIN Irfan, Irfan; Muhammad Yuliansyah; Sanusi, Sanusi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 11: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze: (1) Implementation of the independent learning curriculum towards counseling guidance services for self-development at SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. (2) Obstacles and efforts taken to overcome various problems in implementing the independent learning curriculum regarding guidance and counseling services for self-development at SMAIT Ukhuwah. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques through interviews, observation, documentation.The results of the analysis show that the form of implementing the independent learning curriculum is (1) the guidance and counseling teacher is assigned to be a P5 facilitator (project to strengthen the profile of Pancasila students) and actively participates in assisting students' self-development activities in schools starting from grade 10 to grade 12 in preparation for further study. (2) The SNBP (Achievement Based National Selection) graduation results for the independent curriculum class have decreased compared to the 13curriculum class due to the SNBP system not fully accommodating schools that implement the Independent curriculum.
STRATEGI MASYARAKAT MAJU DALAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN MODEREN DIDESA KIRAM MARTAPURA Muhammad Yuliansyah; Kasypul Anwar
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 12: Mei 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i12.2058

Abstract

Ilmu pengetahuan semakin berkembang dari masa ke masa. Perkembangan ilmu pengetahuan ini mendukung untuk terciptanya teknologi-teknologi baru yang menandai adanya kemajuan zaman. Hingga kini, teknologi yang berkembang sudah memasuki tahap digital. Termasuk di Indonesia, setiap bidang sudah mulai memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pekerjaan, termasuk juga di bidang pendidikan. Sebagai suatu entitas yang terkait dalam budaya dan peradaban manusia, pendidikan di berbagai belahan dunia mengalami perubahan sangat mendasar dalam era globalisasi. Ada banyak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dinikmati umat manusia. Namun sebaliknya,kemajuan tersebut juga beriringan dengan kesengsaraan banyak anak manusia, apalagi dalam era globalisasi sekarang ini.
Manajemen Sekolah Dalam Penanaman 6 Pondasi Gerakan Transisi Paud – SD Di Kelas Awal SDN Lokpaikat 1 Dan SDN Bitahan 1 Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Lina Mailida; Muhammad Yuliansyah; Husnul Madihah
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 6 (2025): Juni 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran manajemen sekolah dalam penanaman 6 pondasi gerakan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) di kelas awal, dengan fokus pada SDN Lokpaikat 1 dan SDN Bitahan 1 di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, termasuk perbedaan tingkat kesiapan anak, tantangan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum antara PAUD dan SD. Dalam mengatasi tantangan ini, manajemen sekolah menunjukkan inisiatif kreatif, kondisi kurikulum, dan mengintensifkan komunikasi dengan orang tua sebagai strategi penting.Kolaborasi yang erat antara sekolah, guru, dan orang tua adalah kunci keberhasilan dalam mendukung transisi anak-anak dari PAUD ke SD di kedua lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tentang manajemen peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif bagi anak-anak selama fase transisi krusial dari PAUD ke SD. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang ada. Hasil penelitian tentang manajemen sekolah dalam penanaman 6 pondasi gerakan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) di kelas awal di SDN Lokpaikat 1 dan SDN Bitahan 1, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, menunjukkan komitmen manajemen sekolah dalam mempersiapkan anak-anak untuk transisi yang sukses. Langkah-langkah seperti kolaborasi yang efektif dengan semua pemangku kepentingan, peran proaktif kepala sekolah dan guru, serta keterlibatan orang tua menjadi kunci dalam mendukung proses transisi. Tantangan seperti perbedaan kesiapan anak, hambatan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam menyelaraskan kurikulum antara PAUD dan SD diatasi melalui upaya kreatif manajemen sekolah. Kolaborasi erat antara sekolah, guru, dan orang tua terbukti penting dalam membantu anak-anak menghadapi transisi ini dengan percaya diri dan sukses.
MANAJEMEN SUPERVISI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA DI MIN 3 DAN SDN KUIN SELATAN 1 KOTA BANJARMASIN Lestari, Emi; Yuliansyah, Muhammad; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2906

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Manajemen supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya di MIN 3 dan SDN Kuin Selatan 1 Kota Banjarmasin. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian adalah 1) Manajemen supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya di MIN 3 kota Banjarmasin dan SDN Kuin Selatan 1 Kota Banjarmasin yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut dari hasil supervisi dengan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan untuk meningkatkan profesionalismenya dalam mengajar dengan pendekatan langsung melalui kegiatan supervisi kelas dan Pendekatan tidak langsung melalui kegiatan rapat maupun pelatihan dan pendekatan kolaboratif melalui kelompok kerja guru maupun diskusi terkait mata pelajaran yang diampu guru. 2) Faktor pendukung implementasi supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya antara yaitu: perencanaan yang baik, adanya hubungan yang baik dan koordinasi supervisor dengan kepala sekolah dan juga guru yang disupervisi, guru diberikan penjelasan tentang pentingnya dan kriteria supervisi, kepala sekolah meluangkan waktu untuk melaksanakan supervisi sendiri, dan sarana dan prasarana yang lengkap. Sedangkan faktor yang menghambat antara lain: kurangnya kesiapan guru, kurangnya personil supervisi, jadwal supervisi tidak berjalan sesuai rencana adapun solusi nya adalah dengan pemberian motivasi kepada guru akan pentingnya supervisi pembelajaran, memperbaiki koordinasi dan kerjasama, menerapkan disiplin terhadap tata tertib guru. 3) Implikasi Manajemen Supervisi berdampak positif terhadap supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru seperti guru lebih paham dalam membuat perangkat pembelajaran, lebih mudah memahami perilaku dan karakteristik siswa, lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran , lebih mudah dalam menggunakan teknologi pembelajaran, minat untuk melakukan perubahan sikap dan kinerja meningkat lebih baik.
Co-Authors AAM GUNAWAN Abdul Hadi Achmad Supriyanto Agustina Rahmi Agustina Rahmi Agustina Rahmi Ainun Heiriyah Akhmad Khairi Ramadhani Amelia Soleha Aminah Aminah Anwar, Kasyful Aprianti, Henny Ariana Pangastuti Aulia Maulida Auliah, Nurul Azimi, Bahrul Bambang Budi Wiyono Desy Purnama Putri Didi Susanto Eka Rizki Amalia Eka Sri Handayani Elisa Putri Elyta Elyta Emi Lestari Endang Agustina Fitria Mumtazah Hengki Herianto, Muhammad Herliyani Herliyani hidayanti, hidayanti Hj. Nurul Auliah Husnul Madihah I Gusti Bagus Wiksuana I Nyoman Sujana Degeng Isdairi Isdairi Jarkawi Juli Amaliya Nasucha Junaidy, Junaidy Karimah, Rachmatul Kasyful Anwar Kasypul Anwar Kasypul Anwar Khairunnisa Khairunnisa Khuzaini khuzaini, Khuzaini Latifah, Antung Latifah, Zauhar Lina Mailida Majidi, Majidi MMSI Irfan ,S. Kom Muhammad Eka Prasetia Muhammad Ihsan Muhammad Khairul Fathi Muhammad Uhaib As’ad Mujiburrahman . Muqimah Liwais Sunnah Murakhman Sayuti Enggok Murdiansyah Herman Murdiansyah Herman Nadzmi Akbar Nasrullah Nasrullah Nazmi Fuadi Noor Dewi Yudiyawaties Nurmiati Nurmiati Nurul Auliah Nurul Azizah Ria Kusrini Putri, Mutia Annisa Rafii Hamdi, Rafii Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmi, Agustina Ratna Fadhilatul Abida Renny Fitriati Rizky Ananda Rizma Yusnita Rumansyah, Arif Rusmawarti Rusmawarti Rusmawarti Sabit Tohari Salsabila Imtinani Sanjaya Sanusi Sanusi Sanusi Sanusi Shalahuddin Al-Ayubi siti rahmah Sri Hartini Suciyanti, Suciyanti syifa, Nur Wulan Sekar Nagari Wulan Tiara Savitri Yeni Rahmawati Yhasinta Agustyarini Yulia Marni Zainal Fauzi