Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Nilai Moral Dan Pendidikan Dalam Novelet Wesel Pos Karya Ratih Kumala Dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Di Sman 19 Medan Vanesha Agit Fabiola Sinurat; Sartika Sari; Hilda Septriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral dan pendidikan yang terkandung dalam novelet Wesel Pos karya Ratih Kumala serta mengkaji relevansinya dalam pembelajaran di SMAN 19 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, melibatkan teknik baca intensif dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia. Artikel ini berlandaskan dengan teori Lickonw yang membagi pendidikan karakter menjadi tiga komponen utama,yakni: 1) Pengetahuan Moral (Moral Knowing), 2) Perasaan Moral (Moral Feeling), 3)Tindakan Moral (Moral Action). Hasil penelitian menunjukan bahwa novelet ini memuat nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan keberanian yang dapat diterapkan dalam pendidikan karakter siswa. Selain itu, novelet ini relevan sebagai bahan ajar yang memperkaya pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode Problem Based Learning (PBL). Artikel ini merekomendasikan penggunaan karya sastra sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran nilai moral di kalangan siswa SMA.
Tahap Perkembangan Pemerolehan Bahasa Pertama Pada Anak Usia Dini Berdasarkan Perspektif Psikolinguistik Maria Goretti Magdalena Siregar; Sadieli Telaumbanua; Sartika Sari
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ng69fc42

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tahapan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini berdasarkan perspektif psikolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan teknik observasi dalam pengumpulan data. Penelitian dilakukan di PAUD dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pemilihan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pemerolehan bahasa pada anak usia dini dimulai dari tahap pra-linguistik, tahap satu kata, tahap dua kata, dan tahap banyak kata. Setiap tahapan tersebut berlangsung melalui interaksi dengan ibu dan orang sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Anak usia dini mampu mengucapkan bunyi vokal yang tidak bermakna pada usia 0-7 bulan (tahap pra-linguistik), menggunakan satu kata pada usia 12-18 bulan (tahap satu kata), dua kata pada usia 18-24 bulan (tahap dua kata), dan tiga atau lebih kata pada usia 3-5 tahun (tahap banyak kata). Penelitian ini menambah justifikasi empiris tentang proses dan tahapan pemerolehan bahasa pada anak usia dini serta memberikan wawasan bagi mahasiswa dan pembaca di Program Studi Sastra Indonesia mengenai proses pemerolehan bahasa pada anak usia dini.
KOHESIVITAS WACANA LISAN PADA TALK SHOW MATA NAJWA Ningsih, Wahyu; Sari, Sartika; Perangin-angin, Esra
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 4 No. 1 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jbip.v4i1.2519

Abstract

Abstrak-Acara talk show (gelar wicara) sudah menjadi salah satu sajian utama berbagai stasiun televisi hari ini. Mata Najwa yang tayang di stasiun televisi swasta Trans7 merupakan satu dari sekian banyak acara talk show yang selalu menawarkan topik-topik hangat dari berbagai aspek kehidupan. Peneliti ini ditujukan untuk menelisik aspek kepaduan wacana lisan pada acara talk show Mata Najwa. Penelitian deskriptif kualitatif ini diproyeksikan untuk menggambarkan aspek gramatikal, aspek leksikal dan aspek kehorensi wacana lisan pada acara tersebut. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 s.d. September 2020. Data penelitian ini adalah siaran salah satu episode acara Mata Najwa yang akan diambil dengan teknik observasi dan catatan lapangan. Sementara data akan dianalisis dengan teknik analisis Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada talk show Mata Najwa ditemukan empat aspek kohesi gramatikal, yaitu referensi, substitusi, ellipsis, dan konjungsi. Kohesi gramatikal ini didominasi oleh penggunaan aspek referensi atau pengacuan, yakni sebanyak 1092 pengacuan, yang terdiri atas pengacuan persona sebanyak 534, pengacuan demonstratif sebanyak 540, dan pengacuan komparatif sebanyak 21. Aspek berupa elifsis atau pelesapan merupakan aspek kohesi gramatikal yang paling sedikit jumlahnya dalam wacana lisan talk show ini, yakni sebanyak 28 elifsis. Aspek berupa substitusi sebanyak 62 dan konjungsi berjumlah 519 konjungsi yang direalisasikan melalui 17 sub konjungsi. Pada aspek konjungsi ini, konjungsi berupa penambahan (aditive) yang paling banyak digunkan karena konjungsi tersebut berfungsi menjumlahkan kasus yang ada dengan keterkaitannya dengan tersangka.