Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

KARAKTERISTIK PEMUKIMAN KUMUH KAMPUNG KANDANG AYAM Dika Fitriyati; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.747

Abstract

Abstract: Kandang Ayam settlement in lowland typology and directly adjacent to the river, and vulnerable to flood area. In evolution, this village became a place who migrants hope to get a job. Migrants who do not have a permanent residence, and then they build some0house0and no give attention of environmental aspects, and it can give impression of0slums.0The0purpose0of0thisFstudyRisVtoLfind out the characteristicsRof0slumsUinRKandang Ayam village. Analytical method used is qualitative analysis with steps : (1) Analyze and describe by used the theory of factors causingLenvironmentalTslum based on theory (2) Assesement based on ministerial regulation oftpubliciworkiandipublicihousinginumberl2 of 2016 on quality improvement oftslumRhousingRand slums. ResultToftthiststudyNisethevcharacteristicsvofislumsiin Kandang Ayam village at the moderate level of slums with characteristics, as follows : water network, drainage and sanitation quality are poor, in thistvillagetmajority of the house is homes not liveable and makes  impression of slum.NThetsocio-economic conditionsioftthetpopulationtintgenerally low income, unfortunately motivation to have a  decent and healthy home is still low.Abstrak: Permukiman kampung Kandang Ayam secaraRtipologiRberadaRpada kawasanmdatarannrendahndannberbatasanilangsungidenganisungai, dan termasuk dalam daerah rawan bencana banjir. Dalam perkembangannya kampung ini menjadi lokasi tempat tinggal para pendatang yang berharap dapat memperoleh pekerjaan. Warganpendatangiyang tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan mereka membangun tempat tinggal secarawmandirintanpanmemperhatikannaspek-aspektlingkungan, hal tersebutlah yang kemudian dapat menimbulkan kesan kumuh. Tujuannpenelitiannini yaituMuntuknmengetahuinkarakteristiknpemukimanmkumuhRdinkampungnkandang ayam.tMetodetanalisisiyangidigunakantadalahtmetodeikualitatiftdengantlangkah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan menggunakan teori faktor faktor penyebab kekumuhanRlingkunganRberdasarkan teori analisis; (2) Melakukan penilaian menggunakan Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Hasil dari penelitian ini ialah karakteristik darinpermukimannkumuhndi kampungnKandang Ayam memiliki tingkattkekumuhantsedang, dengan karakteristik sebagai berikut : jaringan air bersih, sistem drainase dan sanitasi yangnburuk,mMayoritas rumah termasuk rumah tidak layak huni dan terkesan kumuh.RKondisiMsosialMekonomiNpenduduknumumnya berpenghasilanirendahisehinggaimotivasi untuk memiliki rumah yang layak dan sehat masih rendah
SISTEM SPASIAL PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN BERBASIS MASYARAKAT (BANK SAMPAH) DI KOTA YOGYAKARTA Carina Sarasati; Edward Endrianto Pandelaki; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2094.5 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i3.80

Abstract

Abstract:. The city of Yogyakarta has a waste problem where there is an imbalance between the amount of waste generated and waste management space. Therefore, community-based waste management was appear in the form of ”Garbage Bank” which expected to manage the inorganic waste at RW level. The existence of the “Garbage Bank” is supported by the Mayor of Yogyakarta program and also some policies of the Central and Regional Governments. However, in reality there is no spatial system of waste management of settlements which clear and integrated through "Garbage Bank” in Yogyakarta City. Therefore, the purpose of this research is to look at micro, mezo and macro scale and look for spatial system form of community-based waste management system (Garbage Bank) which integrated in Yogyakarta City. The methods of this research used a qualitative approach with inductive thinking (bottom up), descriptive analysis technique by mapping existing data. “Garbage Bank” has different models according to the condition of the settlement area. A “Garbage Bank” minimum needs a weighing space, administration space, packing space and garbage storage that has been weighed. In the City Scale, it needs a settlement waste management system through integrated Waste Bank from start source (household) to Kota level.Keyword : spatial system, waste management, Garbage Bank Abstrak: Kota Yogyakarta memiliki masalah persampahan di mana  terjadi ketidakseimbangan antara jumlah timbulan sampah yang dihasilkan dengan ruang pengelolaan sampahnya. Oleh karena itu muncul pengelolaan sampah permukiman berbasis masyarakat dalam bentuk Bank Sampah yang diharapkan dapat mengelola sampah anorganik pada tingkat RW. Keberadaan Bank Sampah tersebut didukung oleh program Walikota Yogyakarta dan juga beberapa kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah. Namun pada kenyataannya belum terdapat sistem spasial pengelolaan sampah permukiman melalui Bank Sampah yang jelas dan terintegrasi di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah melihat dalam skala mikro, mezo dan makro serta mencari bentuk sistem spasial pengelolaan sampah permukiman berbasis masyarakat (Bank Sampah) yang terintegrasi di Kota Yogyakarta. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola pikir induktif (bottom up), teknik analisa secara deskriptif  dengan memetakan data yang ada. Bank Sampah memiliki model yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi wilayah permukimannya. Minimal sebuah Bank Sampah membutuhkan ruang penimbangan, ruang administrasi / pencatatan, ruang pengepakan dan ruang penyimpanan sampah yang telah ditimbang. Dalam Skala Kota, dibutuhkan sistem pengelolaan sampah permukiman melalui Bank Sampah yang terintegrasi dari mulai sumber (rumah tangga) hingga tingkat Kota.Kata kunci : sistem spasial, pengelolaan sampah, Bank Sampah
KARAKTERISTIK PEMUKIMAN KUMUH KAMPUNG KANDANG AYAM Dika Fitriyati; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.747

Abstract

Abstract: Kandang Ayam settlement in lowland typology and directly adjacent to the river, and vulnerable to flood area. In evolution, this village became a place who migrants hope to get a job. Migrants who do not have a permanent residence, and then they build some0house0and no give attention of environmental aspects, and it can give impression of0slums.0The0purpose0of0thisFstudyRisVtoLfind out the characteristicsRof0slumsUinRKandang Ayam village. Analytical method used is qualitative analysis with steps : (1) Analyze and describe by used the theory of factors causingLenvironmentalTslum based on theory (2) Assesement based on ministerial regulation oftpubliciworkiandipublicihousinginumberl2 of 2016 on quality improvement oftslumRhousingRand slums. ResultToftthiststudyNisethevcharacteristicsvofislumsiin Kandang Ayam village at the moderate level of slums with characteristics, as follows : water network, drainage and sanitation quality are poor, in thistvillagetmajority of the house is homes not liveable and makes  impression of slum.NThetsocio-economic conditionsioftthetpopulationtintgenerally low income, unfortunately motivation to have a  decent and healthy home is still low.Abstrak: Permukiman kampung Kandang Ayam secaraRtipologiRberadaRpada kawasanmdatarannrendahndannberbatasanilangsungidenganisungai, dan termasuk dalam daerah rawan bencana banjir. Dalam perkembangannya kampung ini menjadi lokasi tempat tinggal para pendatang yang berharap dapat memperoleh pekerjaan. Warganpendatangiyang tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan mereka membangun tempat tinggal secarawmandirintanpanmemperhatikannaspek-aspektlingkungan, hal tersebutlah yang kemudian dapat menimbulkan kesan kumuh. Tujuannpenelitiannini yaituMuntuknmengetahuinkarakteristiknpemukimanmkumuhRdinkampungnkandang ayam.tMetodetanalisisiyangidigunakantadalahtmetodeikualitatiftdengantlangkah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan menggunakan teori faktor faktor penyebab kekumuhanRlingkunganRberdasarkan teori analisis; (2) Melakukan penilaian menggunakan Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Hasil dari penelitian ini ialah karakteristik darinpermukimannkumuhndi kampungnKandang Ayam memiliki tingkattkekumuhantsedang, dengan karakteristik sebagai berikut : jaringan air bersih, sistem drainase dan sanitasi yangnburuk,mMayoritas rumah termasuk rumah tidak layak huni dan terkesan kumuh.RKondisiMsosialMekonomiNpenduduknumumnya berpenghasilanirendahisehinggaimotivasi untuk memiliki rumah yang layak dan sehat masih rendah
Co-Authors -, Sukawi Abdillah , Rangga Fajar Adlina, Zata Izzati Agung Budi Sardjono Agung Budi Sardjono Agung Dwiyanto Andriani, Risa Arieska Avianda Rachmayanie Arnis Rochma Harani, Arnis Rochma Aseani, Wingky atik suprapti Aulia, Faricha Putri Bambang Setioko Basalamah, Huda Muhammad bio bhirawan Carina Sarasati Cia, Helen Dea Shamara, Dea Desetyaningrum, Imbar Devara, Hafiz Rama Dhanoe Iswanto Diananta Diananta Dika Fitriyati Diliawan, Yudha Bhakti Diwangkara, Naufal Kresna Djoko Indrosaptono Edward endrianto Pandelaki Edward Endrianto Pandelaki Edy Darmawan Effendi, Setyo Erni Setyowati Eva Artmey Mangedaby Fahmi Arifan Fariz Hilmy , Muhammad Fitriyati, Dika Fuad Muhammad Gunawan, I Gusti Ngurah Anom Hasritanto, Bangun IR. Henry Soleman Raubaba, Henry Soleman Hermin Werdiningsih Hilba Yoga Pratama, Hilba Yoga Pratama Hilmy, Muhammad Fariz Ibrahim, Stefanus Peter Ikhsani, Muhammad Azmy IRH, Bangun Iskandar, Puteri Ismail, Nurwidyah Azizah Isna Pratiwi, Isna Joenso, Reivandy Christal Kamalia, Assa Kusumastuti, Diana Leony, Melinda Lestari, Kristiani Budi Lestari, Marselli Widya Lestari, Ria Ripardi Wahyu Mira Fitriana Mohammad Debby Rizani Muhammad, Fadhil Mujiono, Untung Murtiono, Hendro Nindyo Suwarno Niswah, Ulfatun Pratama, Bagus Iqbal Adining Putri, Dwiani Intan Kartika R Siti Rukayah Rachmayanie, Arieska Avianda Rahardjo, Pudji Teguh Rara Sugiarti Risdian, Happy Rizkiyanto, Resha Rohman Eko Santoso Rukayah, Raden Siti Septo Pawelas Arso Setiyawan, Alfanadi Agung Shafa, Astrihasna Shafar, Muhammad Uliah Sudarsono, Henry Sukawi , Sukawi sukawi sukawi Sutirto, Tunjung Wahadi Sutirto, Tunjung Wahadi Triyono Triyono Wahyono, Sharfina Bella Pahleva Widya Prasongko, Datta Sagala Wijayanti , Wijayanti Wijayanti Wijayanti Windu Nuryanti Wuryaningsih, Teti Indrawati Wuryaningsih, Teti Indrawati Yandri, Sepli