Kawasan Kota Lama Semarang merupakan situs cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan estetika tinggi, namun menghadapi tantangan dalam menjaga keselarasan antara pelestarian warisan kolonial dan perkembangan fungsi modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengintegrasikan data lanskap perkotaan serta fasade bangunan di ruas Jalan Merak sebagai dasar pengelolaan dan perencanaan kawasan heritage. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis tipologi fasade, yang dikaitkan dengan arahan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Situs Kota Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen lanskap di kawasan ini telah merepresentasikan karakter kolonial, seperti penggunaan trotoar bata merah, lampu bergaya klasik, dan vegetasi peneduh, meskipun penyebarannya belum merata dan sebagian memerlukan revitalisasi. Sementara itu, tipologi fasade bangunan memperlihatkan variasi gaya Indische hingga Empire Style, yang sebagian besar masih mempertahankan orisinalitas bentuk, ornamen, dan materil yang terdapat modifikasi modern yang berpotensi mengurangi keaslian visual. Integrasi data lanskap dan fasade ke dalam basis data spasial mendukung pengendalian pembangunan, penetapan zona konservasi, dan penyusunan pedoman desain yang selaras dengan identitas kawasan. Integrasi data lanskap dan fasade ke dalam basis data spasial terbukti menjadi instrumen efektif dalam mendukung pengendalian pembangunan, pelestarian karakter visual, serta penguatan identitas kawasan heritage secara berkelanjutan.