Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam program bank sampah "Lestari" Annashr, Nissa Noor; Muharry, Andy; Yogaswara, Dadan; Khoerunisa, Nisa
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.968

Abstract

Latar Belakang: Kecamatan Tamansari mempunyai timbulan sampah terbesar ke-4 di Kota Tasikmalaya pada tahun 2021 yaitu 34,93 ton per hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi nasabah Bank Sampah Lestari Desa Tamanjaya Kecamatan Tamansari. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasinya adalah seluruh nasabah Bank Sampah Lestari yang berdomisili di RW 13 Desa Tamanjaya yang berjumlah 44 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan, pengetahuan, sosialisasi, jarak, motivasi internal, dorongan eksternal, sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat partisipasi Bank Sampah. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square, uji fisher's exact dan mhann whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara jarak dari rumah dengan tingkat partisipasi (p=0,039). Sedangkan variabel lainnya tidak terbukti berhubungan (p>0,05). Kesimpulan: Jarak rumah ke Bank Sampah Lestari mempengaruhi tingkat partisipasi nasabah dalam program Bank Sampah Lestari. Saran: Bagi pengelola Bank Sampah untuk aktif menghimbau para nasabah sehingga dapat berpartisipasi dalam pengelolaan bank sampah terutama bagi nasabah yang rumahnya cukup jauh dari Bank Sampah Lestari, disarankan juga untuk membuat grup di media sosial sehingga memudahkan penyampaian informasi terkait pengelolaan bank sampah.
THE SHADOW OF STUNTING THREATS TO DEVELOPMENT: Highlights Of Intervention And Prevention From A Human Rights Khoerunisa, Nisa; Annashr, Nissa Noor; Yogaswara, Dadan; Agustira, Delia; Ramdani, Sahrul
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v10i2.57325

Abstract

Human rights are increasingly being used in the health sector, particularly in the context of stunting, a prevalent issue in Tasikmalaya City, an area in the eastern Priangan region. The threat of stunting not only impacts physical health but also future human resources quality. This research aims to analyze the role of the Tasikmalaya City government in protecting human rights in the health sector, particularly in handling and preventing stunting. The research uses a qualitative approach with a descriptive analysis method to evaluate existing programs' availability, assessment, acceptability, and quality. The results show that stunting not only hinders individual children's growth but also has a long-lasting impact on development. The Tasikmalaya City government has made efforts to address stunting, but the implementation of these programs is still not optimal. Complex problems such as budgeting, socialization of stunting knowledge, and collaborative cooperation between cross-sectors require more comprehensive efforts.
Perbandingan Tata Kelola Penanganan Pandemi Covid 19 di Indonesia dan India Khoerunisa, Nisa; Noorikhsan, Faisal Fadilla
Journal of Political Issues Vol 2 No 2 (2021): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v2i2.36

Abstract

Tulisan ini mencoba membandingkan tata kelola penanganan pandemi Coronavirus Diseases (Covid 19) di Indonesia dan India. Meskipun sempat menerapkan lockdown total sampai bulan September jumlah kasus positif COVID-19 di India tembus lebih dari 4,7 juta dengan angka kematian lebih dari 78 ribu jiwa. Sementara itu, Indonesia tak pernah tercatat melakukan lockdown total. Hasilnya tidak lebih baik dari India. Sepanjang bulan September tercatat tujuh kali rekor penambahan positif Covid 19 pecah. Kami coba melakukan analisis kebijakan pemerintah terbaik di antara yang terburuk. Tulisan ini dibuat dari penelitian kualitatif yakni penelitian yang ditujukan untuk menghasilkan pengetahuan dengan cara koheren. Dengan menggunakan metode kepustakaan, mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dari media cetak dan elektronik terkait covid 19 di Indonesia dan India, kami menganalisis kebijakan pemerintah kedua negara tersebut. Tulisan ini merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemerintah Indonesia dalam penanganan covid 19. Pasalnya, kini Indonesia menduduki posisi teratas statistik jumlah kematian akibat COVID-19 di Asia Tenggara.
Dinamika Internet, Media Sosial, dan Politik di Era Kontemporer: Tinjauan Relasi Negara-Masyarakat Noorikhsan, Faisal Fadilla; Ramdhani, Hilal; Sirait, Budi Chrismanto; Khoerunisa, Nisa
Journal of Political Issues Vol 5 No 1 (2023): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v5i1.131

Abstract

Era kontemporer dalam demokrasi elektoral menunjukkan pertarungan politik yang sangat kompetitif, keras, dan melibatkan berbagai isu sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan. Kandidat yang berpartisipasi dalam pemilihan umum, baik itu pemilihan legislatif, presiden, maupun kepala daerah, tidak dapat mengandalkan saluran komunikasi politik konvensional saja. Kondisi ini menandapat perlu adanya kajian yang menjelaskan mengenai internet, media sosial, dan politik sebagai bagian integral dalam realitas sosial kontemporer. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji dinamika internet, media sosial, dan politik di era kontemprer di masyarakat sebagai bagian penting bagi perkembangan peradaban suatu bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan yang berbasis pada temuan-temuan penelitian terdahulu, kemudian dikonstruk untuk mendapatkan penjelasan mengenai realitas kontemporer terkiat internet, media sosial, dan politik. Hasil telaah menunjukkan bahwa kegiatan dalam kegiatan politik kontemporer para aktor perlu mengadopsi pendekatan media baru dengan segala karakteristiknya, yang memungkinkan interaksi lebih intensif. Kandidat juga harus menyadari bahwa media baru memiliki sisi-sisi lemah yang tidak selalu menguntungkan dalam proses pembentukan citra mereka di ruang publik. Media baru merupakan generasi ketiga dalam komunikasi politik, di mana siapa pun dapat menjadi produsen dan konsumen informasi. Pola interaksi yang bersifat resiprokal dan personal, meskipun seringkali artifisial, menjadi tantangan bagi kandidat dalam memposisikan diri di tengah informasi yang beragam dan cepat. Demokrasi siber, yang memfasilitasi identitas pribadi dan publik, seringkali mengalami pergeseran peran yang kompleks.
Penganekaragaman Bahan Pangan Sebagai Strategi Mempertahankan Daya Tahan Tubuh Di Masa Pandemi Covid-10 Widyaningrum, Bakti; Helbawanti, Octaviana; Khoerunisa, Nisa; Srigustini, Astri
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i2.16872

Abstract

Food diversification can be done to support the fulfillment of individual calorie and nutritional needs in order to carry out activities properly. The purpose of community service activities is that participants can understand the concepts of the Nutrient Adequacy Number (RDA) and Energy Adequacy Number (AKE), the preparation of food composition according to the recommendation of the Ministry of Health's "Isi Piringku", healthy food processing, and the use of applications to calculate calories in maintaining health. body during the Covid-19 pandemic. The method used consisted of counseling and lectures, demonstration of tools, tutorials and practice of preparing a varied and nutritionally balanced diet. PKK women from Kelurahan Ciakar who were participants in the activity were able to arrange “Isi Piringku” consisting of carbohydrate (2/3 of plate), vegetables (2/3 of plate), fruits (1/3 of plate) and side dishes (1/3 of plate). Diversification is practiced by participants using non-rice food ingredients and the use of the FatSecret application on the menu.
JOKO WIDODO GOVERNMENT'S RESPONSE IN ADDRESSING THE POST-COVID-19 PANDEMIC HUMAN TRAFFICKING TREND IN INDONESIA Nisa Khoerunisa; Faisal Fadilla Noorikhsan; Rendi Wandani; Halwa Siti Alawiah
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 4 No. 4 (2024): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v4i4.2331

Abstract

After escaping the pandemic, Indonesia faces a complex problem, namely the spike in human trafficking. Although not a new case, the crime of human trafficking is increasingly widespread with a new modus operandi. Joko Widodo as head of state faces challenges amidst the sluggish economy accompanied by the massive actions of human traffickers in carrying out their transnational crimes. The new mode adds to the spike in cases throughout 2023. Those who are vulnerable to becoming victims are migrant workers and ABK. Both the pandemic and human trafficking are threats to national security. The relationship between the two has given rise to a number of new cases that not only threaten individual security, but also spread to become serious threats to community and political security. In this study, the author wants to analyze the increasingly widespread phenomenon of human trafficking accompanied by the steps and efforts that have been taken by the government. This study uses qualitative as a way to approach the problem. The results of the study show various efforts that can be made by the Joko Widodo government to reduce the number of trafficking, such as collaborative cooperation resulting from the restructuring of the task force that has been formed, improving regulations to prevent dualism, strict law enforcement, economic empowerment, and optimizing multilateral cooperation by taking advantage of the opportunity as chairman of ASEAN in 2023.
GENDER RELATIONS IN THE FAMILY OF THE PRIANGAN REGENT IN THE ERA OF THE DUTCH COLONIAL GOVERNMENT Nisa Khoerunisa; Rendi Wandani
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v6i2.4868

Abstract

Traditional gender constructs often adhere to a patriarchal system that places men in a position of dominance over women. These unequal relations occur in almost all social strata of society, including among the nobility. This study attempts to explore the patterns of gender roles that were formed within the families of the Priangan regents during the Dutch colonial period from 1800 to 1942. This study uses a descriptive qualitative case study method, collecting data from various literature in books, journals, newspapers, and websites related to the theme, which is then analyzed through a gender lens. The results show that men have a dominant role in family life, reflected in the rule that only men can become bureaucratic leaders, family leaders, and are free to practice polygamy. Meanwhile, women played the role of symbols of family honor who were tasked with appearing elegant, educating children, and being responsible for traditional activities such as celebrations or feasts. These gender relations were influenced by the construction of Javanese traditional values ​​through colonization during the Islamic Mataram Kingdom era, Dutch rules, and Islamic values ​​embraced by the Priangan nobility, which ultimately created a patriarchal gender ideology pattern that tended to marginalize women.