Claim Missing Document
Check
Articles

Hazard identification risk assessment and risk control (HIRARC) of safety junior supervisor in a construction company Leonardo Leonardo; Elty Sarvia
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14719

Abstract

Company Y is a construction company in the fabrication business by working on projects with sub-classifications, namely foundation work including transmitters, roofing and waterproofing work, concrete work, and steel work and its installation. The company also produces machines used to process palm oil, such as threshers, screw conveyor belts, and sterilizers. This company found 15 cases of work accidents occurred from 2017-2020. The purpose of this study is to analyze the causes of frequent accidents and analyze potential hazards and assess the risk of hazards in the company so that it can provide recommendations for appropriate control for the company using the hazard identification risk assessment and risk control (HIRARC) method. There are 5 types of accidents that have occurred frequently and 13 potential accident hazards in the company today. Then for the risk level in the risk assessment, there is 1 event with a high-risk rating (in red), 10 events with a medium level risk rating (yellow), and 11 events with a low-risk rating result (in green). The risk of accidents that should be a priority is the risk of gas cylinder leakage accidents. Accident data for 3 years are depicted in a Pareto diagram and analyzed the cause based on a fishbone diagram, using factors 4M+1E, namely humans, machines, methods, raw materials, and the environment.
PENGARUH IRINGAN MUSIK DAN PERCAKAPAN LANGSUNG PADA KARAKTERISTIK BERKENDARA MENGGUNAKAN SIMULATOR DRIVING Winda Halim; Elty Sarvia; Rainisa Maini Heryanto; Cristy Caroline; Gideon B Dacosta
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v9i3.12747

Abstract

Mengemudi merupakan suatu aktivitas yang cukup kompleks yang membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Selama mengemudi banyak gangguan yang dapat memecah konsentrasi, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam diri pengemudi itu sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pendahuluan sebanyak 262 responden, kegiatan yang sering dilakukan adalah bercakap-cakap dengan teman perjalanan dan mendengarkan musik dengan hampir lebih dari 60% responden menyatakan sering bahkan sangat sering melakukan hal tersebut. Berdasarkan hasil kuesioner maka dilakukan percobaan untuk melihat pengaruh dari musik dan kondisi bercakap-cakap dengan teman penjalanan terhadap kejadian yang dialami saat mengemudi. Kejadian yang dimaksud disini adalah berbagai peristiwa yang tidak biasa dan membahayakan baik pada diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Percobaan dilakukan oleh 9 orang responden yang sebelumnya telah membiasakan diri menggunakan driving simulator ini. Percobaan dilakukan 6 kali dengan jenis musik yang berbeda, dimana pada masing-masing percobaan dilakukan 2 kali pengumpulan data yaitu percobaan pertama tanpa diajak bercakap-cakap oleh pengukur (Tanpa Gangguan) dan percobaan kedua dengan diajak bercakap-cakap oleh pengukur (Dengan Gangguan) dengan tujuan memecah perhatian dari responden. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode Anova dua arah. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan maka diperoleh beberapa karakteristik mengemudi dari responden yaitu responden memiliki kemampuan berkendara yang berbeda satu dengan lainnya, kondisi tanpa distraksi dan dengan distraksi mempengaruhi performa responden dalam mengemudi, dan gangguan yang dialami responden saat mengemudi tidak mempengaruhi kemampuan alami mereka saat mengemudi.
Perancangan Sarana Kerja yang Multifungsi dan Portable di Masa Pandemi Covid-19 bagi Pekerja Working from Home Kartika Suhada; Elty Sarvia; Rainisa Maini Heryanto; Theodore Setiawan Widjaya
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.84 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v11i2.5660.181-190

Abstract

During the pandemic period, many people work from home, so work facilities are needed that could support the implementation of their work. However, the body also needs to be kept healthy to stay in shape, for that exercise is needed. The technique used in design development is the Design Thinking method focusing on the integration of user needs. The use of this technique is done by collecting some input obtained from users who are still working from home during the pandemic. Work and exercise that is done in a house that has a limited area that becomes an obstacle. Therefore, it is necessary to design a work facility that also functions as a sports tool, so that it does not require a large room space in the house. The results of the research are in the form of a proposed work facility consisting of a table, chair that can be adjusted in height, and sports equipment which includes a stationary bicycle, arm swivel device, jogging plate, and stepper. the design of the work facilities is made considering the ease of installation and convenience to be carried everywhere (portable) and comfortable when used.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR RUANGAN DAN JENIS KEGIATAN TERHADAP CYBERSICKNESS DAN KELELAHAN FISIK Daniel Willard; Elty Sarvia
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v11i2.20752

Abstract

When carrying out activities in the virtual world, there is a gap between VR device technology and the human body's ability to respond to the virtual world's display, which is called cybersickness. This study uses factors that arise from outside VR, namely physical environmental factors regarding room temperature. In addition, factors that arise from within VR are also used, namely the type of work. This research is experimental with the number of volunteers as many as 9 people. The sampling technique used was purposive sampling and the volunteers had an age range between 20-25 years. The research was conducted using a virtual reality device and a heart rate meter. The variable used is the temperature variable (warm comfortable and optimal comfortable). The software used for this research is Job Simulator by simulating the type of work as a mode variable (type of work), namely office workers and store clerks. The results of the twoway ANOVA test show that the temperature variable, the mode variable, and the interaction between the two variables have no effect on cybersickness and physical fatigue. The results of the paired t-test show that the heart rate before and during the activity is the same. The results of the energy calculation show that each scenario carried out is included in the classification of "light" work levels and the results of the overall average heart rate show that each scenario carried out is included in the classification of "low/low" workload. The results of theoretical rest time calculations show that almost all volunteers do not need rest. It is concluded that playing Virtual Reality at warm and comfortable temperatures is optimal, and the office worker and store clerk job types have not caused significant cybersickness as long as the game is played for 15-20 minutes.
Analisis Pengaruh Temperatur dan Aroma Kopi Terhadap Jumlah Pelanggaran, Denyut Jantung dan Kelelahan Saat Menggunakan Driving Simulator Yerico Franssugar Hutajulu; Elty Sarvia
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v24i1.5837

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu kejadian yang menyebabkan cedera, kerusakan, atau kerugian yang disebabkan oleh kendaraan di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi karena pengaruh kondisi jalan yang kurang baik, kondisi lingkungan di dalam mobil yang mengganggu konsentrasi pengemudi, dan kelalaian pengemudi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya pengaruh temperatur dan aroma yang digunakan saat mengemudi. Rancangan eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini akan dilakukan menggunakan driving simulator dengan menjalankan game “City Car Driving”. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data dengan teknik purposive sampling, dimana dari 7 orang responden harus memenuhi syarat memiliki SIM A, pengalaman mengemudi minimal 1 tahun dan berada pada rentang usia 18 – 23 tahun. Data yang diambil berupa jumlah pelanggaran (melanggar marka jalan, melanggar lampu lalu lintas, dan menabrak), rata-rata denyut jantung dan skor SOFI. Pengambilan data dilakukan dalam 4 treatment berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur dan aroma kopi tidak mempengaruhi jumlah pelanggaran dan denyut jantung, namun temperatur mempengaruhi kelelahan pengemudi berdasarkan skor dari SOFI.
Desain Ulang Stasiun Kerja di Pabrik Tahu PD.XYZ dengan Memperhatikan Postur Kerja Akhmad Jauhari Rizal; Elty Sarvia
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v24i1.4880

Abstract

Tahu merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, maka dari itu permintaan untuk ketersediaan tahu sangatlah besar. PD.XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi tahu untuk memenuhi permintaan daerah Kabupaten Y. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan merancang bak stasiun pemasakan, penyaringan, dan pengasaman yang ergonomis; memberikan usulan perancangan alat bantu produksi pada proses penyaringan ampas yang ergonomis. Analisa dilakukan menggunakan REBA agar dapat mengetahui kesesuaian postur tubuh pekerja saat melakukan proses produksi tahu, lalu dianalisa dengan menggunakan fishbone diagram untuk mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan kecelakaan, lalu dilanjutkan dengan perancangan stasiun-stasiun yang ada pada pabrik tahu ini. Perancangan pada pabrik tahu ini diawali dengan merancang layout agar mendukung perbaikan postur dan minimasi terjadinya kecelakaan kerja. Setiap bak pada setiap stasiun diusulkan menjadi bertingkat tempatnya sehingga alur hasil peroduksi dapat mengalir dengan sendirinya melalui pipa yang diberikan keran sehingga pekerja tidak perlu lagi mengangkat dan memindahkan hasil produksi ke stasiun selanjutnya. Lalu stasiun penggilingan dibuat berdampingan dengan stasiun pemasakan agar hasil dari penggilingan bisa langsung dimasukan ke bak pada stasiun pemasakan. Selanjutnya diberikan usulan jalur palet yang berfungsi agar pekerja tidak perlu mengangkat pallet yang asalnya dibawah ke atas, melainkan pekerja hanya cukup mendorong pallet tersebut melalui jalur pallet yang telah dirancang.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN LANSIA TERHADAP KEBAKARAN MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENGGUNAAN APAR DI YAYASAN MINNAN BANDUNG Andrijanto; Novi; Elty Sarvia; Winda Halim; Wawan Yudiantyo
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.4122

Abstract

Kebakaran merupakan ancaman serius yang dapat mengancam nyawa manusia dan harta benda. Pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan kebakaran sangat penting, terutama bagi lansia yang merupakan kelompok yang lebih rentan. Yayasan Minnan adalah salah satu yayasan di Bandung yang menfasilitasi berbagai kegiatan lansia untuk dapat bersosialisasi, seperti kegiatan belajar bahasa dan kegiatan lainnya. Yayasan Minnan berupaya meningkatkan kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja, terutama bagi lansia dalam organisasi ini. Penyuluhan diberikan untuk memberikan pemahaman tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Terdapat kuesioner dan wawancara yang dilakukan diawal dan akhir sesi kegiatan, yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap lansia dalam memahami, mencegah, dan menanggulangi bahaya kebakaran di lingkungan tempat tinggal mereka. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, peserta memiliki pemahaman, tingkat kepercayaan diri, dan kemampuan yang terbatas dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran. Hasil dari kuesioner sebelum dilakukannya penyuluhan sangat rendah yaitu rata-rata hanya berkisar 26,32%. Namun, setelah penyuluhan terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman, kepercayaan diri, dan kemampuan peserta dalam hal tersebut. Rata-rata persentase peningkatan mencapai 54.16%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan peserta terhadap menangani bahaya kebakaran. Hasil PkM ini memberikan wawasan penting dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja lansia, khususnya terkait bahaya kebakaran, melalui pendekatan pelatihan yang tepat dan terukur.
Evaluasi Kondisi Lingkungan Fisik Kerja Dan Heat Stress dengan WBGT Index Pada Stasiun Casting Fathurochman, Tri Rizqi; Sarvia, Elty
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 7 No 1 (2021): Volume 7 N0 1 June 2021
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2021.v07.i01.p03

Abstract

Hot and noisy physical environment can cause heat stress for the operator, one example is heat exhaustion such as symptoms of dizziness or headaches. This research aims to improve physical environmental conditions so that it provide a better, convenient, and support to work activities. The results of the analysis showed that the current condition has not fulfilled the standard of lighting in accordance to Kepmenkes RI No. 1405 year 2002, has not fulfilled the standards of Kepmenkes RI No. 1405 year 2002 about the condition of noise, has not fulfilled the standard of Kepkemenakertrans Per. 13MEN/X/2011 regarding temperature conditions using WBGT. The temperature and humidity conditions are far from the optimal point on the psychometric chart according to AYAF (The Australian Institute of Refrigeration Air Conditioning and Heating) 2007. Air circulation is also not good and there is a smell of lead combustion. Therefore, there is a need for the addition of 20 lamps to illuminate the casting station, the use of ear plugs to reduce noise, the use of two evaporative cooling and four pieces of exhaust fan to reduce heat by calculation of heat reduction according to ASHRAE, 2007. Temperature drops as much as 7.68°C, approaching the optimal point is 25°C with humidity 80% if the company will use evaporative cooling. In addition, it is proposed to mount the walls surrounding the casting station to avoid heat spread to other stations with a hole underneath it for cool air inlet spilled out by evaporative cooling.
Mental workload analysis of Industrial Engineering students using Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) Leonardo, Leonardo; Sarvia, Elty
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i2.21704

Abstract

Mental stress is a condition that can be caused by uncontrolled physical demands, environment, and social situations. In lecture activities, mental stress occurs in some students, reducing their performance at the lecture level. Mental stress in students tends to be high which can be caused by factors contained in lecture activities. Therefore, this study aims to analyze the mental workload experienced by students, especially Industrial Engineering students at X University class of 2020, and identify the factors that cause students' mental workload, and provide suggestions to help students overcome their mental workload. The method in this research is the Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) to measure mental workload using respondent assessment and using Fishbone Diagram to find out the factors that cause high mental workload in students. The questionnaire was distributed to all students of class 2020 who were taking at least 18 credits in the odd semester of 2022-2023. The results of this method state that students of class 2020 have a mental burden on class activities and practicum activities. With a percentage of the time dimension of 46.78% in class activities and 55.34% in practicum activities followed by the effort dimension of 25.77% and 20.39%, the stress dimension of 27.45% and 24.27%. Based on the highest factors causing mental burden due to teaching and learning activities in class and practicum, it was found that the class of 2020 felt difficulties when studying quiz material, taking quizzes, studying practicum material, participating in practicum activities, working on practicum reports, and communicating with practicum partners. Some suggestions are to rearrange the lecture schedule or lecture hours, each lecturer makes an academic schedule for giving each assignment and quiz during the period of one semester, students are wiser in managing their free time, students take the number of credits according to their respective capacities, and so on.
Rancangan Tata Letak Rumah Penginapan di Kampung Stamplat dengan Memperhatikan Aspek Ergonomi Yudiantyo, Wawan; Soesilo, Novi; Sarvia, Elty; Halim, Winda; Martin, Martin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15485

Abstract

ABSTRAK Kampung Stamplat yang terletak di Desa Indragiri, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat memiliki pesona alam yang luar biasa karena desa tersebut dikelilingi oleh area perkebunan teh, air terjun alami, dan topografi yang beragam. Sajian pesona alam tersebut dapat menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakatnya yaitu dalam aspek pariwisata. Pada pengabdian masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan ini, selain dilakukan pembuatan media digital untuk promosi, dilakukan juga pembenahan fasilitas yang dimiliki. Salah satu fasilitas yang wajib dimiliki untuk sebuah tempat agar dapat menjadi destinasi wisata adalah dengan adanya tempat penginapan untuk para wisatawan yang datang. Kondisi saat ini wisatawan yang datang akan menginap di rumah-rumah penduduk yang tentunya akan membuat wisatawan atau penduduk di sekitar merasa kurang nyaman. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diusulkan untuk membangun sebuah rumah penginapan sederhana yang dikhususkan untuk para wisatawan. Rumah penginapan yang diinginkan adalah rumah yang tetap mempertahankan kearifan lokal, seperti berupa rumah panggung, menggunakan material utama kayu, dengan ukuran ruangan 5 x 6 m. Rancangan rumah penginapan tersebut tentunya harus dilengkapi juga dengan rancangan tata letak ruangan yang memperhatikan segi lingkungan fisik dan tata letak yang ergonomis. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan perancangan 4 alternatif tata letak ruangan rumah penginapan dengan berbagai keunggulannya masing-masing. Kata Kunci: Ergonomi, Lingkungan fisik, Rumah penginapan, Tata letak  ABSTRACT Stamplat Village, located in Indragiri Village, Ciwidey, Bandung, West Java, has an extraordinary natural charm because tea plantation areas, natural waterfalls, and diverse topography surround the village. Natural charm can be a source of the people's economy, namely in tourism. In community service that is carried out on an ongoing basis, in addition to making digital media for promotion, facilities are also being improved. One of the facilities that must be owned for a place to become a tourist destination is the existence of lodging places for tourists. The current condition of tourists who come will stay in people's homes, which will make tourists or residents around feel uncomfortable. Based on these problems, building a simple lodging house specifically for tourists is proposed. The desired lodging house is a house that still maintains local wisdom, such as a stage, the material used is wood, and the size available is 5 x 6 m. Of course, the design of the inn house must also be equipped with a room layout plan that considers the physical environment and ergonomic layout. Based on this, it is necessary to design 4 alternative room layouts for the inn with various advantages of each.  Keywords:  Ergonomics, Physical Environment, Lodging house, Layout