Claim Missing Document
Check
Articles

Design of Public Kitchen Facilities in Stamplat Village with Design Thinking Approach: Perancangan Fasilitas Dapur Umum di Desa Stamplat dengan Pendekatan Design Thinking Sarvia, Elty; soesilo, Novi; Aji Pranata, Yosafat; Dharmawan, Ary
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol. 7 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v7i2.1648

Abstract

Stamplat Village is one of the tourist villages that has a public kitchen. Currently, the public kitchen facilities are still inadequate, resulting in a few problems that affect the comfort and productivity of its users. Therefore, this research aims to improve the functionality of kitchen facilities by applying the design thinking method, starting from an in-depth understanding of the problems faced by users to the development of prototypes that can be implemented. The design thinking method was chosen as the main approach to ensure that the solutions produced not only fulfill the functional aspects but can also answer the needs and desires of users. At the beginning of the research, observation, and interview methods were used to collect data from users to understand in detail their difficulties, needs, and expectations regarding kitchen facilities. Observations showed the inconvenience in ingredient preparation, cooking, and washing activities caused by the lack of a worktop. The placement of the stove on the wooden floor caused the wood to be perforated due to the heat from the stove. In addition, the squatting position when washing also causes user discomfort. The lack of storage areas such as cupboards and shelves means that food and kitchen utensils are at risk of being infested by insects and rodents. Furthermore, creative ideas were identified to become design solutions by taking into account the principles of ergonomics. The result of the research is the design of public kitchen facilities consisting of cabinets, shelves, and workbenches.
Perancangan Mesin ATM dan Ruangan ATM Berdasarkan Ilmu Ergonomi (Studi Kasus di ATM “Bank A” Setrasari, Bandung) Dewi Christina Syamsir; Elty Sarvia
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i1.988

Abstract

ATM adalah alat elektronik berbasis komputer yang membantu nasabah melakukan transaksi keuangan tanpa harus datang ke bank. Sebagian besar nasabah memilih menggunakan ATM daripada mendatangi bank, sehingga kualitas ATM baik layanan maupun kondisi fisiknya harus ditingkatkan. Kondisi fisik ATM harus dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada nasabah. ATM  “Bank A”Setrasari, Bandung merupakan salah satu ATM dengan kondisi fisik yang kurang memadai sehingga perlu dirancang sesuai dengan ilmu ergonomi.Tujuan Penelitian ini adalah menganalisa desain mesin ATM  “Bank A” saat ini serta mendesain ulang mesin ATM sesuai dengan aspek ergonomi,  menganalisa tata letak fasilitas di dalam ruangan ATM yang menunjang kebersihan ruangan dan memperbaiki standar keamanan bagi mesin ATM pada ATM  “Bank A”di Setrasari, Bandung. Usulan yang diberikan adalah mengganti warna tulisan pada screen/layar monitor menjadi putih, mengganti desain penutup tombol numerik pada lokasi ATM yang sepi atau membuka penutup tombol numerik pada lokasi ATM yang ramai, merelokasi letak tempat pengambilan uang, mengganti tempat sampah, mengganti handle pintu, dan merancang ulang tata letak ruangan. Sedangkan letak layar monitor tidak dilakukan rancang ulang karena alasan keamanan. Selain itu diusulkan penambahan bel di dalam ruangan, stiker pada dinding ruangan, serta perawatan terhadap fasilitas-fasilitas yang terdapat di ATM oleh pihak bank agar fasilitas-fasilitas tersebut dapat berfungsi secara optimal. Kata kunci : ATM, Kondisi fisik, Ergonomi
Perancangan Alat Material Handling untuk Mereduksi Tingkat Risiko Cedera Tulang Belakang Operator pada Aktivitas Pemindahan Semen di Toko Bangunan X Lydia Liestiana Karliman; Elty Sarvia
Journal of Integrated System Vol. 2 No. 2 (2019): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v2i2.1609

Abstract

Pekerja memindahkan semen dari mobil ke gudang secara berulang, dengan postur tubuh kurang baik, dan tanpa menggunakan alat bantu material handling. Hal ini menyebabkan pekerja merasa kelelahan dan sakit pada beberapa bagian tubuhnya, sehingga tidak masuk kerja keesokan harinya.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis risiko musculoskeletal disorders (MSDs) yang mungkin dialami pekerja. Pengolahan data menggunakan kuesioner SOFI (Swedish Occupational Fatigue Inventory), kuesioner NBM (Nordic Body Map), Image analysis, REBA (Rapid Entire Body Assesment), dan RWL (Recommended Weight Limit).Kuesioner SOFI menginformasikan pekerja merasa ketidaknyamanan fisik, kurang energi, dan kelelahan fisik. Kuesioner NBMmenginformasikan beberapa bagian tubuh yang dirasa sakit setelah melakukan aktivitas pemindahan semen. Metode REBA menyatakan dari 12 skenario yang ada, terdapat 4 skenario dengan tingkat risiko tinggi, 4 skenario dengan tingkat risiko menengah, dan 4 skenario dengan tingkat risiko rendah. Metode RWL menyatakan aktivitas pengangkatan semen tersebut memiliki risiko MSDs dilihat dari nilai lifting index.Penulis memberikan usulan alat material handling untuk mereduksi tingkat risiko MSDsyang mungkin dialami pekerja. Hasil evaluasi usulan menyatakan penurunan tingkat risiko yang dialami pekerja. REBA usulan menyatakan hanya terdapat 1 skenario dengan tingkat risiko menengah dan 11 skenario sisanya dengan tingkat risiko rendah. Hasil RWL usulan menyatakan penurunan nilai lifting index yang cukup signifikan. Kata kunci: SOFI (Swedish Occupational Fatigue Inventory), NBM (Nordic Body Map), REBA (Rapid Entire Body Assesment), RWL (Recommended Weight Limit).
Perbaikan Postur Kerja Pada Operator Stasiun Two For One Atas Menggunakan Metode REBA Evita Evita; Elty Sarvia
Journal of Integrated System Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v2i1.1716

Abstract

Industri tekstil saat ini menjadi salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Keterlibatan manusia dalam mengoperasikan sistem dan membawa WIP juga tinggi sehingga menunjukkan adanya gejala MSDs yang dialami oleh operator. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keluhan operator terkait aktivitas yang dilakukan, menganalisis resiko MSDs pada operator dan merancang usulan alat bantu yang dapat mengurangi resiko MSDs. Keluhan dari operator diukur dengan menggunakan Kuesioner Nordic Body Map yang menunjukkan operator mengalami sakit pada area tubuh leher, lengan, punggung, dan lutut.. untuk mengukur resiko MSDs pada operator, penulis menggunakan metode REBA yang secara objektif dapat menyatakan resiko dari aktivitas yang dilakukan oleh operator. Hasil yang didapatkan dari pengolahan data REBA menunjukkan adanya resiko menengah dari pekerjaan yang dilakukan oleh operator, sehingga penulis merancang alat bantu berupa pijakan kaki yang dapat menurunkan resiko MSDs menjadi resiko rendah. Kata kunci: Kuesioner Nordic Body Map, MSDs, REBA
Analisis Dan Usulan Kondisi Gudang Penyimpanan B3 Ditinjau Dari Segi Ergonomi Tri Rizqi Fathurochman; Elty Sarvia
Journal of Integrated System Vol. 3 No. 1 (2020): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v3i1.2491

Abstract

PT KWM adalah perusahaan yang memproduksi aksesoris garmen dan memiliki gudang penyimpanan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Berdasarkan pengamatan langsung, ditemukan bahwa penyimpanan B3 pada rak belum teratur dan masih terdapat barang – barang yang tidak diperlukan ditemukan pada rak tersebut. Ketidakteraturan area kerja di gudang penyimpanan B3 akan berdampak pada ancaman terhadap keamanan dan keselamatan bagi pekerja maupun perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, analisis konsep 5S dengan 5W1H dan analisis kesesuaian antropometri . Tujuan Penelitian ini adalah memperbaiki kondisi area gudang sehingga lebih baik, nyaman, dan mendukung kerja operator dengan penerapan konsep 5S, dan tersedianya fasilitas fisik yang dapat mempermudah operator dalam mencari dan menggunakan B3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Sheiketsu, Shitsuke) di gudang belum baik dan dimensi rak penyimpanan belum ergonomis. Penerapan konsep 5S pada gudang penyimpanan B3 ini sangat penting karena selain agar aktivitas di gudang menjadi efektif dan efisien, juga dapat meminimasi terjadinya resiko kecelakaan kerja seperti B3 tumpah terkena kulit. Perbaikan dapat di lakukan dengan cara memilah barang yang berguna dan tidak berguna, merancang ulang rak penyimpanan yang ergonomis dengan mengelompokkan jenis kemasan B3 dan dimensi kemasan B3 dalam menentukan letak penyimpanan, menentukan jadwal piket kebersihan, memberlakukan pemeriksaan oleh pihak independen secara berkala , memasang slogan 5S dan memberikan reward kepada pekerja yang berhasil menerapkan 5S dengan baik dan benar. Kata Kunci: B3, 5S, Antropometri
Kajian Ulang Penggunaan Media Digital Dalam Aktivitas Belajar Mengajar di Program Studi Teknik Industri Elty Sarvia; Andrijanto .; Winda Halim; Muhammad Rafi
Journal of Integrated System Vol. 3 No. 2 (2020): Journal of Integrated System Vol. 3 No. 2 (Desember 2020):
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v3i2.2982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi usability pada media digital yang digunakan sejak tahun 2014 sebagai sarana pendukung pembelajaraan di Program Studi Teknik Industri. Adapun media yang digunakan adalah blog dan course learning system (CLS). Blog digunakan sebagai media yang dinilai dapat menjembatani antara dosen dengan mahasiswa terkait informasi seputar perkuliahan. CLS digunakan sebagai media dosen untuk menyimpan materi perkuliahan, seperti teori dan modul praktikum, serta untuk mengadakan kuis online. Evaluasi usability akan mengukur media yang digunakan berdasakan kriteria learnability, efficiency, memorability, errors dan satisfaction. Hal ini dilakukan untuk menentukan pengembangan lebih lanjut media digital sebagai sarana komunikasi yang diwajibkan oleh pemerintah. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner selama tahun 2019 dengan metode sampling purposive kepada dosen yang telah menggunakan sarana media khususnya blog dan CLS untuk mendukung proses pengajaran yang dilakukan. Dari hasil kuesioner diperoleh bahwa 2 kriteria dari lima kriteria Nielsen di atas rata-rata keseluruhan (2,97) yaitu Efficiency (3,07) dan Satisfaction (3,00) yang mengindikasikan bahwa media digital blog sudah efisien dalam operasinya dan pengguna (dosen) cukup puas dalam menggunakan. Sedangkan untuk sistem e-learning CLS terdapat 3 kriteria di atas rata-rata keseluruhan (2,72) yaitu Learnability (2,74), Memorability (2,77) dan Satisfaction (2,8) yang mengindikasikan bahwa mudah dipelajari, mudah diingat dan pengguna (dosen) cukup puas dalam menggunakan. Semua dosen sudah puas terhadap semua variabel untuk keenam konten, akan tetapi pada sistem CLS, dosen berpendapat bahwa variabel ‘Upload Latihan Soal’ belum memenuhi prinsip Efficiency dan beberapa variabel ‘UploadLatihan Soal’ dan ‘Info Tugas Kuliah’ belum memenuhi prinsip usability. Kata kunci (keywords): media digital, e-learning, Nielsen usability model
Basis Data Antropometri untuk Skrining Awal Status Kesehatan Lansia Elty Sarvia; Elizabeth Wianto; Wawan Yudiantyo; Pertiwi Apriyani; Gideon Benjamin da Costa
Journal of Integrated System Vol. 4 No. 1 (2021): Journal of Integrated System Vol. 4 No. 1 (Juni 2021):
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v4i1.3350

Abstract

Data antropometri bagi lansia Indonesia masih terbatas, padahal data ini berguna bagi perancangan peralatan yang dapat mendukung aktivitas lansia agar tetap mandiri, produktif, dan tidak tergantung dengan generasi di bawahnya. Data antropometri lansia diperlukan karena adanya perbedaan ukuran secara fisik, penurunan kekuatan, dan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan basis data dimensi tubuh bagi lansia, menganalisis variabel terkait seperti pengaruh usia dan pendidikan terhadap nilai Mini Mental State Examination (MMSE), pengaruh kategori tempat tinggal terhadap screening awal Sarkopenia menggunakan instrument SARC-F, pengaruh Nilai Indeks Massa Tubuh (BMI) terhadap nilai SARC-F. Penelitian ini dilakukan terhadap laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 55 tahun ke atas. Subyek akan terbagi menjadi dua kelas, yaitu lansia potensial dan lansia tidak potensial. Terdapat 42 dimensi data utama tubuh dan tangan, kekuatan tangan, MMSE, dan SARC-F yang dikumpulkan untuk setiap partisipan dengan total subyek 105 orang dengan menggunakan teknik sampling purposif. Dari hasil analisis diperoleh bahwa 76 % dimensi perempuan dan 68 % dimensi laki-laki memiliki perbedaan terhadap dimensi dewasa (rentang usia 18-22 tahun), tidak ada pengaruh dari kelompok usia, pendidikan, maupun kedua faktor tersebut terhadap nilai MMSE, ada pengaruh kategori tempat tinggal terhadap nilai SARC-F, dan tidak ada pengaruh dari BMI terhadap nilai SARC-F. Kata kunci (keywords): Antropometri, Lanjut Usia, MMSE, SARC-F
Perancangan dan Analisis User Interface/User Experience Online Store dengan Menggunakan Pendekatan Ergonomi (Studi Kasus: Wods) Nafis Nurtsani; Elty Sarvia
Journal of Integrated System Vol. 5 No. 1 (2022): Journal of Integrated System Vol. 5 No. 1 (Juni 2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v5i1.4476

Abstract

Wods adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan aksesoris. Saat ini, Wods hanya menjual produknya secara online di marketplace dan belum memiliki toko online sendiri. Wods berencana untuk memperluas market dengan merancang toko online sendiri. Data yang diperoleh dari responden adalah data target audience dan kebutuhan toko online yang akan dirancang, sedangkan data yang diperoleh dari pemilik Wods adalah data produk yang akan dijual beserta variasinya dan kebutuhan dashboard untuk dirancang. Pada penelitian ini disebarkan kuesioner terhadap 123 responden dan pemilik untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan dari pengguna. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap desain User Interface (UI) toko online pada smartphone, untuk mendapatkan hasil User Experience (UX) yang berkualitas dengan menggunakan pendekatan User Centered Design (UCD). Selain itu akan dirancang sistem dashboard untuk membantu pemilik Wods dalam mengelola toko onlinenya. Pada menu utama toko online terdapat halaman utama, halaman notifikasi, halaman shopping cart, halaman wishlist, dan halaman profile. Selain itu, bahasa utama yang digunakan adalah Bahasa Inggris, dan terdapat pilihan bahasa salah satunya Bahasa Indonesia. Sedangkan sistem dashboard dapat menampilkan jumlah pesanan, jumlah pengunjung, total pendapatan, margin laba kotor, dan sebagainya.
Perbaikan Desain Dapur yang Ergonomis untuk Lansia dengan Memperhatikan Dimensi, Pencahayaan, Sirkulasi Udara, serta Material yang Digunakan Valdi Valdi; Mika Gunawan; Muhamad Alvito Deannova; Estri Indah Septarini; Steffy Sebastian; Theodore Setiawan Widjaya; Elty Sarvia
Journal of Integrated System Vol. 5 No. 2 (2022): Journal of Integrated System Vol. 5 No. 2 (Desember 2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v5i2.4565

Abstract

Selama pandemi COVID-19 ini, lansia merupakan populasi yang sangat beresiko sehingga lansia dipaksa berada di dalam tempat tinggalnya masing-masing. Dengan adanya pembatasan ini, lansia biasanya menghabiskan waktu lebih banyak di dapur atau dikamar. Dapur merupakan salah satu ruangan yang wajib ada dalam sebuah rumah. Desain dari dapur biasanya sudah didesain khusus atau dispesialisasikan untuk umum, bukan untuk lansia. Bila dapur di dalam rumah tersebut lebih banyak digunakan oleh lansia, maka sebaiknya ketinggian maupun keamanan dari dapur tersebut lebih di sesuaikan dengan penggunanya (lansia) yang memiliki kebutuhan khusus. Selain digunakan untuk memasak dan menyajikan makanan, sebagian orang juga menganggap bahwa dapur merupakan ruangan yang digunakan untuk menghabiskan waktunya sepanjang hari khususnya bagi para lansia, sehingga perlu sekali penerapan ergonomi pada dapur yang akan di desain. Berdasarkan hasil wawancara, dapur aktual saat ini memiliki kendala ketika digunakan oleh lansia, di mana rak penyimpanan barang pada bagian atas dapur memiliki ketinggian yang susah digapai oleh lansia; pencahayaan di dapur yang dirasakan masih belum baik, tidak memiliki sirkulasi udara  yang baik dan penggunakan material yang belum mendukung untuk kegiatan bagi lansia di dapur. Mendekorasi ruangan adalah salah satu cara agar lansia merasa nyaman untuk beraktivitas sekaligus  bersantai.  Oleh karena itu dilakukan perbaikan khususnya pada meja dan lemari dapur, penataan ulang lampu, pemasangan exhaust pada dapur tersebut agar meningkatkan sirkulasi udara pada dapur, warna yang mendukung keamanan dan desain interior yang baik untuk menunjang pekerjaan lansia di dapur.
Perancangan Dapur Lansia melalui Pemanfaatan Persona Unik untuk Menentukan Fokus Ergonomi Warren Evander Santoso; Resa Anggriany Ganesha; Gavriel Deflin Farisca Putri; William Tata; Viando Kurniawan Fernadi; Michelle Abigail Ersani; Elty Sarvia
Journal of Integrated System Vol. 5 No. 2 (2022): Journal of Integrated System Vol. 5 No. 2 (Desember 2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v5i2.4600

Abstract

Lansia adalah kategori usia  seseorang yang telah berusia 60 tahun ke atas, menurut data dari BPS Jakarta (Badan Pusat Statistik Jakarta, 2021) banyaknya lansia akan mengalami peningkatan dari 942,8 ribu (pada tahun 2020) menjadi 998,39 di tahun 2021. Banyaknya para lansia yang melakukan aktivitas di dapur seringkali membuat mereka lupa akan kesehatan mereka,  yang mana di dapur mereka juga tidak terdapat sisi ergonomis yang mana hal tersebut dapat berbahaya bagi lansia. Perancangan dapur sering kali hanya memperhatikan dari segi estetika dan teknologi tanpa memperhatikan segi ergonomis dari dapur tersebut yang mana sangat berguna untuk kemudahan para lansia. Berdasarkan dengan keluhan serta keinginan para lansia yang telah diobservasi yang menjadi acuan dalam pembuatan desain, dan juga dengan tetap mempertimbangkan kenyamanan yang sudah ada pada dapur lansia. Didapatkan hasil bahwa dengan inovasi yang dibuat diharapkan dapat mengurangi pergerakan lansia yang dapat menyebabkan cedera dengan tetap memperhatikan sisi ergonomisnya serta tidak menghilangkan kebutuhan dan keinginan lansia tersebut.
Co-Authors Aji Pranata, Yosafat Akhmad Jauhari Rizal Andrie, Salfredo Andrijanto Andrijanto Andrijanto Ary Dharmawan Augustin, Alena Christie Sofyan Christina Christina Christina Christina Christina Wirawan Cristy Caroline Daniel Willard Danu Ari Hidayat Dewi Christina Syamsir Dharmawan, Ary Elizabeth Wianto, Elizabeth Elvira Natalia Emerentia, Kharens Erwin Ardianto Halim Estri Indah Septarini evita evita Evita Evita Fathurochman, Tri Rizqi Fiona Aprilia Florence Leony, Florence Gavriel Deflin Farisca Putri Gheva Julian Eldrin Gideon B Dacosta Gideon Benjamin da Costa Ginardy Husada Halim, Stefanny Hendry Wong Ismail, Tubagus Panji Jahja Hamdani Widjaja Karin Andrian Kartika Suhada Kevin Tjahyadi Kristianti, Meilena Leonardo Leonardo Leonardo, Leonardo Lydia Liestiana Karliman Markus Tanubrata Martin Martin Michelle Abigail Ersani Mika Gunawan Muhamad Alvito Deannova Muhammad Rafi Nafis Nurtsani Narwasti, Eimel Noek Sulandari Novi Novi Novi Soesilo Panjaitan, Glora Sawita Br Patricia, Joanna Pertiwi Apriyani Pin Panji Yapinus, Pin Panji Puspita, Sintika Rainisa Maini Heryanto Ramadhani, Zukhruf Resa Anggriany Ganesha Roma, Beatus Salim, Gabriel Koesuma Setiawan, Ivonne Averina Soesilo, Novi Soly, Silviana Steffy Sebastian Theodore Setiawan Widjaya Theodore Setiawan Widjaya Tri Rizqi Fathurochman Valdi Valdi Vania, Grace Viando Kurniawan Fernadi Vincent Tantony Vivi Arisandhy Wadu, Christian Vallentino Warren Evander Santoso Wawan Yudiantyo, Wawan William Tata Willy Willy Winda Halim Winda Halim, Winda Yerico Franssugar Hutajulu Yosafat Aji Pranata Yosafat Aji Pranata Yoshua Glenn Winston