Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Peran Keluarga Dalam Perkembangan Teknologi Digital Rimayati, Elfi; Handayani, Dwi Asih Kumala; Sayekti, Sri; Redjeki, Sri
Manggali Vol 1 No 1 (2021): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v1i1.1546

Abstract

Di lingkungan keluarga, teknologi seperti telepon pintar/gadget memberikan dampak positif seperti antar anggota keluarga bisa tetap saling berkomunikasi tatkala sedang tidak bersama-sama di rumah. Tetapi gadget juga memberikan dampak negatif seperti retaknya keluarga, anak-anak yang a-sosial, penyakit-penyakit mental bahkan penyakit fisik. Perlu adanya elemen-elemen masyarakat yang memberikan edukasi terkait pentingnya peran keluarga dalam mendidik dan mendampingi anak, utamanya dalam hal efek positif dan negatif dalam pemanfaataan gadget. Tujuan kegiatan ini mendiskripsikan penguatan peran keluarga dalam pemanfaatan teknologi gadget pada anak. Kegiatan diselenggarakan dengan metode ceramah atau diskusi interaktif, metode pelatihan atau permainan/simulasi, dan test. Hasil dan pembahasan: berdasarkan deskripsi tersebut dapat dikemukakan bahwa dari 20 peserta, 55 persen menyatakan bahwa keluarga sering memberi penguatan kepada anak dalam pemanfaatan teknologi gadget, 21,5 persen menyatakan selalu memberi penguatan kepada anak dalam pemanfaatan teknologi gadget, 16 persen menyatakan kadang-kadang memberi penguatan kepada anak dalam pemanfaatan teknologi gadget, dan 7,5 persen tidak pernah memberi penguatan kepada anak dalam pemanfaatan teknologi gadget. Simpulan, Orang tua secara alamiah bertanggungjawab terhadap perkembangan anak dalam segala aspek kehidupan. Penggunaan gadget secara positif merupakan salah satu media untuk membantu perkembangan aspek kognitif, psikomotorik, emosi dan sosial. Kata kunci: Peran keluarga, Teknologi digital.
Penyuluhan Tentang Kedisiplinan Mematuhi Protokol Kesehatan dalam Era Pandemi Covid-19 di Desa Kandangan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Sukoco, Sukoco; Sayekti, Sri
Manggali Vol 2 No 1 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.2001

Abstract

Pada awal tahun 2020, dunia dihadapkan dengan suatu wabah penyakit infeksi yang disebut dengan Virus Corona atau disebut juga dengan virus Corona Virus Disease (Covid-19). Penyebaran Covid-19 ini sangat cepat ke seluruh dunia, termasuk Negara Indonesia. Angka kejadiannya terus mengalami kenaikan yang sangat pesat. Bahkan WHO (World Health Organzation) telah menyatakan wabah Covid-19 sebagai keadaan darurat kesehatan global sejak bulan Januari 2020. Pemerintah Indonesia membuat kebijakan patuh protokol kesehatan, untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19 ini. Protokol Kesehatan meliputi rajin mencuci tangan pakai sabun, tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, physical distancing (jaga jarak), menghindari pertemuan yang bersifat massal, menggunakan masker saat keluar rumah. Keberhasilan penerapan kebijakan protokol kesehatan sangat tergantung kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat secara individu maupun kelompok. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan kepada seluruh lapisan dan kelompok masyarakat baik yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan termasuk masyarakat desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Masyarakat Desa Kandangan Kecmatan Bawen Kota Semarang masih kurang tertib dalam melakukan kegiatan sehari-hari dalam mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu diperlukan Penyuluhan tentang Kedisplinan Mematuhi Protokol Kesehatan secara berkala dan terencana. Kegiatan penyuluhan ini meliputi cara mencuci tangan yang benar, cara memakai masker yang benar, menghindari kerumunan serta menjaga jarak dalam berinteraksi.
Peningkatan Keterampilan Dasar Konseling pada Guru Paud se-Kecamatan Gajahmungkur Semarang Khasanah, Khasanah; Sayekti, Sri; Redjeki, Sri; Elyana, Luluk
Manggali Vol 4 No 1 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i1.3050

Abstract

Para guru PAUD pada umumnya belum mendapatkan keilmuan konseling secara lengkap, padahal tugas mereka di Lembaga PAUD sangat kompleks dan beragam. Disamping mengajar dan bermain di kelas, guru PAUD juga melakukan proses bimbingan dan konseling pada anak. Layanan konseling yang diberikan oleh guru pada klien (peserta didik) di sekolah memerlukan pengetahuan, keahlian dan keterampilan khusus. Oleh karena itu guru PAUD yang sekaligus berperan sebagai konselor harus selalu memantapkan dan membekali diri melalui berbagai keterampilan dasar konseling perlu dikuasai guru PAUD. Atas dasar itu maka dilaksanakan pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan dasar keterampilan konseling bagi guru PAUD. Tujuan dari pengabdian ini adalah: meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru PAUD tentang pentingnya menguasai keterampilan dasar konseling, serta memberi pelatihan dasar konseling. Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan tanya jawab dan praktik. Kegiatan pengabdian ini sangat dibutuhkan oleh para peserta, mereka mengikuti kegiatan dengan antusias dan semangat untuk melakukan praktik keterampilan dasar konseling. Pemahaman dan penguasaan keterampilan dasar konseling ini dapat berdampak positif terhadap kinerja mereka sebagai guru PAUD yang tugasnya sebagai pendidik sekaligus pembimbing.
Peningkatan Kinerja Bidan Melalui Personal Training, Building Self-Efficacy dan Asertivitas Personal Meinawati, Lusianah; Sayekti, Sri
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Abdi Medika Desember 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i2.1521

Abstract

Keberhasilan upaya kesehatan ibu, diantaranya dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Definisi AKI adalah jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh, dll di setiap 100.000 kelahiran hidup. World Heatlh Organization (WHO) memperkirakan di Indonesia terdapat sebesar 126 kematian ibu setiap 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah total kematian ibu sebesar 6400 pada tahun 2017. Angka ini sudah terjadi penurunan dari angka kematian ibu menurut SDKI 2018 yaitu sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Prevalensi AKI di Jawa Timur cenderung meningkat pada dua tahun terakhir. AKI Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022 mencapai 499 kasus angka ini jauh lebih rendah dibanding tahun 2021 sebesar 1.279 kasus. Bidan sebagai tenaga profesional dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak wajib mematuhi standar pelayanan kebidanan. Kinerja bidan dalam menerapkan standar pelayanan kebidanan berdampak dan mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Bidan dengan self-efficacy dan asertivitas yang baik akan menghasilkan kinerja yang optimal. asertif sebagai kemampuan seseorang untuk berperilaku jujur, terbuka, penuh percaya diri dan teguh pendiriannya terhadap dirinya, dan jujur, serta terbuka mengekspresikan pendapat kebutuhan secara proporsional. Sasaran kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah bidan praktik mandiri di wilayah kerja Puskemas Tambak Rejo Kabupaten Jombang. Mengacu kepada butir Analisis Situasi, permasalahan mitra adalah rendahnya kepercayaan diri bidan praktik mandiri dalam membuat keputusan terkait diagnosa pemeriksaan.