Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH WORK-LIFE BALANCE DAN JOB DEMANDS TERHADAP EMPLOYEE WELL BEING (STUDI PADA PT. PERUMDA PERUSAHAAN AIR MINUM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG Vita Dewi Rahayu; Sri Suprapti; Imam Gozali; Heru Eko Prasetyo
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/e6z1yf19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Work Life Balance dan Job Demands terhadap Employee Well Being di PT. Perumda Perusahaan Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner yang disebarkan populasi yang berjumlah 200 karyawan, dengan sampel 133 responden, Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 27 untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Life Balance dan Job Demands memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Well Being. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan Work Life Balance dan Job Demands dapat secara efektif meningkatkan Kesejahteraan karyawan (Employee Well Being).
ANALISIS HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN PERILAKU PASIEN TERKAIT CARA MENYIMPAN OBAT RACIKAN NON STERIL DI PUSKESMAS SEWON 1 BANTUL Abd Sukri S. Manusu; Ari Susiana Wulandari; Sri Suprapti; Eva Nurinda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4849

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan dan penyimpanan obat di rumah masih menjadi masalah akibat kurangnya pemahaman. Menurut Kemenkes RI (2013), 35,2% rumah tangga menyimpan obat, sebagian besar obat sisa. Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat 82-85% keluarga di Jakarta dan Yogyakarta menyimpan obat, namun 30% tidak mengelolanya dengan baik. Obat racikan non-steril memiliki batas penggunaan (Beyond Use Date/BUD) yang berbeda dari tanggal kedaluwarsa. Studi di Puskesmas Sewon 1 Bantul menunjukkan 9,9% pasien menerima terapi obat racikan.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan perilaku menyimpan obat racikan non steril oleh pasien.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi gamma dan chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,003) dan tingkat pendidikan (p=0,000) dengan perilaku menyimpan obat racikan non-steril (p<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, status pekerjaan, dan status jaminan kesehatan dengan perilaku menyimpan obat racikan non-steril (p>0,05).Kesimpulan: Faktor usia dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap kebiasaan pasien dalam menyimpan obat racikan non-steril. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai cara penyimpanan obat yang benar agar kualitas dan efektivitas obat tetap terjaga. Kata Kunci : BUD, racikan, non steril, sosiodemografi, perilaku