Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Belajar Kelompok (Learning Group) Pada Pembelajaran PKn Kelas V SDN 1 Palasa Ernawati, Ernawati; Septiwiharti, Dwi; Palimbong, Anthonius
Jurnal Kreatif Online Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.961 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn. Dimana mengatasi masalah ini peneliti menerapkan pendekatan dengan model belajar kelompok sehingga di harapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Palasa dalam pembelajaran PKn. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan alur perencanaan  tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data yang dilakukan dalam setiap siklus berupa data kualitatif dan data kuantitatif dan dikumpulkan dengan tiga cara yakni tes, observasi, wawancara. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal sebesar 75% dengan persentase daya serap klasikal 73,25%, dan pada siklus II persentase ketuntasan klasikal 100 % dengan persentase daya serap klasikal 83,50%. Nilai Rata-rata (NR) aktivitas siswa pada siklus I cukup dan siklus II sangat baik. Berdasarkan indikator yang telah ditentukan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model belajar kelompok penguasaan siswa terhadap materi terus meningkat sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar PKn siswa kelas V SD Negeri 1 Palasa. Kata Kunci : Meningkatkan Hasil  Belajar, Belajar Kelompok,Pembelajaran PKn
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDN I Kayu Agung dalam Pembelajaran PKn dengan Menggunakan Media Gambar Suryanti, Suryanti; Harun, Abduh H.; Septiwiharti, Dwi
Jurnal Kreatif Online Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.986 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN I Kayu Agung dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan media gambar. Permasalahan sehingga dilakukan penelitian yaitu rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini mengikuti jenis penelitian tindakan kelas yang bersiklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diambil dari penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I diperoleh tuntas undividu 13 orang dan tidak tuntas individu 7 orang dengan persentase daya serap klasikal 77% dan ketuntasan belajar 65%. Pada sisklus II diperoleh peningkatan yaitu seluruh siswa dinyatakan tuntas dengan persentase daya serap klasikal 90% dan persentase ketuntasan belajar 100%. Data kualitatif pada siklus I aktivitas guru diperoleh persentase nilai rata-rata 66%, dan aktivitas siswa diperoleh persentase nilai rata-rata 61%. Pada siklus II mengalami peningkatan untuk aktivitas guru dengan persentase nilai rata-rata 93% begitu pula pada aktivitas siswa mengalami peningkatan persentase nilai rata-rata 90%. Dengan demikian bahwa penggunaan media gambar dikelas II SDN I Kayu Agung dapat meningkatkan hasil belajar.   Kata Kunci : Hasil Belajar PKn, Media Gambar  
POSMODERNISME DAN PENDIDIKAN DI INDONESIA (Sebuah Refleksi Filosofis) Septiwiharti, Dwi
INSPIRASI Vol 1, No 10 (2010)
Publisher : INSPIRASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.949 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan kajian filsafati tentang pemikiran posmodernisme dan relevansiya bagi pelaksanaan pendidikan di Indonesia dewasa ini. Posmodernisme adalah paradigma berpikir dan sikap yang kritis terhadap pola pikir dan prinsip-prinsip modernisme; terutama kritik atas pemikiran Rene Descartes. Salah satu filsuf posmodern yang ditelaah dalam tulisan ini adalah Derrida. Posmodernisme ingin menyadarkan bahwa realitas itu bersifat kompleks. Pendidikan posmodern bertolak dari paradigma bahwa kenyatan itu dibangun di atas realitas yang kompleks, sehingga pendidikan multikultural lebih relevan dengan paradigma posmodern tersebut. Kebinekaan (pluralis-multikultural) merupakan unsur yang perlu dipertimbangkan dalam implementasi pendidikan dewasa ini, sehingga pendidikan itu sesuai dengan latar belakang budaya yang melandasinya. Namun, posmodernisme tidak bertendensi untuk menjadi sebuah filsafat pendidikan baru.
The Concepts of Nosarara Nosabatutu in the Kaili Community : Inspiration for Religious Harmony in Indonesia Dwi Septiwiharti; Septiana Dwiputri Maharani; Rizal Mustansyir
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.374 KB) | DOI: 10.15575/jw.v4i2.6622

Abstract

This article aims to describe the local wisdom and values of Nosarara Nosabatutu in the Kaili community in Central Sulawesi using an axiological perspective as an inspiration for religious harmony in Indonesia. This research employs a qualitative method in the field of philosophical axiology. The object of research material is the teaching of nosarara nosabatutu, and the formal object is the theory of objectivism of values. The analysis shows that family values are at the vital value level, while the value of unity is at the spiritual value level in the Schelerian hierarchy. Both values indicate spiritual sentiments and spiritual preferences. Nosarara teaches individuals to love others as their brothers, as reflected Kaili’s term of sararata le or sararata ia which means s/he is a family. Spiritual nosabatutu teaches one to take care of the family property as shared wealth and also keep other people's secrets because everyone in the Kaili ethnic group comes from the same womb and lives from the same treasure as a family.
BUDAYA SINTUVU MASYARAKAT KAILI DI SULAWESI TENGAH [THE SINTUVU CULTURE OF THE KAILI PEOPLE IN CENTRAL SULAWESI] Dwi Septiwiharti
Naditira Widya Vol 14 No 1 (2020): NADITIRA WIDYA VOLUME 14 NOMOR 1 APRIL 2020
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v14i1.419

Abstract

Penelitian ini merupakan refleksi kritis tentang budaya sintuvu masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah. Kajian budaya sintuvu dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat dewasa ini yang rentan dengan konflik akibat terpinggirkannya nilai-nilai kearifan lokal. Tujuan penelitian adalah menemukan hakikat budaya sintuvu berdasarkan histori dan kehidupan keseharian masyarakat Kaili. Penelitian ini merupakan kajian filosofis dengan menggunakan data kepustakaan yang didukung oleh wawancara lapangan. Hasil penelitian menunjukkan budaya sintuvu adalah milik masyarakat Kaili dan dipahami mendukung prinsip kebersamaan yang dikenal sejak masa Tomalanggai, dan berkembang sejak masa kerajaan Kaili di Sulawesi Tengah pada abad ke-15 Masehi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa budaya sintuvu merupakan simbol persatuan dan gotong-royong yang masih relevan hingga sekarang. Nilai-nilai yang mendasari konsep budaya sintuvu dibangun berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari masyarakat Kaili, yang mencakup nilai harmoni, kekeluargaan, semangat berbagi, solidaritas, musyawarah mufakat, tanggung jawab, dan keterbukaan. This study is a critical reflection of the Kaili community's sintuvu culture in Central Sulawesi. The study is motivated by the condition of the community today which is vulnerable to conflict due to the marginalization of the values of local wisdom. The purpose of this research is to discover the nature of sintuvu culture based on history and daily life of the Kaili people. This research is a philosophical study using library data supported by field interviews. The results show that the sintuvu culture belongs to the Kaili people and is understood to support the principle of togetherness known since the Tomalanggai period and has developed since the sovereignty of Kaili kingdom in Central Sulawesi in the 15th century. Research conclusion indicates that the culture of sintuvu is a symbol of unity and cooperation which is still relevant today. The underlying values of sintuvu concept are built based on the daily life experiences of the Kaili community, which includes values of harmony, kinship, the spirit of sharing, solidarity, deliberation for consensus, responsibility, and openness.
Budaya Sintuwu Sebagai Kearifan Lokal Di Desa Tindoli Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Imran Imran; Dwi Septiwiharti; Nasran Nasran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7283

Abstract

Penelitian ini di arahkan untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sintuwu dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan Masyarakat Desa Tindoli dalam melestarikan budaya sintuwu. Hasil penelitian (1) Budaya sintuwu di Desa Tindoli mengandung makna kesediaan untuk berbagi kehidupan dengan orang lain demi kehidupan itu sendiri, sarat dengan berbagai aktivitas sosial yang bertujuan untuk membantu sesama demi kebaikan dan kesejahteraan, baik dalam hal materi maupun tenaga, memiliki nilai-nilai yang baik bagi kelangsungan hidup masyarakat. Budaya sintuwu memiliki nilai solidaritas, nilai persatuan, nilai sopan santun, nilai toleransi, dan nilai demokrasi. (2) Upaya pelestarian budaya sintuwu yaitu melalui culture experience, dimana masyarakat terlibat langsung dalam pelaksanaan budaya sintuwu baik dengan materi ataupun tenaga dalam kegiatan pesta, duka, kerja bakti, membangun rumah ataupun dalam pekerjaan sehari-hari, serta mulai melibatkan generasi muda dalam pelaksanaan budaya sintuwu. Kemudian melalui culture knowledge, yaitu baik pemerintah maupun lembaga adat menyampaikan tentang pentingnya budaya sintuwu kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan juga dalam pertemuan-pertemuan yang di adakan dengan masyarakat Desa Tindoli.
Pengembangan Bahan Ajar PPKn Bermuatan Nilai Profil Pelajar Pancasila sebagai Penguatan Karakter Kewarganegaraan Siswa Shofia Nurun Alanur; Kaharuddin Nawing; Dwi Septiwiharti; Dahlia Syuaib; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.15281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan bahan ajar PPKn yang bermuatan nilai-nilai profil pelajar pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakahlak mulia, nilai gotong royong, nilai mandiri, nilai bernalar kritis, dan nilai berkebhinekaan global. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (RnD). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan pengisian angket. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Penelitian dilakukan di SMA Al Azhar Mandiri Palu. Informan penelitian berjumlah 34 orang siswa dan 2 orang guru mata pelajaran PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, guru hanya menggunakan satu buku bahan ajar. Kedua, siswa tidak tertarik pada bahan ajar dan kurang aktif memberikan pertanyaan. Ketidaktarikan siswa terhadap bahan ajar karena kurangnya materi yang melibatkan aktivitas siswa. Sehingga pengembangan bahan ajar dilakukan dengan memperbanyak aktivitas siswa yang berkaitan dengan nilai-nilai profil pelajar pancasila. Disamping itu, mendesain bahan ajar dengan berbagai macam ilustrasi gambar dan warna. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar bermuatan nilai-nilai profil pelajar pancasila dapat menguatkan karakter siswa. 
PERAN KELUARGA DALAM PENDAMPINGAN BELAJAR ANAK DI DESA BINANGGA KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH: - dwi septiwiharti
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): AL-UMRON : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alumron.v4i2.1364

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul Penyuluhan Pelibatan Keluarga dalam Satuan Pendidikan di Desa Binangga Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Tujuan penulisan adalah mendeskripsikan peran keluarga dalam satuan pendidikan melalui kegiatan pendampingan pembelajaran anak di rumah pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Pada masa pandemi saat ini pemerintah mengambil kebijakan dalam pelaksanaan proses pembelajaran siswa yang sebelumnya dilaksanakan secara luring di sekolah dialihkan menjadi kegiatan pembelajaran daring (online) di rumah. Hal ini menempatkan aspek pendidikan formal dan informal menjadi satu kesatuan sistem yakni melibatkan peran keluarga dan pihak sekolah secara bersama-sama sebagai bentuk kolaborasi. Kondisi tersebut mendorong semua pihak untuk saling bekerjasama sehingga terbangun komunikasi yang efektif dalam pendampingan belajar sekolah anak di rumah. Beban dan tanggung jawab keluarga terhadap kebutuhan belajar anak dalam hal ini menjadi lebih besar dibandingkan pada masa normal sebelumnya. Komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga siswa dengan demikian menjadi persoalan krusial yang harus dilakukan sebaik-baiknya. Sasaran kegiatan atau yang menjadi mitra pengabdian adalah masyarakat Desa Binangga Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Bentuk kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan penyuluhan sebagai bentuk sosialisasi Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 dan disertai dengan kegiatan pendampingan terhadap keluarga dalam proses pembelajaran anak di rumah.
Negotiation Between Patuntung and Islam in Kajang, South Sulawesi, Indonesia Malliongi, Muhammad Takbir; Septiwiharti, Dwi; Nurbaety, Andi; Hak, Imamul; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Theologia Vol. 34 No. 2 (2023)
Publisher : The Faculty of Islamic Theology and Humanities, UIN Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2023.34.2.17961

Abstract

This research examines the relationship between Islam as a world religion and Patuntung as a traditional religion adhered to by the Ammatoa indigenous community in Kajang, South Sulawesi. The relationship between these two religions is not only oppositional or harmonious but also dynamic and negotiating. This research uses a qualitative method with a 'New Ethnography' approach, which pays attention to three aspects: self-reflection, polyvocality, and testimony. The findings of this research show that the meeting between Islam and Patuntung produces a hybrid reality, namely Sallang, which is basically a different Islam and another Patuntung. Sallang is a new reality that emerged from the meeting between Islam and Patuntung. This is clearly seen from Ammatoa's belief that the Koran is 40 juz, 10 juz revealed in Kajang, and 30 juz revealed in Mecca. This research provides a new contribution to the study of the relationship between world religions and indigenous religions, especially in Indonesia.
Sosialisasi Upaya Pelestarian Budaya Sintuwu di Desa Tindoli Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Imran, Imran; Septiwiharti, Dwi; Sukmawati, Sukmawati; Nasran, Nasran
DAS SEIN: Jurnal Pengabdian Hukum dan Humaniora (Journal of Legal Services and Humanities) Vol. 3 No. 1 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33756/jds.v0i0.17637

Abstract

Artikel ini merupakan suatu bentuk laporan dari hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Tindoli. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini untuk memberikan penguatan kepada masyarakat agar pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai identitas dalam suatu masyarakat. Metode Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan nilai budaya Sintuwu sebagai identitas yang melekat pada masyarakat Desa Tindoli Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Dari hasil identifikasi tentang nilai budaya yang masi terpelihara dengan baik yaitu nilai budaya sintuwu di antaranya nilai Tuwu Mombetubunaka (hidup saling menghargai dan sopan santun), nilai Tuwu Mombepatuwu (hidup saling menghidupi), nilai Tuwu Mombepatuwu (hidup saling menghidupi), nilai Tuwu Siwagi (hidup saling menopang), nilai Tuwu Sipande Raya (saling menerima dan saling mengakui perbedaan), nilai Tuwu Sintuwu Raya (menjunjung tinggi adanya persatuan dan kesatuan), nila Tuwu Mombepomawo (saling mencintai), dan Tuwu Malinuwu (hidup subur kekal abadi). ujinya