Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Protokol Kesehatan Pada Paviliun Indonesia Di Expo 2020 Dubai Uni Emirat Arab Sumadiasih, Gusti Ayu Istri; Lumanauw, Nelsye; Pramesti, Dinar Sukma
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 5 No 2 (2022): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v5i2.117

Abstract

Paviliun Indonesia menjadi negara dengan jumlah kunjungan tertinggi ketiga pada bulan Januari 2022 di expo 2020 Dubai Uni Emirat Arab. Sayangnya, angka kunjungan yang tinggi tersebut, malah menyebabkan ditemukannya kasus positif Covid-19 pada pekerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi protokol kesehatan pada penyelenggaraan acara pameran di paviliun Indonesia dan mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kelalaian dalam implementasi protokol kesehatan di paviliun Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan Expo 2020 Covid-19 Guide untuk membedah permasalahan yang meliputi protokol pengunjung memasuki expo, penanganan kasus positif Covid-19, penggunaan penutup wajah dan masker, menjaga jarak dan sanitasi tangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol kesehatan pengunjung memasuki expo, kasus terduga dan terkonfirmasi, serta prosedur sanitasi tangan terimplementasi dengan baik, namun implementasi penggunaan penutup wajah, masker dan menjaga jarak belum berjalan optimal. Penyebab pelanggaran adalah faktor eksternal yaitu udara panas Dubai, Jumlah Pengunjung Saat High Season yang tidak terkendali, pengunjung Membuat Foto dan Video, latar belakang negara pengunjung. Faktor internal yang menjadi penyebab pelanggaran yaitu desain jalan paviliun yang menanjak, Security Kurang Fasih Berbahasa Inggris, Tidak Semua Staf Paviliun Menguasai Public Speaking, tidak ada tim khusus protocol Kesehatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar kedepannya tidak ditemukannya kasus positif Covid-19 di paviliun Indonesia, maupun paviliun lain di Expo Dubai dan di Expo lainnya.
Analysis Marketing Strategy Of Phenom Event Indonesia During The Covid-19 Pandemic Halim, Deddy Kurniawan; Pramesti, Dinar Sukma; Ratnasari, Heidy
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 6 No 1 (2023): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v6i1.163

Abstract

The MICE industry is one of the tourism industries affected by covid-19 pandemic. Phenom Event Indonesia (PEI) is one of the EOs engaged in the field of MICE organizing services which have also been affected by the co-19 pandemic. It's just that, they have implemented the right marketing strategy so that the impact of the pandemic does not make PEI go out of business. This study aims to analyze the marketing strategy used by PEI to maintain its company during a pandemic. The research method uses qualitative research methods. Data obtained through interviews, literature studies and internet studies. The theory used is marketing theory which consists of product, price, place, and promotion. The results of the study reveal that the marketing strategy used by PEI to survive in the midst of the covid-19 pandemic, namely by: 1) Products, namely by offering new virtual hybrid studio products and equipping themselves with CHSE certificates, 2) The pricing strategy used by PEI is to adjust the scale events and budgets provided from clients with a negotiation process, 3) Location Strategy by utilizing PEI's strategic offices to become restaurants, bars and pubs that can be used for small-scale event venues, 4) Judging from PEI's promotion using digital marketing with a YouTube account and sales calls to all repeater clients as well as changing the target market and always providing feedback in the form of souvenirs or gifts to clients. It is hoped that the results of the research can be used as reference material for EO's marketing strategy when facing pandemics in the future.
Analisis Kelayakan Bisnis Linen Deck Laundry di Politeknik Internasional Bali Dinar Sukma Pramesti; Jonathan Dharma; Nicolas Leo Purnomo; Theresia Inti Sari
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 1 No. 1 (2023): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Internasional Bali (PIB) adalah sebuah perguruan tinggi pariwisata di Bali yang memiliki fasilitas asrama mahasiswa. Sayangnya, fasilitas asrama tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas laundry. Penelitian ini berupaya untuk menganalisis kelayakan bisnis Linen Deck Laundry di asrama PIB. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menguraikan hasil analisis data yang diperoleh melalui teknik wawancara. Penentuan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Penelitian ini juga menggunakan teknik pengumpulan berupa survei dengan analisis menggunakan statistik deskriptif. Survei dilakukan dengan responden penelitian sebanyak 100 orang responden. Analisis dilakukan dengan berpedoman pada enam aspek kelayakan bisnis yang terdiri dari aspek pasar, Aspek teknis, Aspek keuangan, Aspek manajemen, Aspek hukum, Aspek ekonomi, dan social. Hasil analisis kelayakan bisnis Linen Deck Laundry di PIB menunjukan bahwa layak dibangun karena hanya ada satu aspek yang tidak memenuhi, sedangkan lima aspek lainnya memenuhi. Dilihat dari aspek pasar, dinilai layak karena sudah memiliki target pasar yang jelas dan tetap. Dilihat dari Aspek teknis, dinilai layak karena menggunakan sistem koin yang sesuai dengan keinginan pasar dan efektif serta efisien sesuai dengan keinginan manajemen PIB. Dilihat dari Aspek keuangan, dinilai layak karena diprediksi akan balik modal di tahun kedua dan mendapatkan profit. Dilihat dari Aspek manajemen, dinilai layak karena sudah memiliki manajemen yang jelas yaitu di bawah manajemen operasional PIB. Dilihat dari Aspek hukum, dinilai layak karena pengurusan ijin usaha di lingkungan kampus terbilang cukup mudah. Dilihat dari Aspek ekonomi, dan social, dinilai belum layak karena tidak membutuhkan karyawan yang banyak dan belum memiliki sistem pengolahan limbah. Sehingga manajemen perlu memperhitungkan terkait pembangunan fasilitas laundry di PIB dan jika diwujudkan maka harus ada solusi terkait dengan pencemaran limbah yang akan ditimbulkan.
Evaluasi Kepuasan Mahasiswa Seni Kuliner Terhadap Kualitas Kitchen Politeknik Internasional Bali Verola Villy Varbella; Elena; Beby Hezki Iqlima; Dinar Sukma Pramesti
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 1 No. 2 (2023): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v1i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepuasan mahasiswa seni kuliner terhadap kualitas kitchen di Politeknik Internasional Bali menggunakan pendekatan metode kuantitatif. Melalui pengumpulan data dari mahasiswa melalui kuesioner, penelitian ini menerapkan beberapa teori yang relevan, termasuk Teori Kepuasan Pelanggan, Teori Expectancy-Value, Teori Keterlibatan Mahasiswa, dan Teori Kualitas Layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa seni kuliner di Politeknik Internasional Bali merasa puas dengan kualitas kitchen yang disediakan. Dengan menerapkan teori-teori yang relevan, penelitian ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan mahasiswa seni kuliner. Dengan memahami kebutuhan dan harapan mahasiswa, Politeknik Internasional Bali dapat mengidentifikasi area perbaikan yang perlu diperhatikan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik. Penelitian ini juga berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pendidikan vokasi di bidang seni kuliner, dengan memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman pembelajaran yang optimal dan dapat mengembangkan keterampilan mereka secara efektif.
Objek Wista Munduk Nangka Sebagai Potensi Unggulan Agrowisata di Kabupaten Jembrana I Made Agus Prisentana Putra; Dinar Sukma Pramesti
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 2 No. 2 (2024): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v2i2.11

Abstract

Provinsi Bali, terkenal sebagai "Heritages of Bali," memiliki kekayaan alam, budaya, dan sektor pariwisata yang melimpah. Salah satu potensi besar di provinsi ini adalah sektor pertanian yang mendukung keberlanjutan masyarakat lokal sekaligus menjadi peluang pengembangan agrowisata. Penelitian ini berfokus pada pengembangan Agrowisata Munduk Nangka di Desa Berangbang, Kabupaten Jembrana, sebagai upaya memanfaatkan potensi agraria untuk menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian lokal. Agrowisata Munduk Nangka menawarkan atraksi seperti persawahan terasering, taman bunga, taman kelinci, menara pandang, serta pengalaman edukasi pertanian yang melibatkan masyarakat lokal. Penelitian ini mengadopsi metode kajian literatur dengan mengacu pada konsep 5A dalam kepariwisataan (Attraction, Accessibility, Amenities, Activities, Ancillary). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agrowisata Munduk Nangka memiliki daya tarik wisata yang unik, namun memerlukan perhatian dalam infrastruktur aksesibilitas, pengembangan fasilitas pendukung, serta strategi pemasaran berbasis kearifan lokal. Rekomendasi mencakup pengelolaan destinasi secara profesional, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pelestarian lingkungan untuk mewujudkan keberlanjutan dan kualitas Agrowisata Munduk Nangka. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan pariwisata berbasis agraria di Kabupaten Jembrana.
Inovasi Selai Bunga Marigold Sebagai Produk Olahan Selai Filicia Elanda Tanago; Heru Pramudia; Dinar Sukma Pramesti
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 1 No. 2 (2023): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v1i2.14

Abstract

Inovasi selai bunga marigold nmerupakan hal yang baru bagi masyarakat juga di dalam industri makanan, Penelitian ini diangkat dengan tujuan untuk mengetahui pengembangan dari selai yang ditemui pada umumnya menggunakan bunga marigold yang kaya akan manfaat bagi tubuh manusia, Penelitian ini juga dilakukan agar menjadi edukasi bagi masyarakat juga orang-orang yang menempuh pendidikan dalam bidang kuliner. Metode penelitian yang digunakan dalam karya ini merupakan metode research and development serta uji hedonik. Metode uji hedonik telah dilakukan dengan 20 panelis umum yang dipilih secara acak dan terdapat tujuh panelis ahli yang telah ditentukan oleh pihak kampus. Teori yang digunakan adalah teori inovasi, penelitian ini menghasilkan resep baru yaitu selai bunga marigold. Hasil nilai rata-rata keseluruhan dari uji hedonik untuk produk ini adalah 4.70. Maka dapat disimpulkan bahwa para panelis yang sudah ikut ambil bagian dalam penilaian ini memberikan respon yang cukup positif dengan produk inovasi selai bunga marigold didukung dengan saran dan komentar bagi produk ini agar bisa menjadi lebih baik.
Pengimplementasian Sustainable Tourism di Hotel Alila Seminyak Berdasarkan Indikator Earth Check Mochammad Henfi Abdul Khoir; Ni Made Dya Wilasita; Dinar Sukma Pramesti
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bentuk tanggung jawab sektor akomodasi terhadap pelestarian lingkungan dalam industri pariwisata, Hotel Alila Seminyak, Bali, mengadopsi standar Earth Check untuk mendukung konsep pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip sustainable tourism di hotel tersebut menggunakan indikator Earth Check, meliputi Energy Use, Water Use, Carbon Emissions, Chemicals, Community and Employee impact, Paper Use, Waste, dan Custom Indicators. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dengan karyawan hotel, studi pustaka, dan dokumentasi. Data dikumpulkan menunjukkan komitmen Hotel Alila Seminyak dalam efisiensi energi dan air, pengurangan emisi karbon dan limbah bahan kimia, dukungan terhadap komunitas lokal dan program pengembangan karyawan, pengelolaan sampah dan kertas secara inovatif, serta penciptaan indikator ramah lingkungan yang bersifat unik. Hasil implementasi ditunjukkan melalui raihan sertifikat Earth Check kategori bronze, relevan dengan standar keberlanjutan internasional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa program berkelanjutan di Hotel Alila Seminyak berjalan dengan baik meskipun dibutuhkan perbaikan untuk mencapai sertifikasi yang lebih tinggi, dan penelitian lanjutan terkait persepsi tamu sangat direkomendasikan untuk menilai efektivitas praktik green hotel secara menyeluruh. Abstract As a form of responsibility for the accommodation sector towards environmental preservation in the tourism industry, Hotel Alila Seminyak, Bali, adopted the Earth Check standard to support the concept of sustainable tourism. This study aims to determine the implementation of sustainable tourism principles at the hotel using Earth Check indicators, including Energy Use, Water Use, Carbon Emissions, Chemicals, Community and Employee impact, Paper Use, Waste, and Custom Indicators. The study was conducted using a qualitative descriptive approach through observation, interviews with hotel employees, literature review, and documentation. Data collected demonstrates Hotel Alila Seminyak's commitment to energy and water efficiency, carbon emission and chemical waste reduction, support for local communities and employee development programs, innovative waste and paper management, and the creation of unique environmentally friendly indicators. The implementation results are demonstrated by achieving the Earth Check bronze certificate, relevant to international sustainability standards. The study's conclusion confirms that the sustainability program at Hotel Alila Seminyak is running well although improvements are needed to achieve higher certification, and further research on guest perceptions is highly recommended to assess the effectiveness of the hotel's green practices comprehensively
Community-Based Cultural Tourism Development through “Mandullu’u’tonna” Local Wisdom in the Talaud Islands Lagarense, Helni Desty Yanice; Laluas, Efraim; Pramesti, Dinar Sukma Pramesti
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 16 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v16i1.330

Abstract

Tourism development in Indonesia’s border and outermost island regions remains constrained by geographical isolation, limited infrastructure, and weak institutional coordination, despite the presence of rich cultural resources. The Talaud Islands Regency illustrates this condition while possessing valuable intangible cultural heritage, particularly the Madulu’u’tonna ritual, a sacred ancestral tradition embodying spiritual, social, and ecological values. This study examines the potential development of Madulu’u’tonna as a community-based cultural tourism attraction by integrating the 4A destination framework (Attraction, Amenity, Accessibility, and Ancillary) with a Community-Based Tourism (CBT) perspective. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews with ten key informants, and document analysis. The findings indicate that Madulu’u’tonna has strong attraction potential rooted in authenticity, symbolic meaning, and communal participation. However, its development is constrained by limited amenities, accessibility challenges in a remote archipelagic context, and the absence of inclusive destination governance. Nevertheless, existing customary institutions and community hospitality practices provide a foundation for gradual, community-led tourism development. The study concludes that the 4A framework alone is insufficient for culturally sensitive peripheral regions. CBT is essential to safeguard ritual sanctity, strengthen local governance, and ensure equitable benefit distribution.
Perceptions and conditions for sustainable energy and tourism development in Bali’s villages, Indonesia DK Halim; Dinar Sukma Pramesti; Jatmiko Wahyu Nugroho; Dwi Novita Cahyaningtyas Permatasari
Journal of Rural Tourism Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - June
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jrt.2025.03010682

Abstract

Purpose - This study aims to examine community-level conditions and perceptions related to sustainable energy and tourism development in four Balinese villages—Banjarasem, Blimbingsari, Bongan, and Bantas. It seeks to identify how local demographics, economic sectors, and attitudes toward renewable energy influence sustainable rural development.  Methodology/Design/Approach - Using community-level survey data, the study analyzes local perspectives on tourism engagement, renewable energy preferences, energy stability, financial considerations, and the perceived importance of green areas. Descriptive and comparative analyses were conducted to reveal trends and contextual differences among the four villages.  Findings - Results show a strong community interest in adopting renewable energy, particularly Solar PV, though cost and limited technical understanding remain major barriers. Energy instability affects both public facilities and productive sectors such as agriculture and tourism. Despite these challenges, residents express a willingness to pay more for green energy and show interest in accessing credit facilities to support sustainable initiatives. Originality/Value - This study provides empirical insights into the intersection of rural energy transition and tourism development in Bali. By integrating community-level perceptions with sectoral energy needs, it offers valuable input for public administration strategies that aim to design inclusive, context-sensitive policies for sustainable rural transformation.
A model for destination branding of iconic architectural tourist attractions in Bali, Indonesia Dinar Sukma Pramesti; Dwi Novita Cahyaningtyas Permatasari; Ong Chuan Huat
Journal of Rural Tourism Vol. 3 No. 2 (2026): July - Desember (In Progress)
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jrt.2026.030212106

Abstract

Purpose – This study aims to explore the potential of architectural tourist attractions in Bali, with particular emphasis on the diversity of traditional and contemporary architecture as part of cultural tourism experiences.Design/Methodology/Approach – The research adopts a qualitative approach, utilizing in-depth interviews with tourists and tourism stakeholders, complemented by a review of relevant literature to understand perceptions and the role of architecture in destination appeal.Findings – The findings indicate that tourists demonstrate a strong interest in architecture as a key component of cultural experiences. The study proposes a destination branding model, The Wonder of Architectural Diversity, supported by the 4A framework (Attractions, Amenities, Ancillary, Accessibility) and the STAR model (Storytelling, Event Tourism, Activities, and Reviews), to enhance destination attractiveness. Additionally, strengthening architectural promotion through cultural festivals, integrating traditional elements into modern developments, and improving supporting amenities are identified as crucial strategies to broaden tourist appeal.Originality/Value – This study contributes to tourism and destination branding literature by highlighting architecture as a strategic asset in cultural tourism development. It offers a novel integrative model that combines branding and tourism frameworks to enhance destination competitiveness while preserving cultural identity.