Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN DEKORASI PADA AKOMODASI WISATA HOMESTAY DI DESA BONGAN Dinar Sukma Pramesti
Jurnal Lentera Widya Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Lentera Widya Juni 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v3i2.275

Abstract

Homestay merupakan akomodasi wisata yang cocok dikembangkan di suatu desa wisata. Sayangnya, kebanyakan masyarakat desa belum memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memberikan pelayanan homestay kepada wisatawan. Desa Bongan adalah salah satu desa wisata di Kabupaten Tabanan. Politeknik Internasional Bali memiliki program pengabdian masyarakat yaitu mendampingi SDM di desa Bongan agar mampu menjadi SDM yang mampu menjadi pelaku aktif di daerahnya dengan mengadakan pelatihan pembinaan SDM dalam mengelola homestay di desa Bongan. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 20 orang pemilik/pengelola homestay di desa Bongan. Materi yang diberikan terkait dengan dekorasi homestay. Konsep dekorasi yang diajarkan ada dua yaitu konsep tradisional dan modern. Konsep tradisional dengan mengambil bentuk canang, sedangkan konsep modern dengan towel art. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 27 September-9 Oktober 2021. Hasil yang diperoleh yaitu pemilik/pengelola homestay di desa Bongan sangat antusia mengikuti pelatihan. Masyarakat mendengarkan dan menyaksikan pelatihan yang diberikan, selanjutnya dipersilahkan untuk mencoba membuat dekorasi seusai dengan yang telah diajarkan. Dengan adanya pelatihan membuat dekorasi untuk kamar homestay diharapkan pemilik/pengelola homestay di desa Bongan dapat memberikan suasana ruang yang indah dan meningkatkan nilai jual homestay.
PELATIHAN SDM PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA HUTATINGGI DAN SITUNGKIR Febriana; Dinar Sukma Pramesti
BINA CIPTA Vol 2 No 2 (2023): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v2i2.34

Abstract

Salah satu program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memaksimalkan sumber daya manusia di desa wisata adalah dengan mengadakan program pelatihan pengembangan inovasi produk wisata. Hal ini kemudian dituangkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang wajib dilakukan oleh dosen. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan kesiapan dan kapasitas Sumber Daya Manusia pariwisata khususnya di Desa Wisata. Pelatihan dilakukan dengan memberikan 4 modul materi kepada peserta diantaranya, modul sustainable tourism, modul exploring, modul packaging dan modul presentation. Pelatihan dilakukan dalam 5 hari secara berturut-turut dengan peserta dari dua desa wisata yaitu dari desa wisata Hutatinggi dan Situngkir. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kapasitas sumber daya manusia desa wisata sehingga mampu membawa Desa Wisata Situngkir dan Huta Tinggi menjadi desa wisata yang siap bersaing dan penuh inovasi.
PENGARUH DAYA TARIK WISATA DAN ACARA JAMUAN MAKAN MALAM G20 INDONESIA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KEMBALI KE GARUDA WISNU KENCANA, BALI Pramesti, Dinar Sukma; Febriana, Febriana; Halim, Deddy Kurniawan
TOURISM: Jurnal Travel, Hospitality, Culture, Destination, and MICE Vol 7 No 1 (2024): Tourism: Jurnal Travel, Hospitality, Culture, Destination, and MICE
Publisher : Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/tourism.v7i1.1222

Abstract

In 2022, Bali was chosen as the venue for the G20 Indonesia Summit. Several activities were carried out, one of which was a dinner entitled 'Welcoming Dinner and Cultural Performance G20 Indonesia.' This event took place at the Garuda Wisnu Kencana (GWK) tourist destination. The research aims to determine the influence of the tourist attraction components at GWK on tourists' decisions to revisit Garuda Wisnu Kencana in Bali. This research is a mixed-method study that employs statistical analysis techniques using SPSS. The respondents included 50 domestic tourists who had previously visited GWK. The research results indicate that the tourist attraction of G20 Indonesia has a significant and positive influence on the decision to return to GWK. However, the tourist attraction component does not have a significant and positive effect on the decision to revisit GWK. It is hoped that this research can provide insights for tourist destination managers to identify the factors that influence tourists decisions to revisit a tourist destination.
Strategy Analysis Of Train Journey Tourism Packages In Improving Hotel Occupancy During The Covid-19 Pandemic At Amanjiwo Resort, Magelang Regency, Central Java Lisnawati, Ni Wayan; Pramesti, Dinar Sukma; Mulia, Victor Bangun
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 7 No 2 (2024): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v7i2.229

Abstract

The Train Journey tour package is the latest innovation launched by Amanjiwo Resort during the Covid-19 pandemic to help increase hotel occupancy. The aim of this research is to analyze the strategies implemented in the Train Journey package and the efforts made to increase hotel occupancy during the Covid-19 pandemic at Amanjiwo Resort. The research method is qualitative, with data collection through interviews. The study uses the marketing mix theory (7P). The results reveal that the strategies implemented are as follows: from the product aspect, Amanjiwo Resort plans to add 2-3 Train Journey trips per month after the Covid-19 pandemic; from the price aspect, the price of the Train Journey trip remains in line with the room type; from the place aspect, Amanjiwo Resort focuses on the Jakarta-Yogyakarta route by increasing the number of trips; from the promotion aspect, Amanjiwo Resort selects media for promotion carefully; from the people aspect, the staff serving the Train Journey guests consists of 6 people, with a guest capacity of 8-12 pax; from the process aspect, the Train Journey is inspired by the Orient Express and then modified; and from the physical evidence aspect, Amanjiwo Resort continues to utilize the facilities provided by PT KAI (Indonesian Railways). The development strategies that can be implemented to increase occupancy include: from the product aspect, Amanjiwo Resort does not need to add more train carriages, but can increase the number of Train Journey trips or combine it with other tour packages; from the price aspect, Amanjiwo Resort can increase the price of the Train Journey trip during certain periods; from the place aspect, Amanjiwo Resort can add a new route, namely Surabaya-Yogyakarta; from the promotion aspect, Amanjiwo Resort should target more travel agents; from the people aspect, Amanjiwo Resort should engage in discussions with guests regarding meal schedules; from the process aspect, Amanjiwo Resort needs to introduce the Train Journey trip to guests; and lastly, from the physical evidence aspect, Amanjiwo Resort should coordinate with PT KAI (Indonesian Railways) to select specific dates for additional Train Journey trips.
PENGUATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA MELALUI SOSIALISASI PELAYANAN PRIMA DAN PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL DI DESA BATUKAANG, KINTAMANI Dinar Sukma Pramesti; Tanius, Billy; Wibawa, Ketut
BINA CIPTA Vol 3 No 2 (2024): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v3i2.53

Abstract

Desa Batukaang di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis alam dan produk lokal, khususnya jeruk Kintamani. Namun, keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait pelayanan prima dan pengembangan produk lokal menjadi hambatan dalam memaksimalkan potensi tersebut. Untuk menjawab tantangan ini, Universitas Mahasaraswati (UNMAS) dan Politeknik Internasional Bali (PIB) melaksanakan program pengabdian masyarakat kurang lebih selama sebulan pada bulan Agustus-September 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelayanan prima dan inovasi pengolahan jeruk Kintamani. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi dan praktik langsung, seperti pembuatan minuman, selai, dan permen berbasis jeruk Kintamani dengan teknik pengolahan dan pengemasan yang menarik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam memberikan pelayanan pariwisata yang berkualitas serta kemampuan dalam menciptakan produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasar lokal dan nasional. Selain itu, program ini berhasil mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Rekomendasi dari kegiatan ini mencakup pelatihan diversifikasi produk, pengembangan strategi pemasaran digital, dan peningkatan infrastruktur wisata. Dengan langkah-langkah ini, Desa Batukaang diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga produk lokal yang inovatif dan berkualitas.
Desain fasilitas wisata gonda berkonsep ekowisata di grembengan, bongan Pramesti, Dinar Sukma; Arismayanti, Ni Ketut; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.202

Abstract

Bongan memiliki sumber daya alam yang melimpah yaitu gonda yang dapat dijadikan produk oleh-oleh. Saat ini tren wisata yang berkembang adalah wisatawan tidak hanya bisa membeli dan menikmati kuliner atau produk lokal tetapi juga turut serta dalam belajar mengolah dan membuat produk. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis potensi fasilitas wisata gonda di Grembengan dan mendesain fasilitas wisata gonda berkonsep ekowisata di Grembengan. Keberadaan sumber daya alam yang melimpah dan berada di alam, menjadikan tema ekowisata tepat diterapkan dalam perencanaan fasilitas wisata ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode desktiptif kualitatif dengan analisis SWOT, selanjutnya strategi yang didapat dianalisis ke dalam gambar perencanaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dilihat dari aspek internal kekuatan yang dimiliki yaitu pada kawasan terdapat sawah dan produksi gonda yang melimpah, namun ada kelemahan yaitu daerah sekitar juga merupakan penghasil gonda. Peluang yang ada yaitu Grembengen memiliki lahan luas dan telah memiliki fasilitas pendukung dan atraksi air terjun. Ancaman yang ada yaitu alih fungsi lahan dan ketidakselarasan fasilitas yang dikembangkan dengan lingkungan dan budaya sekitar. Berdasarkan analisis potensi, didapat strategi: 1) Merencanakan fasilitas wisata ramah lingkungan dengan memaksimalkan potensi sawah dan air terjun (nilai konservasi), 2) Merencanakan fasilitas wisata yang unik dan berbeda (nilai edukasi dan wisata), 3) Perencanaan fasilitas wisata yang sesuai daya dukung, serta bentuk dan bahan bangunan selaras dengan lingkungan dan budaya setempat (nilai edukasi dan wisata), 4) Merencanakan fasilitas wisata yang mendukung partisipasi dan ekonomi masyarakat sekitar (nilai partisipasi dan ekonomi).
Wajah akomodasi masa kini (case study: pengelolaan green hotel di sarinbuana eco lodge) Arismayanti, Ni Ketut; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari; Pramesti, Dinar Sukma
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari dimensi green hotel dan manajemen pengelolaannya.di Sarinbuana Eco Lodge. Penelitian ini penting guna mendorong industri perhotelan untuk mengadaptasi langkah-langkah ramah lingkungan untuk keberlanjutan. Jenis dari ini penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara serta observasi mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Green Hotel di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2016. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil analisis dari wawancara yang peneliti telah lakukan dengan narasumber, implementasi green hotel di Sarinbuana Eco Lodge sudah berjalan dengan cukup baik. Sebagai suatu akomodasi, Sarinbuana Eco Lodge mampu menciptakan kesimbangan antara lingkungan, sosial serta ekonomi melalui penerapan dimensi-dimensi green hotel pada seluruh operasionalnya.
The Optimization Of Flash Sale Voucher For Promotion At Vila Lumbung Hotel, Seminyak-Bali Satya Wiguna, I Komang Esa Wira; Lukitasari, Rimalinda; Pramesti, Dinar Sukma
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 7 No 1 (2024): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v7i1.120

Abstract

Voucher Flash Sale is a form of marketing strategy carried out by Hotel Vila Lumbung. Unfortunately, the use of Flash Sale vouchers has not been effective because the sales results have not been able to reach the target. The purpose of this study was to develop a promotional strategy through the use of flash sale vouchers at Hotel Vila Lumbung, Seminyak-Badung. The research method used is qualitative by collecting data through interviews, using marketing mix theory and using SWOT analysis techniques. The results of the study reveal strategies that can be carried out including promoting Flash Sale Vouchers at other OTAs such as fave, traveloka, hotelbeds, roiback and others who have collaborated with the hotel; provide free charge rewards for one day using hotel facilities for each internal staff who successfully sells Flash Sale Vouchers; provide a special barcode in the Flash Sale Voucher which can be accessed online or offline; utilizing hotel facilities as a form of benefit to those who promote it, so that this can minimize the use of budget in the promotion process of Flash Sale Vouchers. With this research, it is hoped that Hotel Vila Lumbung Seminyak-Badung can maximize its strategy in promoting Flash Sale Vouchers.
EKSPLORASI BAHASA DAN BUDAYA LOKAL JATILUWIH HAISI COLLEGE INTERNATIONAL EXCHANGE PROGRAM XIAMEN NANYAN UNIVERSITY P.R. CHINA Kusumaningrum, Ni Ketut Veri; Dinar Sukma Pramesti
BINA CIPTA Vol 4 No 1 (2025): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v4i1.63

Abstract

Pelestarian bahasa dan budaya lokal menghadapi tantangan signifikan di era globalisasi, termasuk risiko kepunahan bahasa daerah dan berkurangnya generasi penutur aktif. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan kekayaan bahasa dan budaya lokal Jatiluwih melalui program pertukaran dengan Xiamen Nanyan University dan mengembangkan model pelestarian budaya berbasis kolaborasi internasional. Kegiatan melibatkan masyarakat Desa Jatiluwih dan peserta HAISI College International Exchange Program dengan pendekatan partisipatif. Metode meliputi eksplorasi etnolinguistik, demonstrasi interaktif, diskusi, dan dokumentasi selama satu hari dengan aktivitas pembelajaran bahasa Bali, role-play percakapan, dan diskusi lintas budaya. Program berhasil memperkenalkan dasar-dasar Bahasa Bali kepada peserta internasional, termasuk kosakata harian dan ekspresi sopan santun. Peserta mampu melakukan percakapan sederhana melalui role-play dengan warga lokal. Diskusi lintas budaya menghasilkan refleksi mendalam tentang tantangan pelestarian budaya dan potensi pengembangan pariwisata berbasis budaya. Kolaborasi menciptakan ruang dialog budaya yang setara dan saling menghormati. Program membuktikan efektivitas pendekatan partisipatif dalam pelestarian budaya dengan pertukaran pengetahuan dua arah. Model pembelajaran bahasa melalui interaksi langsung dengan penutur asli terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Model kolaborasi ini dapat direplikasi untuk pelestarian warisan budaya di daerah lain, sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia-Tiongkok dan membangun fondasi kerjasama jangka panjang dalam pendidikan dan pelestarian budaya.
Model Destination Branding Berbasis Preferensi Generasi Z terhadap Daya Tarik Wisata Museum di Bali Dinar Sukma Pramesti; Made Handijaya Dewantara; Febriana Febriana
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v4i2.3913

Abstract

Based on the analysis of tourist visits to several museums in Bali, it is evident that the visitation numbers are still low. This study aims to develop a destination branding model based on the preferences of Generation Z tourists to increase visits to museums in Bali. This is a qualitative study, employing data collection techniques such as questionnaires, interviews, and literature reviews. Theories such as tourist gaze, storynomic tourism, and event tourism are applied to enrich understanding and develop the destination branding model. The research findings suggest the importance of integrating components such as attractions, accessibility, amenities, and ancillary to enhance tourist interest in museums in Bali. Additionally, interactive activities, event organization, informative narratives, and tourist reviews can strengthen the appeal of museums in Bali for Generation Z. The proposed destination branding model prioritizes segmentation, targeting, and positioning according to the preferences of Generation Z, with the hope of increasing museum visits and enriching visitor experiences. Although limited to domestic Generation Z tourists and museums in Bali, this study provides a significant contribution to the development of destination branding strategies relevant to the characteristics of Generation Z and can be applied in the cultural tourism context of Bali.