Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MANGGALI

Peningkatan Literasi Melalui Kegiatan Kampus Mengajar 7 di SDN Bojonglor Kabupaten Pekalongan Setiawan, Toni; Fauzi, Nanda Akmala; Amelinda, Riska; Kusumaningrum, Widya
Manggali Vol 4 No 2 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i2.3384

Abstract

Kampus Mengajar angkatan 7 (KM7) merupakan salah satu kegiatan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu program Kampus Mengajar ialah penekanan penguatan kompetensi pada aspek literasi. Penilaian literasi ini dilaksanakan pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Pada Program Kampus Mengajar Angkatan 7 ini, tahapan pelaksanaan program terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pra penugasan; saat penugasan; pasca penugasan (pelaporan). Pada tahap penugasan inilah peserta program KM7 melaksanakan program-program kegiatannya untuk meningkatkan literasi pada siswa. Hasil dari program Kampus Mengajar angkatan 7 di SDN Bojonglor Kabupaten Pekalongan ialah Kampus Mengajar secara signifikan mampu meningkatkan literasi siswa sebesar 15% (hasil pre-test literasi 72% meningkat menjadi 87% pada post-test).
Penguatan Kemampuan Numerasi Anak Melalui Pemanfaatan Media Manipulatif di SDN Bojonglor Pekalongan Setiawan, Toni; Hasanah, Fatmawati Nur; Faitursina, Ameliani; Azahro, Dayana
Manggali Vol 5 No 1 (2025): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v5i1.3732

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan salah satu program flagship MBKM yang diselenggarakan secara nasional oleh Kemendikbudristek. Pemanfaatan media manipulatif numerasi untuk meningkatkan kemampuan numerasi ini dilaksanakan pada saat pelaksanaan program Kampus Mengajar 7 di SDN Bojonglor Kabupaten Pekalongan, adapun untuk penilaian dilaksanakan saat Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Media manipulatif yang digunakan antara lain: 1) Papan Perkalian Numerasi, 2) Media Perbandingan Numerasi, dan 3) Jam Numerasi. Hasil dari program Kampus Mengajar angkatan 7 di SDN Bojonglor Kabupaten Pekalongan ialah media-media numerasi yang dikembangkan dan digunakan pada Kampus Mengajar secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan numerasi siswa sebesar 28% (hasil pre-test numerasi 54% meningkat menjadi 82% pada post-test).
Program Gerakan Literasi 15 Menit untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa di SMP PGRI 6 Pemalang Setiawan, Toni; Hasanah, Fatmawati Nur; Umam, Saeful; Astuti, Lusi Ayudiya; Muttaqien, Mohammad Wildan
Manggali Vol 5 No 2 (2025): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v5i2.4014

Abstract

Literasi menjadi salah satu kompetensi esensial dalam pembelajaran abad ke-21 yang mencakup kemampuan membaca, menulis, menyimak, dan berpikir kritis. Namun, berdasarkan observasi awal di SMP PGRI 6 Pemalang, masih rendahnya minat membaca dan kemampuan literasi siswa menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakanlah Program Gerakan Literasi 15 Menit sebagai bagian dari Kampus Mengajar 8 tahun 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui pembiasaan membaca buku non-pelajaran selama 15 menit setiap hari, dilanjutkan dengan latihan menulis refleksi atau ringkasan bacaan. Metode pelaksanaan program melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi dengan pendekatan partisipatif bersama guru dan siswa. Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rerata kemampuan literasi siswa dari 25% ke 58%, terutama pada aspek menemukan informasi tersurat, membuat inferensi, dan memahami elemen visual dalam teks. Meskipun demikian, beberapa indikator pemahaman mendalam masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan budaya membaca dan kemampuan literasi siswa, serta layak dikembangkan secara berkelanjutan oleh sekolah sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Pelatihan Tune Up Mobil Injeksi pada Siswa Teknik Kendaraan Ringan di SMK MA’ARIF NU Bawang Burhan, Nurul; Hafidz, Miftah Al; Setiawan, Toni; Bahtiar, Fahmi Zuhda
Manggali Vol 4 No 1 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i1.3029

Abstract

Abstrak ____________________________________________________________ LSP bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk 1) memberikan bekal pengetahuan kepada siswa tentang tata cara tune up mobil injeksi, 2) melatih keterampilan siswa TKR tentang tune up mobil injeksi. Metode pelaksanaan kegiatan berupa observasi, evaluasi awal, demonstrasi, praktik, dan evaluasi akhir. Hasil kegiatan pelatihan dapat disimpulkan bahwa 1) terdapat peningkatan pengetahuan siswa terkait tune up mobil EFI. Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai ujian post test sebesar 87,75. 2) keterampilan siswa meningkat dalam melaksanakan tune up mobil injeksi dan siswa semakin percaya diri untuk menghadapi ujian LSP, dibuktikan bahwa rata-rata siswa mampu melaksanakan tune up mobil EFI dalam waktu 50 menit, waktu tersebut jika dibandingkan waktu ujian LSP yaitu 60 menit maka masih ada selisih 10 menit waktu yang tersisa. Abstract LSP aims to measure student competency achievement at a certain level according to the Skills competency achieved during the learning period at Vocational School. The aim of this community service activity is to 1) provide students with knowledge about the procedures for tune up injection cars, 2) train TKR students' skills regarding tune up injection cars. Methods for carrying out activities include observation, initial evaluation, reflection, practice and final evaluation. The results of the training activities can be concluded that 1) increased student knowledge regarding EFI car tune ups. From the results of data processing it can be concluded that the average post test score is 87.75. 2) students' skills increase in tuning up injection cars and students become more confident in facing the LSP exam, it is proven that the average student is able to tune up an EFI car in 50 minutes, this time compared to the LSP exam time of 60 minutes is still there is a difference of 10 minutes remaining time