Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Marjinalisasi Cerpen Kematian Paman Gober Karya Seno Gumira Ajidarma Ainun Tahir; Juanda Juanda; Aslan Abidin
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5446

Abstract

This study aims to describe the forms of power domination and resistance depicted in the short story Kematian Paman Gober by Seno Gumira Ajidarma, using a descriptive qualitative method. The analysis reveals the presence of bourgeois exploitation and selfishness, highlighting the ongoing oppression of the proletariat. Two main forms of domination are identified: bourgeois domination rooted in egoism and systemic exploitation. In response, various forms of resistance emerge, including protest, condemnation, threats toward the bourgeois class, and attacks on capital production and business operations. This research contributes to Indonesian literary studies through a Marxist perspective, particularly in examining social marginalization as portrayed in short fiction. By focusing on the representation of lower-class characters and class power relations, the study underscores the role of literature as a medium of critique against socio-economic inequality. Future studies are encouraged to investigate similar themes in other literary genres such as novels or drama, and to adopt interdisciplinary approaches for a more comprehensive understanding of class struggles in Indonesian literature. Keywords: marginalization; marxism; power domination; resistance ABSTRAK Penelitian ini tujuannya mendeskripsikan bentuk dominasi kekuasaan serta bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuasaan dalam cerpen dijadikan sumber data dianalisa. Penelitian memakai metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian yakni cerpen Kematian Paman Gober karya Seno Gumira Ajidarma, Hasil penelitian ini menunjukkan adanya eksploitasi dan keegoisan dari kaum borjuis yang terus menindas kaum proletar. Adapun bentuk-bentuk dominasi kekuasaan terdapat dua bentuk, yakni borjuis dan egoistis, serta eksploitasi. Sedangkan bentuk-bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuasaan adalah perlawanan. Perlawanan yang ditunjukkan dalam cerpen ini berupa protes, kecaman dan ancaman kepada kaum borjuis, serta penyerangan pada produksi modal dan usaha. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian sastra Indonesia melalui pendekatan teori Marxisme, khususnya dalam menganalisis isu-isu marjinalisasi sosial dalam cerpen. Dengan memfokuskan pada representasi tokoh-tokoh kelas bawah dan relasi kuasa dalam teks, studi ini mengungkap bagaimana cerpen menjadi medium kritik terhadap struktur sosial-ekonomi yang timpang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji representasi marjinalisasi dalam bentuk karya sastra lain seperti novel atau drama, serta mempertimbangkan penggunaan pendekatan interdisipliner agar memperoleh pemahaman yang lebih holistik terhadap isu kelas dalam sastra Indonesia. Keywords: dominasi kekuasaan, marjinalisasi, marxisme, perlawanan
PROGRAM AMC (AKU MAU CERITA) SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN STORYTELLING MAHASISWA DI RRI PRO 2 MAKASSAR Muhammad Alfian Tuflih; Mayong Mayong; Aslan Abidin; Putri Nadila
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): ALAINA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT: IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i1.440

Abstract

Program magang di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Makassar melalui program AMC (Aku Mau Cerita) bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menulis naskah cerita, teknik bercerita, serta pemahaman proses produksi audio berbasis pengalaman personal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode partisipasi aktif, observasi langsung, dan praktik produksi konten yang ditayangkan pada segmen Jaga Malam. Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan merangkai pengalaman menjadi naskah naratif yang komunikatif, rasa gugup saat melakukan perekaman suara, serta penyesuaian terhadap standar produksi siaran radio yang menuntut ketelitian dan konsistensi kualitas audio. Selain itu, mahasiswa harus beradaptasi dengan dinamika kerja tim, alur komunikasi kreatif, dan ritme kerja penyiaran yang profesional. Meskipun tantangan tersebut cukup menantang, melalui bimbingan penyiar dan tim produksi, mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan menulis, meningkatkan ekspresi vokal, serta memahami alur produksi siaran mulai dari penulisan hingga penayangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mahasiswa terhadap praktik penyiaran berbasis narasi personal. Secara keseluruhan, program AMC menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mengasah kreativitas, kemampuan bercerita, dan profesionalisme mahasiswa di dunia penyiaran modern.
Relasi Kuasa dalam Novel Sunyi adalah Minuman Keras Karya Sapardi Djoko Damono: Analisis Wacana Kritis Michel Foucault Aslan Abidin; Ridwan Ridwan; Yusril Saputra
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v11i1.3716

Abstract

This study analyses Sapardi Djoko Damono's novel Sunyi adalah Minuman Keras (Silence is Alcohol), focusing on power relations over the body and mind, as well as forms of resistance that emerge in the text. This study aims to analyse Sapardi Djoko Damono's novel Sunyi adalah Minuman Keras (Silence is Alcohol), focusing on power relations over the body and mind, as well as forms of resistance that emerge in the text. Using a qualitative approach and Michel Foucault's critical discourse analysis, this study explains how power operates through language and shapes individual subjectivity in the novel. The results show that cognitive control mechanisms such as manipulation, objectification, and stigmatisation reflect power relations over the mind. These mechanisms shape the way characters view themselves and their world. Furthermore, social control that regulates physical actions, lifestyles, and bodily discipline reveals that power relations over the body are often reinforced by cultural and religious norms. The novel also depicts resistance to power through various explicit and implicit means in the characters' storylines. This study shows that Sunyi is Minuman Keras is not merely a work of literature, but also a complex representation of the power dynamics that shape human life. This study helps us understand how literary discourse can both replicate and challenge power structures in society.
EKSPRESI KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB PEREMPUAN DALAM NOVEL 'PAYA NIE' KARYA IDA FITRI (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Fiah Luthfiah Bani; Andi Karman; Aslan Abidin
Jurnal Tuturan Vol 15 No 1 (2026): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jurnaltuturan.v15i1.12015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi kebebasan dan tanggung jawab tokoh perempuan dalam novel Paya Nie karya Ida Fitri melalui pendekatan psikologi sastra dengan perspektif eksistensialisme Jean-Paul Sartre. Novel ini dikaji untuk meengkpresikan pengalaman hidup perempuan dalam situasi sosial seperti kemiskinan, tekanan sosial, dan konflik kehidupan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis tematik terhadap data berupa narasi, dialog, dan monolog tokoh perempuan dalam novel. Data dikumpulkan melalui teknik membaca intensif, mencatat, dan mengklasifikasikan kutipan yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi kebebasan tokoh perempuan diwujudkan dalam dua bentuk, yaitu kebebasan dalam perkataan dan kebebasan dalam perbuatan. Kebebasan dalam perkataan terlihat melalui keberanian tokoh perempuan dalam menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan hidup, sedangkan kebebasan dalam perbuatan tercermin melalui tindakan tokoh dalam merespons situasi sosial yang dihadapinya. Penelitian ini juga menemukan ekspresi tanggung jawab tokoh perempuan yang diwujudkan dalam bentuk perkataan maupun perbuatan, seperti kepedulian terhadap keluarga dan kesadaran menjalankan peran sosial. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan tokoh perempuan dalam novel Paya Nie tidak terlepas dari tanggung jawab yang harus mereka emban sebagai konsekuensi dari pilihan hidup yang diambil.