Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Efektivitas Layanan Klasikal Dengan Teknik Outbound Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Antar Pribadi Pada Siswa Kelas ViiiA SMPN 2 Terara Lombok Timur Baiq Mayda Dwi Elinda; Baiq Mahyatun; Dewi Yulianti
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan bimbingaan klasikal teknik outbound dapat meningkatkan keterampilan komunikasi antar pribadi siswa kelas VIIIA SMPN SMPN 2 Terara Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Desain penelitian menggunakan pendekatan pre-eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas layanan bimbingan klasikal teknik outbound terhadap keterampilan komunikasi antar pribadi siswa kelas VIIIA . Keterampilan komunikasi antar pribadi siswa kelas VIIIA SMPN SMPN 2 Terara Lombok Timur, dengan nilai t hitung 6,65 dengan nilai signifikansi sebesar 5 %. Nilai rara-rata hasil keterampilan komunikasi antar pribadi pretest sebesar 50,12 sedangkan posttest naik menjadi 74,7.
Layanan Konseling Individu Dengan Teknik Reinforcement Positif Untuk Mengatasi Rendahnya Interaksi Sosial Siswa Broken Home Di Sman 1 Sakra Padiatun Hasanah; Baiq Mahyatun; Fitri Aulia
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32743

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya interaksi sosial siswa broken home di SMAN 1 Sakra yang ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih senang menyendiri, menutup diri dan kurang bergaul di lingkungan sekolahnya. Upaya wali kelas sekaligus guru mapel dalam mengarahkan siswa untuk bisa terbuka dan aktif ketika dalam proses belajar mengajar berlangsung dirasa belum cukup optimal. Begitu juga dengan guru BK yang belum optimal dalam merespon dan memahami permasalahan siswa untuk diberikan layanan konseling individu yang tepat sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian secara alamiah. Subjek penelitian adalah satu orang siswa laki-laki kelas XII-i di SMAN 1 Sakra yang dipilih berdasarkan observasi awal yang menunjukkan rendahnya interaksi sosial. Penelitian ini berusaha untuk memecahkan masalah yang ada berdasarkan data-data. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 4 orang informan yaitu guru BK, Wali kelas, siswa/konseli, dan orang tua (ayah) siswa/konseli. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan teknik reinforcement positif terbukti dapat membantu siswa dalam mengatasi masalah pribadi seperti keterampilan dalam berinteraksi sosial. Hal tersebut dibuktikan setelah melakukan layanan konseling individu melalui beberapa sesi pertemuan. Namun, konseli menunjukkan perubahan yang signifikan pada sesi konseling pertemuan ke dua, dibuktikan dari hasil observasi di lapangan melalui pengamatan dan pernyataan temannya, serta dari pernyataan konseli sendiri saat melakukan layanan, hingga pengisian instrumen evaluasi proses konseling yang sudah mencapai target dengan persentase perubahan 75%-94%, dari yang sebelumnya yaitu 50%-74%.
Penguatan Profesionalitas Guru BK melalui Pengembangan Pribadi Konselor dalam Praktik Layanan Konseling di SMA: Studi Kualitatif Mariana Astuti; Latif Hamidi; Baiq Mahyatun; Indah Sofianita; Yuliana Eka Safitri; Silmi Rostiana; Rizkia Maulida; Sridewi Supriyani; Muzayyin Fanani
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2647

Abstract

Guidance and Counseling (BK) teachers' professionalism is a key element in ensuring the quality of school counseling services. Alongside pedagogical and technical competencies, the counselor’s personal development plays a strategic role in establishing therapeutic relationship effectiveness. This study aims to explore the reinforcement of BK teachers' professionalism through the counselor's personal development in high school counseling practices. Utilizing a qualitative approach with a single-case study design, this research involved a BK teacher at SMAN 3 Selong, purposively selected based on over 15 years of experience and a track record as a national instructor. Data were gathered through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The results reveal that professionalism reinforcement based on personal development manifests in four primary processes: (1) self-reflection on handling critical cases, (2) managing student emotions through integrating coaching techniques and the restitution triangle, (3) independent competency development by designing assessment instrument applications, and (4) internalizing professional ethics and multi-directional interpersonal communication. This process significantly enhances emotional maturity, interpersonal competence, active listening skills, and professional courage in mediating. This study recommends integrating personal approach training and micro-counseling techniques during undergraduate studies.
Peran Layanan Konseling Individu dalam Mengurangi Isolasi Sosial dan Meningkatkan Relasi Sebaya Siswa di SMA Mariana Astuti; Latif Hamidi; Baiq Mahyatun; Indah Sofianita; Yuliana Eka Safitri; Silmi Rostiana; Rizkia Maulida; Sridewi Supriyani; Muzayyin Fanani
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2744

Abstract

Social isolation and peer rejection potentially impede students' psychological development and academic achievements. This qualitative descriptive case study aims to analyze students' social isolation profiles to formulate a comprehensive, sociometry-based individual counseling intervention framework at SMAN 3 Selong. Data were collected from 35 participants in class 10-1 through a multiple-criteria sociometric questionnaire encompassing personal, social, learning, and career domains complemented by in-depth interviews and document review. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The sociometric findings indicated a sharp social polarization within the classroom, where eight students were classified as low status and two students experienced total social isolation (zero choices) due to group exclusion (cliques). Sociogram visualizations confirmed unilateral interaction preferences lacking reciprocity across all four orientation domains. Based on these empirical data, an individual counseling intervention was formulated, comprising three systematic clinical stages: core exploration of rejection issues, cognitive restructuring, and social skills training. This personal intervention framework is recommended as an applicable guide for school counselors to mitigate social isolation and optimize students' interpersonal cohesion.
Pengembangan sekolah SDN 4 Rarang melalui In House Training media pembelajaran Baiq Desi Dwi Arianti; Baiq Mahyatun; Maman Asrobi
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 3 No 1 (2022): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v3i1.6256

Abstract

The Indonesian government is promoting 21st Century learning by implementing HOTS (High Order Thinking Skill) and TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge). The implementation of this system has felt the impact when there has been a Covid 19 pandemic since 2020. This situation has forced the entire learning process to change. All learning is required through online learning. Teachers and students have difficulty adjusting because they cannot use technology in the learning process. SDN 4 Rarang has teachers who are mainly able to master essential technology but do not take advantage of this ability to develop learning media. Therefore, this activity aims to train teachers at SDN 4 Rarang in developing learning media in the form of learning videos and uploading these videos to the YouTube page. The method used is lecture and practice. The participants of the activity were 9 teachers. The results of this activity are from 9 teachers who participated in the training, 7 people have been able to make learning videos and upload the videos to the YouTube page, while 2 people still do not master the material because one of them is age factor, so that the acceptance of training materials is not conveyed correctly. Good, with an achievement percentage of 83.9%.
Efektivitas Layanan Konseling Individu Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus Mila Raudatul Jannah; Muhammad Zainul Hafiz; Fitri Yuliana; Moh Majdi; Baiq Mahyatun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individu dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan gangguan autisme di SMP Negeri 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur. Permasalahan utama yang dihadapi peserta adalah kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sosial, respons komunikasi yang lambat, serta kecenderungan perilaku menyendiri dan mencari perhatian dengan cara negatif. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan pelaksanaan layanan konseling individu kepada tiga peserta didik autis. Proses konseling dilakukan secara bertahap melalui tahapan pembinaan hubungan, eksplorasi permasalahan, pemberian intervensi perilaku, serta penguatan positif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal peserta didik setelah menerima layanan konseling secara rutin. Siswa menjadi lebih mampu merespons pertanyaan guru, mengekspresikan perasaan, dan menunjukkan perilaku sosial yang lebih adaptif di lingkungan sekolah. Layanan konseling individu terbukti efektif dalam membantu anak autis meningkatkan keterampilan komunikasi serta menurunkan perilaku impulsif. Temuan ini memperkuat pentingnya peran guru BK dan konselor sekolah dalam memberikan dukungan psikopedagogis yang berkelanjutan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Makna Pengembangan Pribadi Konselor bagi Peningkatan Profesionalitas Guru BK dalam Pelaksanaan Konseling Individu di SMP: Studi Kualitatif Fenomenologis Ratna Aida Hifzi Inayatika; Saopian Azhari; Baiq Mahyatun; Luk Luil Adni; Yuliana Asmiati; Luski Meri Alfin; Indra Surya Ali; Sintiya Pratiwi; Nanang Ervia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5290

Abstract

Konseling individu merupakan layanan inti dalam bimbingan dan konseling yang menuntut guru Bimbingan dan Konseling (BK) tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kualitas pribadi yang memadai. Dalam praktiknya, efektivitas konseling individu sangat dipengaruhi oleh kemampuan konselor memahami diri, mengelola emosi, menunjukkan empati, serta membangun hubungan yang autentik dengan konseli. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pengembangan pribadi konselor bagi peningkatan profesionalitas guru BK dalam pelaksanaan konseling individu di SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif. Partisipan penelitian terdiri atas 1 guru BK yang aktif memberikan layanan konseling individu. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, pengkodean tematik, interpretasi makna, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pribadi dimaknai guru BK sebagai proses pembentukan kesadaran diri profesional, penguatan kematangan emosional, pengembangan kepekaan interpersonal, dan internalisasi nilai-nilai etika profesi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan pribadi memiliki makna yang sangat penting dalam meningkatkan profesionalitas guru Bimbingan dan Konseling pada pelaksanaan layanan konseling individu. Pengembangan pribadi dimaknai sebagai proses berkelanjutan yang membentuk kesadaran diri, kematangan emosional, empati, kemampuan komunikasi, refleksi diri, dan integritas profesional.
Pengalaman Siswa Terisolir Dalam Mengembangkan Relasi Sosial Melalui Layanan Konseling Individu Saopian Azhari; Ratna Aida Hifzi Inayatika; Baiq Mahyatun; Luk Luil Adni; Yuliana Asmiati; Luski Meri Alfin; Indra Surya Ali; Sintiya Pratiwi; Nanang Ervia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman siswa terisolir dalam mengembangkan relasi sosial melalui layanan konseling individu di sekolah .Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket sosiometri, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber Subjek penelitian terdiri atas satu siswa yang teridentifikasi sebagai siswa terisolir berdasarkan hasil angket sosiometri, dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta wali kelas sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterisoliran siswa dipengaruhi oleh pengalaman menjadi korban bullying pada masa sekolah dasar yang menimbulkan trauma, rasa takut ditolak, dan rendahnya kepercayaan diri dalam berinteraksi sosial. Layanan konseling individu membantu siswa mengungkapkan pengalaman traumatis, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong keberanian untuk mulai berinteraksi dengan teman sebaya. Keberhasilan layanan didukung oleh kolaborasi antara guru BK, wali kelas, orang tua, dan teman sebaya sehingga siswa menunjukkan perubahan positif berupa keberanian menyapa teman, berpartisipasi dalam diskusi kelompok, dan menjalin hubungan sosial yang lebih baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Layanan konseling individu terbukti efektif menjadi wadah yang aman bagi siswa untuk mengekspresikan pengalaman traumatis, mengelola kecemasan, serta membangun kembali rasa percaya dirinya secara bertahap. Setelah mengikuti layanan konseling individu, siswa menunjukkan dinamika perubahan positif, seperti mulai berani menyapa teman, terlibat dalam kerja kelompok, serta berpartisipasi lebih aktif dalam aktivitas pembelajaran.