Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 TERARA LOMBOK TIMUR Mahyatun, Baiq; Ariska, Desi
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 8 No 2 (2024): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying is a very long-term physical and psychological abuse carried out by one person or a group of people, targeting individuals who have no physical defense. In situations like this, the individual who is the victim is made to feel afraid. If bullying is not handled immediately it will be detrimental to both parties. The purpose of this research is to determine the effect of group guidance services to reduce bullying behavior in class VII students at SMPN 1 Terara, East Lombok. This type of research is a quantitative experiment using a one-group pretest and posttest research design involving class VII students at SMPN 1 Terara, East Lombok. The population of this research was class VII students at SMPN 1 Terara, East Lombok. Then a sample of 10 students was obtained using group guidance services to handle these students' problems. The method applied to collect data in this research used questionnaires and observation. The results of this research with a significance value of 0.000 <0.005 can be concluded that group counseling services are effective in reducing bullying behavior in class VII students at SMPN 1 Terara, East Lombok. Keywords: Group Counseling Services, Student Bullying Behavior.
Reality counseling: Overcome anxiety and build self-confidence in thesis completion Yulianti, Dewi; Aulia, Fitri; Mahyatun, Baiq; Marfuatun, Marfuatun; Alengka, Novi
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 11 No 2 (2024): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v11i2.24269

Abstract

Anxiety in completing theses is a common issue faced by final-semester students. This anxiety arises from various challenges, such as difficulty focusing on the thesis topic, trouble writing the background of the problem, confusion about thesis structure and content, limited mastery of theory, weak research methodology skills, and ineffective communication with supervisors. These issues often lead to anxiety and low self-confidence among students. One effective intervention to address these challenges is group counseling with a reality approach. This study employed a pre-experimental quantitative method with a one-group pretest-posttest design. After using purposive sampling, six students meeting the criteria for group counseling participants were selected. Data were collected through questionnaires and analyzed using a t-test. The results revealed a significant effect of the reality approach in reducing anxiety and boosting self-confidence, with a t-count value of 24.413, exceeding the t-table value of 2.571. In conclusion, group counseling with a reality approach is proven effective in alleviating anxiety and improving self-confidence in final-semester students working on their theses.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGN INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS VII SMPN 01 TERARA LOMBOK TIMUR Mahyatun, Baiq; Syofiyanti, Desy
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 5 No 1 (2021): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v5i1.3539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagai mana gambaran kecerdasan emosional siswa, interaksi sosial siswa, dan bagaimana hubungan antara kecerdasan emosional dengan interaksi sosial siswa SMPN 01 Terara Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 01 Terara Lombok Timur, sebanyak 152 orang siswa, yang diperoleh dengan teknik non probability sampling. Data pemelitian dengan menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan untuk melihat kecerdasan emosional, dan interaksi sosial siswa, yaitu dengan teknik statistik dengan menentukan nilai mean, standar, deviasi, range dan skor. Untuk melihat kedua hubungan diantara variabel digunakan tehnik Pearson Product Moment Corelation. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, kecerdasan emosional siswa berada pada kategori sedang, interaksi sosial siswa berada pada kategori sedang dan terdapat hubungan yang signuifikan dan positif antara kecerdasan emosi dengan interaksi sosial dengan tingkat korelasi cukup kuat. Besar r hitung yaitu 0,546 yang berada pada taraf signifikansi sebesar 0,01. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional siswa, maka interaksi sosial siswa semakin positif. Berdaasrkan temuan penelitian ini, diharapkan guru BK dapat memunculkan tema-tema kreatif yang lebih efektif dalam kegiatan konseling yang dapat dijadikan program pelayanan BK untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa sehingga dapat membangun interaksi sosial siswa yang positif.  
PEDAGOGIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Mahyatun, Baiq; Suryadi, Lalu Erpan
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 6 No 1 (2022): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v6i1.4709

Abstract

Pedagogy is the science or art of being a teacher, pedagogy also refers to the proper use of teaching strategies. The learning of children with special needs requires a separate pattern that is different from learning for normal children. This is due to the existence of separate disorders that differ from one another. Students who go to school have many learning difficulties, because they generally have developmental barriers physically, emotionally, intelligence and creativity. One of the efforts for classroom teachers is to seek a form of learning intervention to overcome various kinds of disorders and the needs of their students. Teacher-interventions are mixed in such a way that they can be applied in learning and guidance on inappropriate behavior (PSS). By applying operant conditioning , and directed to a positive psychopedagogical perspective, a learning program that utilizes the Competency-Based Curriculum (KBK) is drawn up. Learning Model by utilizing Competency-Based Curriculum is one solution to overcome teacher-class difficulties in the preparation, implementation, and evaluation of individualized learning outcomes (Individualized Educational Programs). The final result is behavioral improvement that is programmed in stages through "intermediate goals" which are used as output targets in odd semesters, and "annual targets" in even semesters.
Pemberian Layanan Konseling Kelompok Dengan Tehnik Problem Solving Untuk Meningkatkan Pemahaman Karir Siswa Kelas VIIIa SMP Negeri 1 Sikur Mahyatun, Baiq; Yulianti, Dewi; Miranti, Purna
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 10 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v10i4.21841

Abstract

The aim of the research entitled group counseling services with problem solving techniques is to determine students' career understanding. This research methodology uses quantitative methods with the type of research being pre-experimental design, and the research design used is one group pretest and post test. Analysis of the data obtained is t-table (6.002>2.365) at a significance level of 5%, showing that there is an influence to increase career understanding with group counseling services using problem solving techniques for class VIIIA students, so it can be concluded "If given group counseling services using Problem solving techniques can increase the career understanding of class VIIIA students at SMPN 1 SIKUR.
Efektivitas Layanan Konseling Individu Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus Jannah, Mila Raudatul; Muhammad Zainul Hafiz; Fitri Yuliana; Moh Majdi; Baiq Mahyatun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individu dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan gangguan autisme di SMP Negeri 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur. Permasalahan utama yang dihadapi peserta adalah kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sosial, respons komunikasi yang lambat, serta kecenderungan perilaku menyendiri dan mencari perhatian dengan cara negatif. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan pelaksanaan layanan konseling individu kepada tiga peserta didik autis. Proses konseling dilakukan secara bertahap melalui tahapan pembinaan hubungan, eksplorasi permasalahan, pemberian intervensi perilaku, serta penguatan positif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal peserta didik setelah menerima layanan konseling secara rutin. Siswa menjadi lebih mampu merespons pertanyaan guru, mengekspresikan perasaan, dan menunjukkan perilaku sosial yang lebih adaptif di lingkungan sekolah. Layanan konseling individu terbukti efektif dalam membantu anak autis meningkatkan keterampilan komunikasi serta menurunkan perilaku impulsif. Temuan ini memperkuat pentingnya peran guru BK dan konselor sekolah dalam memberikan dukungan psikopedagogis yang berkelanjutan bagi siswa berkebutuhan khusus.
PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN MINDFULLNESS PADA SISWA KELAS XII DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR DAN LOMBOK TENGAH Dewi Yulianti; Fitri Aulia; Marfuatun Marfuatun; Musifuddin Musifuddin; Baiq Mahyatun; Takiuddin Takiuddin; Desi Ariska
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3968-3976

Abstract

Mindfullness dimaknai sebagai kesadaran. Mindfulness akan membantu siswa lebih sadar akan keadaan sekitar serta mampu menerima emosi secara terbuka.. Kondisi ini perlu ditingkatkan agar siswa mampu menyadari tanggung jawabnya sebagai seorang siswa, salah satu tanggung jawab sebagai seorang siswa adalah menentukan pilihan karir di sesuaikan dengan bakat serta minatnya. Dengan meningkatnya Mindfullness pada diri  siswa tentunya mereka dapat secara sadar dan penuh rasa tanggung jawab untuk dapat menentukan serta memilih arah karirnya. Layanan bimbingan klasikal merupakan bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa dalam satu kelas. Dengan fungsi utama pencegahan, pemahaman dan pemberian informasi. Sasaran program adalah siswa kelas XII di beberapa sekolah yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu (1) perancangan program layanan dalam bentuk dokumen rencana pelaksanaan layanan (RPL), (2) pengisian skala mindfulness, (3) pemberian layanan bimbingan klasikal dengan materi ABCD yang sudah disiapkan, (4) evaluasi pelaksanaan layanan bimbingan klasikal. Adapun hasil yang diperoleh yaitu mindfulness siswa ditemukan berbeda-beda di setiap sekolah sasaran, ada yang masuk kategori sedang, dan tinggi. Layanan bimbingan klasikal tergolong dalam kategori efektif dalam meningkatkan mindfulness siswa. Adapun factor pendukung keberhasilan adalah (1) sikap terbuka dan aktif dari siswa, (2) komitmen untuk mncapai cita-cita (3) motivasi untuk bisa mencapai kesukessan di masa depan
Strategi Layanan Konseling Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di Smpn 1 Terara Lombok Timur Baiq Mahyatun; Desi Ariska; Dewi Yulianti
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 10 No 1 (2026): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v10i1.32146

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi yang digunakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas VIII di SMPN 1 Terara Lombok Timur. Kedisiplinan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter siswa yang berdampak langsung pada keberhasilan akademik dan hubungan sosial mereka. Guru Bimbingan dan Konseling berperan strategis dalam mengarahkan dan membimbing siswa untuk mematuhi aturan serta norma-norma yang diberlakukan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan melibatkan tiga pendekatan yaitu ; preventif, represif, dan kuratif. Implementasi dari strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat kedisiplinan siswa di sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang lebih teratur dan kondusif. Penelitian ini menyarankan agar sekolah terus mendukung peran Guru Bimbingan dan Konseling dengan memberikan pelatihan berkelanjutan dan fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling khususunya di sekolah dan mayarakat pada umumnya.
Peran Pengembangan Pribadi Konselor Dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru Bimbingan Dan Konseling Pada Layanan Konseling Di SMP: Studi Kualitatif Junaidi Junaidi; Sari Hardianti; Baiq Mahyatun; Azzahra Tshani Ariyanti; Hartati Aulia; Silvia Nur Azizah; Siti Nabila; Laila Fatini
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.899

Abstract

Profesionalitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kompetensi akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga oleh kualitas pribadi konselor yang berkembang secara berkelanjutan. Pengembangan pribadi konselor menjadi aspek penting dalam membangun hubungan konseling yang efektif, meningkatkan empati, kesadaran diri, kemampuan reflektif, dan integritas profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengembangan pribadi konselor dalam meningkatkan profesionalitas guru BK pada layanan konseling di tingkat SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis.  Informan terdiri atas guru BK SMP yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman kerja minimal lima tahun dan keterlibatan aktif dalam layanan konseling.  Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pribadi konselor berkontribusi terhadap peningkatan profesionalitas melalui empat aspek utama, yaitu peningkatan kesadaran diri, penguatan kompetensi interpersonal, pengembangan kemampuan reflektif, dan peningkatan komitmen etis  profesional. Temuan juga menunjukkan bahwa konselor yang aktif melakukan pengembangan pribadi lebih mampu membangun hubungan konseling yang efektif, mengelola dinamika emosional siswa, serta menghadapi tantangan layanan di sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan pribadi merupakan fondasi penting dalam profesionalitas guru BK dan perlu diintegrasikan dalam program pengembangan profesi berkelanjutan.
Dinamika Perubahan Hubungan Sosial Siswa Terisolir Melalui Layanan Konseling Individu: Kajian Kualitatif Hardianti, Sari; Junaidi; Mahyatun, Baiq; Ariyanti, Azzahra Tshani; Aulia, Hartati; Azizah, Silvia Nur; Nabila, Siti; Fatini, Laila
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nx8z1351

Abstract

Hubungan sosial yang kurang harmonis di lingkungan sekolah dapat menyebabkan siswa mengalami keterasingan sosial atau menjadi siswa terisolir. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi sosial, kesulitan berkomunikasi, serta menurunnya kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika perubahan hubungan sosial siswa terisolir setelah mendapatkan layanan konseling individu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa sekolah menengah (RP, AAZ, dan LYS) yang teridentifikasi mengalami keterasingan sosial berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan rekomendasi guru bimbingan dan konseling, serta diperkuat dengan instrumen sosiometri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu memberikan perubahan positif terhadap hubungan sosial siswa terisolir. Perubahan tersebut ditandai dengan meningkatnya kemampuan komunikasi interpersonal, keberanian berinteraksi dengan teman sebaya, keterlibatan dalam kegiatan kelompok, serta peningkatan rasa percaya diri. Dinamika perubahan berlangsung secara bertahap melalui empat fase utama, yaitu: (1) kesadaran diri, (2) pengembangan kepercayaan diri, (3) adaptasi sosial, dan (4) integrasi sosial. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling individu efektif membantu siswa terisolir membangun hubungan sosial yang lebih adaptif di lingkungan sekolah. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru bimbingan dan konseling dalam merancang intervensi individual yang terstruktur serta bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.