Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analysis of Resist Printing Using Pigment Dyes Haris, Muhammad Naoval; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Murty, Daru Anggara; Widadi, Zahir; Agama, Dimas Pandu Setia
Kreator Vol. 11 No. 2 (2024): Kreator
Publisher : P3M Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/kreator.v11i2.1432

Abstract

Resist printing is one of the textile printing techniques that utilizes the difference in affinity between dyes and resist agents to create patterns or motifs on fabric. This study aims to evaluate the efficiency of this method in producing patterns with good color fastness and optimal motif sharpness. The resist agent used is Diammonium Phosphate (DAP). Pigment dyes were chosen due to their water-insoluble characteristics, requiring an emulsion thickener to adhere to the fabric fibers. The study involves the use of varying concentrations of reactive dyes during the dyeing process and variations in the timing of alkali addition during and after the fixation process. The results of the color fastness test to washing and rubbing showed generally good outcomes and can be further improved to enhance motif clarity in the future.
Pendidikan Terkait Pewarnaan Kain Batik: Warna yang Dihasilkan oleh Zat Warna Alam Daru Anggara Murty; Maghfiroh Maghfiroh; Zahir Widadi; Faiz Tyas Hanifah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7123

Abstract

This study aims to provide education on batik dyeing, specifically focusing on the colors produced by natural dyes. It employs an experimental approach to evaluate the effectiveness of various fixatives in dyeing cotton fabric with natural dye from secang wood. Conducted in a laboratory, the research involves dyeing cotton fabric with natural dye from coconut husk and testing three types of fixatives: alum, tannin, and lime. Data were collected through visual observation of color intensity, color fastness testing using grey scale, and color direction analysis with Coloor.co. The variables tested include the type of fixative (independent variable) and color quality (intensity, color fastness, color direction) as dependent variables. Control variables include dye concentration, sample volume, and measurement conditions. Analysis results show that natural dye from coconut husk produces a brownish color. Batik production with natural dye from coconut husk yields a consistent color sequence: light brown with alum as the fixative, slight color change with lime as the second fixative, and the darkest color with tannin as the fixative. These colors fall into the warm and vintage categories according to the Coloors.co application, both before and after washing.
Pelatihan Sablon DTF di SMK Negeri 3 Pekalongan: Meningkatkan Keterampilan Siswa dalam Teknologi Transfer Printing Haris, Muhammad Naoval; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Maghfiroh, Maghfiroh; Murty, Daru Anggara; Agama, Dimas Pandu Setia; Ramadhani, Farchan Mushaf Al
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan sablon Direct to Film (DTF) menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan pada peserta didik Kompetensi Keahlian Teknik Penyempurnaan Tekstil di SMK Negeri 3 Pekalongan. Sablon DTF merupakan teknologi cetak modern yang dapat memindahkan motif pada kertas film ke kain. Selain itu sablon DTF lebih efisien dan praktis dibandingkan sablon manual. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta didik agar peserta didik dapat mengembangkan jiwa wirausaha setelah pasca lulus dari sekolah serta memahami kondisi industri kreatif kedepannya. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, peserta didik diharapkan memahami urutan proses sablon DTF hingga siap untuk dipasarkan. Evaluasi keberhasilan pelatihan ini dilakukan dengan penilaian hasil refleksi pre-test dan post-test yang dilakukan saat berlangsungnya proses pelatihan tersebut. Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa peserta didik merasa senang dan sangat antusias dalam pelaksanaan pelatihan sablon DTF.
Pelatihan Teknik Cabut Warna pada Totebag sebagai Pengembangan Kompetensi Siswa di SMK Negeri 3 Pekalongan Haris, Muhammad Naoval; Lestari, Rizki; Murty, Daru Anggara; Maghfiroh, Maghfiroh; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Widadi, Zahir; Ramadhani, Farchan Mushaf Al; Nuris, M. Adha; Agama, Dimas Pandu Setia; Suryani, Ririn; Adhifa, Saghira Nurul; Basyaib, Fainuzha Farhan
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i2.165

Abstract

Latar Belakang: Sektor tekstil memainkan peranan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia, terutama di wilayah Pekalongan. Pada industri yang terus berkembang, keahlian dalam teknik pewarnaan dan desain tekstil menjadi elemen kunci dalam meningkatkan inovasi produk serta daya saing. Tujuan: Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan industri tekstil lokal dengan memperkenalkan teknik pewarnaan inovatif kepada generasi muda. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan empat tahapan yaitu investigasi, persiapan, tindakan dan refleksi berupa pre-test dan post-test. Hasil: Setelah proses pelatihan, peserta memahami perbedaan proses pencelupan dan pencapan, penggunaan zat warna reaktif, dan proses pelaksanaan teknik cabut warna pada bahan tekstil seperti totebag. Hal itu dibuktikan dengan analisis pre-test dan post-test. Kesimpulan: Pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis siswa, namun juga memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja dan potensi berwirausaha di sektor industri tekstil kreatif.
Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat Dengan Benar Pada Nasyiatul Aisyiyah Desa Surodadi Pemalang: Health Education on Guidelines for Proper Medicine Handling (DUSE: Dispense, Use, Store, Eliminate) for the Women's Group of Nasyiatul Aisyiyah in Surodadi Village of Pemalang Indonesia Wiharti, Irda Rizky; Fatkhiya, Musa Fitri; Murty, Daru Anggara
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7325

Abstract

Pengobatan mandiri sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia dengan pembelian obat tanpa resep di apotek atau toko obat, yang membuat kurangnya edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan, penyimpanan, serta pembuangan obat yang tidak tepat. Program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) ini diadakan di Desa Surodadi Pemalang Jawa Tengah yang melibatkan ibu-ibu anggota organisasi Nasyiatul Aisyiyah sebagai perwakilan komunitas yang berperan penting dalam menyebarluaskan informasi kesehatan di lingkungan sekitar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya para perempuan tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Metode yang digunakan adalah presentasi dan penyuluhan serta pembagian buku saku. Peserta kegiatan ini berjumlah 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias pada saat pemaparan materi dan aktif melakukan tanya jawab mengenai DAGUSIBU. Pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat tentang mengelola obat dengan baik dan benar.
Efektivitas proses fiksasi zat warna indigosol dengan larutan sisa HCl dan NaNO₂ Hanifah, Faiz Tyas; Murty, Daru Anggara; Haris, Muhammad Naoval
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 1 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v2i1.323

Abstract

Industri batik memerlukan proses fiksasi zat warna untuk meningkatkan ketahanan warna pada kain. Salah satu zat warna yang banyak digunakan adalah Indigosol, yang fiksasinya melibatkan asam klorida (HCl) dan natrium nitrit (NaNO₂). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas larutan sisa HCl dan NaNO₂ dalam proses fiksasi batik tulis, guna mengoptimalkan penggunaan bahan kimia, mengurangi limbah industri, dan menekan biaya produksi. Metode yang digunakan meliputi observasi, eksperimen, dan studi literatur, dengan perbandingan 1:1 antara larutan sisa HCl dan NaNO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kimiawi, walaupun larutan sisa mengalami sedikit penurunan konsentrasi reagen aktif, fiksasi tetap terjadi melalui reaksi diazotasi dan kopling warna, menghasilkan ikatan azo yang stabil. Warna hasil pewarnaan masih kuat dengan rata-rata ketahanan luntur terhadap pencucian dan paparan sinar matahari berada pada nilai 4–5 pada grey scale dan staining scale. Meski intensitas warna sedikit menurun dibandingkan penggunaan larutan baru, hasilnya tetap memenuhi standar kualitas industri. Dengan demikian, larutan sisa HCl dan NaNO₂ memiliki potensi besar untuk digunakan kembali, mendukung praktik produksi batik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penggunaan zat fosfor sebagai inovasi pada proses visual kain batik Asani, Riyan; Murty, Daru Anggara; Lestari, Rizki
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.384

Abstract

Batik prada merupakan cara menghias batik menggunakan warna keemasan dalam bentuk lapisan. Pada penelitian ini proses pengaplikasiannya menggunakan zat fosfor sebagai pengganti prada. Zat fosfor digunakan agar mendapatkan cahaya dalam permukaan kain saat kondisi sekitarnya gelap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan kain batik dengan penambahan zat fosfor dan juga hasil dari visualisasi nya diatas kain. Penelitian ini terinspirasi dari proses pembuatan batik prada, akan tetapi penggunaan prada pada penelitian ini digantikan menggunakan zat fosfor. Proses pelekatan dilakukan pada tahap akhir, caranya adalah campur zat fosfor dengan lem kain dan proses pelekatan tersebut dilakukan menggunakan canting tulis keatas kain kain batik. Hasil dari penelitian ini yaitu menciptakan visualisasi unik dari batik yang akan menyala dikeadaan gelap pada motif yang sudah ditambahkan zat fosfor, dengan catatan pada hasil pelekatan zat fosfor tersebut diberi sumber cahaya terlebih dahulu.
EDUKASI PENCEGAHAN GANGGUAN KECEMASAN DI KALANGAN REMAJA DENGAN PENDEKATAN FARMAKOTERAPI Fatkhiya, Musa Fitri; Wiharti, Irda Rizky; Murty, Daru Anggara; Khasanah, Shinta Qusnul; Ayu, Shulfalia Risma
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i7.1614

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah Kesehatan mental yang  makin meluas khususnya dikalangan remaja yang biasa diisukan dengan sebutan “mental health”. Beberapa factor yang dapat mempengaruhi “mental health” pada remaja yaitu pergaulan, tekanan akademik maupun non akademik, serta perubahan hormon. Namun masih banyak remaja yang belum memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik mengenai kondisi gangguan kecemasan dan cara penanganannya terutama dalam lingkup pendekatan farmakoterapi. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lebih dalam mengenai gangguan kecemasan serta pencegahan dan penanganannya khususnya pada aspek farmakoterapi. Kegiatan ini berupa diskusi interaktif, edukasi dan komunikasi dengan tenaga farmasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2025 di SMA Negeri 1 Comal dengan jumlah peserta 431 siswa. Dalam  kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman tentang apa itu gangguan kecemasan, gejala yang menyertainya, serta cara membedakannya dengan kecemasan normal. Selain itu, dijelaskan pula peran penting farmakoterapi sebagai salah satu pilihan terapi yang digunakan oleh tenaga medis dalam menangani kasus gangguan kecemasan. Diakhir sesi disampaikan bahwa penggunaan obat bukanlah satu-satunya jalan, melainkan dapat dikombinasikan dengan pendekatan non-farmakologis seperti konseling. Salah satu media yang dapat digunakan oleh siswa yaitu  konseling online melalui bit.ly/farmasikonsultasi.
Branding Kota Pekalongan: Integrasi budaya dan teknologi dalam meningkatkan wisata dan investasi Widadi, Zahir; Maghfiroh, Maghfiroh; Murty, Daru Anggara; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Haris, Muhammad Naoval
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.662

Abstract

Penelitian ini membahas strategi branding Kota Pekalongan berbasis budaya dan teknologi untuk meningkatkan daya tarik wisata dan investasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada posisi Pekalongan sebagai The World’s City of Batik, dengan tantangan globalisasi dan kebutuhan pemanfaatan teknologi digital dalam pembangunan kota. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui analisis literatur, dokumen, dan prosiding akademik terkait branding, budaya, dan smart city. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik sebagai identitas budaya memiliki peran sentral dalam memperkuat citra kota. Integrasi teknologi smart city (Artificial Intelligence, Geographic Information System, Internet of Things, serta media digital) mendukung promosi, memperluas pasar batik, dan memperkaya pengalaman wisatawan. Branding berbasis budaya–teknologi juga menciptakan peluang investasi pada sektor pariwisata, industri kreatif, dan pendidikan batik. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur TIK, literasi digital yang rendah, dan risiko komodifikasi budaya, yang dapat diatasi melalui kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat. Kesimpulannya, branding berbasis budaya dan teknologi merupakan strategi efektif untuk memperkuat identitas Pekalongan, meningkatkan daya saing wisata, menarik investasi, serta membangun ekosistem kota yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Optimizing Website, E-Ticketing, and Video Marketing for the Digitalization of Tirta Arum Swimming Pool’s Marketing Strategy Muhardono, Ari; Sunarjo, Wenti Ayu; Murty, Daru Anggara; Fadhilah, Wafa Khansa; Sari, Tarismha Winda; Istianah, Laili; Syafa, Muhammad Arju; Ni'mah, Syarifatun
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2025): September
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i5.638

Abstract

This community service activity was motivated by the low utilization of digital systems in the marketing and service strategies of Tirta Arum Swimming Pool, a business unit managed by the Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Pekalongan Regency. Despite having an official website and e-ticketing system, observational data revealed that ticket bookings were still conducted entirely offline. This limited utilization was attributed to inadequate socialization, lack of digital promotional content strategies, and suboptimal use of social media and video marketing in reaching potential visitors. Therefore, this program was designed as a training activity focused on three main aspects: optimization of the website and e-ticketing system, development of social media-based digital marketing content strategies, and implementation of video marketing. The activity employed methods including material presentation, interactive discussions, and hands-on practice sessions with BUMDes Tirta Arum managers. Evaluation results indicated a significant improvement in participants’ knowledge and skills, as demonstrated by a comparison of pretest and posttest scores across various assessed aspects, with an average increase of over 45%. This initiative made a tangible contribution to enhancing the digital capacity of rural tourism managers and serves as a model for strengthening collaboration between universities and communities in supporting local tourism’s digital transformation.