Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Upaya Pemerintah Desa Dalam Optimalisasi Komunikasi Pemberdayaan Keluarga Menuju Desa Layak Anak Yuli Setyowati; Fadjarini Sulistyowati; Habib Muhsin
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.039 KB) | DOI: 10.24905/igj.5.2.2022.112-128

Abstract

Pemerintah Desa Gilangharjo berusaha mencapai target Desa Layak Anak sesuai target Pemerintah Kabupaten Bantul tahun 2024 menjadi Kabupaten Layak Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya-upaya komunikasi pemberdayaan keluarga dalam mewujudkan Desa Layak Anak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD, observasi, dan dokumentasi. Informan berjumlah 19 orang yang dipilih secara purposive sesuai dengan tujuan penelitian. Kesimpulan yang didapat menjelaskan bahwa upaya-upaya komunikasi pemberdayaan keluarga dalam rangka mewujudkan desa layak anak meliputi: komunikasi pemberdayaan di bidang kesehatan, komunikasi pemberdayaan keluarga di bidang pendidikan melalui program Karang Taruna Mengajar, komunikasi pemberdayaan keluarga di bidang hukum, komunikasi pemberdayaan melalui Forum Anak, dan komunikasi pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan membatik. Upaya ini sangat didukung oleh pihak Pemerintah Desa yang diwujudkan dalam komitmen pemerintah desa melalui penerbitan Surat Keputusan tentang Desa Layak Anak, keterlibatan lembaga-lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa dalam pemenuhan hak anak, serta kolaborasi antar berbagai komponen desa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN ANALISIS MASALAH BAGI SATGAS KOMITE KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (KKPA) DALAM PENAGGULANGAN KASUS KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN Habib Muhsin; Yuli Setyowati; Irsasri Irsasri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1483-1500

Abstract

Penanggulangan kasus kekerasan anak dan perempuan perlu dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Salah satu upaya nyatanya adalah dengan meningkatkan keterampilan komunikasi dan analisis permasalahan yang harus dikuasi oleh para pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan kekerasan anak dan perempuan. Pada saat ini KKPA (Komite Kesejahteraan dan Perlindungan Anak) Kalurahan Gilangharjo Kapanewon Pandak Kabupaten Bantul  Yogyakarta berkepentingan untuk memiliki kader yang terampil dalam berkomunikasi, terutama kemampuan memetakan dan menganalisis problematika kekerasan perempuan dan anak, kemampuan teknik berkomunikasi yang efektif kepada klien/korban dan kemampuan menyusun laporan tertulis secara sistematis dan informatif. Mengingat kasus kekerasan anak dan perempuan tidak semua terungkap dikarenakan sikap tertutup dari korban. Hal ini menyebabkan terhambatnya komunikasi yang dilakukan oleh satgas KKPA. Disinilah arti pentingnya KKPA dalam mengidentifikasi berbagai kasus kekerasan. Satgas KKPA  Gilangharjo berjumlah 60 orang, mayoritas mereka adalah perempuan. Tujuan pengabdian: 1) memberikan pemahaman dan kemampuan menganalisis  berbagai isu kekerasan anak dan perempuan; 2) memberikan materi pelatihan tentang praktik komunikasi yang efektif dengan pendekatan komunikasi personal sehingga dapat mengungkap setiap kasus; 3) pelatihan keterampilan menyusun laporan tertulis secara sistematis dan informatif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu pelatihan analisis masalah, pelatihan ketrampilan teknik komunikasi personal dan pelatihan teknik meyususun laporan kasus. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Balai Kalurahan  Gilangharjo Kapanewon Pandak Kabupaten Bantul pada tanggal 4 - 6 Juni 2022. Hasil pengabdian adalah meningkatnya pemahaman dan ketrampilan  komunikasi dan analisis masalah   satgas KKPA dalam upaya menanggulangi kasus kekerasan  anak dan perempuan di Gilangharjo.
Pemberdayaan Perempuan Di Bidang Komunikasi Melalui Komite Kesejahteraan Dan Perlindungan Anak (KKPA) Yuli Setyowati; Fadjarini Sulistyowati; Habib Muhsin
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.8111

Abstract

Pentingnya pemberdayaan perempuan karena perempuan memiliki peran strategis dalam pendidikan keluarga dan upaya perlindungan anak dan mengurangi kekerasan terhadap anak. Komite Kesejahteraan dan Perlindungan Anak (KKPA) merupakan lembaga Desa Gilangharjo yang memiliki keberpihakan pada perlindungan anak dan perempuan dari kekerasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran KKPA dalam mendorong keberdayaan komunikasi perempuan di Desa Gilangharjo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, focus group disscussion (FGD), dan dokumentasi. Informan berjumlah 13 (tiga belas) orang terdiri dari kepala desa, pamong desa, pengurus KKPA, dan masyarakat. Data dianalisis secara kualitatif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan KKPA terbukti mampu mengurangi kekerasan dalam rumah tangga dan pernikahan dini. KKPA memberikan ruang bagi para perempuan desa untuk belajar berorganisasi dan menyampaikan pendapatnya sehingga mendorong keberdayaan komunikasi bagi perempuan di Desa Gilangharjo. Keberlangsungan KKPA sebagai organisasi perempuan di desa karena adanya komitmen pemerintah desa. Komitmen ini ditunjukkan dengan pengakuan desa terhadap keberadaan organisasi KKPA melalui surat keputusan kepala desa dan adanya alokasi dana desa setiap tahun untuk anggaran operasional.
DIGITALISASI DESA DALAM PERSPEKTIF GOVERNMENTALITY Studi Kasus Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman Supriyani, Supriyani; Setyowati, Yuli
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v2i1.301

Abstract

Tranformasi digital di Indonesia mereformasi layanan publik berbasis elektronik di seluruh level pemerintahan, termasuk di pemerintah desa. Kementerian terkait dan pemerintah daerah memiliki serangkaian program untuk membangun desa digital atau sebutan lainnya. Penelitian ini mengkaji penyelenggaraan digitalisasi desa dari perspektif governmentality dengan studi kasus Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai kalurahan terbaik di Kabupaten Sleman, penyelenggaraan layanan digitalisasi desa di Kalurahan Sambirejo belum terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari warga Sambirejo disebabkan adanya permasalahan terkait keterbatasan sinyal internet, kapasitas masyarakat akan kepemilikan smartphone yang sesuai dengan aplikasi, dan keterbatasan kapasitas masyarakat lansia penggunaan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dengan metode kajian studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria informan adalah aktor utama dalam penyelenggaraan digitalisasi desa di Kalurahan Sambirejo. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data tersebut diproses melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan dengan teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu triangulasi. Kesimpulan hasil analisis berdasarkan empat dimensi menurut Mitchell Dean yaitu digitalisasi desa di Kalurahan Sambirejo diselenggarakan dengan: (1) visibilitas pemerintah yang jelas, (2) aspek teknis yang cukup memadai, (3) landasan rasional telah sesuai kondisi ideal/tujuan sebuah program pemerintah namun secara realita masih “menuju” tujuan tersebut, dan (4) pembentukan identitas yang memerlukan penguatan edukasi dan literasi digital. Hasil kajian penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai bagian dari upaya perbaikan penyelenggaraan digitalisasi desa di Indonesia.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN BALAI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN DIY SEBAGAI IMPLEMENTASI CSR UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Aryani, Ina Nur Azizah Fajar; Setyowati, Yuli
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i1.424

Abstract

CSR dalam lingkup pemerintahan diperlukan untuk proses pemberdayaan masyarakat sebagai puncak dari implementasi CSR yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemberdayaan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan DIY, mengetahui dampak, dan bagaimana hubungan komunikasi serta hambatan dalam strategi komunikasi pemberdayaan Balai KPH Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi pemberdayaan yang digunakan Balai KPH Yogyakarta yakni (1) Membangun relasi dengan masyarakat (2) Membuat regulasi atau kebijakan pemanfaatan dan pengelolaan hutan produksi dan hutan lindung, (3) Membuat rencana dan program kerja, (4) Mendorong keterlibatan dan partisipasi masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat (5) Pemanfaatan media sosial dan teknologi, (6) Membangun kemitraan, dan (7) Melakukan evaluasi kerja. Bentuk penerapan CSR pemerintahan hanya dapat berpatokan pada regulasi. Penerapan strategi komunikasi pemberdayaan Balai KPH Yogyakarta tersebut cukup efektif walaupun masyarakat masih bergantung pada regulasi yang sewaktu-waktu dapat berubah. Peningkatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat telah dirasakan namun tidak secara signifikan. Tujuan kesejahteraan masyarakat tetap tercapai walau masih perlu adanya pengembangan program pemberdayan sehingga masyarakat dapat sepenuhnya mandiri
Studi Penerapan E-Katalog Dalam Meningkatkan Kinerja Penyerapan Anggaran Pada Pemerintah Kabupaten Magelang Haryadi, Ignatius; Setyowati, Yuli
TheJournalish: Social and Government Vol. 5 No. 3 (2024): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v5i3.786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran e-katalog dalam meningkatkan kinerja penyerapan anggaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dan informan dalam penelitian ini meliputi Pengguna Anggaran, Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Kelompok Kerja. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa e-katalog secara empiris dapat meningkatkan kinerja penyerapan anggaran pada Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Penerapan e-katalog memudahkan penyusun anggaran untuk menyampaikan usulan dengan harga barang/jasa yang tercantum dalam e-katalog sehingga perencanaan anggaran lebih realistis sehingga tingkat penyerapan anggaran dapat mencapai rata-rata 94,01%. Penyerapan anggaran Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana masih berada pada kisaran 80%, dikarenakan kondisi empiris terkait pelayanan kesehatan masyarakat dan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
E-partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan E-government di Indonesia Tahun 2003-2020 Wijaya, Junior Hendri; Yunanto, Sutoro Eko; Setyowati, Yuli; Supardal, Supardal
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v3i1.27

Abstract

Pentingnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan e-government di Indonesia, maka diperlukan kajian tentang e-partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan e-government di Indonesia tahun 2003-2020. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menggambarkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan e-government di Indonesia tahun 2003-2020. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis isi. Temuan penelitian adalah bahwa pelaksanaan e-partisipasi belum tentu dapat memperlihatkan keterlibatan masyarakat secara utuh dalam pelaksanaan e-government. Pelaksanaan e-participation dapat memperlihatkan partisipasi masyarakat secara utuh apabila diikuti oleh usaha pemerintah dalam menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang baik, sesuai dengan data yang peneliti dapat dalam EDGI yang menyatakan bahwa dari tahun 2003 hingga 2020, TII selalu memiliki poin terendah di antara kedua komponen EDGI yang lain, yaitu HCI dan OSI. Campur tangan kekuasaan dalam pemerintah dalam governance dan e-government itu ada, tetapi yang lebih dominan adalah keinginan untuk menjadikan tata kelola yang baik sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Governabilitas peran pemerintah desa Girikarto dalam pengembangan wisata Heha Ocean View Musmulyadi, Musmulyadi; Setyowati, Yuli
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v3i2.34

Abstract

Peran pemerintah desa dalam membanggun kawasan wisata Girikarto untuk kehidupan masyarakat lebih baik, memeiliki program-program kebijakan yang di implementasikan oleh pemerintah Desa Girikarto,  menjaga konsistensi dari partisipasi masyarakat dengan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan dan pengembangan kawasan wisata, tidak adanya pelatihan dan pendampingan terkait kepariwisataan serta menjalin kemitraan yang berorientasi pada pemenuhan sumber daya produktif untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata peran pemerintah desa dalam mengelola kawasan wisata diharapkan mampu memberikan manfaat terhadap masyarakat Desa Girikarto.
Digital literacy of Heart Communication for reducing bullying model Lestari, Puji; Ediningsih, Sri Isworo; Setyowati, Yuli; Prakanto, Rudy; Suryawijaya, Priyahita Garmadyuti; Ardiyanti, Vanissa Zera
International Journal of Communication and Society Vol 6, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijcs.v6i2.1725

Abstract

One of the most worrying forms of juvenile delinquency is bullying. Heart communication integrated with digital literacy is a solution to overcome bullying. This study aims to analyze the effect of heart communication digital literacy on reducing bullying behavior in 30 Senior High Schools and Vocational High Schools (Jogja Smart School) in the Special Region of Yogyakarta and to find a Heart Communication Digital Literacy model to reduce bullying. The theories used are Heart Communication Theory, Digital Literacy Theory, and Cognitive Theory. This study uses mixed methods sequential explanatory, which begins with quantitative methods and then qualitative methods. Quantitative methods with surveys on a sample of 400 students as research subjects. Quantitative data analysis techniques use regression analysis. Qualitative methods include interviews and FGD techniques, and data analysis is done using the Miles and Huberman method. The results of quantitative research show that the heart communication digital literacy variable with the dimensions “Tahu Komunikasi Hati,” “Tanggap Komunikasi Hati,” and “Tangguh Komunikasi Hati” has a significant contribution to reducing bullying behavior, with an R Square value of 28%. This study concludes that the Heart Communication Theory has been proven to reduce bullying in Jogja Smart School Senior High School and Vocational High School students in the Special Region of Yogyakarta. The results of qualitative research found a novelty in the form of a digital literacy of heart communication to reduce bullying model.
Governabilitas Pemerintah Desa Rantau Panjang Dalam Pengembangan Budaya Lokal Dayak Kenyah Very Saputra; Yuli Setyowati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4440

Abstract

This research examines the Governability of the Rantau Panjang Village Government in the Development of Local Dayak Kenyah Culture (Study in Rantau Panjang Village, Telen District, East Kutai Regency, East Kalimantan Province). The aim of this research is to examine and describe the governance of the Rantau Panjang Village government in developing local Dayak Kenyah culture and to determine the driving and inhibiting factors in the development of local Dayak Kenyah culture. This type of research is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation, as well as data triangulation to assess the credibility of data obtained from the same sources but using different techniques. The results of research on village government governance in developing local culture are: The development of local Dayak Kenyah culture in Rantau Panjang Village can be seen from three aspects: communication, coordination and program continuity. First, communication between the village government and indigenous communities has the same vision and perspective regarding advancing local culture, this is a similarity because there is good communication between both parties, which will support the Dayak Kenyah local cultural development program in Rantau Panjang Village. Second, the village government pays little attention to cultural facilities, coordination between indigenous communities and the village government is not effective and optimal. As a result, community efforts to develop local culture, such as carving traditional lamin, failed. Third, the village government has tried to develop local culture through training, such as making Dayak Kenyah carvings, but community participation in the training s very low. The development of local Dayak Kenyah culture in Rantau Panjang Village is encouraged and inhibited by internal and external factors. First, the driving factors for local cultural development consist of the village government and the Dayak Kenyah indigenous community of Rantau Panjang Village, while external factors consist of human resources, infrastructure and facilities. Second, the factors inhibiting the development of local culture are internal and external factors. Internal factors include lack of good coordination, lack of clarity and unsustainability of the program and personal sentiment. The external factors are low community participation and lack of market access.