Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Model Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pembangunan Desa Setyowati, Yuli; Giawa, Analius; Marina, Rema
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 1
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/igj.v5i1.61

Abstract

Berdasarkan data BPS, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) di Indonesia tahun 2019 sebesar 75,24 dan di tahun 2020 menunjukkan nilai 75,57, hal ini masih menunjukkan adanya ketimpangan gender. Kondisi ketimpangan gender juga terjadi di tingkat desa, dan terdapat lebih dari 75.000 desa yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran perempuan dalam pembangunan desa dan menemukan model yang relevan dengan kultur masyarakat untuk mengoptimalisasi peran perempuan di ruang-ruang publik yang tersedia. Penelitian ini dilakukan di Desa Dadapayu Semanu Gunung Kidul DIY, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara kolaboratif antara wawancara, observasi, Focus Group Disscussion (FGD), dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposif, terdiri dari Kepala Kalurahan Dadapayu, Perangkat Kalurahan, Ketua Program Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan para pegiat perempuan. Analisis data menggunakan model analisis interakstif yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah: 1) peran perempuan dalam pembangunan desa di Kalurahan Dadapayu tergolong baik dibuktikan dengan tingginya antusiasme dan partisipasi yang tinggi, namun belum didukung dengan adanya komitmen yang tinggi dari pemerintah desa dan tersedianya akses bagi perempuan untuk mengoptimalkan peran dalam pembangunan desa; 2) model optimalisasi peran perempuan dalam pembangunan desa meliputi beberapa dimensi yaitu: komitmen pemerintah desa, visi dan misi desa, kebijakan desa tentang perempuan, kepemimpinan kepala desa, aksesibilitas bagi perempuan melalui lembaga-lembaga desa, dan partisipasi perempuan.
Upaya Pemerintah Desa Dalam Optimalisasi Komunikasi Pemberdayaan Keluarga Menuju Desa Layak Anak Setyowati, Yuli; Sulistyowati, Fadjarini; Muhsin, Habib
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 5 No 2
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/igj.v5i2.67

Abstract

Pemerintah Desa Gilangharjo berusaha mencapai target Desa Layak Anak sesuai target Pemerintah Kabupaten Bantul tahun 2024 menjadi Kabupaten Layak Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya-upaya komunikasi pemberdayaan keluarga dalam mewujudkan Desa Layak Anak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD, observasi, dan dokumentasi. Informan berjumlah 19 orang yang dipilih secara purposive sesuai dengan tujuan penelitian. Kesimpulan yang didapat menjelaskan bahwa upaya-upaya komunikasi pemberdayaan keluarga dalam rangka mewujudkan desa layak anak meliputi: komunikasi pemberdayaan di bidang kesehatan, komunikasi pemberdayaan keluarga di bidang pendidikan melalui program Karang Taruna Mengajar, komunikasi pemberdayaan keluarga di bidang hukum, komunikasi pemberdayaan melalui Forum Anak, dan komunikasi pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan membatik. Upaya ini sangat didukung oleh pihak Pemerintah Desa yang diwujudkan dalam komitmen pemerintah desa melalui penerbitan Surat Keputusan tentang Desa Layak Anak, keterlibatan lembaga-lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa dalam pemenuhan hak anak, serta kolaborasi antar berbagai komponen desa.
Implementing Regional Regulation No. 1/2014: Rehabilitative Social Work Practices for Homelessness in Yogyakarta Setyowati, Yuli; Tentyarini, Dita; Bumi, Niemas Hanatha
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 3 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i3.935

Abstract

This study examines the implementation of social welfare services for beggars and homeless individuals in Yogyakarta, Indonesia, based on Regional Regulation No. 1 of 2014. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with clients and government staff at the Social Service Agency (Dinas Sosial), as well as document analysis and direct observation. Guided by Ife and Tesoriero’s community development framework, the analysis identifies four key roles: facilitator, educator, representative, and technical. The results show that the facilitation role is evident in the initial assessment and participatory engagement with clients, while the technical role involves accurate data collection and professional referrals. The educator role appears in public awareness campaigns and in-house client coaching, while the representative role reflects advocacy and coordination with other agencies. The findings highlight challenges such as limited rehabilitation facilities, low community participation, and a short intervention timeframe. These findings underscore the importance of holistic and ethical approaches in social services for vulnerable populations. The study concludes that while the implementation aligns with the regulation’s rehabilitative mandate, enhancements in infrastructure, community engagement, and policy support are needed for more sustainable and inclusive outcomes.
Menelisik Dinamika Implementasi Fungsi Fasilitasi Peliputan Media Terhadap Kegiatan Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman (Penelitian pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah) nugraheni, yulia; Setyowati, Yuli
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.600

Abstract

Pemerintah Daerah melalui humas pemerintah aktif memanfaatkan media sosial. Prokompim merupakan lembaga humas pemerintah yang melakukan fungsi manajemen komunikasi pimpinan daerah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada  Prokompim Sleman dengan tujuan mengetahui implementasi fungsi fasilitasi peliputan media terhadap kegiatan pimpinan daerah dan dinamika yang terjadi pada implementasi fungsi tersebut. Hasil penelitian mengungkap bahwa pelaksanaan fungsi fasilitasi peliputan media oleh Prokompim Sleman dilaksanakan melalui pendekatan kelembagaan yang terbagi ke dalam dua tim media. Tim Dokumentasi Pimpinan berperan sebagai entitas yang melekat secara struktural  jabatan pimpinan daerah dengan fokus pada dokumentasi kegiatan resmi Bupati dan Wakil Bupati. Sedangkan Tim Media Bupati dan Tim Media Wakil Bupati bekerja lebih fleksibel dan bersifat personal, mengikuti gaya serta kebutuhan komunikasi masing-masing pimpinan. Namun, sistem ini belum sepenuhnya kokoh secara kelembagaan. Hal ini terlihat ketika terjadi pergantian kepala daerah hasil Pemilukada 2024. Tim media yang sebelumnya mendampingi pimpinan lama digantikan seluruhnya sehingga menciptakan situasi ketergantungan terhadap individu, bukan terhadap sistem. Dalam perspektif teori budaya organisasi, ketergantungan ini menandakan belum terbentuknya nilai-nilai bersama yang menjamin kontinuitas kerja. Lebih jauh, dari kacamata tata kelola adaptif, organisasi pemerintahan idealnya mampu mengakomodasi perubahan dengan tetap menjaga stabilitas fungsi. Pada kasus Prokompim, adaptasi dilakukan secara teknis (dengan merekrut tim baru), namun belum menyentuh sisi struktural dan sistemik. Tidak adanya standar atau regulasi yang menjadikan tim media sosial sebagai bagian tetap dari jabatan fungsional membuat proses komunikasi publik menjadi tidak berkelanjutan. Dengan demikian, Prokompim perlu memformalkan struktur peliputan yang melekat pada jabatan, bukan individu, untuk memastikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Correlation and Linear Regression Tests: Projected Deforestation Due to New Capital Development in East Kalimantan Isman, I; Widodo, Prima Aryo; Setyowati, Yuli
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2023: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.5162

Abstract

Linear regression analysis was used in this research to investigate the correlation between deforestation and the number of climate villages. The results showed a significant association between climate villages and deforestation rates, as the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (H1) was accepted. This suggests that climate village initiatives or policies have a tangible impact on deforestation patterns. The study's findings can contribute to natural resource management and environmental conservation strategies. This finding highlights the pivotal role of climate villages in reducing deforestation rates. Therefore, environmental and development policies can be tailored to actively support these initiatives. The study provides both conceptual insights into variable relationships and practical guidance for environmental conservation and sustainable development efforts.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN ANALISIS MASALAH BAGI SATGAS KOMITE KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (KKPA) DALAM PENAGGULANGAN KASUS KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN Muhsin, Habib; Setyowati, Yuli; Irsasri, Irsasri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1483-1500

Abstract

Penanggulangan kasus kekerasan anak dan perempuan perlu dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Salah satu upaya nyatanya adalah dengan meningkatkan keterampilan komunikasi dan analisis permasalahan yang harus dikuasi oleh para pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan kekerasan anak dan perempuan. Pada saat ini KKPA (Komite Kesejahteraan dan Perlindungan Anak) Kalurahan Gilangharjo Kapanewon Pandak Kabupaten Bantul  Yogyakarta berkepentingan untuk memiliki kader yang terampil dalam berkomunikasi, terutama kemampuan memetakan dan menganalisis problematika kekerasan perempuan dan anak, kemampuan teknik berkomunikasi yang efektif kepada klien/korban dan kemampuan menyusun laporan tertulis secara sistematis dan informatif. Mengingat kasus kekerasan anak dan perempuan tidak semua terungkap dikarenakan sikap tertutup dari korban. Hal ini menyebabkan terhambatnya komunikasi yang dilakukan oleh satgas KKPA. Disinilah arti pentingnya KKPA dalam mengidentifikasi berbagai kasus kekerasan. Satgas KKPA  Gilangharjo berjumlah 60 orang, mayoritas mereka adalah perempuan. Tujuan pengabdian: 1) memberikan pemahaman dan kemampuan menganalisis  berbagai isu kekerasan anak dan perempuan; 2) memberikan materi pelatihan tentang praktik komunikasi yang efektif dengan pendekatan komunikasi personal sehingga dapat mengungkap setiap kasus; 3) pelatihan keterampilan menyusun laporan tertulis secara sistematis dan informatif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu pelatihan analisis masalah, pelatihan ketrampilan teknik komunikasi personal dan pelatihan teknik meyususun laporan kasus. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Balai Kalurahan  Gilangharjo Kapanewon Pandak Kabupaten Bantul pada tanggal 4 - 6 Juni 2022. Hasil pengabdian adalah meningkatnya pemahaman dan ketrampilan  komunikasi dan analisis masalah   satgas KKPA dalam upaya menanggulangi kasus kekerasan  anak dan perempuan di Gilangharjo.
PENDAMPINGAN KETRAMPILAN BERKOMUNIKASI BAGI KADER KOMITE KESEJAHTERAAN PERLINDUNGAN ANAK (KKPA) KALURAHAN GILANGHARJO, BANTUL Setyowati, Yuli; Sulistyowati, Fadjarini; Muhsin, Habib
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.860-868

Abstract

KKPA merupakan organisasi yang bergerak dalam perlindungan anak dan perempuan di Kalurahan  Gilangharjo,Pandak, Kabupaten Bantul.  KKPA memberikan pendampingan bagi anak dan perempuan yang mengalami kekerasan dalam keluarga. Kader KKPA yang sering disebut Satuan Tugas (SATGAS) KKPA merupakan perwakilan dari tiap padukuhan di Kalurahan  Gilangharjo.  Dalam menjalankan tugasnya dalam memfasilitasi masyarakat, para kader membutuhkan  keterampilan berkomunikasi. Untuk itu, dibutuhkan pendampingan peningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal baik tatap muka maupun  melalui media digital. Tujuan kegiatan: 1) memberikan pemahaman kepada para kader KKPA tentang teknik-teknik komunikasi efektif agar dapat memfasilitasi masyarakat secara baik; 2) memberikan pelatihan teknik berkomunikasi interpersonal dan melalui media digital; 3) melakukan pendampingan praktik berkomunikasi secara efektif; 4) melakukan pendampingan kepada kader KKPA dalam menyusun SOP panduan berkomunikasi. Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan.  Kegiatan diawali dengan FGD dengan semua kader untuk pemetaan potensi dan problematika dalam berkomunikasi.  Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan  dalam empat sesi yakni:   1) Pelatihan berkomunikasi interpersonal secara efektif; 2) Pelatihan berkomunikasi melalui media digital secara efektif dan 3) Pelatihan memfasilitasi masyarakat; dan 4) Pendampingan praktik fasilitasi menggunakan komunikasi interpersonal dan media digital. Hasil dari kegiatan pendampingan adalah  peningkatan pemahaman dan keterampilan berkomunikasi para kader dan tersusunnya buku saku keterampilan berkomunikasi bagi para kader KKPA.   
Model Pemberdayaan UMKM Berbasis Pasar Komunitas : Pasar Danurejo di Kemantren Danurejan Nostra, Natalia Stella; Setyowati, Yuli
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Special Issue
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.648

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis dalam perekonomian nasional, terutama dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi. Pemerintah dalam hal ini Kemantren Danurejan mengupayakan pemberdayaan UMKM lokal melalui program Pasar Danurejo yang dilaksanakan tiga kali setahun sebagai sarana promosi, peningkatan kapasitas, dan penguatan jejaring pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari dilaksanakannya Pasar Danurejo pada perkembangan UMKM di wilayah Kemantren Danurejan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Danurejo mampu meningkatkan akses pasar, memperkenalkan teknologi digital, serta membangun komunitas pelaku UMKM. Program ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan UMKM yang tangguh dan berdaya saing.
Implementasi Kebijakan E-Procurement dalam Mewujudkan Transparansi Pengadaan Barang/Jasa pada Pemerintah Kabupaten Magelang Zaenudin, Ahmad; Setyowati, Yuli
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Special Issue
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.709

Abstract

Pengadaan barang/jasa termasuk sektor yang rentan terhadap praktik korupsi dan menjadi perhatian utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemerintah mendorong penguatan transparansi publik melalui pengembangan e-government, antara lain melalui penggunaan sistem pengadaan secara elektronik (e-procurement). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan e-procurement dalam mewujudkan transparansi pengadaan barang/jasa pada Pemerintah Kabupaten Magelang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis kebijakan didasarkan pada model implementasi Van Meter dan Van Horn yang meliputi: standar dan sasaran; sumber daya; komunikasi antar organisasi pelaksana; karakteristik lembaga pelaksana; kondisi ekonomi, sosial dan politik; dan disposisi atau sikap pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan e-procurement pada Pemerintah Kabupaten Magelang telah berjalan cukup efektif dalam meningkatkan transparansi. Faktor pendukung utama meliputi kejelasan regulasi, komitmen pimpinan, sinergi pihak terkait, serta pemanfaatan media digital yang memperluas akses informasi publik. Namun demikian, hambatan masih ditemui pada keterbatasan kapasitas sumber daya manusia pengelola pengadaan, belum optimalnya dukungan sarana dan prasarana, serta kendala teknis pada sistem terpusat. Untuk itu, diperlukan beberapa upaya guna mengoptimalkan implementasi kebijakan e-procurement, antara lain memenuhi jumlah kebutuhan sumber daya manusia pengelola pengadaan, mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana serta memperkuat tata kelola dan arsitektur sistem pengadaan.
The Influence of Human Resource Competence on Business Performance by Mediating Innovation Capabilities in MSMEs in Ternate City Setyowati, Yuli; W. Jabid, Abdullah; Haji, Sulfi Abdul
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.51795

Abstract

This study aims to examine the influence of human resource (HR) competence on business performance mediated by innovation capabilities in MSMEs in the food and beverage processing sector in Ternate City. This study uses a quantitative approach with a survey method of 176 MSME actors. The analysis method uses SEM-PLS with the help of the SmartPLS 4.0.25 application. The results of the study show that: (1) HR competence has a significant effect on MSME business performance, (2) HR competence has a significant effect on innovation capabilities, (3) innovation capabilities have a significant effect on MSME business performance, and (4) innovation capabilities are able to significantly mediate the influence of HR competencies on MSME business performance. This research identifies the main challenges faced by MSME actors, including the need to improve human resource competencies through technical trainings and strengthening innovation capabilities to improve MSME business performance. The practical implications of this research are expected that the government pays attention to indicators that can encourage the improvement of MSME business performance, including human resource competence and how to encourage MSME innovation capabilities.