Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Supervisi Refleksi sebagai Pendekatan Pengembangan Profesional Berkelanjutan Guru BK Gusman Lesmana; Intan Nurjannah Pulungan; Muhammad Ikhwan Habibie Dongoran
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38746

Abstract

Pengembangan profesional guru BK merupakan kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Namun, praktik pengembangan profesional yang masih bersifat formal sering kali belum mampu mendorong guru untuk belajar dari pengalaman nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji supervisi refleksi sebagai pendekatan dalam pengembangan profesional berkelanjutan (Continuous Professional Development/CPD) guru BK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah lima tahun terakhir yang relevan dengan supervisi, refleksi, dan profesionalisme guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi refleksi berperan dalam mendorong kesadaran diri, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperbaiki kualitas praktik layanan konseling secara berkelanjutan. Selain itu, supervisi juga terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi calon guru BK melalui proses umpan balik, evaluasi praktik, dan pembinaan yang terarah. Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya profesionalisme guru BK, baik dari aspek keterampilan, sikap, maupun kualitas layanan yang diberikan. Dengan demikian, supervisi refleksi dapat menjadi pendekatan yang relevan dan efektif dalam mendukung pengembangan profesional guru BK secara berkelanjutan.
Peran Konseling Perkembangan Dalam Penguatan Regulasi Diri Individu Populasi Khusus Yolanda Ayu Kirana; Keysah Ramadian; Gusman Lesmana
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8519

Abstract

Pengaturan diri merupakan landasan mendasar bagi seseorang untuk dapat mengelola perilaku, emosi, dan proses kognitifnya secara mandiri. Namun, bagi individu yang termasuk dalam kelompok khusus seperti siswa berkebutuhan khusus, remaja dengan gangguan pendengaran, penyandang disabilitas intelektual, dan kelompok rentan lainnya kemampuan pengaturan diri ini seringkali tidak berkembang secara optimal akibat dukungan lingkungan yang terbatas atau kurangnya intervensi khusus. Konseling perkembangan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan ini, menawarkan pendekatan yang berfokus pada peningkatan potensi daripada sekadar mengatasi masalah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran konseling perkembangan dalam memperkuat pengaturan diri di antara individu dari populasi khusus, dengan mendasarkan argumennya pada tinjauan pustaka dari studi empiris yang relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap lima belas artikel ilmiah internasional dan nasional yang mencakup berbagai pendekatan konseling, mulai dari konseling kognitif-perilaku, konseling realistis, konseling kelompok berdasarkan kesadaran penuh dan pembelajaran sosial emosional, hingga program intervensi ketahanan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konseling perkembangan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan pengaturan diri, pengaturan emosi, keyakinan diri, dan penetapan tujuan pada kelompok populasi tertentu. Implikasi praktis bagi konselor, pendidik, dan peneliti disajikan dalam bentuk rekomendasi spesifik.
INTEGRASI LAYANAN BK DENGAN PROGRAM SEKOLAH SEHAT MENTAL: KAJIAN KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTATIF Mutiara Sri Yuni; Dhea Nurmaliza; Gusman Lesmana
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10634

Abstract

Kesehatan mental peserta didik menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan karena berpengaruh terhadap perkembangan akademik, sosial, emosional, dan perilaku siswa di lingkungan sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik melalui program sekolah sehat mental. Dalam konteks tersebut, layanan bimbingan dan konseling (BK) memiliki posisi strategis karena berfungsi membantu siswa memahami diri, mengembangkan potensi, serta mengatasi berbagai permasalahan psikologis dan sosial yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental ditinjau dari aspek konseptual dan implementatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan layanan BK, kesehatan mental, dan program sekolah sehat mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental dapat dilakukan melalui layanan promotif, preventif, kuratif, dan developmental seperti edukasi kesehatan mental, konseling individual, bimbingan kelompok, penguatan keterampilan sosial emosional, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional. Integrasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis siswa, penurunan perilaku maladaptif, penguatan resiliensi, serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih suportif dan inklusif. Namun demikian, implementasi integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya literasi kesehatan mental, keterbatasan jumlah guru BK, stigma terhadap layanan konseling, dan kurangnya dukungan kebijakan sekolah.