Claim Missing Document
Check
Articles

Supervisi Refleksi sebagai Pendekatan Pengembangan Profesional Berkelanjutan Guru BK Gusman Lesmana; Intan Nurjannah Pulungan; Muhammad Ikhwan Habibie Dongoran
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38746

Abstract

Pengembangan profesional guru BK merupakan kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Namun, praktik pengembangan profesional yang masih bersifat formal sering kali belum mampu mendorong guru untuk belajar dari pengalaman nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji supervisi refleksi sebagai pendekatan dalam pengembangan profesional berkelanjutan (Continuous Professional Development/CPD) guru BK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah lima tahun terakhir yang relevan dengan supervisi, refleksi, dan profesionalisme guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi refleksi berperan dalam mendorong kesadaran diri, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperbaiki kualitas praktik layanan konseling secara berkelanjutan. Selain itu, supervisi juga terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi calon guru BK melalui proses umpan balik, evaluasi praktik, dan pembinaan yang terarah. Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya profesionalisme guru BK, baik dari aspek keterampilan, sikap, maupun kualitas layanan yang diberikan. Dengan demikian, supervisi refleksi dapat menjadi pendekatan yang relevan dan efektif dalam mendukung pengembangan profesional guru BK secara berkelanjutan.
Peran Konseling Perkembangan Dalam Penguatan Regulasi Diri Individu Populasi Khusus Yolanda Ayu Kirana; Keysah Ramadian; Gusman Lesmana
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8519

Abstract

Pengaturan diri merupakan landasan mendasar bagi seseorang untuk dapat mengelola perilaku, emosi, dan proses kognitifnya secara mandiri. Namun, bagi individu yang termasuk dalam kelompok khusus seperti siswa berkebutuhan khusus, remaja dengan gangguan pendengaran, penyandang disabilitas intelektual, dan kelompok rentan lainnya kemampuan pengaturan diri ini seringkali tidak berkembang secara optimal akibat dukungan lingkungan yang terbatas atau kurangnya intervensi khusus. Konseling perkembangan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan ini, menawarkan pendekatan yang berfokus pada peningkatan potensi daripada sekadar mengatasi masalah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran konseling perkembangan dalam memperkuat pengaturan diri di antara individu dari populasi khusus, dengan mendasarkan argumennya pada tinjauan pustaka dari studi empiris yang relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap lima belas artikel ilmiah internasional dan nasional yang mencakup berbagai pendekatan konseling, mulai dari konseling kognitif-perilaku, konseling realistis, konseling kelompok berdasarkan kesadaran penuh dan pembelajaran sosial emosional, hingga program intervensi ketahanan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konseling perkembangan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan pengaturan diri, pengaturan emosi, keyakinan diri, dan penetapan tujuan pada kelompok populasi tertentu. Implikasi praktis bagi konselor, pendidik, dan peneliti disajikan dalam bentuk rekomendasi spesifik.
INTEGRASI LAYANAN BK DENGAN PROGRAM SEKOLAH SEHAT MENTAL: KAJIAN KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTATIF Mutiara Sri Yuni; Dhea Nurmaliza; Gusman Lesmana
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10634

Abstract

Kesehatan mental peserta didik menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan karena berpengaruh terhadap perkembangan akademik, sosial, emosional, dan perilaku siswa di lingkungan sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik melalui program sekolah sehat mental. Dalam konteks tersebut, layanan bimbingan dan konseling (BK) memiliki posisi strategis karena berfungsi membantu siswa memahami diri, mengembangkan potensi, serta mengatasi berbagai permasalahan psikologis dan sosial yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental ditinjau dari aspek konseptual dan implementatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan layanan BK, kesehatan mental, dan program sekolah sehat mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental dapat dilakukan melalui layanan promotif, preventif, kuratif, dan developmental seperti edukasi kesehatan mental, konseling individual, bimbingan kelompok, penguatan keterampilan sosial emosional, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional. Integrasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis siswa, penurunan perilaku maladaptif, penguatan resiliensi, serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih suportif dan inklusif. Namun demikian, implementasi integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya literasi kesehatan mental, keterbatasan jumlah guru BK, stigma terhadap layanan konseling, dan kurangnya dukungan kebijakan sekolah.
KONTRIBUSI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PENINGKATAN ADAPTIVE FUNCTIONING PADA SISWA INKLUSIF Mutiara Sri Yuni; Dhea Nurmaliza; Gusman Lesmana
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10632

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut tersedianya layanan yang mampu membantu siswa berkebutuhan khusus beradaptasi secara akademik, sosial, dan emosional di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi layanan bimbingan dan konseling terhadap peningkatan adaptive functioning pada siswa inklusif. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait bimbingan dan konseling serta pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling, khususnya konseling individual, bimbingan kelompok, pengelolaan emosi dan perilaku, serta pengembangan life skills, berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan sosial, kemampuan komunikasi, pengendalian emosi, rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan adaptasi siswa inklusif. Layanan bimbingan dan konseling juga membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif dan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus. Namun, implementasi layanan bimbingan dan konseling masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru bimbingan dan konseling, kurangnya fasilitas pendukung, minimnya pedoman teknis layanan BK inklusif, serta rendahnya pemahaman lingkungan sekolah terhadap pendidikan inklusif.
PERAN STRATEGIS GURU BK DALAM PROMOSI DAN PREVENTIF KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH Tasya Putri Cahaya; Wan Hanis Masfufah Al; Gusman Lesmana
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10633

Abstract

Kesehatan mental remaja menjadi isu penting dalam dunia pendidikan karena berkaitan erat dengan perkembangan akademik, sosial, emosional, dan perilaku peserta didik di sekolah. Remaja sekolah menengah rentan mengalami berbagai permasalahan psikologis seperti stres akademik, kecemasan, tekanan sosial, konflik keluarga, hingga rendahnya kontrol emosi yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan proses belajar mereka. Dalam kondisi tersebut, guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam melakukan upaya promosi dan preventif kesehatan mental di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis guru BK dalam promosi dan preventif kesehatan mental remaja di sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan layanan bimbingan dan konseling serta kesehatan mental remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK berperan penting dalam memberikan layanan informasi kesehatan mental, konseling individual, bimbingan kelompok, penguatan keterampilan coping, pengembangan lingkungan sekolah suportif, serta deteksi dini gangguan psikologis pada remaja. Guru BK juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya kesehatan mental serta membantu mencegah munculnya perilaku menyimpang dan gangguan emosional di lingkungan sekolah. Namun demikian, implementasi layanan preventif kesehatan mental masih menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan jumlah guru BK, rendahnya literasi kesehatan mental di sekolah, stigma terhadap layanan konseling, serta kurangnya dukungan fasilitas dan kebijakan sekolah.
STRATEGI EFEKTIF DALAM BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DEMI MENCAPAI KEMANDIRIAN BELAJAR Nazwa Nazwa; Aulia Syahrani Raidila; Gusman Lesmana
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 11, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v11i3.16946

Abstract

Guidance is support or assistancegiven to a person or group of people to help them avoid or overcome life difficulties, so that they can achieve well-being in life. or overcome life difficulties, so that they can achieve well-being in their lives. their lives. The writing of this article uses qualitative research with literature studies. This research is a research method that collects some information. Effective learning methods provided by counseling guidance teachers are tutoring that can overcome various difficulties related to the demands of school or other education at school or others. High learning motivation is an important key in building learning independence in students. In facing problems, they often depend on others to find solutions. Based on the explanation above, then the author can conclude that counseling strategies using learning guidance can help individuals increase learning motivation is proven to be effective in achieving the learning independence needed to achieve their academic goals. necessary to achieve their academic goals.
Penerapan Layanan Klasikal Teknik Locus Of Control dalam Mereduksi Kebiasaan Prokrastinasi Pembelajaran Pada Siswa SMK Budi Agung Medan Asyifah Nabila; Gusman Lesmana
AMI Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan layanan klasikal dengan teknik Locus of Control dalam upaya mereduksi kebiasaan prokrastinasi pembelajaran yang terjadi pada siswa. Subjek penelitian ini adalah 10 orang siswa kelas XI TBSM 2 di SMK Budi Agung Medan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru Bimbingan dan Konseling (BK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mendalami proses dan perubahan perilaku siswa. Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa intervensi layanan klasikal dengan penekanan pada pengembangan Locus of Control Internal terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran diri dan tanggung jawab belajar siswa. Peningkatan pemahaman bahwa kontrol atas keberhasilan akademik berada di tangan mereka sendiri berkorelasi positif dengan penurunan frekuensi penundaan tugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik Locus of Control merupakan strategi yang relevan dan praktis untuk diimplementasikan dalam layanan bimbingan dan konseling guna mengatasi masalah prokrastinasi di lingkungan sekolah.
PENERAPAN LAYANAN KLASIKAL DENGAN TEKNIK SELF INSTRUCTION UNTUK MENGATASI BURNOUT BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII.4 DI SMP NEGERI 29 MEDAN Robby Ade Syahputra; Gusman Lesmana; Aguslina Aguslina
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 7 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i7.794-801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling klasik dengan menggunakan teknik belajar mandiri dalam mengatasi kelelahan akademis pada siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 29 Medan. Dengan menggunakan kerangka penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama dua siklus, yang masing-masing terdiri dari dua sesi, penelitian ini melibatkan dua puluh delapan siswa, tujuh belas di antaranya (60,7%) termasuk dalam kategori kelelahan tinggi selama penilaian prasiklus. Data dikumpulkan melalui kuesioner kelelahan, observasi terstruktur, dan jurnal refleksi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, setelah penerapan belajar mandiri pada siklus pertama, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kelelahan belajar dan mulai mengidentifikasi serta menantang pola pikir negatif yang memicu stres akademis. Setelah itu, mereka mulai menginternalisasi self-talk afirmatif dan mengkalibrasi ulang skema kognitif mereka, yang terwujud dalam peningkatan motivasi intrinsik dan peningkatan efikasi diri. Pengamatan oleh konselor sekolah dan peneliti mencatat suasana kelas yang lebih terbuka, partisipatif, dan stabilitas emosional yang lebih baik di antara siswa. Data kuesioner selanjutnya menguatkan adanya penurunan substansial dalam proporsi siswa yang mengalami kelelahan tinggi, disertai dengan peningkatan signifikan dalam sikap belajar positif. Dengan demikian, temuan tersebut membuktikan bahwa teknik belajar mandiri menawarkan intervensi yang ampuh untuk mengurangi stres akademis yang dipicu oleh perbandingan sosial dan kecenderungan perfeksionis. 
Pelatihan pengelolaan stres kerja untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan produktivitas pekerja Tetty Muharni; Gusman Lesmana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Larisma Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Larisma
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/jpml.v3i1.1671

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan yang dapat menurunkan kesejahteraan psikologis dan produktivitas pekerja. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya beban kerja, tekanan waktu, konflik interpersonal, serta ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja dalam mengelola stres kerja melalui pelatihan pengelolaan stres. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi, praktik teknik relaksasi, mindfulness, dan refleksi pengalaman. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 30 orang pekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, angket keterampilan pengelolaan stres, observasi, dan angket kepuasan peserta. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan paired-samples t-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta. Nilai rata-rata pretest meningkat dari 64,27 ± 8,45 menjadi 86,13 ± 6,72 pada posttest (p kurang dari 0,001). Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan regulasi emosi, manajemen waktu, dan penerapan strategi coping adaptif. Dengan demikian, pelatihan pengelolaan stres kerja efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pekerja serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
Kualitas Keprofesionalan Guru Pembimbing Girna Deliska Putri; Ratih Amara; Silvia Afifah; Gusman Lesmana
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v2i1.456

Abstract

Guru pembimbing adalah penyelenggara kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Guru pembimbing harus memiliki empat kompetensi di antaranya kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi profesional adalah kompetensi yang penting bagi seorang guru karena guru harus profesional di bidangnya. Profesional yang menandakan ia adalah orang yang ahli untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling. Kualifikasi pendidikan guru pembimbing minimal yakni SI Bimbingan dan Konseling dari prodi terakreditasi. Seorang guru bimbingan dan konseling harus memberikan pelayanan profesional kepada siswanya di sekolah. Dengan pelayanan profesional diharapkan guru pembimbing memiliki image positif dari siswanya dan masyarakat luas lainnya. Adanya image ini tentu akan memiliki dampak terhadap penilaian bagaimana bimbingan dan konseling tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu mendalami seberapa besar kualitas keprofesionalan guru pembimbing yang akan berdampak pada proses pendidikan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Library Research atau penelitian kepustakaan, dengan fokus pembahasan pada kualitas keprofesionalan guru pembimbing.