Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Pengendalian Diri Siswa Berkebutuhan Khusus Pada Sekolah Inklusi: Sebuah Studi Bimbingan Konseling Pribadi Sosial Nayla Syaharani Panjaitan; Mona Luthfia Adira; Gusman Lesmana
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v3i1.1250

Abstract

Penelitian ini mengkaji profil pengendalian diri siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi melalui perspektif bimbingan konseling pribadi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis bagaimana siswa berkebutuhan khusus mengelola perilaku, emosi, dan interaksi sosial mereka dalam lingkungan pendidikan inklusif. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kasus terhadap siswa berkebutuhan khusus, guru, dan konselor, penelitian ini mengungkapkan berbagai tingkat kemampuan pengendalian diri yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis disabilitas, sistem dukungan, dan intervensi konseling yang diterapkan. Temuan penelitian menyoroti peran penting bimbingan konseling pribadi sosial dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan pengendalian diri di kalangan siswa berkebutuhan khusus, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan integrasi dan pencapaian akademik mereka di lingkungan sekolah inklusif.
Implikasi Pendekatan Karir Super dalam Mengoptimalkan Perencanaan Karir Siswa Kelas XII SMK Swasta Budi Agung Medan Fitry Annisyah; Gusman Lesmana
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v3i2.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendekatan karir super dalam mengoptimalkan perencanaan karir siswa kelas XII SMK Swasta Budi Agung Medan TA. 2024/2025. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat siswa yang perencanaan karirnya sangat rendah. Melalui pendekatan karir super diharapkan perencanaan karir siswa dapat ditingkatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek dengan presentase tertinggi terdapat pada Orientasi Karir (89,33%), diikuti oleh Pengetahuan Keputusan Karir (86,67%) dan Perencanaan Karir (73,33%), yang menandakan sebagian besar siswa telah memiliki arah dan rencana karir yang cukup jelas. Namun, pada aspek Eksplorasi Karir (62,27%) dan Pengetahuan Karir (66,67%), siswa masih berada pada kategori sedang. Adapun capaian terendah pada Realisasi Karir (46,67%). Jadi, penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan karir siswa sebelum mendapatkan pendekatan karir super, dan untuk mengetahui apakah pendekatan karir super dapat mengoptimalkan perencanaan karir siswa. Setelah pendekatan karir Donlad Super diberikan kepada seluruh siswa dapat membantu siswa dalam mengoptimalkan perencanaan karir yang akan mereka pilih. Dari hasil penelitian, implikasi pendekatan karir super dalam mengoptimalkan perencanaan karir siswa kelas XII SMK Budi Agung terbilang cukup efektif dan efisien.
STUDI KOMPARASI PEMBIASAAN SISWA LAKI LAKI DAN PEREMPUAN DALAM PERILAKU BELAJAR EFEKTIF Nadila Anggraini Sari Saragih; Anastasya Putri Simatupang; Gusman Lesmana
JURNAL TIPS Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : UIN SU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan pembiasaan dalam perilaku belajar antara siswa laki-laki dan perempuan serta tantangan yang dihadapi oleh kedua kelompok dalam belajar efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan mengenai perbedaan gender dalam perilaku belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pembiasaan antara siswa laki-laki dan perempuan. Siswa laki-laki lebih cenderung fokus pada kegiatan fisik dan menggunakan metode visual serta kinestetik, sedangkan siswa perempuan lebih terstruktur dalam belajar dan mengutamakan pendekatan kognitif. Tantangan yang dihadapi oleh siswa laki-laki dalam perilaku belajar efektif antara lain kesulitan dalam mempertahankan perhatian dan lebih mudah teralihkan oleh gangguan eksternal. Sebaliknya, siswa perempuan cenderung terpengaruh oleh ekspektasi sosial dan budaya, yang kadang menghambat proses belajar mereka. Untuk menghadapi tantangan ini, strategi pembelajaran yang efektif harus responsif terhadap perbedaan gender, seperti pendekatan yang lebih interaktif dan mandiri untuk masing-masing kelompok. Pembelajaran yang inklusif dan memperhatikan perbedaan ini dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif dan mendukung keberhasilan belajar bagi kedua jenis kelamin.
Profil Regulasi Individu Siswa Broken Home Pada Rentang Usia Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 13 Medan Nadila Anggraini Sari Saragih; Anastasya Putri Simatupang; Gusman Lesmana
Analysis Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v3i1.1252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali profil regulasi individu siswa dari keluarga broken home di SMP Negeri 13 Medan, khususnya dalam mengelola emosi dan perilaku mereka selama berada di usia sekolah menengah pertama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh siswa broken home dalam regulasi diri, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola perasaan dan perilaku di lingkungan sekolah. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga siswa yang berasal dari keluarga broken home, yaitu Rayyan Fathir, Alifah Rahma, dan Zidane Mahendra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswa ini menghadapi kesulitan dalam mengelola emosi negatif seperti kesepian, kecemasan, dan frustrasi, yang muncul akibat perceraian orang tua. Regulasi emosi mereka dipengaruhi oleh pengalaman dalam keluarga, dengan beberapa siswa melampiaskan emosi negatif melalui perilaku impulsif, sementara lainnya menarik diri. Siswa juga menunjukkan tantangan dalam regulasi perilaku di sekolah, yang mempengaruhi hubungan mereka dengan teman-teman dan guru. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi sekolah dan orang tua dalam mendukung pengembangan regulasi diri siswa dari keluarga broken home.
Peran Konseling Pribadi Sosial Dalam Keterampilan Komunikasi Interpersonal Gusman Lesmana; Annisa Annisa; Julia Siregar
Edukatif Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v2i1.464

Abstract

Dalam komunikasi interpersonal, yang terjadi secara pribadi setiap orang yang terlibat dalam komunikasi mempengaruhi cara mereka melihat lawan bicara. Keterampilan komunikasi interpersonal yang efektif dapat dicapai berdasarkan kriteria empat, yaitu 1). Jujur terhadap stimulus yang datang, baik pikiran maupun perasaan, adalah salah satu aspek keterbukaan. Ekspresi wajah, gerak tubuh, kontak mata, dan sentuhan yang tepat adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk menunjukkan komunikasi nonverbal (3). Sikap Positif: Sikap positif dapat dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal dengan dua cara, yaitu dengan menyatakannya dan mendorong orang lain untuk berinteraksi, 4). Kesetaraan: Dalam situasi sosial, akan selalu ada ketidaksetaraan, seperti siapa yang lebih kaya, lebih pandai, dan lain-lain. Oleh karena itu, komunikasi antarpribadi akan lebih efektif dalam suasana yang seimbang. Metode ini menggunakan studi pustaka, yaitu metode pengumpulan data yang mempelajari teori dari berbagai literatur yang berkaitan dengan jurnal. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari sumber dan merekonstruksi dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Cara yang jitu untuk memulai dan mempertahankan komunikasi adalah dengan membuka diri kepada orang lain dan mendengarkan dengan penuh perhatian ketika orang lain membuka diri kepada kita, dengan menunjukkan sikap ramah dan senang serta memahami lawan bicara kita, menerima dan mendukung satu sama lain, dan mampu memecahkan masalah yang mungkin muncul saat berbicara dengan orang lain Dalam komunikasi interpersonal komunikasi, kita perlu memiliki keterampilan interpersonal yang kuat untuk memastikan komunikasi mengalir dengan lancar. Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah, dan merupakan usaha bimbingan, dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan. Implementasi layanan dalam bimbingan dan konseling pribadi sosial merupakan salah satu usaha dalam pengembangan keterampilan hubungan sosial. Komunikasi interpersonal komunikasi membantu orang melihat diri mereka sebagai makhluk sosial terlepas dari perjuangan sehari-hari yang kita hadapi.
Eksistensi Peran Bimbingan dan Konseling Dalam Regulasi Pendidikan Nayla Syaharani Panjaitan; Mona Luthfia Adira; Gusman Lesmana
Edukatif Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v3i1.1249

Abstract

Bimbingan dan konseling (BK) memainkan peran krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama dalam pengembangan karakter siswa dan penanganan masalah bullying. Artikel ini membahas pentingnya kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua dalam mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying serta pendidikan karakter dalam pembelajaran. Metode pembelajaran kooperatif diusulkan untuk mendorong interaksi positif antar siswa dan mengembangkan keterampilan sosial, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam implementasi BK, seperti pemahaman yang kurang dari berbagai stakeholder dan rasio konselor yang belum ideal, juga diidentifikasi. Dalam konteks pandemi COVID-19, dukungan kesehatan mental siswa melalui program konseling online dan deteksi dini masalah kesehatan mental menjadi sangat penting. Artikel ini merekomendasikan evaluasi berkala terhadap program-program yang ada, pengembangan profesional untuk staf sekolah, serta kolaborasi dengan lembaga eksternal untuk menciptakan budaya sekolah yang inklusif dan supportif. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan kasus bullying dapat diminimalisir dan karakter siswa dapat berkembang dengan baik.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Akuntabilitas Keprofesionalan Guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 1 Pegajahan Gusman Lesmana; Siska Rahmadhani
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v2i1.495

Abstract

Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkugan kerjanya. Sedangakan guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan siswa, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan. Kepemimpinan dan Akuntabilitas Keprofesionalan Guru Bimbingan Konseling merupakan hal yang paling penting untuk proses belajar mengajar. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan bentuk kepemimpinan kepala sekolah dengan akuntabilitas keprofesionalan guru bimbingan konseling dalam menciptakan kinerja yang sesuai di sekolah SMAN 1 Pegajahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat kuantitatif, yaitu menjabarkan keadaan di lingkungan sekolah berdasarkan data dan angka yang diperoleh di lapangan. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan Angket. Hasil penelitian Berkorelasi Positif. Dari tabel output SPSS diketahui nilai Sig. (2-tailed) antara Kepemimpinan Kepala Sekolah (X) dengan Akuntabilitas Profesional Guru BK (Y) adalah sebesar 0.000 < 0,005, yang berarti terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kepemimpinan kepala sekolah dengan akuntabilitas keprofesionalan guru BK.
Evaluasi dan Supervisi Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru BK Nabawi Pradisty; Gusman Lesmana
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v2i2.589

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana menggunakan metode studi pustaka (library research) dan data yang telah dikumpulkan berkaitan dengan tujuan peneliti untuk mengetahui bagaimana menjadi seorang guru pembimbing yang professional dalam mengatasi permasalahan dalam diri seorang siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersumber dari buku, literatur, dan catatan mengenai tentang evaluasi dan supervise kepala sekolah untuk meningkatkan profesional guru bk. Terbukti bahwa supervisi bimbingan konseling dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman guru bimbingan konseling serta meningkatkan penguasaan praktek konseling. Kepala sekolah dapat memanfaatkan supervisi bimbingan konseling untuk membantu guru bimbingan konseling meningkatkan dan mengembangkan keterampilan layanan bimbingan konseling. Dalam pelaksanaan supervisi, ada format yang berbeda.
Pengaruh Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kualitas Manajemen Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Risma Irwanti; Nurhaida Situmorang; Gusman Lesmana
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v3i1.1253

Abstract

Tujuan penelitian terkait pada peran kepala sekolah dan berbagai pihak di sekolah. Bimbingan dan konseling dapat berjalan lancar jika implementasi bimbingan/konseling di sekolah (guru bimbingan konseling), melibatkan kepala sekolah. Sebagai pemimpin pembelajaran kepala sekolah memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan dan pengelolaan semua pendidikan di institusi yang di pimpin. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah studi kepustakaan atau literatur review yang merupakan kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data dengan berbagai macam refrensi yang sejenis dengan pembahasan seperti artikel, buku, prosiding seminar dan jurnal. Kepala sekolah berperan penting dalam menjalankan sekolah dan memastikan bahwa semua kegiatan sekolah memerlukan persetujuan kepala sekolah. Tanggung jawab umum kepala sekolah meliputi perencanaan program, pelaksanaan program, kepemimpinan dan evaluasi, serta pengawasan sebagai tutor. Dalam hal kegiatan penyuluhan (BK), kepala sekolah mendukung dan mengatur pelaksanaan program BK.
Konflik Interpersonal Individu Ditinjau dari Intensitas Kepribadian Gusman Lesmana; Nabawi Pradisty; Fatria Lubis
Pedagogik Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v2i1.502

Abstract

Konflik merupakan sebuah konsekuensi logis dari komunikasi antara dua pihak. Dalam kehidupan bermasayarakat,seseorang dimanapun dan kapanpun tidak lepas dari konflik.Tujuan dari dibuat artikel kapita selekta yang berfokus pada konflik interpersonal individu ditinjau dari intensitas kepribadian adalah untuk memberikan pemahaman kepada pembaca bahwa setiap individu memiliki konflik didalam kehidupannya. Konflik seringkali dipandang negatif karena merugikan semua pihak, baik yang terlibat konflik maupun pihak disekitarnya. Namun konflik juga mempunyai jiwa atau semangat untuk memperbaiki diri, karena kehidupan adalah proses dialektis. Konflik yang dampaknya sangat buruk dapat mempunyai fungsi yang positif seperti memperkuat solidaritas kelompok yang cukup longgar, dapat menyebabkan anggota masyarakat yang terisolasi menjadi turut berperan aktif, selain dapat dijadikan sebagai fungsi komunikasi antar anggota kelompok.