Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Sintesis dan Karakterisasi Zirkonia Tersulfatasi (ZrO2-SO4) dari Pasir Zirkon untuk Adsorpsi Ion Fosfat dalam Larutan Ratnasari, Popon; Shofiyani, Anis; Sayekti, Endah
POSITRON Vol 15, No 1 (2025): Vol. 15 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i1.92309

Abstract

Pasir zirkon dapat dihasilkan dari pemurnian pasir puya. Pasir zirkon berpotensi untuk dimanfaatkan dalam proses adsorpsi fosfat bila diproses lebih lanjut. Modifikasi zirkonium dengan penambahan sulfat ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengadsorpsi fosfat. Pembuatan zirkonia tersulfatasi (ZrO2-SO4) dilakukan melalui dua tahapan, yakni sintesis zirkonia dari pasir puya dan proses sulfatasi pada zirkonia hasil sintesis. Sintesis zirkonia dari pasir zirkon melalui proses alkali fusi, pencucian, pengeringan dan pelindian asam, serta ekstraksi partikel zirkon melalui pencampuran dengan ammonia, filtrasi, pengeringan dan kalsinasi. Proses sulfatasi melalui tahapan pencampuran zirkonia hasil sintesis dengan ammonium sulfat, pemanasan dan pencucian. Zirkonia tersulfatasi (ZrO2-SO4) dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), dan Surface Area Analyzer (SAA). Hasil analisis FTIR menunjukkan bilangan gelombang 435,86; 477,70; dan 535,22 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur asimetris Zr-O-Zr, bilangan gelombang 1057,32; 1140,30; dan 1214,18 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur asimetris dari gugus S-O, dan vibrasi ulur simetris S=O, serta bilangan gelombang 3432,86 dan 1636,76 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur dan tekuk dari O-H. Hasil analisis XRD menunjukkan puncak serapan ZrO2-SO4 pada sudut 2θ 30,5232o; 35,2931o; 44,6259o; 50,7699o ; dan 60,5944o yang memiliki % intensitas relatif berturut-turut 100; 15,86; 14,96; 43,19; dan 22,28%. Zirkonia tersulfatasi (ZrO2-SO4) memiliki luas permukaan 167,535 m2/g, volume pori 0,20 cc/g dan diameter pori 2,39 nm. Zirkonia tersulfatasi (ZrO2-SO4) mempunyai kemampuan adsorpsi yang baik terhadap fosfat dalam larutan, dengan kapasitas sebesar 22,78 mg/g).
Synthesis of Hydrophobic Silica Xerogel from Fly Ash for Oil–in–Water Adsorption Hanifah, Ummi; Shofiyani, Anis; Gusrizal, Gusrizal
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 28, No 5 (2025): Volume 28 Issue 5 Year 2025
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.28.5.235-243

Abstract

In this study, silica xerogel was synthesized from coal fly ash modified with trimethylchlorosilane (TMCS) reagent to increase the hydrophobicity of the material. TMCS-modified silica xerogel was then used for oil adsorption in water. Silica xerogel was synthesized using the sol-gel method with sodium silicate from fly ash as a precursor and citric acid as a catalyst. The sol-gel process involves sequential steps of hydrolysis and condensation, followed by gelation (the sol-to-gel transition) and aging. Surface modification of the resulting silica xerogel was conducted using TMCS in a mixture of methanol and petroleum benzine, with volume ratios of TMCS:methanol:petroleum benzine set at 0:1:1, 1:1:1, 2:1:1, and 3:1:1. The synthesized silica xerogel was characterized using FTIR spectroscopy, SEM, GSA, and contact angle measurements to evaluate its hydrophobicity. FTIR spectrophotometry results revealed that silica modified with TMCS exhibited absorption bands corresponding to Si–CH3 groups at 843.20, 845.69, and 843.18 cm-1. These findings indicate the successful formation of silyl groups on the surface of the silica xerogel when using TMCS:methanol:phosphate buffer (PB) ratios of 0:1:1, 1:1:1, 2:1:1, and 3:1:1. SEM analysis revealed that the surface morphology of the synthesized silica xerogel exhibited a porous structure with a mesoporous pore size distribution. Based on the experimental results, it can be concluded that surface modification with TMCS enhances the hydrophobicity of the silica xerogel. An increase in TMCS volume led to a corresponding increase in hydrophobicity. The hydrophobic silica xerogel demonstrated a good adsorption capacity for oil in water, ranging from 6 to 22 mg/g, with the adsorption capacity increasing in accordance with the degree of hydrophobicity.
Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Bagi Kelompok Sadar Wisata Teluk Majantu Kelurahan Sedau Singkawang Selatan Sapar, Ajuk; Zaharah, Titin Anita; Alimuddin, Andi Hairil; Shofiyani, Anis; Gusrizal, Gusrizal; Sayekti, Endah; Rudiyansyah, Rudiyansyah; Usman, Thamrin; Widiyantoro, Ari; Nofiani, Risa; Wibowo, M. Agus
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.21033

Abstract

Kelurahan Sedau terletak di wilayah Selatan Kota Singkawang Kalimantan Barat. Daerah Teluk Majantu sebagai lokasi kegiatan Pengabdian Kepada Maysarakat (PKM) berada di wilayah pesisir Kelurahan Sedau. Mata pencaharian utama warganya adalah nelayan namun banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di pesisir Teluk Majandi menjadi pontesi sumber daa alam yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Masyarakat Teluk Majantu sebagian besar bergabung pada Kelompok sadar Wisata (POKDARWIS) yang aktivitasnya tidak hanya tentang pengelolaan wisata tetapi juga pengolahan sumber daya alam menjadi produk yang bernilai ekonomi. Kegiatan PKM diawali dengan orientasi lapangan tim pengabdi ke lokasi kegiatan untuk mengidentifikasi masalah mitra, kesepakatan teknologi yang akan diimplementasikan serta penjadwalan PKM. Sehubungan dengan kegiatan PKM yang telah dilakukan sebelumnya, maka warga kelompok sadar wisata menginginkan ada kegiatan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO). Oleh karena itu Tim Pascasarjana Kimia FMIPA Untan berinisiatif melakukan kegiatan PKM di lokasi tersebut. PKM dilaksanakan melalui penyampaian materi oleh tim pengabdi dilanjutkan dengan praktek pembuatan VCO. Setelah pelaksanaan pelatihan selesai, dilanjutkan dengan tahapan evaluasi secara kuantitatif dengan menganalisis hasil kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Berdasarkan respon positif dari warga yang diamati dari antusisme peserta saat pelaksanaan kegiatan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif untuk meningkatkan keterampilan peserta pelatihan.
PELATIHAN BUDIDAYA JAHE DALAM POLYBAG BAGI KADER AISYIYAH PIMPINAN RANTING AISYIYAH PECIKALAN Mulyadi Purnawanto, Agus; Shofiyani, Anis; Endratno, Hermin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3715-3722

Abstract

Kegiatan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Pecikalan masih terbatas pada kegiatan pengajian rutin, pendampingan baca Al Quran dan musyawarah anggota. Kegiatan lain yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat seperti pemberdayaan ekonomi, kesehatan dan lingkungan belum berjalan dengan baik. Pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan budidaya tanaman jahe dalam polybag, belum pernah dilaksanakan. Oleh karena itu melalui kegiatan pelatihan budidaya tanaman jahe dalam polybag, diharapkan mitra dapat memahami cara memanfaatkan lahan pekarangan dan membuka peluang bisnis dari budidaya tanaman jahe. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktik yang bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Desa Pecikalan. Peserta terdiri dari 20 orang perwakilan dari PRA Pecikalan, 20  orang dari PRA Kalipetung dan 10 orang dari jemaah Rumah Quran. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra pada aspek manfaat tanaman jahe, budidaya tanaman jahe dalam polybag, prospek ekonomi tanaman jahe dan analisis usaha tani tanaman jahe, masing-masing sebesar 72,5%, 77,8%, 76,6% dan 77,5%.
Pelatihan Pembuatan Tas Berbahan Dasar Sampah Plastik Sebagai Upaya Penerapan 3R pada Kelompok Sadar Wisata Teluk Majantu, Kelurahan Sedau, Singkawang Zahara, Titin Anita; Shofiyani, Anis; Sayekti, Endah; Gusrizal, Gusrizal; Alimuddin, Andi Hairil; Sapar, Ajuk; Rudiyansyah, Rudiyansyah; Wibowo, Muhamad Agus; Usman, Thamrin; Wahyuni, Nelly; Nofiani, Risa; Widiyantoro, Ari; Rahmalia, Winda; Rahayu, Warsi Kurnia
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12701

Abstract

Kegiatan pelatihan pembuatan tas goodie bags pada Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di Desa Teluk Makjantu bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada POKDARWIS untuk menjaga lingkungan dengan melakukan pengelolaan sampah 3R. Sampah pelastik dipilih karena pemakaian kantong pelastik yang sudah menjadi barang yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia serta memiliki sifat yang sulit terdegradasi (nonbiodegradable) di lingkungan. Goodie bags berbahan dasar limbah pelastik diharapkan dapat menjadi wadah penyimpanan souvenir bagi POKDARWIS Desa Makjantu dalam melayani wisatawan. Pelatihan ini dilakukan dengan menyajikan teori dan praktek pembuatan goodie bags secara langsung, diharapkan masyarakat POKDARWIS dapat melakukan pengelolaan sampah dengan konsep 3R dan dapat membuat goodie bags dari limbah pelastik sebagai upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan. Pelatihan ini juga memberikan dampak terhadap keterampilan peserta dalam mengelola limbah pelastik menjadi barang yang dapat dimanfaatkan. Dengan demikian, program mengelolaan sampah dengan metode 3R dapat diterapkan. Melihat kondisi dan antusias peserta dapat dikatakan bahwa kegiatan ini sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Teluk Majantu untuk  mendukung kegiatan pariwisata dalam hal pengelolaan sampah pelastik dengan tingkat kebermanfaatan dan keberlangsungannya sebesar 90%
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH DAUN KERING PADA ANGGOTA KOPERASI KONSUMEN PADAIDI SIPATUO KHATULISTIWA Alimuddin, Andi Hairil; Sayekti, Endah; Shofiyani, Anis; Sapar, Ajuk; Rudiyansyah, Rudiyansyah; Gusrizal, Gusrizal; Zahara, Titin Anita; Wahyuni, Nelly
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11055

Abstract

Koperasi Konsumen Padaidi Sipatuo Khatulistiwa merupakan koperasi skala mikro yang bergerak di bidang  perdagangan eceran. Sebagai suatu koperasi yang baru berkembang dan merintis unit usaha, tentunya diperlukan suatu jenis usaha yang mudah, biaya murah dan dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Salah satu prospek usaha yang dapat dikembangkan adalah pembuatan pupuk kompos dari daun kering. Berdasarkan orientasi yang telah dilakukan oleh tim pengabdi dan konsultasi dengan pengurus koperasi, diperoleh informasi bahwa (1) kegiatan koperasi masih dalam bentuk usaha perdagangan, dan  (2) mayoritas anggota koperasi gemar bercocok tanam dan memiliki pekarangan untuk tanaman bunga dan buah-buahan. Solusi terhadap permasalahan koperasi yang ditawarkan tim pengabdi agar dapat menjadi unit usaha ataupun kegiatan usaha dari koperasi serta anggotanya yaitu pengolahan sampah daun kering menjadi pupuk kompos. Ketersediaan bahan baku yang mudah didapat, pengerjaan yang sangat sederhana, serta produk pupuk yang dihasilkan dapat digunakan sendiri atau dapat dijual melalui layanan koperasi. Dalam rangka transfer teknologi tepat guna dalam pembuatan pupuk kompos bagi anggota Koperasi Konsumen Padaidi Sipatuo Khatulistiwa maka metode pelaksanaan yang akan diterapkan dalam bentuk pelatihan yang diawali dengan (1) penyuluhan dan sosialisasi pemanfaatan dan pembuatan pupuk kompos, kemudian dilanjutkan dengan (2) praktek kompos dari daun kering. Tahapan kegiatan diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan praktek pembuatan kompos dari daun kering. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan dan tingginya perhatian peserta dalam memperhatikan pemaparan tim pengabdi dan praktek pembuatan kompos.
LIQUID ORGANIC FERTILIZER (LOF) ENTREPRENEURSHIP AS A CREATIVE BUSINESS FOR THE YOUNG GENERATION OF MUHAMMADIYAH: KEWIRAUSAHAAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) SEBAGAI USAHA KREATIF BAGI GENERASI MUDA MUHAMMADIYAH Shofiyani, Anis; Mulyadi P, Agus; Pramono, Hadi; Endratno, Hermin; Haryanto, Totok; Fauzan, Akhmad; Rakhmawati, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v8i2.8319

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader Pemuda Muhammadiyah, PCM Patikraja dalam bidang kewirausahaan, khususnya dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), pengelolaan keuangan berbasis akuntansi, serta pengemasan dan pemasaran produk. Permasalahan dominan yang dihadapi mitra adalah belum dimilikinya pengetahuan dan ketrampilan mitra tentang pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah sampah organik, akuntansi sederhana dan pemasaran produk POC. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan transfer teknologi terkait pengolahan limbah sampah organik menjadi POC yang dapat berjalan secara berkelanjutan dan dapat memberikan keuntungan secara ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan yang melibatkan teori dan praktik langsung, di mana para peserta diberikan pemahaman tentang proses pembuatan POC yang efektif, pengelolaan keuangan yang transparan dan sesuai standar akuntansi, serta teknik pengemasan dan strategi pemasaran yang tepat guna untuk meningkatkan daya saing produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan peserta, terutama dalam hal pemahaman pembuatan POC yang berkualitas, pengelolaan keuangan yang efisien, dan kemampuan untuk memasarkan produk secara lebih efektif. Penerapan IPTEK dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi tantangan kewirausahaan di bidang pertanian dan lingkungan hidup.