Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efektivitas Endorsement Laneige di Instagram dalam Membangun Kepercayaan Konsumen Gen Z Harry Darmawan; Sisca Aulia
Kiwari Vol. 5 No. 2 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i2.37634

Abstract

In the rapidly evolving digital era, social media marketing strategies have become one of the most widely used approaches by brands to reach a wider audience. As part of this phenomenon, this research arose from the need to understand how influencer marketing, particularly through Instagram endorsements, can shape consumer behavior and trust in the beauty industry. This study examines the influence of Laneige skincare endorsement advertising on Instagram on consumer trust among Generation Z. Instagram has become a major digital marketing medium in which influencer credibility, authenticity, and content quality play a central role in shaping audience perceptions. This research uses the source credibility theory and consumer trust framework to understand how influencer attractiveness, expertise, and brand–endorser fit contribute to trust formation. Using a quantitative survey of 403 respondents aged 17–28, data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed through validity tests, reliability tests, descriptive analysis, and simple linear regression. The results show that influencer credibility, content attractiveness, and alignment between Kim Seok Jin and Laneige significantly strengthen consumer trust. The study concludes that Instagram endorsements effectively build consumer trust in skincare brands when credibility, authenticity, and content quality are well managed. Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, strategi pemasaran melalui media sosial menjadi salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan oleh brand untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Sebagai bagian dari fenomena tersebut, penelitian ini lahir dari kebutuhan untuk memahami bagaimana peran influencer marketing, khususnya melalui endorsement di Instagram, memengaruhi perilaku dan kepercayaan konsumen di industri kecantikan. Latar Belakang Penelitian ini mengkaji pengaruh iklan endorsement skincare Laneige di Instagram terhadap kepercayaan konsumen, khususnya Generasi Z sebagai pengguna aktif media sosial. Instagram menjadi medium utama pemasaran digital karena influencer dianggap memiliki kedekatan emosional, kredibilitas, serta keaslian yang lebih tinggi dibandingkan dengan iklan konvensional. Penelitian ini menggunakan teori kredibilitas sumber dan konsep kepercayaan konsumen untuk melihat bagaimana daya tarik, keahlian, kepercayaan, serta kesesuaian antara brand dan influencer membentuk trust. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 403 responden berusia 17–28 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas influencer, kualitas konten, dan kesesuaian brand endorsement berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepercayaan konsumen terhadap Laneige. Dengan demikian, endorsement di Instagram terbukti efektif dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap kategori skincare.
Pola Komunikasi Kelompok dan Pengambilan Keputusan pada Tim Mobile Legends: Bang Bang Kevin S; Sisca Aulia
Kiwari Vol. 5 No. 2 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i2.37635

Abstract

This study aims to analyze how a Mobile Legends: Bang Bang team applies group communication strategies to formulate and execute competitive gameplay tactics. A qualitative approach was used through in-depth interviews with five core players, a manager, and a supporting informant to explore coordination patterns that emerge during training and matches. The findings show that effective communication develops through shared playing experience, structured role division, and internal terminology that shortens instructions. The jungler and roamer hold strategic responsibility in reading game situations, setting tempo, and initiating decisions, while other players support with brief lane-based reports. Strategic adaptation occurs quickly due to stable collective understanding and consistent practice habits. Routine evaluations after scrims identify mistakes, refine communication patterns, and enhance trust among players. The results highlight that group communication influences the effectiveness of coordination and contributes to performance stability in competition. Thus, targeted communication becomes essential for building synergy, improving responsiveness, and maximizing tactical execution throughout gameplay. Additionally, emotional dynamics such as trust, pressure management, and openness to feedback support a productive working relationship and prevent internal conflict over time. These insights provide practical implications for competitive teams aiming to optimize collaboration and communication outcomes in esports contexts today. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi kelompok diterapkan oleh tim Mobile Legends Bang Bang dalam penyusunan dan pelaksanaan taktik permainan kompetitif. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan lima pemain inti, satu manajer, dan satu informan pendukung untuk menggali pola koordinasi yang muncul selama latihan dan pertandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi efektif terbentuk melalui pengalaman bermain bersama, pembagian peran yang terstruktur, serta penggunaan istilah internal untuk mempersingkat instruksi. Jungler dan roamer memiliki tanggung jawab strategis dalam membaca situasi permainan, mengatur tempo, dan menentukan keputusan awal, sementara pemain lain mendukung dengan laporan singkat sesuai kondisi lane masing-masing. Adaptasi strategi berjalan cepat karena pemahaman kolektif yang stabil dan kebiasaan berlatih yang konsisten. Evaluasi rutin setelah scrim membantu mengidentifikasi kesalahan, memperbaiki pola komunikasi, dan meningkatkan kepercayaan antarpemain. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi kelompok tidak hanya memengaruhi efektivitas koordinasi, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas kinerja tim dalam kompetisi. Dengan demikian, strategi komunikasi yang terarah menjadi elemen penting untuk membangun sinergi, meningkatkan responsivitas, dan memaksimalkan eksekusi taktik selama permainan berlangsung. Selain itu, penelitian ini menyoroti bahwa dinamika emosional seperti kepercayaan, kontrol tekanan, dan kemampuan menerima kritik turut mendukung hubungan kerja yang kondusif serta mencegah konflik internal dalam tim secara berkelanjutan optimal.
Pengaruh Iklan Skintific terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Melalui E-Commerce Faiza Khairunnisa Amani Taufik; Sisca Aulia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33401

Abstract

Many e-commerce platforms are crucial tools for product promotion in this digital age. Shopee is one of the most popular e-commerce platforms. Shopee is renowned for its cutting-edge features, like Shopee Live and Shopee Video, which let companies display interactive and visual ads to draw in customers. These characteristics are used by Skintific, a skincare company, to advertise its goods. The purpose of this study is to examine how Skintific advertising influences Shopee customers' decisions to buy. This study employs a quantitative method using purposive sampling and the concepts of marketing communication, advertising, and purchase decisions. One hundred respondents who have bought Skitific products on Shopee and are fans of the SKINTIFIC Offical Store account participated in this survey. With a determination value of 68.1%, the study's findings show that Skintific advertising significantly influences consumers' decisions to buy, whereas other factors have an impact of 31.9%. This demonstrates how the attractiveness, content quality, and delivery method of Skintific ads on Shopee significantly influence the decisions made by customers. This study also shows that attracting consumer interest and trust in the digital age may depend on the combination of digital platforms and successful marketing communication tactics. Banyak platform e-commerce yang merupakan alat penting untuk promosi produk di era digital ini. Shopee adalah salah satu platform e-commerce paling populer. Shopee terkenal dengan fitur-fiturnya yang canggih, seperti Shopee Live dan Shopee Video, yang memungkinkan perusahaan menampilkan iklan interaktif dan visual untuk menarik pelanggan. Karakteristik ini digunakan oleh Skintific, sebuah perusahaan perawatan kulit, untuk mengiklankan produknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana iklan Skintific mempengaruhi keputusan pelanggan Shopee untuk membeli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling dan konsep komunikasi pemasaran, periklanan, dan keputusan pembelian. Seratus responden yang pernah membeli produk Skitific di Shopee dan merupakan fans dari akun SKINTIFIC Offical Store berpartisipasi dalam survei ini. Dengan nilai determinasi sebesar 68,1%, temuan studi menunjukkan bahwa iklan Skintific secara signifikan mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli, sedangkan faktor lain memiliki dampak sebesar 31,9%. Hal ini menunjukkan bagaimana daya tarik, kualitas konten, dan metode penyampaian iklan Skintific di Shopee secara signifikan mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh pelanggan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa menarik minat dan kepercayaan konsumen di era digital dapat bergantung pada kombinasi platform digital dan taktik komunikasi pemasaran yang sukses.
Pengaruh Tren Fashion ‘On Shopee vs On Me’ di TikTok terhadap Impulsive Buying Generasi Z Fanny Dwi Anggreany; Sisca Aulia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33402

Abstract

The rapid expansion of social media, which has become a significant platform for many aspects of human existence, including socializing and purchasing items online. TikTok is a popular and frequently utilized communication medium. TikTok has also evolved into a platform for exchanging brief, entertaining material, such as product recommendations or trends. The purpose of this study is think about is to see at how the 'On Shopee vs On Me' trend on TikTok affects Generation Z's impulsive buying. The primary theoretical concepts used in this study are fashion trends and impulsive buying. This study takes a quantitative strategy, collecting information through a survey. This study's demographic and sample comprise TikTok Generation Z users who may have been exposed to the trend content 'On Shopee vs On Me,' with a add up to test measure of 96 respondents. Research findings, with a coefficient of determination test of 20.5%, appear that there's a positive and considerable affiliation among the trend ‘On Shopee vs On Me’ and Generation Z's impulsive buying behavior, while the remaining results are influenced by other factors. These findings demonstrate TikTok's effectiveness as a marketing medium for persuading the younger generation to become more consumerist. Pesatnya pertumbuhan media sosial yang menjadi platform penting untuk berbagai aspek kehidupan manusia, seperti untuk berinteraksi hingga membeli barang secara online. TikTok menjadi platform yang popular saat ini dan banyak digunakan untuk berkomunikasi. TikTok juga menjadi media untuk berbagi konten singkat dan menarik, seperti rekomendasi produk atau tren. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dampak tren fashion‘On Shopee vs On Me’ di TikTok terhadap impulsive buying generasi Z. Konsep teori yang paling penting dalam penelitian ini adalah tren fashion dan impulsive buying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner. Total sampel 96 responden yakni kuesioner disebarkan kepada generasi Z yang menggunakan TikTok dan berpotensial terpapar konten tren ‘On Shopee vs On Me’ dengan total sampel 96 responden Hasil penelitian didasarkan pada uji koefisien determinasi sebesar 20,5%. Hal ini menunjukkan adanya korelasi positif dan pengaruh yang signifikan antara tren ‘On Shopee vs On Me’ terhadap impulsive buying generasi Z, sementara sisa hasil uji dipengaruhi oleh faktor lainnya. Hasil ini menunjukkan adanya dampak TikTok sebagai platform pemasaran yang mampu mendorong generasi muda untuk menjadi konsumtif.
Pengaruh Konten Visual Influencer TikTok terhadap Minat Beli Fashion Wanita Generasi Z Viona Marcella; Sisca Aulia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36504

Abstract

Generation Z in Jakarta is known for being highly responsive to digital trends and demonstrating a strong purchase intention toward various products, including fashion items—especially those promoted through visually oriented social media platforms. This study examines the influence of visual content created by TikTok influencer Nazwa Adinda on the purchase intention of women’s fashion products among Generation Z in Jakarta. The objective of this research is to determine the extent to which an influencer’s visual content can capture attention and affect young consumers’ buying intentions toward fashion products. The study is grounded in the theories of User-Generated Content (UGC), purchase intention, and personal branding. The research method employs a survey distributed to 400 female respondents aged 15–29 who are active TikTok users and follow Nazwa Adinda’s account. Data were analyzed using statistical tests, including simple linear regression. The results show that influencers’ visual content on TikTok significantly enhances purchase intention for fashion products, primarily due to the influencer’s creativity and credibility. The visual strategies employed by TikTok influencers are proven effective as digital marketing tools. The implications of these findings suggest that visual content from TikTok influencers serves not merely as entertainment but as a vital instrument in shaping young consumers’ behavior, particularly in fashion purchasing decisions. Fashion industry players can optimize the quality and authenticity of creative visual content to strengthen audience engagement and boost sales.   Generasi Z di Jakarta dikenal sangat responsif terhadap tren digital serta memiliki tingkat minat beli yang tinggi terhadap berbagai produk, termasuk fashion, terutama yang dipromosikan melalui media sosial berbasis visual. Penelitian ini membahas pengaruh konten visual dari influencer TikTok Nazwa Adinda terhadap minat beli produk fashion wanita di Generasi Z Jakarta. Tujuan penelitian adalah mengetahui seberapa besar konten visual influencer bisa menarik perhatian dan memengaruhi niat beli anak muda terhadap produk fashion. Penelitian memakai teori User Generated Content (UGC), minat beli, dan konsep personal branding. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner sebanyak 400 responden pada perempuan usia 15–29 tahun yang aktif di TikTok dan mengikuti akun Nazwa Adinda. Data dianalisis dengan uji statistik, termasuk regresi linier sederhana. Hasilnya menunjukkan konten visual dari influencer di TikTok sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat beli produk fashion, terutama berkat kreativitas dan kredibilitas influencer. Strategi visual influencer TikTok efektif sebagai pemasaran digital. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa konten visual dari influencer TikTok bukan hanya sekadar media hiburan, tetapi telah menjadi instrumen penting dalam memengaruhi perilaku konsumen muda, khususnya dalam konteks pembelian produk fashion. Pelaku industri fashion dapat mengoptimalkan kualitas dan kreativitas konten visual yang autentik untuk memperkuat keterlibatan audiens dan meningkatkan penjualan.
Pengaruh Strategi Co-Branding Good Day terhadap Brand Awareness Pada Komunitas Gamer Generasi Z Ayu Pratiwi; Sisca Aulia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37197

Abstract

This research examines how Good Day's collaborative branding initiative with Mobile Legends influences brand recognition among Generation Z gaming enthusiasts. The partnership between an instant coffee brand and gaming platform, executed during August to November 2025, addresses challenges faced by FMCG companies in connecting with younger demographics. Through quantitative methodology, data was gathered via surveys from 100 Mobile Legends Discord community members using purposive sampling techniques. A 4-point Likert scale questionnaire, validated for consistency and accuracy, served as the data collection instrument. Simple linear regression analysis through SPSS 31 revealed the collaborative branding approach significantly enhanced Good Day's brand recognition, explaining 52.1% of variance (t value 10.323 exceeding critical value 1.984, p<0.001). All four collaborative branding dimensions brand compatibility, quality perception, brand linkages, and market reach received favorable evaluations. Good Day achieved strong brand recognition levels (3.46 out of 4.0), demonstrated through comprehensive metrics: brand identification (96 to 99%), spontaneous brand recall (96 to 99%), and primary brand awareness (98%). These findings validate the success of inter industry partnerships in establishing brand consciousness among young consumer segments. Studi ini menginvestigasi dampak inisiatif kolaborasi merek antara Good Day dan Mobile Legends terhadap pengenalan merek Good Day di kalangan konsumen Generasi Z. Kerja sama lintas sektor antara merek kopi instan dan ekosistem gaming yang berlangsung pada periode Agustus hingga November 2025 merepresentasikan strategi dalam menghadapi hambatan industri FMCG dalam meraih perhatian demografi muda. Riset menerapkan pendekatan kuantitatif melalui teknik survei kepada 100 partisipan dari komunitas Discord Mobile Legends yang terseleksi menggunakan purposive sampling. Kuesioner berskala Likert 4 tingkat yang telah terverifikasi validitas serta reliabilitasnya menjadi instrumen pengumpulan data. Pengolahan data melalui regresi linear sederhana menggunakan aplikasi SPSS 31 memperlihatkan bahwa inisiatif kolaborasi merek memberikan dampak positif bermakna pada pengenalan merek Good Day dengan kontribusi varian sebesar 52,1% (nilai t hitung 10,323 melampaui t tabel 1,984, nilai signifikansi <0,001). Seluruh dimensi kolaborasi merek (brand fit, perceived quality, brand associations, market expansion) menunjukkan evaluasi favorable. Tingkat kesadaran merek Good Day berada pada kategori kuat (skor 3,46 dari skala maksimal 4,0) yang terwujud secara menyeluruh pada identifikasi merek (96 sampai 99%), recall merek (96 sampai 99%), serta kesadaran prioritas (98%). Riset ini memvalidasi keefektifan kerja sama lintas sektor dalam membangun kesadaran merek pada segmen konsumen muda.
Analisis Komunikasi Non-Verbal di Line (Studi Kasus Hubungan Jarak Jauh pada Mahasiswa Fikom Untar) Aura Diva Maria Br Simanjorang; Sisca Aulia
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.36477

Abstract

Nonverbal communication is often more powerful than verbal communication, as it can emphasize, strengthen, and even replace spoken messages. In the context of interpersonal relationships, communication. This study discusses the role of nonverbal communication in maintaining emotional closeness among Untar Faculty of Communication Sciences students in long-distance relationships, particularly through the LINE application. In the digital era, nonverbal expressions are no longer only manifested through physical gestures, but also through visual symbols such as stickers, emojis, message reply patterns, and audio features. This study aims to analyze the forms of nonverbal communication used by students in long-distance relationships and understand how these elements help maintain the quality of interpersonal relationships. This study uses Paul Ekman and Wallace Friesen's Kinesics theory, which includes five categories of nonverbal expression: emblem, illustrator, regulator, affect display, and adapter, as the basis for analysis. The research method used is a qualitative approach with in-depth interview techniques and source triangulation. The results show that stickers and emojis are the most dominant digital symbols for expressing emotions, clarifying messages, and reducing miscommunication. Additionally, features like voice notes, reply pauses, and "read" marks serve as digital regulators that help maintain the rhythm of communication. Overall, digital nonverbal communication has been shown to play a crucial role in maintaining emotional closeness in long-distance relationships. Komunikasi nonverbal sering kali lebih kuat dibandingkan komunikasi verbal, karena dapat menegaskan, memperkuat, bahkan menggantikan pesan yang diucapkan. Dalam konteks hubungan antarpribadi. Penelitian ini membahas peran komunikasi nonverbal dalam menjaga kedekatan emosional pada mahasiswa Fikom Untar yang menjalani hubungan jarak jauh (long-distance relationship), khususnya melalui aplikasi LINE. Di era digital, ekspresi non-verbal tidak lagi hanya diwujudkan melalui gestur fisik, tetapi juga melalui simbol visual seperti stiker, emoji, pola balasan pesan, dan fitur audio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi non-verbal yang digunakan mahasiswa dalam hubungan jarak jauh serta memahami bagaimana elemen-elemen tersebut membantu mempertahankan kualitas hubungan interpersonal. Kajian ini menggunakan teori Kinesics Paul Ekman dan Wallace Friesen, yang mencakup lima kategori ekspresi non-verbal: emblem, illustrator, regulator, affect display, dan adaptor, sebagai landasan analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stiker dan emoji menjadi simbol digital yang paling dominan untuk mengekspresikan emosi, memperjelas pesan, dan mengurangi miskomunikasi. Selain itu, fitur seperti voice note, jeda balasan, dan tanda “read” berfungsi sebagai regulator digital yang membantu menjaga ritme komunikasi. Secara keseluruhan, komunikasi non-verbal digital terbukti berperan penting dalam mempertahankan kedekatan emosional pasangan dalam hubungan jarak jauh.
IMPLEMENTASI NILAI 3K (KERJA SAMA, KETULUSAN, KEPEDULIAN) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH SANT’EGIDIO Sisca Aulia; Chellsy Christine Afandi; Selina Kurnia; Stenly Bambang Yeremia Wantah; Nathaniel Christianto Kariodimedjo
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38018

Abstract

The 3K values learning program, Cooperation, Sincerity, and Caring—is designed to shape the character of Sant'Egidio School students who are socially minded, empathetic, and oriented towards togetherness. This community service activity aims to instill and strengthen the 3K character values, namely Caring, Cooperation, and Sincerity, in elementary school-aged children through an interactive communication approach. This school is held every Sunday using the pendopo or front hallway facilities at Santo Lukas School, Sunter. This learning activity is attended by approximately 50 children, most of whom come from families with economic limitations. This community service activity in the field of communication aimed to instill and strengthen the 3K character values Care, Cooperation, and Sincerity among elementary school children through an interactive communication approach. The program was implemented using an experiential learning method that included interactive material delivery, educational quizzes, and a creative workshop where participants made bracelets symbolizing each 3K value. This approach was designed to help children internalize moral values through enjoyable, collaborative, and practical activities. The results showed increased enthusiasm, active participation, and improved understanding of the meaning and application of the 3K values in daily life. Positive behavioral changes were also observed, including greater empathy toward peers, stronger teamwork, and sincere attitudes in social interactions. These findings demonstrate that communicative and participatory approaches are effective in shaping character development among elementary school children, particularly in non-formal educational contexts. This activity is expected to serve as a model for similar programs aimed at strengthening character education through communication-based learning in educational institutions.   ABSTRAK Program pembelajaran nilai 3K, yaitu Kerja Sama, Ketulusan, dan Kepedulian, dirancang untuk membentuk karakter siswa Sekolah Sant’Egidio yang berjiwa sosial, empatik, dan berorientasi pada kebersamaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai karakter 3K, yaitu Kepedulian, Kerja Sama, dan Ketulusan, pada anak-anak usia sekolah dasar melalui pendekatan komunikasi interaktif. Sekolah ini diselenggarakan setiap hari Minggu dengan memanfaatkan fasilitas pendopo atau selasar depan kelas di Sekolah Santo Lukas, Sunter. Kegiatan belajar ini diikuti oleh sekitar 50 anak yang sebagian besar berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pembelajaran berbasis pengalaman yang mencakup penyampaian materi interaktif, kuis edukatif, serta workshop pembuatan gelang yang merepresentasikan makna simbolik dari setiap nilai 3K. Pendekatan ini dirancang untuk memudahkan anak-anak memahami nilai-nilai karakter melalui kegiatan yang menyenangkan, kolaboratif, dan aplikatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan peningkatan antusiasme, partisipasi aktif, serta pemahaman yang lebih baik terhadap makna dan penerapan nilai 3K dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, perubahan perilaku positif tampak melalui meningkatnya rasa kepedulian terhadap teman sebaya, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta ketulusan dalam membantu orang lain. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan komunikatif dan partisipatif efektif diterapkan dalam pembentukan karakter anak usia sekolah dasar, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis komunikasi di berbagai institusi pendidikan.
Co-Authors Albansyah, Raihan Alviera, Evely Alvina Damaiyanti Mulyawan Angelie, Chelvie Audrey Manurung Aura Diva Maria Br Simanjorang Aviny, Pratita Ayu Pratiwi Az’zahra, Azlina Bernadett, Fiona CH Brigitta Pricilia Fongesta Bryan Latumanuwy Cahyani, Regita Emelia Cervia Ferdiana Chai, Vanesa Minardi Chellsy Christine Afandi Christina Christina Christy, Silvia Clara, Shindy Claudia Dinata Darmawan, Melly Eko Harry Susanto Erdiansyah, Rezi Evely Alviera Faiza Khairunnisa Amani Taufik Fanny Dwi Anggreany Farid Farid, Farid Farras Natasya Gilang Putra Ramadhan Harry Darmawan Helena Aurora Herman, Sylvia Hertanto, Danessa Valerie Himawan Himawan Jackson Jacqueline Annabell Jessica Tee Jesvanny Jesvanny Joenice, Aneesa Jonathan Kuswandy Jovita Padmasari Junita Sari Kathline Alexandra Thedianto Keira Djauwvanka Kurniawan Kelvin Kevin S Krisjanto Kusuma, Angelina Maria Kristi Monika Lee, Willy Christian Leonard, Glessya Vynika Lishia Wudjud Livia Gracely Wahyu Marcella, Cherise Marcelyn, Aviana Margareta, Vita Martin Martin Maulana, Azzahra Putri Meicella, Fioren Montera, Visca Muharizal Rizki, Aditiya Mustika, Yolanda Aileen Mutongi, Chipo Nanda, Bayu Dwi Natasha, Angelie Alice Nathaniel Christianto Kariodimedjo Novianti, Dian Olivia Laurensa Priscilla, Cherise Reinardus, Mitchelle Rezi Erdiansyah Ria Chandra Rinaldi, Keyza Baby Riris Loisa Rizky Adiguna Iswanto Putra Rusdi, Farid Sasa Sendjaja Selina Kurnia Setyanto, Yugih Setyanto, Yugih Simanjuntak, Bintang Samuel Sinta Paramita Sissy, Cecilia Stenly Bambang Yeremia Wantah Surya, Elizabeth Sutandi, Sania Tanasia, Valen Tanoto, Olivia Tedjo, Alessandro Angelo Teodorus, Reynald Adril Veronika, Rika Viona Marcella Willy Willy Winendy Kuswanto Winston Yohanes, Geraldi Yovianty, Livia