Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EDUKASI BAHAYA BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL MELALUI BUKU ELEKTRONIK KEBAL (KENALI EMOSI BERANI ATASI LAPOR) DENGAN PENERAPAN MODEL PBL KELAS IV SDN 03 CIKIDANG Nahla Deizha Anzal; Azkia Nurul Fauziah; Fatih Nur Farhan; Putri Ajeng Siti Nurjannah; Luthfiyah Al Jamilah; Faqih Rasyid Hermawan; Ida Laila; Faisal Sadam Murron
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan edukasi bahaya bullying terhadap kesehatan mental siswa melalui buku elektronik KEBAL (Kenali Emosi, Berani Atasi, Lapor) dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas IV SDN 03 Cikidang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Pembelajaran dilaksanakan secara klasikal dengan memanfaatkan buku elektronik KEBAL yang ditampilkan melalui Smart TV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan buku elektronik KEBAL mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep bullying, bentuk-bentuk bullying (verbal, fisik, dan sosial), serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Siswa menunjukkan kemampuan dalam mengenali emosi korban serta mampu merumuskan solusi yang tepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi buku elektronik KEBAL dengan model PBL efektif sebagai strategi edukasi preventif bullying yang tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap, kesadaran emosional, dan keterampilan sosial siswa terhadap pentingnya kesehatan mental sejak dini.
Creative teacher's dictionary: Enhancing teacher competence in creating learning media to support Indonesia's SDGs program Dea Febrina Irawan; Adilla Dzakiroh; Diva Ayu Putri Pradana; Dwi Antika Andi Saputri; Faisal Sadam Murron
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62921

Abstract

This research focuses on the Creative Teacher's Dictionary, specially designed for educators to assist in developing digital learning media that support Indonesia's Sustainable Development Goals (SDGs) program. This dictionary is crucial in shaping high-quality educators capable of providing meaningful learning experiences. The research is guided by selecting a dictionary as the primary tool for developing educational media because a dictionary plays a strategic role in providing comprehensive guidance to educators in designing learning media that support SDGs. The Creative Teacher's Dictionary offers practical guidance on using various up-to-date applications and technologies to create innovative and relevant learning experiences. This research aims to develop the Creative Teacher's Dictionary, provide comprehensive resources for educators, and ensure the quality of its content. The research employs the Design and Development (D&D) method using the ADDIE model. The assessment involves expert validation and interviews to ensure the quality of the content of the Creative Teacher's Dictionary. The validation results by subject matter experts and language experts indicate an "Very Good" assessment. The final trial results affirm that this book can enhance teachers' competence in creating learning media and can be used by educators and students needing the most up-to-date information. This research analyzes the implementation, evaluates strengths and weaknesses, and provides solutions for creating learning media based on relevant application categories.   Abstrak Penelitian ini membahas tentang Kamus Guru Kreatif yang dirancang khusus untuk para pendidik, membantu pengembangan media pembelajaran berbasis digital yang mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Kamus ini berperan membentuk pendidik berkualitas yang mampu memberikan pengalaman belajar bermakna. Penelitian ini dipandu oleh pemilihan kamus sebagai alat utama pengembangan media pembelajaran karena kamus memiliki peran strategis dalam memberikan panduan lengkap bagi pendidik dalam merancang media pembelajaran yang mendukung SDGs. Kamus Guru Kreatif menyediakan panduan praktis tentang penggunaan berbagai aplikasi dan teknologi terkini untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang inovatif dan relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Kamus Guru Kreatif, menyediakan sumber daya yang komprehensif bagi pendidik, dan menjamin kualitas isinya. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model ADDIE. penilaian ini melibatkan validasi ahli dan wawancara untuk memastikan kualitas konten Kamus Guru Kreatif. Hasil validasi ahli materi dan ahli bahasa menunjukkan penilaian pada kategori “Sangat Baik”. Hasil akhir uji coba menyatakan bahwa buku ini mampu meningkatkan kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran dan dapat digunakan oleh pendidik dan siswa yang membutuhkan sumber informasi terkini. Penelitian ini menganalisis penerapan, evaluasi kelebihan dan kelemahan, serta solusi pembuatan media pembelajaran berdasarkan kategori aplikasi yang relevan. Kata Kunci: Kamus guru kreatif; kompetensi guru; media pembelajaran; program SDGs Indonesia
Efektivitas Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Penerapan Sila Pancasila Fase A Helena Veronica; Pupun Nuryani; Faisal Sadam Murron
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s20gpr92

Abstract

This study was conducted to determine the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in improving elementary school students’ conceptual understanding of the application of Pancasila principles. The study was motivated by the low level of students’ conceptual understanding observed during the preliminary study. A quantitative pre-experimental method with a one-group pretest–posttest design was employed. The participants consisted of 24 second-grade students at a public elementary school in Bandung. Data were collected using fill-in-the-blank and essay tests administered before and after the implementation of the PBL model. The average pretest score was 45.83, while the average posttest score increased to 73.02, indicating a 59.33% improvement in students’ conceptual understanding. The N-Gain score was 0.49, which falls into the moderate category, demonstrating that the PBL model effectively enhanced students’ conceptual understanding of the application of Pancasila principles. These findings indicate that integrating contextual problems through the PBL model encourages active learning and supports meaningful conceptual understanding among Phase A elementary school students.