Claim Missing Document
Check
Articles

AISYIYAH SUMORAME CANDI SIDOARJO KEMBANGKAN RUMPUT LAUT MENJADI PRODUK BERNILAI TINGGI Lukman Hudi; Andriani Eko Prihatiningrum; Poppy Diana Sari; Rahmah Utami Budiandari; Achmad Baihaqi
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i2.5249

Abstract

Abstrak. Pengembangan produk crispy rumput laut Gracilaria verrucosa pada Aisyiyah Ranting Sumorame, Candi, Sidoarjo merupakan upaya strategis dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis potensi lokal. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi anggota Aisyiyah melalui pengolahan rumput laut menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing pasar. Selama ini, rumput laut umumnya dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah, sehingga pengolahan menjadi crispy dapat meningkatkan nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga. Gracilaria verrucosa termasuk alga merah (Rhodophyta) yang kaya senyawa bioaktif, serat pangan, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Produk crispy rumput laut memiliki potensi pasar yang luas karena termasuk camilan sehat rendah kalori dan tinggi serat yang sesuai dengan tren konsumsi masyarakat modern. Selain itu, penggunaan rumput laut dalam produk pangan terbukti meningkatkan kualitas sensorik, kandungan fenolik, aktivitas antioksidan, serta menekan pertumbuhan mikroba. Pengembangan produk berbasis rumput laut tidak hanya mendukung peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru berbasis agroindustri rumah tangga. Kata kunci: rumput_laut, Gracilaria _verrucosa, crispy, pemberdayaan_ekonomi
Physicochemical Characteristics of Cucumber Sherbet on Various Pandan Wangi Juice Concentrations and Sweetener Types Syarifa Ramadhani Nurbaya; Rima Azara; Andriani Eko Prihatiningrum; Lukman Hudi; Danya Mozza Elshiva
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 5, No 2 (2024): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v5i2.92815

Abstract

Cucumbers can be processed into a frozen snack called sherbet. The problem with using cucumber in sherbet processing is its bland taste. Pandan wangi leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) can be used to improve the flavor and aroma of cucumber sherbet. This study aimed to determine the effect of pandan wangi juice concentration and sweetener type on cucumber sherbet’s physical and chemical characteristics. The study used a factorial randomized group design consisting of 2 factors: the concentration of pandan wangi juice (5%, 10%, and 15%) and the type of sweetener (simple syrup, fructose, and honey). The physicochemical characteristics observed in this study include overrun, texture, color (L, a, b), melting time, total dissolved solids, vitamin C content, and total chlorophyll. The interaction between the concentration of pandan wangi juice and the type of sweetener significantly influenced the overrun of cucumber sherbet. The concentration of pandan wangi juice significantly influenced the texture, greenness (a-), yellowness (b+), and total chlorophyll. The type of sweetener significantly affects the yellowness (b+) value, melting time, and total soluble solids. The best treatment is pandan wangi juice with a concentration of 15% and fructose syrup as a sweetener type. Pandan wangi juice concentration and sweetener type can improve the characteristics of sherbet in terms of both physical and chemical properties. Cucumber sherbet combined with pandan wangi juice and certain sweeteners can be a healthy frozen snack.
Optimasi Proses Pembuatan Kombucha Daun kelor (Moringa oleifera L.) Kajian Konsentrasi Sukrosa dan Lama Fermentasi Sebagai Minuman Probiotik menggunakan Response Surface Methodology Rahmah Utami Budiandari; Allysa Rowihatunnufus Hikmah; Syarifa Ramadhani Nurbaya; Andriani Eko Prihatiningrum; Fitriyan Nur Indahsari
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.268

Abstract

Kombucha umumnya berbahan dasar teh hitam atau teh hijau, untuk meningkatkan nilai gizi dan bioaktivitas, penelitian modern telah mengalihkan fokus ke diversifikasi substrat, salah satunya adalah daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum kombucha daun kelor terhadap karakteristik dari metode respons permukaan RSM variabel lama fermentasi dan konsentrasi sukrosa. Optimasi kombucha dilakukan dengan metode Response Surface Methodology (RSM) dua variabel bebas yakni konsentrasi sukrosa (X1) (10, 20, 30%) dan lama fermentasi (X2) (96, 144, 192 jam), terhadap respons total flavonoid. Hasil kombucha optimal pada perlakuan 20% sukrosa dan lama fermentasi selama 144 jam, dengan respons total flavonoid sebesar 0,182 mgQE/g. Karakterisik kombucha optimal meliputi nilai Total Padatan Terlarut (TPT) 15,4°Brix, pH 4,6, Vitamin C 0,12% dan total gula 0,62% yang dapat digunakan sebagai minuman probiotik fungsional bernilai ekonomi tinggi.
Pelatihan Managemen Sampah untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Sesuai SDG’s 13 di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Kalitengah Tanggulangin Syamshudduha Syahrorini; Akhmad Mulyadi; Shazana Dyah Ayuni; Andriani Eko Prihatiningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.22067

Abstract

ABSTRAK Sampah merupakan permasalahan yang selalu dihadapi baik di kota maupun di desa, karena setiap hari setiap individu membuang sampah setidaknya sebesar 0,5 kg. Untuk itu perlu adanya edukasi ke Masyarakat bagaimana mengolah sampah sebelum dibuang ke TPS. Desa Kalitengan dalam penanganan sampah masih mengandalkan pembuangan sampah di tingkat desa, dengan cara pengambilan sampah satu minggu sekali dengan biaya setiap rumah 20 ribu. Sampah rumah tangga adalah sampah yang paling banyak, sehingga perlu adanya pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga, pengumpulan atau daur ulang sampah plastik. Dengan demikian diharapkan masyarakat sudah bisa memilah sampah rumah tangganya sebelum dibuang ke TPS. Melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Ranting “Aisyiyah Kalitengan Tanggulangin Sidoarjo memberikan penyadaran akan managemen pemilahan sampah dan pengolahan sampah organic dari rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan memberikan pelatihan managemen bank sampah, pengolahan sampah organic menjadi eco enzyme dan kegunaannya, serta pembuatan eco brik. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini warga ‘Aisyiyah Ranting Kalitengah bisa mengolaha sampah organic menjadi eco enzyme, pembukuan bank sampah dan eco brik. Dari pelatihan ini warga ‘Aisyiyah bisa memilah sampah organic dan an organic yang bernilai ekonomis Kata Kunci: ‘Aisyiyah, Managemen Sampah, Organik, Pelatihan.  ABSTRACT Waste is a persistent problem in both cities and villages, as each individual disposes of at least 0.5 kg of waste daily. Therefore, community education is needed on how to process waste before disposing of it at the landfill (TPS). Kalitengan Village still relies on village-level waste disposal for waste management, with weekly collection at a cost of 20,000 Rupiah per household. Household waste constitutes the largest source of waste, necessitating training on organic household waste management, plastic waste collection, and recycling. This is expected to empower the community to sort their household waste before disposing of it at the TPS. Through the Institute for Environment and Disaster Management (LLHPB), the Branch Leadership of "Aisyiyah Kalitengan Tanggulangin Sidoarjo provides awareness of waste sorting management and organic waste processing from households. The method used in this community service is to provide training on waste bank management, processing organic waste into eco-enzymes and their uses, and making eco-briks. The results of this community service are that residents of 'Aisyiyah Kalitengah Branch can process organic waste into eco-enzymes, bookkeeping for waste banks and eco-briks. From this training, 'Aisyiyah residents can sort organic and inorganic waste that has economic value. Keywords: 'Aisyiyah, Waste Management, Organic, Training
Sosialisasi Kekompakan Tim Melalui Outbound pada Kelompok Sadar Wisata Desa Mojo Kabupaten Bojonegoro Erna andajani; Siti Rahayu; Andriani Eko Prihatiningrum
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.07 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v3i2.2702

Abstract

The socialization program for team cohesiveness was carried out at the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) of Mojo Village. This Pokdarwis has just been formed and has a role in managing boat tours and star fruit plantation tourism owned by Mojo Village. Boat tours and star fruit gardens are the mainstay of Mojo Village. The socialization for team cohesiveness was carried out with 33 people targeting the entire Pokdarwis group. Outbound activities are carried out indoors and outdoors for one full day. The purpose of outbound activities is to build the work of the Pokdarwis team as a whole and foster motivation among Pokdarwis members. The success of the socialization program was seen from the enthusiasm of Pokdarwis during outbound and through filling out questionnaires from members of Pokdarwis. Pokdarwis members have internal motivation that is better than external motivation. Internal motivation leads to self-motivation of Pokdarwis members, while external motivation refers to factors outside oneself. The results of data processing indicate that Pokdarwis Mojo also has good team cohesiveness. Compact teamwork and strong self motivation are very much needed by Pokdarwis in developing tourism in Mojo Village.
Pemberdayaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Durungbedug melalui Pelatihan Bibit Kelor Berbasis SDGs Agus Miftakhurrohmat; M. Abror; Andriani Eko Prihatiningrum; Ade Eviyanti; Firmanto; Anang Tri Yuhono
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)-INPROSES
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v6i2.10324

Abstract

Pemberdayaan pelajar merupakan strategi penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan, lingkungan, dan ekonomi. Pelajar Muhammadiyah yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting Durungbedug memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, namun belum sepenuhnya dibekali keterampilan praktis yang mendukung kemandirian lingkungan dan ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Pelajar Muhammadiyah Durungbedug melalui pelatihan pembibitan tanaman kelor (Moringa oleifera) sebagai upaya membangun kemandirian lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan teknis pembibitan, praktik mandiri dan pendampingan, pemanfaatan bibit, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelajar dalam teknik pembibitan tanaman kelor. Pelajar berhasil memproduksi dan memelihara 200 bibit kelor dengan kondisi pertumbuhan yang baik. Sebanyak 200 bibit dimanfaatkan untuk penanaman di lingkungan sekitar sebagai upaya penghijauan, dan 100 bibit berhasil dijual kepada masyarakat sebagai bentuk praktik kewirausahaan sederhana. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada pelajar dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi berbasis potensi lokal. Program pengabdian ini berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan demikian, pelatihan pembibitan kelor efektif sebagai model pemberdayaan pelajar yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi pada komunitas pelajar lainnya.
Co-Authors A'rasy Fahruddin A. Miftakhurrohmat Abdullah Fahmi Rabbani Abror, M. Achmad Baihaqi Achmad Billyardi Adawiyah, Ro’biatul Ade Eviyanti Agus Hayatal Falah Agus Miftakhurrohmat Ahmad Khafids jalaluddin Aisyah Nurkhaliza Akhmad Mulyadi Alfrina Nabila Alhaq Alhaq, Alfrina Nabila Allysa Rowihatunnufus Hikmah Anang Tri Yuhono Andajani, Erna Andika Wahyu Nugraha Assholikhah, Aisyah Dirra Belia Findurina Bilqis Sabrina A Budi, Setyo Budiandari, Rahma Utami Canda Kharisma Septabrina Danya Mozza Elshiva Denny Irawan Didit Riancono Emy Rosnawati Faiza Nur Aini Fajrian Moch Bintang Farabi, Ahmad Al Findurina, Belia Firmanto fitriyah nur Fitriyan Nur Indahsari Hana Catur Wahyuni Hasan Ubaidillah Hilmi, Sectio Bachrul Ida Agustini Saidi Izza Anshori Jalaluddin, Ahmad Khafidh Kinanti, Kintan Sari Lely Ika Mariyati Li’aini, Arrohmatus Syafaqoh Lukman Hudi M Abror M. Amin Zakariyah mariah alqibtiyah Metatia Intan Mauliana Miftakhurrohmat, A. Miranda, Wiji Amelia Moch R Syarifuddin Fathony Muhammad Abror Muhammad Alif Muhammad Irfan Hakim Nabila Nurma Riski Nurkhaliza, Aisyah poppy diana Poppy Diana Sari Purwanti, Yanik Putri Karina Rachmadani Rabbani, Abdullah Fahmi Rachmadani, Putri Karina Rahmah Utami Budiandari Rima Azara Ro’biatul Adawiyah Sahara, Zhahlya Amaldha Saiful Arifin Sectio Bachrul Hilmi Septabrina, Canda Kharisma Shaza Dyah Ayuni Shazana Dyah Ayuni Siti Rahayu Sony Raharjo Sugeng Santoso Sutarman . Sutarman Sutarman Syahrorini, Syamsudduha Syamshudduha Syahrorini Syarifa Ramadhani Nurbaya Widayanti, Silvi Widyastuti Wiharyanti Nur Lailiyah Wiji Amelia Miranda