Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETAMBAK MELALUI PRODUK INOVATIF OLAHAN HASIL TAMBAK BERBASIS EKOWISATA MANGROVE DI KELURAHAN KEPUTIH, KECAMATAN SUKOLILO KOTA SURABAYA Sri Wiyatiningsih; Sigit Dwi Nugroho; Wahyu Santoso
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 1 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.232 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v3i1.2019.29-35

Abstract

Nilai estetika dan spesifikasi, serta potensi keanekaragaman hayati merupakan alasan mengapa ekosistem mangrove layak dijadikan tujuan wisata. Masyarakat pesisir Keputih Kecamatan Sukolilo telah menyadari adanya kerusakan kawasan hutan mangrove di lingkungan mereka, dan mereka sudah meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mengembalikan kondisi kawasan mangrove mereka seperti semula. Namun kurangnya kepercayaan diri dan kemampuan berusaha mereka menyebabkan mereka belum mampu bergerak sendiri. Pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo dalam memahami dan menempatkan posisi dirinya sebagai masyarakat pesisir dalam pengembangan kawasan wisata mangrove sangat diperlukan. Konsep yang digunakan untuk mengatasi permasalahan adalah membangun kepercayaan dan kerjasama yang baik sehingga program ini dapat didukung oleh semua pihak. Kegiatan KKN PPM yang telah dilaksanakan adalah sosialisasi pentingnya tanaman Mangrove kepada siswa SD, SMA, petambak, nelayan, masyarakat, penyuluhan tentang pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove, Green and Clean Kawasan ekowisata, Reboisasi Mangrove kepada masyarakat, pelatihan pengembangan teknologi olahan produksi hasil tanaman mangrove dan olahan produksi hasil laut/tambak, pembuatan kincir air untuk tambak, pelatihan pembibitan dan penanaman mangrove, pembuatan Alat Pengering Tepung Mangrove, pembuatan alat pengasapan bandeng, pelatihan manajemen pengembangan kewirausahaan, lomba Menggambar dan Mewarnai Tanaman Mangrove untuk anak SD, dan lomba Pengolahan hasil tanaman mangrove dan hasil tambak untuk Ibu-ibu PKK.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENGEMBANGAN DESA WISATA JERUK PAMELO ORGANIK DI DESA TAMBAKMAS, KECAMATAN SUKOMORO, KABUPATEN MAGETAN Sri Wiyatiningsih; Wiwik Sri Harijani; Wahyu Santoso; Riko Setya Wijaya
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.416 KB) | DOI: 10.36456/abadimas.v3.i2.a2168

Abstract

Pengembangan tanaman jeruk pamelo di Desa Tambakmas memiliki dua sisi kontradiktif, terdapat kendala seperti halnya rendahnya tingkat produktivitas dan kualitas buah, perilaku petani dalampenggunaan pestisida kimia dan jalur pemasaran dikuasai pengepul, sedangkan potensi desadengan jumlah penduduk dan sumber daya alam pendukungnya menjadi peluang untukdimanfaatkan melalui usulan skim hibah Program Pemberdayaan Masyarakat UnggulanPerguruan Tinggi (PPMUPT). Pengabdian masyarakat ini dilakukan bermaksud untukmengidentifikasi persepsi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Jeruk Pamelo Organikberbasis Biopestisida. Informasi data yang berhasil dikumpulkan dari sebaran kuesionerselanjutnya diproses dengan pendekatan statistik deskriptif kualitatif dan penyajiannya didukungoleh software MS. Excel 2013 dan IBM SPSS Ver. 23. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakatPersepsi internal berhasil terbentuk dari masyarakat yang berpartisipasi dalam pengembangandesa wisata jeruk pamelo organik adalah mereka telah berumur 40 tahun dan atau lebih,berjenjang pendidikan terbanyak adalah SLTA atau sederajat serta memiliki motivasi pokok yaitumeningkatkan pendapatan sambil tetap mempertahankan produktivitas jeruk pamelo yangdibudidayakannya. Eksistensi pengembangan desa wisata jeruk pamelo organik dipersepsikansecara baik pada indikator dukungan kelompok tani dan dukungan Tim PPMUPT. Sebaliknya,indikator dukungan pemerintah desa dipersepsikan biasa saja, karena mereka mengganggapdukungan pemerintah baik desa maupun kabupaten belum sepenuhnya memenuhi harapanmasyarakat.
Pengaruh Perendaman Bibit Bawang Merah Dengan Formulasi Biopestisida Untuk Mengendalikan Penyakit Moler (Fusarium oxysporum) Dinda Rizka Rahayu; Sri Wiyatiningsih; Penta Suryaminarsih
AGRITROP Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i2.6337

Abstract

Bawang  merah  (Allium  ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura primer dan banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,   diantaranya   sebagai   bumbu masakan  dan  obat  tradisional. Salah satu OPT yang menyerang tanaman bawang adalah Fusarium oxysporum penyebab penyakit Moler. Sasaran serangannya yaitu bagian dasar dari umbi lapis. Tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan optimal dengan perendaman bibit bawang merah selama beberapa menit dengan suhu 45º - 50℃ dan dapat mengurangi serangan penyakit moler. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yaitu pengambilan sampel sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan pada setiap petakan lahan-lahan pertanaman bawang merah. Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan perendaman umbi menggunakan fobio selama 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Terdapat 5 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 30 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan diulang 3 kali, terdiri dari 100 tanaman bawang merah dengan jarak tanam 15 x 15 cm dan jarak barrier 50 cm.  Jumlah seluruh tanaman yaitu 3000 tanaman.  Formula Biopestisida adalah suatu produk ferementasi mikroorgansime yang dapat digunakan sebagai agens pengendali hayati dan sebagai PGPR yang diformulasikan dalam bentuk cairan sehingga mudah digunakan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan lama waktu terbaik perendaman umbi bawang merah dengan formulasi biopestisida untuk mengendalikan jamur Fusarium oxysporum penyebab penyakit moler.  Perendaman umbi bawang  merah dengan formulasi biopestisida fobio selama 60 menit memberikan hasil terbaik dalam menekan intensitas penyakit moler akibat Fusarium oxysporum.
PENGARUH PEMBERIAN Trichoderma sp. DAN Streptomyces sp. TERHADAP KEBERADAAN NEMATODA PURU AKAR DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT CERI Siti Fatimatus Syahrok; Wiludjeng Widiyati; Didik Utomo Pribadi; Sri Wiyatiningsih; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4109

Abstract

Tanaman tomat ceri merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Penurunan produksi dapat disebabkan oleh organisme penggangu tanaman, salah satunya nematoda puru akar yang disebabkan oleh nematoda Meloidogyne sp. Alternatif pengendalian yang lebih aman dan efiesien dengan menggunakan agensia hayati Trichoderma sp. dan Streptomyces sp.  Penggunaan media produksi yang tepat  meningkatkan efikasi agensia hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. dari beberapa media produksi terhadap gejala dan keberadaan puru akar yang disebabkan nematoda Meloidogyne sp. dan pertumbuhan tanaman tomat ceri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dalam Rancangan Acak Kelompok (RAKL) Faktorial dengan faktor pertama perbandingan isolat Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. serta faktor kedua yaitu jenis media produksi. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan Trichoderma sp. dan  Streptomyces sp. perbandingan 1:3  dan media produksi Ekstrak Kentang Gula memiliki kemampuan mengurangi keberadaan puru akar serta meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat ceri yang telah terinfeksi nematoda Meloidogyne sp.
APLIKASI BIOPESTISIDA FOBIO DAN STREPTOMYCES SP. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT MOLER PADA TANAMAN BAWANG MERAH Gusdino Hasyidan; Sri Wiyatiningsih; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4855

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman hortikultura unggulan dan banyak petani yang melakukan usaha tani secara intensif. Salah satu OPT yang menyerang tanaman bawang adalah Penyakit Moler. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Sasaran serangannya yaitu bagian dasar dari umbi lapis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan sehingga terdapat 24 satuan petak percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 100 tanaman, sehingga total tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2400 tanaman. Setiap tanaman berjarak tanam 23 cm x 18 cm sehingga total luas lahan yang digunakan dalam penelitian ini 118 m2. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan fungisida yang dilakukan secara terus menerus oleh petani  dalam mengendalikan penyakit moler dengan bahan kimia, sehingga perlu dilakukan percobaan pengendalian secara organik yakni dengan menggunakan larutan Biopestisida Fobio dan Agensia Hayati Streptomyces sp. untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan fungisida di Desa Bulugunung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan namun tetap memiliki potensi keberhasilan panen yang optimal. 
KEPADATAN POPULASI ARTHROPODA PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH DENGAN PEMBERIAN FORMULASI BIOPESTISIDA DI KABUPATEN NGANJUK Hendra Wahyudi Ariyono; Wiwin Windriyanti; Sri Wiyatiningsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4881

Abstract

Nganjuk merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan total luas tanam 11.300 Ha. Persentase kerusakan tanaman yang besar dapat mengakibatkan penurunan bobot umbi. Studi keanekaragaman serangga merupakan langkah awal dalam pengendalian hama dan pengendalian hama pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan populasi arthropoda di perkebunan bawang merah setelah penggunaan formulasi biopestisida dan pestisida kimia. Penelitian dimulai pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian 140 m dpl dengan aplikasi fobio (formulasi biopestisida) dan insektisida kimia. Luas daerah penelitian sekitar 140 m², dimana terdapat 2.400 populasi tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 100 tanaman bawang merah dengan jarak tanam 18 x 14 m dan jarak pagar 50 cm. Berdasarkan pengamatan populasi artropoda pada perlakuan organik berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan konvensional dan semi organik.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA TANAMAN PADI DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN DI DESA SAMBIREJO Fajri Rizky Saptono; Sri Wiyatiningsih; Wiludjeng Widayati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5006

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting karena menghasilkan beras yang menjadi sumber bahan makanan pokok. Masalah utama yang sering dialami oleh petani padi adalah adanya organism pengganggu tanaman (OPT) di alam yang menyerang tanaman padi. Penggunaan biopestisida fobio dan agensia hayati Streptomyces sp.  dapat dijadikan pilihan cara alternative dalam mengendalikan serangan serangga hama tanpa residu yang dapat menimbulkan berbagai masalah pada ekosistem. Penggunaan biopestisida dan Streptomyces sp. diharapkan mampu untuk mengendalikan serangan hama tanaman padi dan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Penelitian ini dilaksanakan pada 04 Maret sampai dengan 13 April 2021. Lokasi pelaksanaan di Desa Sambirejo Kecamatan Pare,  Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampling. Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah Indeks kanekaragaman serangga populasi serangga hama. perlakuan penyemprotan dengan formulasi biopestisida, penyemprotan dengan Streptomyces sp., penyemprotan dengan campuran formulasi biopestisida dan Streptomyces sp. serta penyemprotan dengan pestisida kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks keanekaragaman (H’) tertinggi terdapat pada perlakuan Streptomyces sp. Indeks kemerataan jenis Fobio + Streptomyces sp. dan pestisida kimia lebih tinggi dibandingkan dengan Biopestisida dan Streptomyces sp. Perlakuan pestisida kimia dan Streptomyces sp. mempengaruhi populasi serangga hama pada lahan penelitian. Streptomyces sp. mampu mempengaruhi populasi serangga hama dengan memanfaatkan metabolit yang dihasilkan.
Marketing System for Rumah Coklat Trenggalek Based on Website, Online Store, and Game as I.T. Ecosystem Pratama Wirya Atmaja; Sri Wiyatiningsih
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology in Publication, Implementation and Co
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Rumah Coklat is a new company in Trenggalek, East Java, that is in the business of production and retail selling of chocolate in cooperation with local government and cacao farmers. Because of its status as a new company and its location in Trenggalek, which is not a big city, CV. Rumah Coklat faces significant difficulties in marketing its products. To improve the situation, Technopark UPN “Veteran” of East Java is incubating CV. Rumah Coklat in order to develop its online marketing system which consists of a website, an online store, and a game application. The three elements of the marketing system are integrated and therefore are able to exchange information with other for various purposes. The game application is a freemium, which means it can be downloaded and played freely but requires the players to unlock features by buying products on the online store, and this in turn will boost CV. Rumah Coklat’s revenue as the game application’s players become potential consumers for the chocolate products. Other than that, the game application can also show advertisements for products that are being sold on the online store, give vouchers or prizes to the best players which can be redeemed on the online store, and other things that can increase brand awareness and consumer engagement. The website and the online store have been launched and the 1.0 version of the game application will be released for Android platform on Google Play Store
Socialization of Pamelo Cultivation Based on Biopesticides: a Community Service to Develop Organic Pamelo Tourism Village in Tambakmas Village, Sub-District Sukomoro, Magetan Sukomoro, Magetan Regency. Sri Wiyatiningsih; Wiwik Sri Harijani; Wahyu Santoso; Riko Setya Wijaya
Nusantara Science and Technology Proceedings 4th International Seminar of Research Month
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2019.0442

Abstract

Community service, concerning the development of organic Pamelo Tourism Village based on biopesticides, has been carried out in Tambakmas Village, sub-district Sukomoro, Magetan Regency. Pamelo (Citrus maxima) has potential to be developed due to its ability to grow in tropical area and its raising production. Tambakmas Village in sub-district Sukomoro, Magetan, is one of the Pamelo production areas. Stem rot, caused by Botryodiplodia theobromae which is often happened to Pamelo trees in Tambakmas village, might reduce the quality and quantity of the harvest. However, the use of chemicals to prevent stem rot must be avoided to preserve the environment. Therefore, the development of Pamelo Organic Tourism Village requires biopesticide-based organic agriculture to restrain the disease. The socialization of biopesticide-based organic pamelo cultivation has been carried out to the Pamelo farmer group in Tambakmas Village from May to July 2019, it was integrated disease control including weeding, pruning, preparing and sterilizing the soil, and application of biopesticides. The severity of stem rot disease in Pamelo trees on the observation land with integrated disease control was examined and compared to the trees on the farmers' land without integrated disease control. Results of the observation land with integrated disease control showed that the disease severity slowly decreased by 16.20%. In contrast, disease severity that happened in the land without integrated disease control increased by 5.8%. Besides, the Pamelo trees that were treated with biopesticide developed a wound healing from the stem rot disease and exhibited growth of shoots on the treated region.
The Influence of Some Types of Biological Agent Formula and the Different Application Time on the Population of the Biological Agent Bacteria and The Chili Plants Yenny Wuryandari; Sri Wiyatiningsih Suwandi
Nusantara Science and Technology Proceedings 4th International Seminar of Research Month
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2019.0446

Abstract

One alternative for suppressing disease and promoting plant growth is to use the formula for biological agents. The research aims to determine the best formulation of Pseudomonad fluorescent Pf-122 and to determine the right application time in stimulating the growth of chili plants. The formula is made by mixing bacterial active ingredients with semi-natural media of rice crab by hydrolyzing using pineapple and papaya, as well as organic fertilizer. The study used 2 treatment factors. The first factor is the type of formula consisting of control using only Pf-122 (F0), Pf-122 + K (rice crab) (F1), Pf-122 + KN (rice crab by hydrolyzing using pineapple) (F2), Pf-122 + KP (rice crab by hydrolyzing using papaya) (F3). The second factor is application time; watering five days before planting and watering while planting. The results showed that plant growth, namely plant height, number of leaves, root length, and root weight did not differ statistically significantly from all treatment types of application. When viewed from the time of application of the formula, there is also no difference in the growth of chili plants. However, when viewed from the average value, the control without formula tends to show a lower growth value compared to that given the formula. In the generative growth phase, which is when the flowers appear, the chili plants are given a formula faster than without the formula. Application for all types of formulas, the time of occurrence of flowers is not significantly different. The number of Pf-122 populations in the rhizosphere decreases and increases are unstable in all formula applications. The high Pf-122 population in the rhizosphere does not show high chili growth either
Co-Authors Agustin, Indah Sari Dwi Alfia Rofika Sari Arika Purnawati Armadianty, Fany Risma Boleng, Maya Stolastika Deviyanti, Nur Qomariyah Dewi Anggraini Diasi, Ananta Rizki Dinda Rizka Rahayu Dita Megasari Dwi Afrian Dwi Afrian Dwi Suci Rahayu Eben, Philipus Wahyu Baskoro Eko Setiyo Wawan Elvira, Nolla Dwi Endang Triwahyu Prasetya Endang Triwahyu Prasetyawati Ersyaf, Ihza Muhammad F. Deru Dewanti Fajri Rizky Saptono Faradila Amir Farisa Fitri Wijayanti Fitriya Pebriana Gusdino Hasyidan Gusdino Hasyidan Harijani, Wiwik Sri Haykal, Arkan Hendra Wahyudi Ariyono Hendra Wahyudi Ariyono Herry Nirwanto Herry Nirwanto Hery Nirwanto, Hery Ika Nur Fitriana Indah Anita Sari Izza, Salsa Bila Ari Nur Kurniawan, Muhammad Izza Laila, Nita Nur Lia Iswindari Mukaromah Maroeto ., Maroeto Maroeto Maroeto Moch Nur Yudha Moch. Arifin Mohamad Hipti Nabila Alysia Multazam Nauval Zakqy Nia Rulinggar Putri M Pangesti Nugrahani Penta SURYAMINARSIH Penta Suryaminarsih Pratama Wirya Atmaja Pribadi, Didik Utomo Pribadi, Didik Utomo Ramadhani Mahendra Kusuma Rani, Sasiska Ratna Arifiani Sukmaningrum Retno Sulistiyowati Riko Setya Wijaya Riko Setya Wijaya Robithotul Ummah Rosyiidah Sholihin, Alyaa Arwaa Santoso, Wahyu Sarah Hikmah Marieska Sarah Hikmah Marieska Sentoso, Wahyu Septikahady, Hani Shafa, Yola Salsabila Shavira Dwi Livita Reza Sigit Dwi Nugroho Sisko Budianto Siti Fatimatus Syahrok Surya Ari Widya Suryandika, Fadila Suwandi Syahrok, Siti Fatimatus Tri Mujoko Tri MUJOKO Tri Wahyu Prasetyawati, Endang Wahyu Santoso Wahyu Santoso Wahyu Santoso Wanti Mindari Wijaya, Riko Setya Wiludjeng Widajati Wiludjeng Widayati Wiludjeng Widiyati Windriyanti, Wiwin Wiwik Sri Harijani Wiwik Sri Harijani Yenny WURYANDARI