Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman Mikroflora, Mikrofauna, Kandungan C-organik, dan Total N Tanah Sawah Akibat Aplikasi Azolla dan Pupuk Hayati Mieke Rochimi Setiawati; Pujawati Suryatmana; Tualar Simarmata
Soilrens Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v18i1.29041

Abstract

This study was conducted to determine the effect of Azolla pinnata and biofertilizers (Azotobacter and Phosphate Solubilizing Bacteria) on the total microflora, microfauna, organic C, N-total soil, and C/N ratio of soil in lowland rice. The study was carried out in the SPLPP experimental field (Agricultural Research and Development Research Studio) of the Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jelekong Village, Ciparay, Bandung Regency, West Java, with an altitude of 628 meters above the sea level. The experimental design used was factorial randomized block design consisted of two factors and repeated four times. The first factor was the provision of Azolla with two levels: without Azolla and 3 tons ha-1 of Azolla pinnata. The second factor was the provision of biofertilizer with three levels, without biofertilizer, 5 L ha-1 biofertilizer, and 10 L ha-1 biofertilizer. The results showed that there was an interaction between A. pinnata with biofertilizer on the increase in the total bacterial population. Total fungus, microfauna (nematodes), and soils N-total content did not increase with the addition of Azolla or biofertilizers. Independently A. pinnata increased soil C-organic matter while biofertilizer 10 L ha-1 increased the total population of actinomycetes.
Inokulan Rhizobakteri untuk Meningkatkan Kelimpahan Mikroba Tanah, Klorofil dan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Inceptisols Tualar Simarmata; Maria Eprina Kusumo Wardani; Eka Dwi Anggrainy
Soilrens Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v18i2.32073

Abstract

Inorganic fertilizers are used intensively as the main source of essential nutrients to boost oil palms productivity. However, it’s also to contribute to degradation of organic matter and soil health. The research aimed to investigate the effect of rhizobacteria inoculant to increase the beneficial soil microbes (RNF= rhizobacteria nitrogen fixer and rhizobacteria phosphate solubilizes = RPS) in rhizobiome and the growth oil palm seedling was conducted from January to May 2020 on Inceptisols. The experiment was arranged as randomized block design, consisted of 9 treatments (control, 3, 6, 9, 12 kg ha-1 of RNF, and its combination with RPS and provided with 3 replicans. Observed respond were total bacteria, RNF, the seedling growth and chlorophyll content. The experimental results revealed that rhizobacterial inoculation had a significant effect on RNF, RPS, total bacterial population, and the chlorophyll content of oil palm seedlings. The abundance of soils microbes during the trial were rellative high (>108 CFU g-1). Inoculation of 3 kg ha-1 of rhizobacteria (RNF and RPS) increased the population of RNF to 4.02 x 108 CFU g-1. The highest of chlorophyll content (56.96 CCI) was obtained by the application 12 kg ha-1 of RNF, followed by applying of 3 kg and 9 kg of inoculant consortia (RFN + RPS), but not different significantly with the control. Results finding confirms that the application rhizocateria inoculant (RNF and its combination with RPS) could use to enhance the abundance of microbes in rhizobiome for supporting the growth of oil palm seedling
Efek Aplikasi Jamur Parasit Nematoda G. rostochiensis terhadap Pertumbuhan dan Tajuk serta Serapan P dan K Tanaman Kentang Marthin Kalay; Sadeli Natasasmita; Tarkus Suganda; Tualar Simarmata
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.957 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.983

Abstract

Globodera rostochiensis (Woll)  adalah nematoda sista kuning (NSK)  pengganggu tanaman yang berbahaya pada tanaman kentang baik di daerah tropis maupun sub tropis. Mekanisme NSK untuk menyebabkan penyakit adalah pembentukan sinsitium yang menghambat serapan unsur hara dari tanah oleh akar tanaman. Penelitian rumah kaca ini dilakukan untuk menguji kemampuan jamur parasitik NSK dalam meningkatkan pertumbuhan dan serapan unsur hara makro fosfor (P) dan kalium (K) tanaman kentang yang ditanam di tanah diinfestasi sista NSK. Percobaan rumah kaca dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok yang menguji tujuh spesies jamur antagonis yang diisolasi dari sista NSK. Hasil percobaan menunjukkan bahwa inokulasi Fusarium oxysporum TR1, F. solani TR2, F. oxysporum KT1, F. chlamydosporum KT2, F. oxysporum SM1, Phaecilomyces  lilacinus SM3 dan F. chlamydosporum SM4 pada media tanam yang terinfestasi sista G. rostochiensis, dengan nyata meningkatkan bobot kering tajuk serta serapan P dan K pada daun kentang. Jamur antagonis ini berpotensi untuk digunakan sebagai agen hayati pengendali NSK.
Efek Aplikasi Jamur Parasit Nematoda G. rostochiensis Terhadap Tinggi dan Berat Kering Tajuk serta Serapan P dan K Tanaman Kentang Marthin Kalay; Sadeli Natasasmita; Tarkus Suganda; Tualar Simarmata
Agrikultura Vol 19, No 3 (2008): Desember, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.057 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i3.997

Abstract

Globodera rostochiensis (Woll)  adalah nematoda sista kuning (NSK)  pengganggu tanaman yang berbahaya pada tanaman kentang baik di daerah tropis maupun sub tropis. Mekanisme NSK untuk menyebabkan penyakit adalah pembentukan sinsitium yang menghambat serapan unsur hara dari tanah oleh akar tanaman. Penelitian rumah kaca ini dilakukan untuk menguji kemampuan jamur parasitik NSK dalam meningkatkan pertumbuhan dan serapan unsur hara makro fosfor (P) dan kalium (K) tanaman kentang yang ditanam di tanah diinfestasi sista NSK. Percobaan rumah kaca dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok yang menguji tujuh spesies jamur antagonis yang diisolasi dari sista NSK. Hasil percobaan menunjukkan bahwa inokulasi Fusarium oxysporum TR1, F. solani TR2, F. oxysporum KT1, F. chlamydosporum KT2, F. oxysporum SM1, Phaecilomyces  lilacinus SM3 dan F. chlamydosporum SM4 pada media tanam yang terinfestasi sista G. rostochiensis, dengan nyata meningkatkan bobot kering tajuk serta serapan P dan K pada daun kentang. Jamur antagonis ini berpotensi untuk digunakan sebagai agen hayati pengendali NSK.
EFEK KOMBINASI JENIS PUPUK ORGANIK DENGAN BIONUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAHE (Zingiber officinale Rosc.) PADA INCEPTISOLS DI GARUT Tualar Simarmata; Jajang Sauman Hamdani
Bionatura Vol 5, No 1 (2003): Bionatura Maret 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jahe padakombinasi jenis pupuk organik (pupuk kandang domba, bokashi pupuk kandangdomba, dan Bios) dengan Bionutrisi, dilakukan dari bulan Desember 2000 sampaiApril 2001 di Desa Haruman, Kecamatan Leies, Kabupaten Garut. Percobaanmenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuandan diulang sebanyak empat kali. Adapun perlakuan tersebut adalah P1 = 30 tonpupuk kandang domba/ha, P2 = 30 ton pupuk kandang domba/ha + Bionutrisi 3cc/L, P3 =10 ton bokashi pupuk kandang domba/ha , P4 = 10 ton bokashi pupukkandang domba/ha + Bionutrisi 3 cc/L, Ps = 6 ton Bios/ha, dan P6 = 6 tonBios/ha + Bionutrisi 3 cc/L. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanaman yangdiberi 30 ton pupuk kandang domba atau 10 ton bokashi domba atau 6 tonBios/ha mengahasilkan bobot jahe segar/rumpun yang tidak berbeda. Aplikasi 3cc Bionutrisi/L tidak memberikan kenaikan hasil yang signifikan, tetapi kombinasi6 ton Bios/ha dengan 3 cc Bionutrisi/L cenderung memberikan hasil yang relatiflebih tinggi (yakni 206,0 g rimpang jahe segar/rumpun atau sekitar 12 ton jahesegar/ha). Pupuk Bios 6 ton/ha (20 % dad dosis pupuk kandang domba) dapatdijadikan altematif untuk mengganti pupuk kandang pada pertanaman jahe.Kata Kunci : Jahe, Pupuk Organik, Bionutrisi, Inceptisols
Nitrogen-fixing bacteria and organic ameliorant for corn growth and yield increment in Inceptisols Reginawanti Hindersah; Nadia Nuraniya Kamaluddin; Shabrina Rahma Fauzia; Mieke Rochimi Setiawati; Tualar Simarmata
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2022.093.3445

Abstract

Since Inceptisols, in general, contain low soil organic matter and major plant nutrients, inorganic fertilizers are commonly added during corn cultivation. In order to maintain long-term soil health and fertility, bioferilizer and organic ameliorant application are suggested. The addition of nitrogen (N)-fixing bacteria (NFB) can benefit plant growth through the supply of available nitrogen for plant uptake. Organic ameliorants can enhance soil chemical and biological properties. A field trial had been performed to observe the effect of biofertilizer and organic ameliorant on corn growth, N status in soil and plant, and the yield and wasteof corn. The experiment was designed in a Completely Randomized Block Design that consisted of four treatments and six replications. The treatments were 1.2 kg/ha N-fixing mixed biofertilizer, 2 t/ha organic ameliorant, and mixtures of biofertilizer and ameliorant. Control plants received neither biofertilizer nor ameliorant. The experiment results found that N-fixing biofertilizer and ameliorant increased plant height, fully-developed leaves number, soil reaction and N uptake of corn compared to the control. The total-N content was slightly increased after NFB inoculation with and without amelioration over other treatments. Plots treated with biofertilizer and ameliorant produced a higher grain weight compared to the control treatment. Corn wastes such as empty corn cob and husk weight were increased in plants treated with biofertilizer, ameliorant and a combination of both. This study suggested that the combined application of biofertilizer and ameliorant produced 66% more grain yield and 84 % more cob and husk waste compared to untreated plants.
Aplikasi pupuk hayati ameliorant, dan pupuk NPK terhadap N total, P tersedia serta pertumbuhan dan hasil jagung pada inceptisols Mieke Rochimi Setiawati; Lia Nur Linda; Nadia Nuraniya Kamaluddin; Pujawati Suryatmana; Tualar Simarmata
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/15121

Abstract

Inceptisols umumnya memiliki tingkat kesuburan tanah rendah sampai sedang. Upaya peningkatan ketersediaan hara tanah Inceptisol dengan pupuk anorganik NPK perlu diimbangi dengan aplikasi pupuk hayati dan amelioran organik. Percobaan ini bertujuan untuk mengurangi dosis pupuk NPK dengan menggunakan pupuk hayati dan amelioran organik serta meningkatkan hasil tanaman jagung. Percobaan dilakukan di Pasir Banteng, Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan RAK faktorial. Pupuk hayati dengan amelioran organik sebagai faktor pertama sebanyak empat taraf: tanpa pupuk hayati dan amelioran (kontrol), diberi pupuk hayati, amelioran organik, dan gabungan keduanya. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK empat taraf: 100%, 80%, 60%, 40% NPK dosis anjuran.  Dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara pupuk hayati, amelioran organik, dengan pupuk NPK terhadap tinggi tanaman, N-total tanah, bobot tongkol berkelobot dan tanpa kelobot. Pemberian pupuk hayati dan amelioran disertai pupuk NPK 100% dan yang tanpa diberi amelioran menghasilkan bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 1.089 g dan 1.064 g per tanaman. Pemberian pupuk hayati dengan amelioran dan pemberian pupuk NPK 100% menghasilkan bobot pipilan per tanaman 526,08 g dan 539,08 g. Aplikasi pupuk hayati dan amelioran organik belum mampu mengurangi dosis penggunaan pupuk NPK pada Inceptisols asal Pasir Banteng. Inceptisols generally have low to moderate soil fertility. The effort to increase the nutrients availability in Inceptisol through the application of NPK fertilizers need to be balanced with biofertilizers and organic ameliorants. This experiment aimed to reduce the dose of NPK fertilizer by using biofertilizers and organic ameliorants and to increase maizeyields. The experiment was conducted in Pasir Banteng, Sumedang Regency. The factorial RBD was used. The biofertilizer with organic ameliorant as the first factor: no biofertilizer and no ameliorant (control), biofertilizer, organic ameliorant, and combination of both. The second factor was dose of NPK fertilizer: 100%, 80%, 60%, 40% of recommended NPK dose. It was repeated three times. The results showed that there was interaction between biofertilizer, organic ameliorants, with NPK fertilizers on plant height, N-total soil, weight of cobs with and without husk. The application of biofertilizer and ameliorant with 100% NPK fertilizer and without ameliorant were 1,089 g and 1,064 g of cobs without husks, respectively. The application of biofertilizer with ameliorant and 100% NPK fertilizer had a grain weight of 526.08 g and 539.08 g, respectively. The application of biofertilizers and organic ameliorants has not been able to reduce the dose of NPK fertilizer on Inceptisols from Pasir Banteng.
Komposisi Gulma pada Berbagai Jarak Tanam Padi Secara IPAT–BO dan Konvensional Merry Antralina; Yuyun Yuwariah; Tualar Simarmata
Jurnal Agro Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/77

Abstract

Penelitian yang bertujuan mempelajari komposisi gulma tanaman padi sawah pada sistem bertanam secara IPAT-BO dan konvensional  telah dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai bulan Juli 2013 di Kelompok Tani Sadang Mukti, Kampung Sadang Sari, Kabupaten Bandung Jawa Barat yang terletak pada ketinggian 668 m di atas permukaan laut. Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan Rancangan Petak Terpisah, 3 kali ulangan, sebagai petak utama  yaitu faktor metode pengairan (M), yang terdiri dari pengairan secara IPAT-BO dan konvensional, sedangkan anak petak adalah jarak tanam (J), yang terdiri dari : 30 x 35 cm, 30 x 25 cm, 35 x 35 cm,dan 30 x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara metode pengairan dan jarak tanam terhadap nilai jumlah dominasi gulma, dan bobot kering gulma.Gulma yang dominan pada perlakuan IPAT-BO lebih banyak dibanding perlakuan konvensional, sedangkan bobot kering gulma terberat terjadi pada metode IPAT-BO dengan jarak tanam 35 cm x 35 cm. The research was aimed to assess the effect of different plant spacing to weed composition and lowland rice yield in SOBARI and conventional irrigation methods. The experiment had been conducted in Farmers Groups Sadang Mukti, Sadang Sari Village, Bandung District, West Java at 668 m above sea level, from April 2013 to July 2013. It was arranged in split plot design, consisted of two factor, irrigation methods factor (M) as main plot, namely: irrigation methods in SOBARI (m1) and conventional (m2),subplot was plant spacing factor (J), which consisted of four levels of factors, namely: 30 x 35 cm, 30 x 25 cm, 35 x 35 cm, and 30 x 30 cm. The results showed that there was interaction between irrigation method and plant spacing on the value of domination number of weeds, and weed dry weight. Dominantweeds in SOBARI method were more than conventional treatment, weed dry weight in SOBARI method with spacing of 35 cm x 35 cm had greater than the other treatments.
BIOLOGICAL TEST AND CHARACTERIZATION OF PHOSPHATE RHIZOBACTERIAL ISOLATE USING CORN PLANT INDICATOR Tessa Novianty Putri Asova; Anggi Jingga; Mieke R. Setiawati; Tualar Simarmata
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.644 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i1.19098

Abstract

Phosphate rhizobacteria (PR) plays an important role in increasing solubility and availability of phosphate for plants. The experiment to investigate the capabilities of PR isolates was conducted from March to August 2017 in laboratories and greenhouse. Bioassay test using the Murphy media and maize as indicator was arranged as a randomized block design consist of six treatments (one control and five isolates PR) and provided with five replications. The plant height, root length, and dry weigth of plant were measured at 14 days. The dissolved P and enzyme phosphatase production were measured using Bray I and Eivzy Tabatai methods. The result shows that the PR isolates had relatively different ability to dissolve of P, produce of phosphatase and to increase the plant growth. J1M and J5H isolates has produced of phosphatase enzyme 63.25 μg pNP/g/h and 62.84 μg pNP/g/h, soluble phosphate 66.24 ppm and 75.42 ppm. J1M and J5H isolates were able to produce dry weights of plants 728 mg and 660 mg (about 60.3% and 45.3% higher than control).UJI HAYATI DAN KARAKTERISASI ISOLAT RHIZOBAKTERI FOSFAT DENGAN INDIKATOR TANAMAN JAGUNGRhizobakteri fosfat (RF) berperan penting dalam meningkatkan kelarutan dan ketersediaan fosfat bagi tanaman. Eksperimen untuk mengetahui kemampuan isolat RF dengan menggunakan tanaman jagung sebagai indikator telah dilakukan sejak bulan Maret sampai Agustus 2017 di laboratorium dan rumah kaca. Uji hayati (bioassay) menggunakan media Murphy dan tanaman jagung sebagai indikator dilakukan dengan memanfaatkan rancangan acak kelompok yang terdiri dari enam perlakuan (satu kontrol dan 5 isolat RF) dan diberi ulangan sebanyak lima kali. Panjang akar, tinggi tanaman, dan bobot kering tanaman diukur setelah 14 hari. Produksi enzim fosfatase dan P-terlarut diamati dengan menggunakan metoda Eivzy Tabatai dan Bray I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat RF memilki kemampuan yang relatif berbeda dalam melarutkan P, produksi fosfatase dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Isolat J1M dan J5H menghasilkan enzim fosfatase sebesar 63,25μg pNP/g/h dan 62,84 μg pNP/g/h dan P-terlarut sebesar 66,24 ppm dan 75,42 ppm. Isolat J1M dan J5H mampu menghasilkan bobot kering tanaman sekitar 728 mg dan 660 mg (sekitar 60,3% dan 45,3% lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol).
APLIKASI KOMBINASI KOMPOS JERAMI, KOMPOS AZOLLA DAN PUPUK HAYATI UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH POPULASI BAKTERI PENAMBAT NITROGEN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI BERRBASIS IPAT-BO Ferina Rosiana; Tien Turmuktini; Yuyun Yuwariah; Mahfud Arifin; Tualar Simarmata
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.224 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1461

Abstract

Penelitian untuk mengetahui efek pemberian kombinasi kompos jerami dengan Azolla dan pupuk hayati majemuk terhadap peningkatan populasi bakteri penambat N dan produktivitas tanaman padi dengan teknologi IPAT-BO dilaksanakan dari bulan April hingga Juli 2012 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan ketinggian + 740 m dpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan dua belas perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari (A) tanpa kompos jerami, (B) kompos jerami 2,5 ton ha-1, (C) kompos jerami 5 ton ha-1, (D) kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (E) kompos jerami 2,5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (F) kompos jerami 5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (G) pupuk hayati 400 g ha-1, (H) kompos jerami 2,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (I) kompos jerami 5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (J) kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (K) kompos jerami 2,5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (L) kompos jerami 5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1.Aplikasi perlakuan kompos jerami, kompos Azolla dan pupuk hayati majemuk memberikan pengaruh terhadap populasi penambat N (Azotobacter sp. dan Azospirilium sp.) dan produktifitas tanaman padi. Aplikasi kompos jerami 2,5 ton ha-1 dengan pupuk hayati 400 g ha-1 memberikan hasil GKP yaitu 64,39 g tanaman-1 (6,13 ton ha-1). Kata kunci: IPAT-BO, kompos Azolla, kompos jerami, pupuk hayati.
Co-Authors . Purwanto A.M. Kalay Adinata, Kustiwa Adinata, Kustiwa Aisyah, Iis Anas Ramdhani Andriana Kartikawati Anggi Jingga Anggi Jingga Anggi Jingga Anne Nurbaity Ariani, Nabila Syifa Azhari, Yolanda Dewi Azwari, Fachruddin Baiq Azizah Haryantini BAIQ AZIZAH HARYANTINI Benny Joy Benny Joy Betty N Fitriatin Betty N. Fitriatin Betty Natalie Betty Natalie Fitriatin Diky Indrawibawa Dita, Limbong Agatha Dita Diyan Herdiantoro Diyan Herdiyantoro Dupa, Putri Siska Ekayanti Eka Dewi Anggrainy Eka Dwi Anggrainy Elisabeth Mora Emma Trinurani Sofyan Endang Kantikowati Fakhrurroja, Hanif Fakhrurroja, Hanif Fakhrurroja Fauziah, Nicky Oktav Fauziah, Nicky Oktav Fauziah Ferina Rosiana Fiqriah Hanum Khumairah Fiqriah Hanum Khumairah Fitri Widiantini Ghifari, Raden Faqih Hilmiy Haryantini, Baiq Azizah Herdiantoro, Diyan Hersanti - Hibatullah, Fairus Hisanah Hingdri - I. Syarifain, Roby Ibnu Rizki Perdana Iin Handayani Irwandhi, Irwandhi Is Zunaini Nursinah Isna Niar Rahmatul Azizah Isnaniar Rahmatul Azizah Jajang Sauman Hamdani Jihan Fitria Meilani Juli Enita Sinaga Khumairah, Fiqriah Hanum Kustiwa Adinata Kustiwa Adinata Kustiwa Adinata Kustiwa Adinata LIA AMALIA Lia Nur Linda Limbong Agatha Dita Mahfud Arifin Maria Eprina Kusumo Wardani Masako Akutsu Merry Antralina Mieke R Setiawati Mieke Rochimi Setiawati Mohammad Raihan Rashaun Muhamad Khais Prayoga Muhamad Khais Prayoga Muhamad Khais Prayoga Muhammad Aldino Rahman Mulya, Agus Surya Nadia Nuraniya Kamaluddin Nainggolan, Mai Fernando Nana Danapriatna Neni Rostini Neni Rostini Neni Rostini Nenny Nurlaeny Nicky O Fauziah Nida N Rusdiyono Nida Uli Al-Azmiya Nurul Hakim, Anisa Pirda Nurhopipah Prayoga, Muhamad Khais Prayoga, Muhamad Khais Pujawati Suryatmana Purwanto Purwanto Putri, Envry Artanti Duidahayu Putrian Syah, Anita Rahma Tia Harahap Rahma Tia Harahap Raidasari, Fatharani Ratna Ayu Permata Aini Reginawanti Hindersah Ria, Elly Roosma Rija Sudirja Roby I Syarifain Roby Ibnu Syarifain Sadeli Natasasmita Santoso, I Putu Rahmat SETIAWAN, IWAN Shabrina Rahma Fauzia Siagian, Verita Kristi Lydia Silke Stoeber Silke Stoeber Stoeber, Silke Stoeber, Silke Sumadi Sumadi Syifa Nabila Kurnia Tarkus Suganda Tati Nurmala Tessa Novianty Putri Asova Tien Turmuktini Toto Bustomi Triana, Aurelia Puspa Trisna Insan Noor Wong, Mui-Yun Yanti Ningtyas, Dewi Nurma Yenny Muliani Yosef Edwin Gunawan Situmorang Yosef Situmorang Yudith Silfani Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah