Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

INTEGRASI NILAI – NILAI ISLAM DAN BUDAYA ORGANISASI DI BAPPEDA ACEH BARAT DALAM KERANGKA RASIONALITAS BIROKRASI Olta Meniza; Ligar Abdillah; Sopar Sopar
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v6i1.14838

Abstract

BAPPEDA is a regional agency that carries out the task of coordinating the preparation, approval, and evaluation of the implementation of regional development plans. This research was conducted to examine how Islamic values are applied in the West Aceh BAPPEDA, given the very high workload, and how religious normative values are integrated into administrative practices and bureaucratic behavior. This study contributes to the field of organizational sociology by demonstrating that the integration of Islamic values into organizational culture establishes normative mechanisms that strengthen institutional performance. The method used in this research is qualitative, which can reveal community life, history, behavior, organizational functionality, social movements, and kinship relationships. Data was obtained through several data collection processes, namely observation, interviews, and documentation. The results of this research indicate that the integration of Islamic values, such as reciting prayers before starting work, being honest in work, being responsible, and being open to the regional development planning process, is being implemented. The application of Islamic values in West Aceh BAPPEDA demonstrates a bureaucratic model that is not only efficient but also oriented toward a balance between work rationality and religious morality, ultimately strengthening the organization's overall legitimacy and effectiveness. Organizational culture and the integration of Islamic values at the West Aceh BAPPEDA go hand in hand in shaping a bureaucracy that is both rational and morally valuable. 
Pola Asuh Pendidik dalam Membentuk Karakter di Panti Asuhan Desa SOS Lapang Aceh Barat Vidya Murni; Herin Santiara; Zahara Azizah; Zara Febri Lestari; Sopar; Tri Quari Handayani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.1108

Abstract

Tidak semua anak dapat tumbuh dalam lingkungan keluarga utuh, sebagian anak mengalami kehilangan pengasuhan orang tua akibat berbagai faktor, seperti kemiskinan, penceraian, maupun kondisi sosial lainnya. Sehingga lembaga seperti SOS Children’s Villages hadir sebagai alternatif yang memberikan perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan bagi anak-anak yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan ibu asuh dalam membentuk karakter anak di SOS Children's Villages Desa Lapang, Aceh Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap ibu asuh di panti asuhan. Analisis data dilakukan melalui redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori Gaya Pengasuhan Diana Baumrind. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan termasuk dalam kategori pola asuh demokratis (authoritative), ditandai dengan keseimbangan antara aturan yang terstruktur dan kebebasan bertanggung jawab bagi anak. Kemandirian anak dibentuk melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuci pakaian sendiri dan membiasakan anak belajar menyelesaikan kebutuhan pribadi. Anak-anak diberikan kebebasan memilih jalur pendidikan serta mendapat dukungan pengembangan minat dan bakat. Ibu asuh berperan aktif medampingi, membimbing, dan menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Selain itu, anak-anak memiliki jadwal kegiatan teratur yang mendukung pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab. Pola asuh demokratis ini terbukti efektif membentuk karakter anak menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
Sosialisasi Mencegah Hoax Menjelang Pilkada 2024 Kepada Pemilih Pemula di Madrasah Aliyah Zainatul Ulum Aceh Barat Amri Wahid Hidayat; Sopar Sopar; Ligar Abdillah; Riki Yulianda; Saiful Asra; Afriani Maifizar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 7, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v7i1.11857

Abstract

First-time voters play a crucial role in the electoral and regional election (Pilkada) processes and represent one of the most vulnerable groups to the influence of misinformation, which often proliferates during election periods. Their high exposure to social media significantly increases the likelihood of encountering and spreading hoaxes. Therefore, it is essential to enhance their understanding and awareness to prevent them from becoming both targets and agents of misinformation. As part of a community engagement initiative ahead of the 2024 regional elections, lecturers from Teuku Umar University conducted a political education program aimed at senior high school students—who largely comprise first-time voters. This outreach focused on raising awareness about the dangers of hoaxes and how to avoid their spread. The primary objective of this initiative was to increase first-time voters' awareness of the importance of verifying information before accepting or disseminating it. In addition, it sought to provide knowledge on how to identify hoaxes and recognize credible information sources. The method employed was participatory socialization, involving presentations on hoaxes, video screenings illustrating their dangers and impacts, and interactive Q&A sessions between facilitators and student participants. This activity successfully enhanced participants’ understanding and encouraged them to actively seek accurate information, thereby reducing the risk of being misled by false narratives
Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa di Gampong Ujong Drien Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Jerri Gunandar; Sopar Sopar; Arfriani Maifizar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i2.4068

Abstract

The socialization of village fund management in Ujong Drien Village aims to increase the knowledge of village officials about village fund management accounting, so that village officials can make plans, implement programs and activities, which are funded by APBG, and are able to make transparent and accountable village financial reports. This service activity was carried out at the office of the village head Ujong Drien which was attended by 13 participants consisting of the village head, village secretary, and village officials. This service activity runs smoothly according to plan. Meanwhile, the method used in this service activity is to conduct socialization and discussion related to village fund management material. The result of this activity is that the participants know more about village fund management, especially about accounting which leads to transparent and accountable village financial reporting.
Peran Panglima Laot sebagai Agen Pengendalian Sosial terhadap Penggunaan Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan di Gampong Ujong Drien Aldy Maulidi; Fazillah Baihaqi; Ahlun Nazar; Susila Fitri; Nisrina Nisrina; Ulan Alwi; Tio Rindu; Sopar Sopar
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Panglima Laot dalam pengendalian penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan di Gampong Ujong Drien. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi dan perkembangan teknologi perikanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 6 orang yang terdiri atas Panglima Laot dan nelayan setempat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat tangkap di Gampong Ujong Drien masih didominasi oleh alat tangkap tradisional yang relatif ramah lingkungan. Nelayan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, meskipun dalam kondisi tertentu masih terdapat potensi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan akibat tekanan ekonomi. Panglima Laot berperan sebagai agen pengendalian sosial melalui pendekatan preventif dan persuasif, seperti pemberian nasihat, musyawarah, serta pengawasan terhadap aktivitas nelayan. Mekanisme tersebut terbukti efektif dalam menciptakan kepatuhan tanpa menimbulkan konflik sosial. Namun, pengendalian penggunaan alat tangkap masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan alternatif alat tangkap, kondisi lingkungan, dan kebutuhan ekonomi nelayan. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kelembagaan adat Panglima Laot dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan berbasis masyarakat serta sebagai model pengendalian sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
PERAN SITUS BERSEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH: Studi Kasus di Situs Makam Po Teumeureuhom Aceh Jaya Musa alfadhil; Samwil; Sopar; Khairan; Saiful Asra
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v13i1.295

Abstract

Abstract Learning history through historical sites, like the Poe Teumeureuhom tomb in Aceh Jaya, can boost students' historical awareness by connecting lessons to relevant local history. However, this study found that even though these historical sites are close to several schools, activities that involve visiting them for history lessons are quite rare. The lack of integration of local history into the curriculum and the underutilization of historical sites as learning resources diminish students' understanding of their cultural identity. By using a site-based learning approach, students can learn history not just through theory but also by directly appreciating local historical values. This article suggests several steps to address these issues, such as incorporating local history into the curriculum, using technology to spread historical information, and organizing educational pilgrimage activities. The goal is to strengthen historical awareness and enhance pride in cultural heritage among students in Aceh Jaya.
Dampak Sosial Penambangan Ilegal Terhadap Disonansi Ekologis Satwa Gajah di Kecamatan Pante Ceuremen Aceh Barat Vidya Murni; Malawati; Inkan Safitri; Jumaini; Zahara Azizah; Ulvahmi; Suci Daramika; Zurayda; Sopar
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.1076

Abstract

Aktivitas pertamabngan ilegal menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak terhadap kerusakan ekosistem dan habitat satwa liar. Di kecamatan Pante Ceuremen, Kabupaten Aceh Barat, aktivitas ini diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong gajah keluar dari habitat alaminya dan memasuki kawasan pemukiman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial pencurian ilegal terhadap disonansi ekologis satwa gajah di Kecamatan Pante Ceuremen, Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan wawancara kepada masyarakat setempat serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan ilegal menyebabkan kerusakan habitat hutan yang signifikan, sehingga mendorong gajah keluar dari habitat alaminya dan masuk ke kawasan pemukiman warga untuk mencari sumber makanan. Kondisi ini memicu disonansi antara manusia dan gajah, yang ditandai dengan rusaknya lahan pertanian serta munculnya rasa takut di kalangan masyarakat. Di sisi lain, aktivitas pertambangan ilegal tetap berlangsung karena menjadi salah satu sumber penghidupan ekonomi masyarakat lokal. Temuan ini juga menunjukkan bahwa fenomena tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas pertambangan ilegal sebagai sumber mata pencaharian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas penambangan ilegal tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mempengaruhi dinamika sosial dan hubungan antara manusia dengan satwa liar.
Dinamika Stratifikasi Sosial dan Pergeseran Orientasi Pendidikan Masyarakat Pesisir Gampong Suak Timah Aceh Barat Malawati; Cut Eka Mutia; Siti Nafa Albani; Tari Setia Suci; Sopar
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.1095

Abstract

Pendidikan merupakan suatu faktor yang sangat penting yang memengaruhi perubahan sosial dan stratifikasi sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran orientasi pendidikan dalam stratifikasi sosial masyarakat pesisir di Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Data yang di peroleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan di dukung oleh studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang terjadi perubahan cara pandang masyarakat terhadap pendidikan. Jika pada masa lalu pendidikan lebih di pahami sebagai sarana memperoleh kemampuan dasar membaca dan menulis serta lebih mudah di akses oleh kelompok tertentu, saat ini pendidikan dipandang sebagai kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas hidup, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dan ,meningkatkan kedudukan sosial dalam masyarakat.Tingginya partisipasi pendidikan di tengah perkembangan zaman. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan di tengah perkembangan zaman, kondisi ekonomi karena masih terbatasnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki. Meskipun demikian, pendidikan tetap menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan status sosial dan peluang mobilitas sosial masyarakat. Dengan demikian, pergeseran orientasi pendidikan di Gampong Suak Timah menunjukkan adanya perubahan orientasi tradisional menuju orientasi yang lebih modern, di mana pendidikan di pandang sebagai sarana untuk mencapai kemajuan sosial dan meningkatkan kualiatas kehidupan masyarkat.
Konstruksi Pengetahuan Nelayan Lokal Terhadap Sistem Patronase Di Aceh Singkil Mariah Mariah; Ligar Abdillah; Sopar Sopar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1521-1530

Abstract

Sistem patronase merupakan fenomena sosial yang kompleks di komunitas pesisir, khususnya dalam hubungan antara nelayan dan tengkulak di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Meskipun sering dianggap pengeksploitasian, sistem ini tetap bertahan sebagai strategi adaptasi sosial ekonomi bagi nelayan yang menghadapi ketidakpastian hidup dari hasil laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pengetahuan nelayan lokal tentang sistem patronase dan menggali lebih dalam bagaimana pengetahuan tersebut membentuk praktik dan legitimasi sistem dalam kehidupan sehari-hari. Metode kualitatif diterapkan dengan melibatkan nelayan, keluarga nelayan, dan panglima laut sebagai informan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan tiga poin utama pembentukan pengetahuan nelayan, pertama nilai-nilai sosial dan norma yang membentuk kepatuhan terhadap aturan tak tertulis, kedua tradisi lisan sebagai mekanisme transfer pengetahuan antar generasi, dan ketiga ketergantungan ekonomi yang berubah menjadi ikatan sosial emosional. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem patronase bertahan tidak hanya karena kebutuhan ekonomi, tetapi karena telah tergabung atau menyatu ke dalam nilai-nilai budaya dan identitas kelompok komunitas nelayan. Praktik patronase membentuk realitas sosial yang terus dianut melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi sebagaimana dijelaskan dalam teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan menerapkan metode campuran kualitatif dan kuantitatif untuk meningkatkan generalisasi dan eksplorasi yang lebih kompleks terkait sistem patronase yang dipraktikkan di berbagai wilayah pesisir
Pemaknaan Masyarakat Pulau Samosir Terhadap Upacara Adat Kematian Ligar Abdillah; Fadli Afriandi; Sopar Sopar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1531-1543

Abstract

Warisan kebudayaan lokal menghadapi tantangan besar di era globalisasi dan modernisasi, sehingga memerlukan upaya pelestarian yang bertumpu pada masyarakat lokal. Hal ini menjadi dasar pentingnya penelitian tentang masyarakat adat dalam mempertahankan kebudayaan lokal yang diwariskan lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masyarakat Batak di Pulau Samosir dalam memaknai upacara adat kematian sekaligus menguraikan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Penelitian ini juga berkontribusi untuk mengelaborasi aspek-aspek yang melatarbelakangi pembentukan makna upacara adat kematian. Pelaksanaan penelitian ini merupakan bentuk dukungan terhadap masyarakat adat untuk melestarikan budaya lokal di tengah perubahan zaman yang semakin modern. Teori fenomenologi diterapkan dalam penelitian ini untuk menganalisis berbagai motif yang memengaruhi proses terbentuknya makna terhadap upacara adat kematian. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ditujukan untuk memperoleh pemahaman dan pengetahuan informan tentang pembentukan makna upacara adat kematian. Penentuan informan didasarkan pada kriteria khusus berupa keterlibatan dalam pelaksanaan upacara adat kematian dan kedalaman pengetahuan terhadap upacara adat kematian. Hasil penelitian menunjukkan adanya motif sebab dan motif tujuan. Motif sebab menyebutkan bahwa upacara adat adalah bentuk penghormatan terakhir, simbol kesuksesan keluarga, dan warisan kebudayaan yang harus dilestarikan. Motif tujuan menyebutkan bahwa pelaksanaan upacara adat kematian bertujuan untuk mengisyaratkan keluarga yang ditinggalkan akan mampu menjalani kehidupan yang baik. Keluarga yang mengadakan upacara adat kematian berharap ketika meninggal nanti juga dapat diiringi dengan upacara adat sebagai simbol keikhlasan. Penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan upacara adat sebagai suatu fenomena, namun juga berhasil mendalami makna penting yang terkandung dalam upacara adat kematian
Co-Authors Afriani Maifizar Afrizal Tjoetra Ahlun Nazar Aja Fitria Akmal Saputra Alamsyah, Fitrah Aldy Maulidi Alfa Safira Amanda, Dery Amri Wahid Hidayat Anisa, Nurul Annisa, Rozatul Aprilia Maulina Arfriani Maifizar Arfriani, Arfriani Asra, Saiful Azahra, Rahfa Azizah, Zahara Cut Eka Mutia Darmayani, Sherlia Dela Rahmadani Dewi, Mellita Edem, Edem Erizar Erizar Fadli Afriandi Fazillah Baihaqi Fenecia Fenecia Fitri Derminta Berutu Fitri, Rahma Fitria, Aja Hamdi, Rijahul Hamiki, Silka Handayani, Tri Quari Herin Santiara Idazufina Idazufina Inkan Safitri Irhamna Irhamna Jerri Gunandar Juliana Juliana Jumaini Jumaini, Jumaini Juraida, Irma Jurnita, Jurnita Khairan Lestari, Yeni Sri Ligar Abdillah Lismaiyar M. Luttan Irwanto Tarigan Mahamadaree Waeno Maisyura Maisyura Maisyura, Maisyura Malawati Malawati, Malawati Marhamah . Mariah Mariah Masrizal Maulia Asma Mohd. Fauzi Muhsinina, Muhsinina Murni, Vidya Mursyidin Mursyidin Mursyidin Mursyidin Musa Alfadhil Nabila Tuzzakina Nadia, Putri Rahma Nisrina Nisrina Nur Ainun Nur Habibah Olta Meniza Rahmah Husna Yana Rahmatullah Rahmatullah Rodi Yansah Rozatul Annisa Saiful Asra Saiful Asra Samwil, Samwil Sardini, Rahman Sarianti, Lilis Sariyanti, Lilis Setiawan, Abdi Sherlia Darmayani Siska Wirma Siswahyudianto Siti Nafa Albani Suci Daramika Suci, Tari Setia Sumiati Sumiati Susila Fitri Syuhada, Ilham Tanzilla, Ulan Alwia Tari Setia Suci Tarigan, M. Luttan Irwanto Tio Rindu Ulan Alwi Ulvahmi Umi Salamah Uswatun Hasanah Vidya Murni Wannira, Ayu Yana, Rahma Husna Yana, Rahmah Husna Yolanda Yolanda, Yolanda Yulianda, Riki Zahara Azizah Zahriyanti Zara Febri Lestari Zul Fazli Zurayda Zurayda, Zurayda