Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Eksplorasi Hambatan Psikologis Mahasiswa Baru dalam Beradaptasi dengan Sistem Belajar Mandiri Berbasis Andragogi Mega Surya Pratiwi; Syahfitri Purnama; Ira Miranti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hambatan psikologis yang dihadapi mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) SALUT Budi Mulya Jonggol dalam beradaptasi dengan sistem belajar mandiri berbasis andragogi. Sebagai populasi mahasiswa non-tradisional di wilayah suburban industri, transisi dari ketergantungan pedagogis menuju otonomi belajar memicu dinamika psikologis yang unik. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksploratif dengan lensa fenomenologi, data dihimpun melalui wawancara mendalam semi terstruktur terhadap 8 mahasiswa tahun pertama, observasi non partisipan pada platform koordinasi digital, dan analisis dokumentasi rekam jejak digital. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan penelitian mengungkap tiga tema utama hambatan psikologis: 1) Academic culture shock yang bermanifestasi dalam bentuk kecemasan akademik dan techno anxiety; 2) Isolation distress akibat hilangnya jangkar sosial dan kehadiran fisik yang memicu apati kognitif; serta 3) Role conflict stress yang dialami oleh mahasiswa pekerja dan komuter, yang secara dinamis mendorong prokrastinasi akademik sebagai mekanisme koping defensif ego. Penelitian menyimpulkan bahwa kemandirian andragogis bukan merupakan fungsi otomatis melainkan kapasitas psikologis yang memerlukan institutional scaffolding. Disarankan pembentukan sistem peer mentoring lokal dan redesain materi orientasi yang mengintegrasikan manajemen stres.
Keterampilan Guru Dalam Membuka Dan Menutup Pelajaran Pada SD Swasta Di Kota Depok Lilis Badriah; Syahfitri Purnama; Ira Miranti
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4621

Abstract

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran merupakan salah satu aspek keterampilan dasar mengajar yang penting untuk dikuasai oleh guru. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran implementasi keterampilan dasar mengajar guru khususnya dalam membuka dan menutup pelajaran pada guru SD Swasta di Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui angket dan wawancara dengan sampel 8 orang guru pada SD Swasta di Kota Depok yang menjadi nara sumber dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian keterampilan membuka dan menutup pelajaran terhadap guru SD Swasta di Kota Depok dapat diketahui bahwa keterampilan guru dalam membuka pelajaran mendapat kriteria sangat baik dengan rata rata nilai 96,87% dan dalam keterampilan menutup dengan rata rata nilai 94,75%. Guru sudah berusaha melaksanakan kegiatan membuka dan menutup pelajaran sesuai dengan  standar yang sudah ditentukan oleh sekolah meskipun masih menghadapi kendala seperti pengkondisian siswa diawal untuk siap belajar dan adanya keterlambatan siswa saat akan dimulainya pembelajaran. Sedangkan kendala dalam menutup yaitu menyiapkan siswa untuk duduk rapi mengikuti sesi penutupan. Dalam hal ini solusi yang dilakukan guru yaitu dengan mengingatkan atau mengarahkan siswa dan melakukan game bermain tepuk atau yang lainnya.   
Sosialisasi Kesantunan Berbahasa di Lingkungan RW 007 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan Bambang Sumadyo; Syahfitri Purnama; Elisa Anandari; Jatut Yoga Prameswari
Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i2.181

Abstract

Perkembangan Iptek memengaruhi cara berinteraksi di masyarakat. Penyimpangan bahasa membuat pola interaksi yang tidak selaras dengan kesantunan para penutur Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga memiliki nilai luhur yang berperan membentuk budaya sopan santun dalam interaksi keseharian masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia merepresentasikan tata krama dan budi pekerti yang menjadi identitas dalam bermasyarakat. Tujuan dalam hal ini merupakan penanaman kesadaran dalam pengoptimalan dan perbaikan kesadaran anak dalam menerapkan kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga dan masyarakat. Metode ceramah dan edukasi langsung (direct learning) melalui pemaparan konsep, pendekatan dari penerapan kesantunan berbahasa anak, praktek dalam penerapan kesantunan berbahasa dan pemanfaatan media dalam memupuk kesantunan berbahasa anak. Hasil kegiatan ini yaitu: 1) Peran orang tua dalam pendidikan bahasa, 2) Memahami konsep kesantunan berbahasa di lingkungan masyarakat.
Teacher Professional Transformation Through Learning Community Management: A Literature Review Nurhadi Nurhadi; Syahfitri Purnama
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(3).403-416

Abstract

The Professional Learning Community (PLC) serves as a means of contextual teacher professional transformation that aligns with the school environment, particularly in addressing instructional challenges. This study examines the gap between the conceptual framework of PLCs as defined in the literature and their practical implementation in schools. The research aims to analyze how the management of Professional Learning Communities (PLCs) can promote teachers’ professional transformation in educational settings. Using a literature review approach, this study synthesizes national and international research findings concerning the effectiveness of learning community management in enhancing teachers’ pedagogical competence, collaboration, and professional reflection. The synthesis reveals that effective and sustainable management of learning communities significantly contributes to improving teacher professionalism, especially when implemented through an iterative cycle of initial reflection, planning, implementation, and evaluation. Proper management not only strengthens teachers’ ability to design and conduct contextual learning but also fosters a culture of collaboration and collective responsibility among educators. Nevertheless, a gap remains between the ideal concept of PLCs and their actual practice in schools, particularly regarding management and program sustainability. Therefore, this study emphasizes the importance of applying cyclical management principles and institutional support to ensure that teacher learning communities truly function as strategic mechanisms for professional development that positively impact teaching quality and student learning outcomes.