Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN NUTRISI IKAN KERAPU SUNU Plectropomus leopardus PADA PEMELIHARAAN DI KARAMBA JARING APUNG, TAMBAK DAN BAK Setiawati, Ketut Maha; Kusumawati, Daniar; Asih, Yasmina Nirmala; Slamet, Bejo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.104 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.23339

Abstract

Pendederan kerapu banyak dilakukan di bak-bak semen dan hatchery, tetapi usaha pendederan juga dapat dilakukan di laut dengan menggunakan karamba jaring apung (KJA) maupun di tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertumbuhan, dan kandungan nutrisi pada kerapu sunu yang dipelihara pada lingkungan berbeda yaitu di KJA, tambak dan bak hatchery. Benih ikan kerapu sunu berukuran panjang total 6,56±0,52cm dan berat 4,48±1,04 g dengan kepadatan 50 ekor/jaring dipelihara dalam jaring berukuran 1mx1mx1m dengan ukuran mata jaring 4 mm yang ditempatkan dalam KJA di laut (A), tambak (B) dan bak hatchery (C) sebagai perlakuan percobaan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan diulang 3 kali. Penelitian dilakukan selama 90 hari pemeliharaan, dan benih ikan kerapu sunu diberi pakan buatan komersial dengan kandungan protein 48%. Frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan pada lingkungan berbeda tidak berpengaruh terhadap sintasan dan pertumbuhan mutlak panjang total namun berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak bobot benih (P<0,01). Pertumbuhan mutlak benih terbaik pada pemeliharaan di bak hatchery yakni 23,12±2,91 g, KJA 8,43±2,13 g dan tambak 12,58±2,58 g. Kandungan protein benih ikan kerapu sunu tidak dipengaruhi oleh lingkungan pemeliharaan, namun kandungan kalori benih pada pemeliharaan di bak hatchery dan tambak lebih tinggi dibandingkan dengan yang di KJA. Benih ikan kerapu sunu yang didederkan dalam bak hatchery memiliki pertumbuhan bobot mutlak 1,84 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang di tambak atau 2,74 kali dari yang di KJA.
Optimalisasi Usaha Backyard Hatchery Ikan Kerapu Hibrida di Bali Kardi, Cening; Slamet, Bejo; Pratiwi , Ni Putu Eka
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62474

Abstract

This study aims to: (1) determine the productivity and survival rate of the Beautiful hybrid grouper backyard hatchery business using: a combination of copepod feed; a combination of feed without Copepod (which is usually done by); and a combination of feed with Algamax enrichment; (2) analyze the cost, return, and profit of the backyard hatchery business from each combination of feed use; and (3) design optimal techniques for the Beautiful Hybrid Grouper Backyard Hatchery business. The research was conducted in a survey and collaboration with 23 grouper hatchery backyard businesses. Data tabulation, graph descriptions, as well as t-tests of two samples are freely used for analysis. The Cantik hybrid grouper hatchery backyard business using a combination of Copepod feed provides productivity of 45400 heads; survival rate of 7.57%; and profit of IDR 48,475,000. The grouper fish hatchery backyard business with a combination of feed without Copepod (which is usually done by farmers) provided productivity of 63190 heads; survival rate of 10.53%; and profit of IDR 64,682,600. The backyard hatchery business that uses Algamax feed enrichment provides productivity of 74000 heads; survival rate of 12.33%; and profit of IDR 72,794,350. For the optimization of the Beautiful hybrid grouper backyard hatchery business, a combination of inputs was used, namely: 600 thousand grouper eggs; 2.5 kg of Sanofax2 pellets; Otohime A1 3.0 kg; Otohime B1 8.0 kg; Ottoman B2 9.0 kg; Otohime S1 10 kg; ALGAMAX feed enrichment of 114 g for Artemia culture, and 174 g for Rotifer culture; Rotifer 174 bags; Artemia 38 cans; 420 bags of shrimp; Medicine (Albazu) 3 sachets; and Workforce 2 people.