Andy Soegianto
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 117 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Observasi Tanaman Kacang Komak (Lablab purpureus L. Sweet) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Azkiyah, Rizqi; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang komak adalah kacang lokal yang potensial sebagai sumber pangan dan beradaptasi pada iklim kering panas seperti di Probolinggo. Upaya menjaga kelestarian plasma nutfah kacang komak adalah  observasi di daerah sentra produksi. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi keberadaan lokasi budidaya kacang komak sebagai salah satu bahan makanan alternatif, mengidentifikasi sifat-sifat dan jenis potensial kacang komak berdasarkan karakter morfologi dan agronomi  dan mendeskripsikan hubungan kekerabatan tanaman kacang komak berdasarkan persamaan dan perbedaan karakter morfologi di empat kecamatan pada Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di empat Kecamatan pada Kabupaten Probolinggo yaitu Tongas, Wonomerto, Bantaran dan Leces pada bulan Agustus-Oktober 2014. Penelitian menggunakan metode survei dan wawancara petani. Pelaksanaan penelitian meliputi survei pendahuluan, penentuan lokasi, pengamatan karakter morfologi dan agronomi, dan wawancara petani. Hasil observasi menunjukkan bahwa lokasi budidaya kacang komak berada di Kecamatan Tongas di desa Sumber Kramat, Tanjung Rejo, Curah Tulis, Klampok, Pamatan, Wringin Anom, Kecamatan Wonomerto di desa Sumber Kare, Patalan, Sepuh Gembol, Poh Sangit Ngisor, Poh Sangit Tengah, Tunggak Cerme, Kecamatan Bantaran di desa Karang Anyar, Legundi, Tempuran, Kedung Rejo, Kecamatan Leces di desa Malasan Kulon, Tigasan Wetan, Pondok Wuluh dan Tigasan Kulon. Selain itu, jenis tanaman kacang komak potensial adalah aksesi BTR dan LPW. Keragaman tanaman kacang komak ditunjukkan pada karakter warna batang, warna bunga, warna biji kering, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji  memiliki nilai rendah. Hasil dendogram pada 20 aksesi kacang komak menghasilkan delapan klaster dengan kemiripan genetik bekisar 92,71 - 99,62 %.
Parameter Genetik F4 Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Polong Kuning dan Berdaya Hasil Tinggi Firly, Cynthia Diesta; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seleksi ialah salah satu metode pemuliaan tanaman untuk mendapatkan tanaman terbaik dalam populasi sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Informasi mengenai keragaman genotip dan fenotip serta heritabilitas penting diketahui sebagai langkah awal sebelum melakukan seleksi. Perhitungan kemajuan genetik harapan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui efektifitas seleksi yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menanam 20 famili buncis polong kuning hasil penelitian sebelumnya, generasi F3. Buncis polong kuning dapat dijadikan varietas baru di Indonesia karena sementara ini yang banyak diusahakan oleh petani ialah buncis berpolong hijau. Kandungan buncis polong kuning ialah karoten yang tinggi. Berdasarkan 20 famili yang ditanam, terdapat 14 famili yang memiliki polong kuning selanjutnya dilakukan penilaian parameter genetik. Data kajian genetik menunjukkan nilai koefisien keragaman genotip rendah dengan rentang nilai 0,11% - 24,17% dan agak rendah dengan rentang nilai 25, 48% - 42,65% sedangkan nilai koefisien keragaman fenotip rendah dengan rentang 0,22% - 24,96%. Nilai heritabilitas yang diperoleh tinggi, sedang hingga rendah dengan rentang nilai 0,01 – 1,00.  Seleksi dilakukan pada famili yang memiliki nilai heritabilitas tinggi dengan cara memilih tanaman daya hasil tinggi. Daya hasil tinggi berkisar 150-320 g per tanaman. Individu yang didapatkan yaitu CS.GK 50(24), CS.GK 50(31), CS.GK 63-15 (17), CS.GK 63-15 (29), CS.GK 63-15 (37), CS.GI 63-21 (22), CS.GI 63-21 (29), CS.GI 63-21 (36), CS.GI 63-21 (40), CS.GI 63 (4), CS.GI 63 (24), CS.GI 8.8 (2), CS.GI 63-33 (31) dan CS.GI 7 (31). Nilai kemajuan genetik harapan famili dari tanaman terseleksi tinggi (>50%) sehingga seleksi yang dilakukan efektif karena dimungkinkan mampu memberikan peningkatan daya hasil pada generasi selanjutnya.
Korelasi dan Sidik Lintas Komponen Hasil Terhadap Hasil Tanaman Jarak Kepyar Lokal (Ricinus communis L.) Kurniawan, Ainur Rofiq Edy; Waluyo, Budi; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman penghasil minyak untuk kebutuhan industri. Produksi jarak kepyar di Indonesia beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Sehingga salah upaya untuk meningkatkan produksi jarak kepyar ialah dengan menggunakan jarak kepyar lokal. Tanaman jarak kepyar lokal merupakan plasma nutfah yang sangat penting. Analisis korelasi dan sidik lintas sangat dibutuhkan untuk mengetahui hubungan keeratan dan kriteria seleksi sehingga nantinya dapat digunakan dalam program pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai korelasi, pengaruh langsung maupun tidak langsung tanaman jarak kepyar lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Oktober 2017 di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan ketinggian ±490 mdpl. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua ulangan. Aksesi yang digunakan yaitu sebanyak 22 aksesi, dalam satu ulangan ditanam lima benih per aksesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan pada karakter bobot tandan per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan jumlah buah per tanaman terhadap hasil pada jarak kepyar lokal, kemudian jumlah biji per tanaman merupakan karakter yang mempunyai pengaruh langsung positif besar sehingga dapat dijadikan kriteria seleksi pada tanaman jarak kepyar lokal.
Uji Daya Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Berpolong Kuning Pada Generasi F7 di Dataran Medium Tustika, Selvi Clara; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Produksi buncis di Indonesia mengalami penurunan, hal ini tidak sebanding dengan permintaan pasar akan buncis. Untuk menekan nilai impor, maka perlu adanya peningkatan produksi salah satunya dengan perakitan varietas unggul baru berdaya hasil tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Persilangan antara varietas introduksi (Cherokee Sun) dan varietas lokal (Mantili, Gilik Ijo dan Gogo Kuning) telah dilakukan, dengan tujuan dapat diperoleh varietas baru yang mempunyai daya hasil tinggi dan kandungan gizi pada polongnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi hasil dari beberapa galur buncis berpolong kuning generasi F7 di Dataran Medium serta mengetahui nilai keragaman dan heritabilitas galur tersebut. Bahan yang digunakan pada penelitian yaitu 4 genotip buncis yaitu CSxGI 63-0-24, CSxGK 50-0-24, Cherooke Sun, dan Lebat 3 dan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian dilaksanakan di Dusun jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota malang pada bulan April sampai Juli 2017. Hasil penelitian menunjukkan galur buncis F7 memiliki potensi hasil lebih rendah dari varietas Lebat 3. Dan masih memiliki keragaman pada karakter warna standart bunga, warna polong muda dan derajat kelengkungannya. Nilai keragaman galur buncis F7 rendah, serta nilai heritabilitasnya tinggi.
Uji Daya Hasil Buncis Berpolong Kuning (Phaseolus vulgaris L.) Generasi F7 Di Dataran Tinggi Nugroho, Yusuf; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman buncis berpolong kuning merupakan tanaman buncis yang mempunyai kadar β-karoten tinggi. β-karoten mempunyai kemampuan sebagai antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi resiko penyakit kanker, penyakit jantung dan meningkatkan sistem imun. Saat ini pengujian buncis berpolong kuning sudah memasuki tahap uji daya hasil lanjutan, maka dari itu dilakukan pengujian di berbagai lokasi. Pengujian buncis berpolong kuning generasi F7 dilakukan pada dataran tinggi. Diharapkan dari beberapa galur yang diuji, terdapat satu atau lebih galur harapan yang mampu beradaptasi dengan baik didaerah dataran tinggi dan berdaya hasil tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hasil dari beberapa galur generasi F7 yang diuji pada dataran tinggi dan mengetahui keragaman genotipe dan fenotipe dari beberapa galur tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan April- Agustus 2017 di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan tiga galur, tiga tetua dan satu varietas pembanding dan diulang sebnayak empat kali. Hasil penelitian ini menunjukkan kedua galur generasi F7 yang diuji memiliki daya hasil tinggi, tetapi masih ada keragaman tipe tumbuh, warna bunga, warna dasar polong dan warna biji, sehingga masih perlu dilakukan seleksi lebih lanjut. Adapun karakter kuantitatif yang masih mempunyai keragaman tinggi dan sedang antara lain jumlah polong per tanaman, jumlah klaster per tanaman dan bobot polong pertanaman.
Identifikasi dan Karakterisasi Anggrek Alam (Orchidaceae) dengan Cara Eksplorasi Di Hutan Irenggolo Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri Novitasari, Juwik; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang penting. Namun plasma nuftah anggrek alam di Indonesia semakin terancam khususnya di pulau Jawa, hal tersebut dikarenakan dampak kerusakan lingkungan seperti konservasi hutan dan perdagangan anggrek alam secara liar. Anggrek alam asal Jawa jumlahnya masih terbatas dan belum banyak teridentifikasi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengobservasi dan mengkarakterisasi anggrek alam demi menunjang kegiatan pemuliaan tanaman anggrek. Salah satu daerah di pulau jawa yang memiliki kekayaan plasma nuftah anggrek ialah hutan irenggolo. Penelitian ini bertujuan untukmenginventarisasi dan mengakarakterisasi anggrek.Penilitian ini dilakukan di Hutan Irenggolo yang dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2017. Penelitian ini menggunakan metode metode eksplorasi. Pengamatan dilakukan dengan sampling sistematik. Plot pengamatan ialah tiap berjalah 500 m dari jalan setapak, akan masuk ke kiri dan kanan jalan setapak sedalam 5 m. Tiap plot pengamatan berukuran 10m x 10m yang berjumlah 14 plot.  Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif. Analisis kekerabatan dilakukan dengan cara melakukan pengubahan data yang diperoleh yaitu data deskriptif menjadi data biner. Data biner akan diolah menggunakan program NTSYS untuk mengetahui jarak genetik dati tiap spesies yang ditemukan. Hasil analisis kekerabatan akan disajikan dalam dendogram. Hasil eksplorasi tanaman anggrek yang dilakukan di Hutan Irenggolo, didapatkan 28 spesies anggrek yang berbeda dan 28 spesies tersebut dibagi menjadi 9 kelompok berdasarkan hubungan kekerabatannya.
Uji Daya Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Polong Kuning Generasi F7 Pada Dataran Rendah Elimawati, Evi Yulia; Adiredjo, Afifuddin Latif; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi buncis di Indonesia pada empat tahun terakhir menunjukkan hasil yang masih belum stabil. Salah satu penye-babnya adalah keterbatasan lahan dataran tinggi untuk kegiatan budidaya buncis. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menanam buncis yang memiliki genotip yang sesuai dengan keadaan lingkungan dataran rendah. Pengembangan varietas unggul tanaman dilakukan melalui penggabungan sifat-sifat genetik yang diinginkan yaitu melalui persilangan antara varietas lokal berdaya tinggi dengan varietas introduksi (Cherokee Sun). Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park, Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabu-paten Malang pada bulan April hingga Juli 2017. Penelitian ini menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu genotip tanaman buncis sebanyak empat genotip yang terdiri atas dua galur generasi F6 (CSxGI 63-0-24 dan CSxGK 50-0-24), varietas tetua (Cherokee Sun) dan varietas pembanding (Lebat-3). Potensi hasil pada kedua genotip yang diuji lebih rendah dibanding varietas pem-banding, sehingga tidak didapatkan galur yang memiliki daya hasil tinggi yang melebihi varietas pembanding. Ditemukan keseragaman pada karakter komponen hasil pada masing-masing galur dibuktikan dengan rendahnya nilai KKG dan KKF karakter komponen hasil pada kedua galur. Rendahnya nilai KKG dan KKF didukung dengan tingginya nilai heritabilitas pada karakter jumlah kluster per tanaman, panjang polong, diameter polong dan bobot total per tanaman menjadikan karakter-karakter tersebut dapat digunakan untuk kegiatan seleksi selanjutnya.
Induksi Poliploidi pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pemberiaan Kolkisin Putra, Bagus Keswara; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah termasuk salah satu komoditas pertanian yang  sangat terkenal di kalangan masyarakat sebagai bahan utama dalam bumbu hampir pada setiap masakan Indonesia. Rendahnya minat petani budidaya bawang merah lokal menjadi salah satu kendala yang menyebabkan semakin langkanya bawang merah lokal. Hal ini dikarenakan petani tidak bisa bersaing dengan bawang merah impor yang mempunyai kualitas umbi lebih besar dan harga yang lebih terjangkau.Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya suatu usaha perbaikan tanaman. Salah satunya dengan kegiatan Induksi Poliploidi untuk mendapatkan sifat yang lebih unggul. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh kolkisin pada poliploidisasi bawang merah Batu Ijo berdasarkan pengamatan morfologi dan sitologi.Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2018 di Desa Sumberbulu Kecamatan. Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Parameter yang diamati adalah waktu munculnya tunas (hst), tinggi tanaman (cm), Jumlah daun, waktu panen (hst), Jumlah siung, diameter umbi (cm), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g) dan jumlah kromosom. Metode yang digunakanyaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi kolkisin dengan lama peren-daman hanya terjadi pada tinggi tanaman umur  21, 28, dan 35 hst. Tinggi tanaman meningkat akibat perendaman kolkisin konsentrasi 400 ppm selama 5 jam. Sedangkan Konsentrasi kolkisin 200 ppm dan Lama perendaman 10 jam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan daun meningkat. Terjadi peng-gandaan jumlah kromosom Batu Ijo menghasilkan kromosom triploid (2n=3x) pada konsentrasi 200 ppm dan lama perendaman 10 jam.
Keragaman dan Heritabilitas Karakter Hasil dan Komponen Hasil Beberapa Genotipe Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Pradipta, Alfian Nafi; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga matahari (Heliantus annuus L.) merupakan salah satukomoditas industri penting di dunia. Kebutuhan yang tinggi tidak dapat dipenuhi oleh produksi lokal. Salah satu masalah adalah terbatasnya varietas potensial. Pemuliaan tanaman dilakukan untuk mendapatkan varietas yang berpotensi tinggi. Keberhasilan kegiatan ini tergantung dengan tingkat efisiensi tahapan kegiatannya. Tingkat efisiensi pemuliaan tanaman ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya keragaman dan heritabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan nilai heritabilitas karakter hasil dan komponen hasil. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Januari hingga Juni 2018. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga kali ulangan pada 32 genotipe bunga matahari. Hasil menunjukkan ter-dapat keragaman genetik dan fenotipe pada karakter yang diamati, dengan keragaman tertinggi ditemukan pada karakterhasil biji dan jumlah biji. Keragaman terendah didapatkan pada karakter pembungaan tanaman. Nilai heritabilitas dengan kriteria sedang ditemukan pada karakter jumlah biji, berat 100 biji dan hasil biji. Kriteria heritabilitas tinggi ditemukan pada karakter umur berbunga, diameter bunga, umur panen, panjang , lebar dan tebal biji.
Pola Segregasi pada Beberapa Karakter Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) Generasi F2 Hasil Persilangan HC48 dan SM004 Oktaviyanti, Riska Nur; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaf merupakan tanaman semusim penghasil serat dari batang. Rendahnya produksi kenaf dipengaruhi oleh terbatasnya varietas unggul dan mutu benih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kenaf dapat ditempuh dengan menggunakan varietas unggul yaitu dengan persilangan. Melalui persilangan tetua HC48 dan SM004 didapatkan kenaf F1 yang mengalami segregasi pada generasi F2. Segregasi menandakan adanya keragaman genetik yang harus diseleksi dan dievaluasi sesuai dengan tujuan pemuliaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah gen dan pola segregasi serta menduga aksi gen yang mengatur karakter kualitatif dan kuantitatif tanaman kenaf generasi F2 hasil persilangan HC48 dan SM004. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS)pada bulan April sampai Agustus 2018 dengan menggunakan metode single plant. Hasil penelitian menunjukkan karakter warna batang mengikuti pola segregasi 9:6:1 dengan aksi gen dominan sempurna. Karakter warna bunga mengikuti pola segregasi 12:3:1 dengan aksi gen epistasis dominan. Karakter warna tangkai daun dan bentuk daun mengikuti pola segregasi 3:1 dengan aksi gen dominan tunggal. Karakter warna tepi daun, percabangan dan permukaan batang mengikuti pola segregasi 9:7 dengan aksi gen epistasis resesif ganda. Karakter tinggi tanaman, tebal kulit dan berat kering serat dikendalikan oleh aksi gen aditif dan epistasis duplikat, sedangkan karakter diameter batang dan diameter core dikendalikan oleh gen aditif epistasis yang bersifat komplementer. Karakter tinggi tanaman, diameter batang, diameter core, tebal kulit dan berat kering serat dikendalikan oleh gen poligenik.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A Rumanti, Indrastuti Adi Wiyono Basori Amin Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Agatha Eritza Wigathendi Agus Sutanto Aisah, Binti Nur Aisah, Binti Nur Aisyah, Siti Nur Akashi, Ryo Amali, Mukhlash Amin, Adi Wiyono Basori Ardyanto, Alfian Trisna Ardyanto, Alfian Trisna Arifin Noor Sugiharto Arifin, Azeri Gautama Azeri Gautama Arifin Azkiyah, Rizqi Azkiyah, Rizqi Bangun, Yohelsi Citradiah Br Bangun, Yohelsi Citradiah Br Basuki, Nur Bima Fikry Budi Waluyo Budi Waluyo Burhanudin, Muhammad Irsyad Fauzan Cholifah, Ayu Cicik Septeningsih Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi Dea Rosalia Dewi Amaliatur Rizqiyah Eksan, Kolil Nur Eksan, Kolil Nur Elimawati, Evi Yulia Elimawati, Evi Yulia Estri Laras Arumingtyas Farihul Ihsan Fatimaturrohmah, Siti Fatimaturrohmah, Siti Febri Budi Rahayu Ferida, Hepy Fikry, Bima Fikry, Bima Firly, Cynthia Diesta Firly, Cynthia Diesta Fitri, Faiza Khusnia Fitriana, Riza Anissatul Fitriana, Riza Anissatul Freta Kirana Balladona Frizal Amy Oktarisna Gondo, Takahiro Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hajroon Jameela Hamdany, Mohamad Iqbal Septian Hariyanti, Ismi Dahlia Hawa, Melawati Rizki Hawa, Melawati Rizki I Made Tasma Ika Roostika Indraswari, Rizqi Laili Indraswari, Rizqi Laili Ismi Dahlia Hariyanti Jameela, Hajroon Koiruningtias, Amalia Pratiwi Koiruningtias, Amalia Pratiwi Kristianto Nugroho Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lazuardi Pramadio Luqmantoro, Cahyo Luqmantoro, Cahyo Matatula, Erfina Anace Meliala, Jubleam Haris Sembiring Meliala, Jubleam Haris Sembiring Mukhammad Rommahdi, Mukhammad Nababan, Yohana Roma Uli Nababan, Yohana Roma Uli Nafisah Nafisah Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Juwik Novitasari, Juwik Nugroho, Yusuf Nur Basuki Nur, Alya Aulia Oktarisna, Frizal Amy Oktaviyanti, Riska Nur Oktaviyanti, Riska Nur Okyanto, Dwi Okyanto, Dwi Parinduri, Naufal Al Wali Permana, David Galuh Permana, David Galuh Perwitosari, Gia Warih Perwitosari, Gia Warih Pradipta, Alfian Nafi Pradipta, Alfian Nafi Pranayadipta, Nadya Wening Pranayadipta, Nadya Wening Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Pratiwi, Novita Puji Lestari Putra, Bagus Keswara Putra, Bagus Keswara Putri Nurul Aini Putri, Ken Ufi Balya Rachma, Izza Azkiya Rachmawati, Norliya Rahmawati, Annisaa Rahmawati, Annisaa Rahmi Kusuma Wardhani Rerenstradika T. Terryana Reza Prakoso Dwi Julianto Rizqiyah, Dewi Amaliatur Rommahdi, Mukhammad Ryo Akashi, Ryo Savitri, Kurnia Septeningsih, Cicik Setyaningsih, Wahyu Siti Nur Aisyah Sri Lestari Purnamaningsih Sri Winarsih Sukartini Sukartini Sumeru Ashari Takahiro Gondo, Takahiro Taufiq Hidayat RS Trihatmojo, Hendro Trihatmojo, Hendro Tustika, Selvi Clara Tustika, Selvi Clara Twientanata, Putrie Twientanata, Putrie Wahyu Setyaningsih Wahyu Widoretno Wardhani, Rahmi Kusuma Wigathendi, Agatha Eritza Winarsih, Sri Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Yulistyarini, Titut Yulistyarini, Titut Yusuf Nugroho, Yusuf