Andy Soegianto
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 117 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERUBAHAN FENOTIPIK TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) Meliala, Jubleam Haris Sembiring; Basuki, Nur; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 7 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oriza sativa L) ialah makanan pokok penduduk indonesia. Penduduk indonesia yang meningkat tiap tahun menuntut adanya pengembangan produktivitas tanaman padi khususnya padi gogo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan fenotipik padi gogo akibat iradiasi sinar gamma dengan dosis 0 Gy (D0), 100 Gy  (D1), 150 Gy (D2), 200 Gy (D3) dan 250 Gy (D4). Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2013 - Oktober 2013, iradiasi sinar gamma dilakukan di Pusat Aplikasi Isotop dan radiasi, BATAN. Penyemaian benih dilakukan di Lab. Biotek FP Universitas Brawijaya, aklimatisasi bibit dilakukan di greenhouse BBPP (Balai Besar Pelatihan Pertanian), penanaman bibit dilaksanakan di Kebun Percobaan BBPP, Lawang, Malang, Jawa Timur. Benih padi gogo kultivar Wangkariri diiradiasi sinar gamma dengan lima taraf dosis, yaitu 0, 100, 150, 200 dan 250 Gy. D0 digunakan sebagai kontrol. Setiap dosis terdiri 100 tanaman (ulangan). Penelitian menggunakan metode Single Plant, pengamatan dilakukan pada setiap 100 tanaman per dosis. Berdasarkan hasil penelitian pengamatan rata rata karakter tanaman terjadi perubahan fenotipik tanaman akibat iradiasi sinar gamma. Analisis ragam berpengaruh nyata pada semua karakter pengamatan kecuali pada karakter hasil total tanaman tidak berpengaruh nyata.
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI ANGGREK EPIFIT DI HUTAN COBAN TRISULA KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek alam atau anggrek hutan biasanya dikenal sebagai anggrek spesies yang tumbuh secara alami di tempat-tempat yang tidak dipelihara oleh manusia dan memegang peranan penting sebagai induk persilangan (Paramitha, 2011). Eksplorasi adalah penjelajahan tanaman sebagai kegiatan mencari, mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu untuk mengamankan dari kepunahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis serta keragaman dan kekerabatan anggrek epifit di Hutan Coban Trisula. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 sampai September 2014 di Hutan Coban Trisula yang berada di blok Kali Lajing, Seksi Konservasi Wilayah III, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Luas lokasi penelitian adalah 12.000 m² (1,2 ha) dan lokasi berada pada  ketinggian 750-1500m dpl, dengan suhu rata-rata berkisar antara 20-23⁰C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah line transect (Arisoesilaningsih, 2001). Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi anggrek yaitu ada tidaknya umbi semu, bentuk daun dan pola pertumbuhan batang. Analisis hubungan kekerabatan data hasil identifikasi  tersebut dibentuk data biner 0 dan 1 kemudian dikomputasikan dalam program NTSYS untuk memperoleh dendogramhubungan kekerabatan. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 18 Genus dan 42 spesies anggrek epifit dalam 439 individu. Anggrek yang penyebarannya luas adalah anggrek Ceologyne miniata dengan Indeks Nilai Penting sebesar 24,45%. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang erat antara anggrek dengan genus Eria spesies Eria hyacinthoides dengan Eria sp.1 dan Eriamonotachya dengan Eria sp.2 dengan koefisien jarak yang sama sebesar 0,87.
EFEK POLLEN TETUA JANTAN PADA PERSILANGAN BEBERAPA GALUR JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PENAMPILAN DAN KARAKTER TONGKOL Trihatmojo, Hendro; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persilangan merupakan salah satu cara untuk menimbulkan keragaman genetik yang diperlukan di dalam program pemuliaan tanaman jagung. Pada pewarisan sifat, ekspresi gen hasil persilangan dari tetua jantan dan tetua betina baru dapat diekspresikan pada generasi berikutnya. Namun adanya efek polen jantan atau xenia, hasil persilangan dapat diekspresikan secara langsung pada organ tetua betina saat persilangan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pollen tetua jantan  pada beberapa galur jagung terhadap penampilan dan karakter tongkol. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada ketinggian 303 m di atas permukaan laut dengan jenis tanah alfisol, suhu minimal berkisar antara 18-21ºC, suhu maksimal berkisar antara 30-33ºC. Analisis data kuantitatif  menggunakan uji t independen sedangkan data kualitatif untuk karakter tongkol dilakukan dengan pemberian persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BISI 222 sebagai tetua jantan memberikan efek tetua pollen jantan pada beberapa parameter, yakni pada diameter tongkol, bobot tongkol, jumlah biji, bobot 100 biji. Kombinasi persilangan antara tetua jantan dan betina  menghasilkan bentuk biji yang dominan dent. Hasil persilangan menunjukkan bahwa warna biji oranye dominan terhadap warna kuning.
KERAGAMAN GENETIK DAN KORELASI TERHADAP HASIL PADA POPULASI GALUR F3 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) BERPOLONG KUNING Perwitosari, Gia Warih; Sugiharto, Arifin Noor; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya keragaman genetik yang tinggi merupakan salah satu pedoman yang harus diperhatikan untuk memperoleh kultivar unggul. Dengan keragaman genetik yang tinggi maka terdapat peluang yang lebih besar dalam seleksi karakter terbaik jika dibandingkan dengan karakter-karakter yang mempunyai ragam genetik yang rendah. Dari 22 galur yang ditanam, ada 15 famili yang memiliki warna polong kuning, yang selanjutnya dilakukan analisis keragaman genetik, analisis regresi, dan uji koefisien korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan keragaman genetik pada karakter jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong, dan bobot segar per tanaman adalah rendah. Berdasarkan uji koefisien korelasi, terdapat korelasi yang signifikan antara karakter jumlah tinggi tanaman, jumlah polong, dan tinggi tanaman dengan bobot polong segar, serta karakter tinggi tanaman dengan jumlah polong. Sedangkan uji korelasi pada jumlah cabang produktif dengan bobot polong segar, jumlah cabang produktif dengan jumlah polong, serta antara jumlah daun dan jumlah polong didapatkan hasil uji koefisien korelasi yang tidak signifikan. Sementara itu, pada uji linearitas didapatkan hasil yang linear pada semua regresi yang diuji.
EVALUASI SIFAT MORFOLOGI ENAM AKSESI BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DAN KORELASINYA TERHADAP DAYA HASIL Aisyah, Siti Nur; Kuswanto, Kuswanto; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu. Buahnya (polong) pendek, yakni ± 12 cm, lurus atau bengkok dan warnanya bermacam-macam. Buncis terdiri dua tipe pertumbuhan yaitu tipe merambat dan tipe tegak. Prospek pengembangan buncis masih cukup baik, produktivitas masih dapat ditingkatkan. Teknologi yang cukup mampu memperbaiki produktivitas buncis adalah tersedianya varietas-varietas buncis yang berdaya hasil tinggi serta berkualitas sesuai dengan selera konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat morfologi tanaman buncis sehingga dapat menjadi acuan untuk memilih benih buncis yang berdaya hasil tinggi serta berkualitas. Selain itu untuk mengetahui korelasi antara morfologi tanaman buncis dengan daya hasil yang diperoleh. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2012 sampai Februari 2013 di Kecamatan Pakis, Malang dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan peubah pengamatan meliputi pengamatan pada karakter kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman sifat morfologi pada enam aksesi buncis yang diuji berdasarkan Descriptor List for Phaseolus vulgaris, kemudian untuk korelasi antar sifat morfologi dengan hasil menunjukkan bahwa Jumlah polong per tanaman (JPT), Jumlah biji per polong (JBiP), Jumlah biji per tanaman (JBiT), Bobot polong (BP), Bobot polong per tanaman (BPT) berkorelasi positif dengan hasil.
HUBUNGAN KEKERABATAN PLASMA NUTFAH BAMBU KOLEKSI KEBUN RAYA PURWODADI BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Fitriana, Riza Anissatul; Yulistyarini, Titut; Soegianto, Andy; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu merupakan tumbuhan yang memiliki banyak kegunaan. Banyaknya spesies bambu di dunia merupakan sumber plasma nutfah yang perlu dipelajari dan dilestarikan. Karakterisasi tanaman bambu berperan dalam kegiatan konservasi plasma nutfah serta pemanfaatannya bagi masyarakat. Analisis hubungan kekerabatan berdasarkan karakter morfologi melalui kegiatan karakterisasi plasma nutfah bambu perlu dilakukan untuk mengetahui pengelompokan aksesi bambu menurut kerabat dekatnya baik sebagai data informasi, informasi umum kepada masyarakat maupun sebagai kegiatan awal untuk pemuliaan bambu selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan plasma nutfah bambu koleksi Kebun Raya Purwodadi berdasarkan karakter morfologi serta mengevaluasi ada atau tidaknya duplikasi spesies pada koleksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2015 di area koleksi bambu UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi-LIPI Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode pengamatan langsung yang dilakukan dengan mengkarakterisasi semua jenis bambu berdasarkan lembar pengamatan yang telah dibuat. Data kualitatif hasil karakterisasi dianalisis klaster menggunakan software NTSYS pc 2.02 dan disajikan dalam bentuk dendrogram hubungan kekerabatan yang dilengkapi dengan koefisien kemiripan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat duplikasi spesies pada plasma nutfah bambu koleksi Kebun Raya Purwodadi berdasarkan karakter morfologi vegetatif. Hubungan kekerabatan 32 aksesi bambu berdasarkan karakter vegetatif memiliki rentang koefisien kemiripan 0,65-1,00 dan membentuk 2 klaster besar yaitu klaster A dan klaster B. Hubungan kekerabatan 6 aksesi bambu berdasarkan karakter vegetatif dan generatif memiliki koefisien kemiripan dengan rentang antara 0,66-0,93. Karakter-karakter pada percabangan, buluh dan pelepah buluh adalah karakter utama yang mempengaruhi hubungan kekerabatan bambu.
PENAMPILAN 11 GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F5 BERDAYA HASIL TINGGI DAN BERPOLONG UNGU Rahmawati, Annisaa; Kendarini, Niken; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas yang cukup populer di masyarakat. Dalam upaya perbaikan kualitas dan produktivitas tanaman buncis, telah dilakukan perakitan varietas baru yaitu dengan melakukan persilangan antara varietas buncis introduksi  dengan varietas lokal. Persilangan tersebut bertujuan untuk memperoleh keturunan berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 11 galur buncis (Phaseolus vulgaris L.) F5 hasil persilangan varietas introduksi dan varietas lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2015 di Dusun Suwaluan, Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten  Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan ialah benih dari 11 galur F5 buncis berpolong ungu (PQxGI-169-1-14, PQxGK-1-12-29, GIxPQ-12-2-18, GIxPQ-35-11-23, GIxPQ-23-10-39, GIxPQ-19-10-16, GKxPQ-12-4-35, GKxCS 6-6-47, GKxCS 108-1-1, GKxCS 97-2-5, GKxCS 54-11-44), benih tetua dari 11 galur tersebut (Gogo Kuning, Gilik Ijo, Purple Queen, dan Cherokee Sun), pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCl, dan pestisida. Penelitian disusun tanpa menggunakan rancangan percobaan dan metode pengamatan berupa Single Plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua galur buncis berpolong ungu generasi F5 sudah seragam dalam karakter kualitatif dan karakter kuantitatif yang diamati, karena memiliki derajat kemiripan lebih dari 70%.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus muellery Blume) DI KABUPATEN NGANJUK, MADIUN, dan BOJONEGORO Aisah, Binti Nur; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman porang termasuk famili araceae dan merupakan tanaman penghasil umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Umbi tanaman porang dapat digunakan sebagai bahan pangan maupun industri, umbi menjadi bahan pangan masih diperlukan pengolahan. Sampai saat ini hasil tanaman porang sebagian besar di ekspor dalam bentuk umbi yang sudah dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi tanaman porang dan untuk mengetahui tingkat keragaman dan kekerabatan tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang dikembangkan petani di daerah Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan Juni 2015, di wilayah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Identifikasi morfologi tanaman porang pada Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro terdapat kesamaan pada bentuk bulbil, warna permukaan bulbil, tekstur permukaan bulbil, warna daging bulbil, bentuk umbi, tekstur permukaan umbi, warna daging umbi, bentuk daun, dan warna corak tangkai. Namun mempunyai perbedaan pada warna tangkai, bentuk corak tangkai, warna daun, dan warna permukaan umbi. Berdasarkan kemiripan morfologi tanaman porang pada kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro tingkat kemiripan terendah 65,9% dan tingkat kemiripan tertinggi 100%, pada tingkat kemiripan 0,796 dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 6 tanaman yaitu NB1, NB2, NB3, MK2, MK3, MK1. Kelompok kedua terdiri dari 8 tanaman yaitu MP3, BB2, BB3, BJ2, MP1, BJ3, BB1. Pada kelompok ketiga terdiri dari 7 tanaman yaitu NS1, NS2, NS3, NT2, NT3, BJ1.
PENGARUH BAHAN TANAM DAN PEMBERIAN KOMBINASI FITOHORMON TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr. cv Smooth Cayenne) KLON GP 3 Luqmantoro, Cahyo; Okyanto, Dwi; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembibitan menjadi salah satu hal yang penting dalam budidaya tanaman nanas. Penggunaan fitohormon dalam pembibitan nanas diharapkan mampu mempercepat dan meningkatkan hasil panen bibit. Penelitian dilaksanakan di kebun nanas dan laboraturium milik PT Great Giant Pineapple Plantation Group 2 (PG 2) Terbanggi Besar, Lampung Tengah dengan ketinggian tempat lokasi penelitian ± 46 m dpl. pada bulan Februari 2015 hingga Juli 2015. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari faktor pertama adalah asal bahan tanam dan faktor kedua adalah kombinasi fitohormon sitokinin dan auksin. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Kombinasi fitohormon terbaik adalah sitokinin 100 mg L-1 + auksin 50 mg L-1 karena mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Pada perlakuan asal bahan tanam batang atas pemberian kombinasi fitohormon sitokinin 100 mg L-1 + auksin 50 mg L-1 mampu meningkatkan persen bibit yang memenuhi standart 4,01% sedangkan pada asal bahan tanam batang bawah meningkatkan 3,12%.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RENDAH TERHADAP FERTILITAS POLEN JAGUNG KETAN (Zea mays ceratina KULESH) Indraswari, Rizqi Laili; Sugiharto, Arifin Noor; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan mulai dibudidayakan di Indonesia karena pada jagung ketan mengandung amilopektin sebesar 100%, lebih banyak dari jagung biasanya. Produksi jagung dapat diukur melalui jumlah biji pada tongkolnya yang dipengaruhi oleh tingkat keberhasilan penyerbukan bunga jagung. Dalam rangka meningkatkan efektivitas fertilisasi jagung yang berbeda umur berbunganya, upaya yang dilakukan adalah dengan mempertahankan fertilitas polen. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengelolaan polen yang mencakup pemanenan, penyimpanan dan pengujian fertilitas bertujuan untuk mempertahankan kemurnian dan fertilitas tetap tinggi sehingga menjamin ketersediaannya sewaktu diperlukan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2015 di Kelurahan Dadaprejo, Batu. Alat yang digunakan adalah kertas pembungkus, stapler, spidol, ayakan, pinset, cawan petri, spatula, plastik, kulkas, timbangan digital, gelas ukur, erlenmeyer, kompor listrik, botol, pipet, kaca preparat, cover glass, penggaris, meteran, jangka sorong, alat tulis, mikroskop, dan kamera digital. Bahan yang digunakan adalah polen jagung ketan dan larutan YKI (Yodium Kalium Iodida). Penelitian ini memiliki kombinasi 2 perlakuan suhu dan 4 lama penyimpanan dengan jumlah sampel masing-masing 5. Data diolah dengan menggunakan uji t. Pengamatan dilakukan pada parameter panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol, jumlah baris, jumlah biji, berat biji, berat 100 biji, persentase keberhasilan persilangan dan fertilitas polen. Hasil pengamatan fertilitas polen jagung ketan masih tinggi pada suhu penyimpanan 5 °C dan bertahan selama 8 hari. Penyimpanan polen pada suhu rendah dalam jangka waktu yang pendek mempengaruhi nilai fertilitas polen dan jumlah baris pada tongkol. Nilai keberhasilan persilangan, panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol, jumlah biji, dan berat biji tidak dipengaruhi oleh penyimpanan polen pada suhu rendah.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A Rumanti, Indrastuti Adi Wiyono Basori Amin Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Agatha Eritza Wigathendi Agus Sutanto Aisah, Binti Nur Aisah, Binti Nur Aisyah, Siti Nur Akashi, Ryo Amali, Mukhlash Amin, Adi Wiyono Basori Ardyanto, Alfian Trisna Ardyanto, Alfian Trisna Arifin Noor Sugiharto Arifin, Azeri Gautama Azeri Gautama Arifin Azkiyah, Rizqi Azkiyah, Rizqi Bangun, Yohelsi Citradiah Br Bangun, Yohelsi Citradiah Br Basuki, Nur Bima Fikry Budi Waluyo Budi Waluyo Burhanudin, Muhammad Irsyad Fauzan Cholifah, Ayu Cicik Septeningsih Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi Dea Rosalia Dewi Amaliatur Rizqiyah Eksan, Kolil Nur Eksan, Kolil Nur Elimawati, Evi Yulia Elimawati, Evi Yulia Estri Laras Arumingtyas Farihul Ihsan Fatimaturrohmah, Siti Fatimaturrohmah, Siti Febri Budi Rahayu Ferida, Hepy Fikry, Bima Fikry, Bima Firly, Cynthia Diesta Firly, Cynthia Diesta Fitri, Faiza Khusnia Fitriana, Riza Anissatul Fitriana, Riza Anissatul Freta Kirana Balladona Frizal Amy Oktarisna Gondo, Takahiro Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hajroon Jameela Hamdany, Mohamad Iqbal Septian Hariyanti, Ismi Dahlia Hawa, Melawati Rizki Hawa, Melawati Rizki I Made Tasma Ika Roostika Indraswari, Rizqi Laili Indraswari, Rizqi Laili Ismi Dahlia Hariyanti Jameela, Hajroon Koiruningtias, Amalia Pratiwi Koiruningtias, Amalia Pratiwi Kristianto Nugroho Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lazuardi Pramadio Luqmantoro, Cahyo Luqmantoro, Cahyo Matatula, Erfina Anace Meliala, Jubleam Haris Sembiring Meliala, Jubleam Haris Sembiring Mukhammad Rommahdi, Mukhammad Nababan, Yohana Roma Uli Nababan, Yohana Roma Uli Nafisah Nafisah Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Juwik Novitasari, Juwik Nugroho, Yusuf Nur Basuki Nur, Alya Aulia Oktarisna, Frizal Amy Oktaviyanti, Riska Nur Oktaviyanti, Riska Nur Okyanto, Dwi Okyanto, Dwi Parinduri, Naufal Al Wali Permana, David Galuh Permana, David Galuh Perwitosari, Gia Warih Perwitosari, Gia Warih Pradipta, Alfian Nafi Pradipta, Alfian Nafi Pranayadipta, Nadya Wening Pranayadipta, Nadya Wening Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Pratiwi, Novita Puji Lestari Putra, Bagus Keswara Putra, Bagus Keswara Putri Nurul Aini Putri, Ken Ufi Balya Rachma, Izza Azkiya Rachmawati, Norliya Rahmawati, Annisaa Rahmawati, Annisaa Rahmi Kusuma Wardhani Rerenstradika T. Terryana Reza Prakoso Dwi Julianto Rizqiyah, Dewi Amaliatur Rommahdi, Mukhammad Ryo Akashi, Ryo Savitri, Kurnia Septeningsih, Cicik Setyaningsih, Wahyu Siti Nur Aisyah Sri Lestari Purnamaningsih Sri Winarsih Sukartini Sukartini Sumeru Ashari Takahiro Gondo, Takahiro Taufiq Hidayat RS Trihatmojo, Hendro Trihatmojo, Hendro Tustika, Selvi Clara Tustika, Selvi Clara Twientanata, Putrie Twientanata, Putrie Wahyu Setyaningsih Wahyu Widoretno Wardhani, Rahmi Kusuma Wigathendi, Agatha Eritza Winarsih, Sri Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Yulistyarini, Titut Yulistyarini, Titut Yusuf Nugroho, Yusuf